• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Kompetensi Dasar

2. Model Pelaksanaan Pembelajaran

Dalam observasi dengan guru MD (CL No: 02) di kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung pelaksanaan pembelajaran meliputi :

a. Kegiatan pendahuluan (awal)

Pada kegiatan ini guru biasa menggunakan waktu 5-10 menit untuk mencipatakan kondisi pembelajaran dengan baik dengan melakukan kilasan materi yang telah diberikan sebelumnya. Berdasarkan wawancara dengan guru IPS di SMP Negeri 1 Tanjung, dalam kegiatan ini keahlian seorang guru dalam meningkatkan motivasi

commit to user

sangat diperlukan. Dengan melakukan apersepsi yaitu mengajukan pertanyaan terhadap materi yang telah dijelaskan sebelumnya.

b. Kegiatan Inti Pembelajaran

Kegiatan inti merupakan kegiatan dalam rangka pelaksanaan pembelajaran, guru menerapkan strategi belajar mengajar yang menekankan pada keaktifan dan kreatifitas siswa dalam belajar. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti ini, yang paling awal perlu dilakukan dalam kegiatan inti ini adalah memberitahukan tujuan dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta materi atau bahan ajar yang akan dipelajari. c. Kegiatan Akhir

Kegiatan akhir dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Tanjung bukan hanya sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran melainkan juga sebagai kegiatan tindak lanjut. Kegiatan tindak lanjut ditempuh bedasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. Karena dalam kegiatan pembelajaran waktu yang tersedia relative singkat guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.

3. Penilaian

Penilaian hasil belajar di SMP Negeri 1 Tanjung berpedoman pada KTSP, maka penilaian dalam pembelajaran IPS terdiri dari ulangan mid semester dan semeseter. Soal mid semester biasanya di buat oleh guru sendiri berbeda dengan soal semester.

commit to user

Penilaian dalam pembelajaran IPS terpadu dalam satu topikatau tema mencakup beberapa Kompetensi Dasar. Karena ada beberapa indicator yang tidak bisa dipadukan menyebabkan penilaian terkadang dilakukan secara terpisah.

b. Pendekatan pembelajaran IPS terpadu

Dalam melakukan kegiatan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Tanjung, guru memegang peran sangat penting sehingga pemahaman dan penguasaan terhadap materi yang akan disampaikan kepada siswa sangat penting untuk dipahami. Pendekatan yang sering digunakan oleh guru dalam menyampaikan pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Tanjung adalah pendekatan factual, dengan metode ceramah, tanya jawab, penugasan dan

discovery/ inquiry.

Berdasarkan wawancara dengan AM bahwa:

“ saya memilih pendekatan faktual agar siswa memiliki gambaran dari peristiwa misalnya peristiwa yang dihubungkan dengan pelajaran IPS. Dan metode yang saya gunakan dalam pembelajaran IPS adalah ceramah bervariasi, ceramah yang divariasian dengan metode tanya jawab, metode diskusi dan metode penugasan. (CL No. 03)

Dalam pembelajaran IPS tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa yang dialami dalam kehidupan sehari-hari melainkan melatih siswa berpikir kritis terhadap permasalahan sosial yang ada, baik kejadian masa lalu maupun masa sekarang. Oleh karena itu, dalam setiap pembelajaran diharapkan menggunakan berbagai pendekatan dan juga media yang dapat mengaktifkan dan membangkitkan motivasi siswa.

commit to user c. Tujuan Pembelajaran

Berdasarkan keterangan dari guru AM, adapun tujuan dari pembelajaran terpadu di SMP Negeri 1 Tanjung adalah: agar siswa peka dan peduli terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, sehingga mereka mampu dan kritis dalam melihat permasalahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru berusaha mewujudkan tujuan dengan membentuk tim dan guru menyusun materi dalam bentuk kolaborasi antar mata pelajaran yang mempunyai kesamaan tema, (CL. No: 03).

d. Metode pembelajarn IPS

Setelah melakukan wawancara dan observasi dengan guru AM (CL No: 03) tentang pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjung, maka dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Metode Ceramah-Tanya jawab

Dari hasil silabus mata pelajaran IPS metode yang digunakan dalam pembelajaran IPS terpadu adalah ceramah bervariasi, diskusi, pemberian tugas. Pembelajaran IPS terpadu pada umumnya guru menggunakan metode ceramah dengan tanya jawab. Dalam menggunakan metode ceramah, guru biasanya mengawali proses belajar mengajar dengan appersepsi yang ditujukan kepada siswa. Sebagai contoh dilakukan Tanya jawab tentang materi yang diajarkan.

Dalam kegiatan pembelajaran yang tercantum dalam silabus tertulis metode ceramah, diskusi dan mengkaji referensi untuk mencari data.

commit to user

Kenyataan di lapangan guru hanya menggunakan metode ceramah, yang divariasikan dengan Tanya jawab dan diskusi, sedangkan mengkaji referensi buku tidak berjalan, hal ini disebabkan karena waktu yang tersedia habis untuk ceramah.

2) Metode Diskusi

Dalam pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 1 Tanjung metode diskusi yang dunakan ada 2 yakni diskusi kelas dan diskusi kelompok. (CL. No: 03)

a. Diskusi kelas

Dalam diskusi kelas yang dilakukan di kelas 2 SMPN 1 Tanjung guru memberikan pertanyaan dan pengarahan kepada siswa. Kemudian siswa diberikan kesempatan menjelaskan tentang berbagai peristiwa yang berkaitan dengan tema tersebut, (CL. No: 03). Guru selanjutnya meminta para siswa untuk memberikan tanggapan. Pada akhir pembelajaran guru memberikan penjelasan secara rinci tentang materi yang didiskusikan dan mengkaitkan dengan fakta yang terjadi.

b. Diskusi Kelompok

Dalam diskusi kelompok guru memberikan tugas kelompok untuk membuat makalah, kemudian mempresentasikan di depan kelas, kelompok lain atau peserta sebagai kelompok penanya atau penyanggah. Dalam diskusi ternyata banyak siswa yang hanya duduk diam sebagai pendengar hanya beberapa siswa yang aktif. Disamping itu karena

commit to user

keterbatasan waktu sering diskusi tidak berjalan sebagaimana mestinya atau berhenti ditengah jalan.

