• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL EVALUASI MULTIATRIBUT UTILITY

Pengertian multiatribut utility method sebagai suatu teknik pembuatan keputusan yang menggunakan banyak kriteria (attribut). Dalam menganalisis alternatif keputusan, model ini memperhitungkan faktor-faktor subjektif seperti penilaian berdasarkan interviu (interview judgment) dan perasaan (feelings) langsung ke dalam analisis formal terhadap alternatif keputusan. (Eisner R. dan Jeffreys, 2001)

Yang dimaksud dengan model adalah gambaran atau abstrak

tentang sesuatu hal, utility adalah tentang sejauh mana suatu

alternatif memenuhi kriteria tertentu. Istilah utility mempunyai

beberapa pengertian lain yaitu sebgai worth (nilai atau harga), payoff

(hasil), psychological value (nilai-nilai psikologi) dan satisfactoriness

(kepuasan). Utility model adalah suatu model grafis atau model matematis yang dapat digunakan untuk memperkirakan utility dari

suatu alternatif misalkan, seorang manajer suatu perusahaan dalam memilih seorang pegawai yang akan dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi, memakai kriteria latar belakang pegawai yang bersangkutan sebagai patokan utamanya. Latar belakang pegawai ini diukur dengan memakai atribut lama pengalaman kerja dibidang profesi pegawai tersebut.

Model Evaluasi

PROGRAM

Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd

PEMBELAJARAN

BAGIAN KEDELAPAN

MODEL EVALUASI

MULTIATRIBUT UTILITY

Pengertian multiatribut utility method sebagai suatu teknik pembuatan keputusan yang menggunakan banyak kriteria (attribut). Dalam menganalisis alternatif keputusan, model ini memperhitungkan faktor-faktor subjektif seperti penilaian berdasarkan interviu (interview judgment) dan perasaan (feelings) langsung ke dalam analisis formal terhadap alternatif keputusan. (Eisner R. dan Jeffreys, 2001)

Yang dimaksud dengan model adalah gambaran atau abstrak

tentang sesuatu hal, utility adalah tentang sejauh mana suatu

alternatif memenuhi kriteria tertentu. Istilah utility mempunyai

beberapa pengertian lain yaitu sebgai worth (nilai atau harga), payoff

(hasil), psychological value (nilai-nilai psikologi) dan satisfactoriness

(kepuasan). Utility model adalah suatu model grafis atau model matematis yang dapat digunakan untuk memperkirakan utility dari

suatu alternatif misalkan, seorang manajer suatu perusahaan dalam memilih seorang pegawai yang akan dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi, memakai kriteria latar belakang pegawai yang bersangkutan sebagai patokan utamanya. Latar belakang pegawai ini diukur dengan memakai atribut lama pengalaman kerja dibidang profesi pegawai tersebut.

Apakah yang dimaksud dengan atribut? Atribut adalah ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh suatu alternatif. Seperti apa yang telah diuraikan di atas, bahwa masa kerja merupakan atribut yang melekat pada seorang pegawai yang dicalonkan untuk dipromosikan ke jabatan yanglebih tinggi. Model Multiatribut Ulility method didesain untuk mengetahui nilai utility dari suatu alternatif yang memiliki lebih dari satu atribut karena laternatif seperti ini harus di evaluasi dengan memakai lebih dari satu kriteria. Model multiatribut ulility method membantu pembuat keputusan menghimpun informasi tentang utility dari bebagai atribut ke dalam suatu penilaian tunggal (single measure).

Contoh penggunaan model Multiatribut Ulility method oleh suatu lembaga pendidikan yang akan menerapkan program baru, misalkan program Y, sebelum melakukan program Y, maka perlu mempertimbangkan beberapa kriteria antara lain: (a) dana yang tersedia (b) orang-orang yang akan melaksanakan program (c) apakah sesuai dengan kondisi yang ada (d) Bagaimana pengaruhnya terhadap bidang-bidang/aspek-aspek lain. contoh lain, pelatih tim “football” professional, akan melakukan kegiatan pencarian pemain yang berbakat di kalangan pemain football mahasiswa dari bebagai perguruan tinggi, misalnya dalam contoh tersebut dipakai dua kriteria dalam pembuatan keputusan seleksi, yaitu: (1) kemampuan fisik,dan (2) gaji yang diinginkan. Kriteria kemampuan fisik mempunyai tiga atribut yaitu : ( a) tinggi badan, (b) berat badan, dan (c) kecepatan lari.

Gambar: Kriteria dan atribut dalam pembuatan keputusan memilih pemain „football” yang baru.

Skor yaitu nilai (X) dihitung untuk masing-masing atribut setiap pemain yang dinilai, skor dari setiap atribut dapat diberi bobot yang berbeda sesuai dengan penekanan yang diinginkan. Contoh kasus pemilihan pemain “football” tersebut di atas di jabarkan sebagai berikut:

Apakah yang dimaksud dengan atribut? Atribut adalah ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh suatu alternatif. Seperti apa yang telah diuraikan di atas, bahwa masa kerja merupakan atribut yang melekat pada seorang pegawai yang dicalonkan untuk dipromosikan ke jabatan yanglebih tinggi. Model Multiatribut Ulility method didesain untuk mengetahui nilai utility dari suatu alternatif yang memiliki lebih dari satu atribut karena laternatif seperti ini harus di evaluasi dengan memakai lebih dari satu kriteria. Model multiatribut ulility method membantu pembuat keputusan menghimpun informasi tentang utility dari bebagai atribut ke dalam suatu penilaian tunggal (single measure).

Contoh penggunaan model Multiatribut Ulility method oleh suatu lembaga pendidikan yang akan menerapkan program baru, misalkan program Y, sebelum melakukan program Y, maka perlu mempertimbangkan beberapa kriteria antara lain: (a) dana yang tersedia (b) orang-orang yang akan melaksanakan program (c) apakah sesuai dengan kondisi yang ada (d) Bagaimana pengaruhnya terhadap bidang-bidang/aspek-aspek lain. contoh lain, pelatih tim “football” professional, akan melakukan kegiatan pencarian pemain yang berbakat di kalangan pemain football mahasiswa dari bebagai perguruan tinggi, misalnya dalam contoh tersebut dipakai dua kriteria dalam pembuatan keputusan seleksi, yaitu: (1) kemampuan fisik,dan (2) gaji yang diinginkan. Kriteria kemampuan fisik mempunyai tiga atribut yaitu : ( a) tinggi badan, (b) berat badan, dan (c) kecepatan lari.

Berdasarkan gambar, terlihat bahwa kriteria “kemampuan fisik” diberi bobot lebih tinggi dari kriteria “gaji yang diinginkan”. Dan diantara atribut, kriteria kemampuan fisik ternyata attribut kecepatan yang paling tinggi bobotnya. Dari perkalian bobot kriteria dan bobot attributnya diperoleh proporsi bobot untuk tiap atribut. Skor untuk tiap atribut harus dikalikan dengan proporsi bobot atribut yang bersangkutan. Skor keseluruhan (penjumlahan dari skor tiap atribut) yang menghasilkan angka tunggal.

Konsep yang menyertai model multiatribut ulility method adalah kesederhanaan dan tidak sulit, hanya dengan menilai memperhitungkan bobot dan menjumlahkan nilai ulitilies tiap atribit dalam masing-masing alternatif. Apabila tidak ada alasan lain maka dipilih alternatif yang mempunyai skor utility keseluruhan yang tertinggi.

Aplikasi model multiatribut ulility method banyak terdapat dalam literature manajemen dan pembuat keputusan, misalnya

penentuan anggaran untuk dinas kesehatan, keputusan pekerjaan yang dipilih oleh para pencari kerja, keputusan penerimaan mahasiswa di universitas, pemilihan lokasi pabrik oleh pimpinan perusahaan, keputusan tentang penggunaan tanah (land use) oleh

tim perencanaan regional, dan penugasan personil militer di berbagai instansi milirer (Azhar Kasim, 2004)

Meskipun model multiatribut ulility method tidak cocok untuk memecahkan semua jenis masalah, tetapi secara konseptual model ini dapat diterapkan untuk setiap jenis keputusan. Model ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti keputusan manusia (judgment), tetapi sebagai alat pembantu untuk manusia dalam membuat keputusan. Khususnya, pengguna

model ini memungkinkan para pembuat kepurusan untuk membuat keputusan (judgment) secara lebih sistematis dibandingkan jika mereka membuat keputusan tanpa alat bantu sama sekali.

Apakah model multiatribut ulility method ini valid? apakah model ini benar-benar mewakili apa yang diinginkan sebenarnya sebagai patokan untuk mengukur utility” atau keputusan yang telah diambil?, Huber, Daneshgar dan Ford (1971) menunjukan hasil studi yang memberikan jawaban “ya” terhadap pertanyan tersebut di atas. Hasil yang mereka dapatkan sebanyak 26 dari 30 pencari pekerjaan yang memilih pekerjaan dengan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan model ini ternyata mengatakan bahwa mereka puas dengan pekerjaan yang dipilih (setelah 5 bulan kemudian).

Salah satu teknik yang digunakan dalam model multiatribut ulility method adalah SMART (Simple Multi Atribut Rating

Technique), SMART merupakan metode pengambilan keputusan

Berdasarkan gambar, terlihat bahwa kriteria “kemampuan fisik” diberi bobot lebih tinggi dari kriteria “gaji yang diinginkan”. Dan diantara atribut, kriteria kemampuan fisik ternyata attribut kecepatan yang paling tinggi bobotnya. Dari perkalian bobot kriteria dan bobot attributnya diperoleh proporsi bobot untuk tiap atribut. Skor untuk tiap atribut harus dikalikan dengan proporsi bobot atribut yang bersangkutan. Skor keseluruhan (penjumlahan dari skor tiap atribut) yang menghasilkan angka tunggal.

Konsep yang menyertai model multiatribut ulility method adalah kesederhanaan dan tidak sulit, hanya dengan menilai memperhitungkan bobot dan menjumlahkan nilai ulitilies tiap atribit dalam masing-masing alternatif. Apabila tidak ada alasan lain maka dipilih alternatif yang mempunyai skor utility keseluruhan yang tertinggi.

Aplikasi model multiatribut ulility method banyak terdapat dalam literature manajemen dan pembuat keputusan, misalnya

yang multiatribut yang dikembangkan oleh Edward pada tahun

1977. Hal-hal yang dihasilkan oleh teknik ini antara lain:

 Teknik pembuatan keputusan multiatribut ini digunakan untuk mendukung pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif.

 Setiap pembuat keputusan harus memilih sebuah alternatif yang sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

 Setiap alternatif terdiri dari sekumpulan atribut dan setiap atribut mempunyai nilai-nilai.

 Nilai ini dirata-rata dengan skala tertentu.

 Setiap atribut mempunyai bobot yang menggambarkan seberapa penting ia dibandingkan dengan atribut lain.  Pembobotan dan pemberian peringkat ini digunakan untuk

menilai setiap alternatif agar diperoleh alternatif terbaik.  SMART lebih banyak digunakan karena kesederhanaannya

dalam merespon kebutuhan pembuat keputusan dan caranya menganalisa respon.

 Analisa yang terlibat adalah transparan sehingga metode ini memberikan pemahaman masalah yang tinggi dan dapat diterima oleh pembuat keputusan

Pembobotan pada SMART menggunakan skala antara 0 sampai 1, sehingga mempermudah perhitungan dan perbandingan nilai pada masing-masing alternatif

Proses Pemodelan SMART

a) Mengidentifikasi masalah keputusan

b) Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang mungkin

c) Mengidentifikasi kriteria-kriteria untuk mencapai keputusan yang baik

d) Memberi bobot pada setiap kriteria e) Menghitung normalisasi bobot kriteria

f) Memberi penilaian pada setiap kriteria untuk setiap alternatif

g) Menentukan nilai utility setiap kriteria dari setiap alternatif h) Menghitung penilaian terhadap setiap alternatif

Mengidentifikasi masalah keputusan

 Pendefinisian masalah harus dilakukan untuk mencari akar masalah dan batasan-batasan yang ada.

 Keputusan seperti apa yang akan diambil harus didefinisikan terlebih dahulu, sehingga proses pengambilan keputusan dapat terarah dan tidak menyimpang dari tujuan yang akan dicapai.

Pendefinisian pembuat keputusan (decision maker) dilakukan agar pemberian nilai terhadap kriteria dapat sesuai dengan kepentingan kriteria tersebut terhadap alternatif.

yang multiatribut yang dikembangkan oleh Edward pada tahun

1977. Hal-hal yang dihasilkan oleh teknik ini antara lain:

 Teknik pembuatan keputusan multiatribut ini digunakan untuk mendukung pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif.

 Setiap pembuat keputusan harus memilih sebuah alternatif yang sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

 Setiap alternatif terdiri dari sekumpulan atribut dan setiap atribut mempunyai nilai-nilai.

 Nilai ini dirata-rata dengan skala tertentu.

 Setiap atribut mempunyai bobot yang menggambarkan seberapa penting ia dibandingkan dengan atribut lain.  Pembobotan dan pemberian peringkat ini digunakan untuk

menilai setiap alternatif agar diperoleh alternatif terbaik.  SMART lebih banyak digunakan karena kesederhanaannya

dalam merespon kebutuhan pembuat keputusan dan caranya menganalisa respon.

 Analisa yang terlibat adalah transparan sehingga metode ini memberikan pemahaman masalah yang tinggi dan dapat diterima oleh pembuat keputusan

Pembobotan pada SMART menggunakan skala antara 0 sampai 1, sehingga mempermudah perhitungan dan perbandingan nilai pada masing-masing alternatif

Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang mungkin

 Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan, maka dapat ditentukan alternatif-alternatif yang mungkin dipilih untuk tujuan yang telah dirumuskan

Mengidentifikasi kriteria-kriteria untuk mencapai keputusan yang baik

Kriteria-kriteria ditentukan berdasarkan keputusan yang ingin dicapai. Kriteria yang ditentukan harus membedakan antar alternatif

Memberi bobot pada setiap kriteria

 Pemberian bobot diberikan dengan nilai yang dapat ditentukan sendiri oleh user.

Menghitung normalisasi bobot kriteria

 Perhitungan ini dilakukan untuk mendistribusikan nilai satu ke setiap kriteria. Jadi untuk semua bobot kriteria mempunyai nilai total satu.

Memberi penilaian pada setiap kriteria untuk setiap alternatif

 Pada tahap ini, setiap kriteria yang ada dihitung nilai sebenarnya untuk masing-masing alternatif. Penilaian setiap kriteria dapat bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Menentukan nilai utility setiap kriteria dari setiap alternatif

 Tahap ini adalah memberikan suatu nilai pada semua kriteria untuk setiap alternatif dengan nilai yang berskala 0

 Pemberian nilai ini dilakukan berdasarkan nilai sebenarnya yang telah didapat pada langkah f dilihat dengan

menggunakan fungsi utility-nya.

Menghitung penilaian terhadap setiap alternatif

 Perhitungan nilai untuk setiap alternatif dilakukan dengan mengalikan setiap kriteria yang telah dikonversi ke nilai

utility dengan nilai bobot normalisasi setiap kriteria.

 Untuk setiap alternatif, nilai semua kriteria ditambahkan dan yang memiliki nilai terbesar akan menjadi keputusan yang terbaik.

Pemilihan metode SMART

Sederhana

Perhitungan pada metode SMART sangat sederhana

sehingga tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit yang memerlukan pemahaman yang matematika yang kuat

Transparan

Proses dalam menganalisa alternatif dan kriteria dalam

SMART dapat dilihat oleh user sehingga user dapat memahami

bagaimana alternatif tertentu dapat dipilih. Alasan-alasan bagaimana alternatif itu dipilih dapat dilihat dari prosedur-prosedur yang dilakukan dalam SMART mulai dari penentuan

kriteria, pembobotan, dan pemberian nilai pada setiap alternatif.

Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang mungkin

 Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan, maka dapat ditentukan alternatif-alternatif yang mungkin dipilih untuk tujuan yang telah dirumuskan

Mengidentifikasi kriteria-kriteria untuk mencapai keputusan yang baik

Kriteria-kriteria ditentukan berdasarkan keputusan yang ingin dicapai. Kriteria yang ditentukan harus membedakan antar alternatif

Memberi bobot pada setiap kriteria

 Pemberian bobot diberikan dengan nilai yang dapat ditentukan sendiri oleh user.

Menghitung normalisasi bobot kriteria

 Perhitungan ini dilakukan untuk mendistribusikan nilai satu ke setiap kriteria. Jadi untuk semua bobot kriteria mempunyai nilai total satu.

Memberi penilaian pada setiap kriteria untuk setiap alternatif

 Pada tahap ini, setiap kriteria yang ada dihitung nilai sebenarnya untuk masing-masing alternatif. Penilaian setiap kriteria dapat bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Menentukan nilai utility setiap kriteria dari setiap alternatif

 Tahap ini adalah memberikan suatu nilai pada semua kriteria untuk setiap alternatif dengan nilai yang berskala 0

REFERENSI;

Edwards W. and Barron F.H. (1994), „SMARTS and SMARTER: improved simple methods for multiatribut utility measurement‟, Organizational Behavior and Human Decision Processes.

Eisner R. and Jeffreys I. (2001), Facilitator: Multi-criteria Decision Support Tool – User’s Manual, distributed with the

Facilitator software, Department of Natural Resources and Mines, Brisbane.

Kasim, Azhar. (2004). Peningkatan Kemampuan Pembuatan keputusan.

Modul ADNI4531. Universitas Trebuka.

Model Evaluasi

PROGRAM

Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd

PEMBELAJARAN

Dokumen terkait