Pembagian kelompok diskusi dilaksanakan dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri 5-6 anak, seperti yang dilaksanakan oleh guru SMP Negeri 1 Tanjung di kelas 2. Biasanya guru memberikan diskusi atau tugas satu minggu sebelumnya, (CL. No: 03). Pengaturan tempat duduk dalam berdiskusi hanya menyesuaikan dengan kelompok masing-masing. Kelompok yang mendapat giliran biasanya maju kedepan untuk melakukan presentasi secara singkat. Setelah mempresentasikan hasil kerjanya kelompok lain diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab oleh kelompok yang mempresentasikan tugasnya, apabila dalam pertanyaan terkadang masih kurang jelas biasanya dijelaskan lebih rinci oleh guru pada akhir diskusi.

Dalam metode diskusi tanggapan dari siswa beragam, menurut salah seorang siswa RZL:

” saya senang bila diberi tugas untuk presentasi, hal ini bisa melatih mental saya bicara di depan umum dan dapat menambah rasa percaya diri saya,” (CL. No: 04).

Ada sebagian murid yang pada awalnya merasa takut apabila mendapat tugas untuk presetasi di depan kelas. Bahkan siswa sampai tidak masuk sekolah lantaran ketakutan maju presntasi. Akan tetapi, lama kelamaan siswa jadi terbiasa untuk presentasi justeru siswa merasa semakin

commit to user

senang. Ada juga siswa yang mulai mencari refrensi dari internet selain dari buku yang digunakan oleh guru di sekolah.

Dari diskusi ini sebagian besar siswa aktif mengajukan pertanyaan, meskipun waktu terkadang tidak cukup untuk membahas pertanyaan dari penanya. Hasil diskusi yang telah dilaksanakan kemudian dinilai oleh guru sebagai nilai tambahan pada ujian semeseter. Penilaian ini termasuk dalam kriteria kecakapan berkomunikasi lisan, dan memecahkan masalah.

3) Metode pemberian tugas

Dalam pemberian tugas biasanya ada dua macam, yakni (a) mengerjakan soal yang langsung dikerjakan di kelas misalnya dalam bentuk LKS dan soal yang sudah di siapkan terlebih dahulu oleh siswa, (b) tugas rumah atau PR, (CL. No: 03).

4) Metode discovery/ inquiry

Hasil wawancara dengan guru IPS kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung, menjelaskan bahwa metode inquiry yang dilakukan pada dasarnya berupa pemberian tugas dan hanya pada saat tertentu misalnya pada saat siswa liburan diberikan tugas membuat makalah yang berkaitan dengan IPS, (CL.No: 03). Contoh lain penggunaan metode ini guru menugaskan siswa untuk menyusun suatu laporan tentang peristiwa-peristiwa tersebut secara kelompok. Misalnya satu kelompok terdiri dari 5-6 orang dengan diberi permasalahan. Dalam tugas ini siswa diwajibkan untuk mencari sumber yang berhubungan dengan materi dalam IPS. (CL. No: 03)

commit to user

e. Media yang digunakan dalam pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 1 Tanjung

Dalam memilih media masing-masing guru memiliki pertimbangan yang berbeda-beda. Hasil wawancara dengan guru bahwa AM:

”Saya memilih media di dalam pembelajaran juga disesuaikan dengan kondisi sekolah tempat saya mengajar, saya harus pandai-pandai memilih media yang cocok dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran IPS, belum tentu media modern yang saya gunakan akan membuat siswa lebih memahami materi pembelajaran IPS.” (CL. No:03)

Dalam menentukan media pembelajaran IPS terpadu yang terpenting adalah penguasaan guru terhadap konsep pembelajaran tentang materi yang diajarkan kepada siswa.

f. Peran guru dalam kegiatan belajar mengajar

Telah dikemukakan sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung menerapkan sistem pembelajaran IPS Terpadu dengan mengkolaborasikan antar mata pelajaran yang mempunyai kesamaan tema, sehingga guru mempunyai tugas yaitu; (1) menyampaikan tugas, (2) memotivasi siswa, (3) memberi fasilitas belajar siswa untuk mencapai tujuan, (4) mengevaluasi hasil belajar siswa. Masing-masing tugas tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Menyampaikan tugas

Tugas guru yang pertama adalah menyampaikan tugas, secara lisan maupun tertulis. Penyampain tugas tersebut disertai unsur pendukungnya

commit to user

seperti teks bacaan, tulisan atau gambar di papan tulis, globe gambar pada kertas karton. Unsur tersebut memfasilitasi penyampaian dan penyelesaian tugas, (CL. No: 03).

Sebelum tugas diberikan biasanya guru memberikan pengantar yang berupa uraian pendek dan lisan. Pengantar lisan tersebut menurut hemat peneliti untuk menyiapkan kondisi awal kepada siswa agar mereka siap dan bisa mengerjakan tugas yang diberikan. Di samping itu, pengantar yang berupa uraian pendek tersebut berfungsi sebagai pengait antara tugas yang satu dengan yang lain, sehingga tugas-tugas yang diberikan oleh guru-guru kepada siswa berjalan lancar tanpa terasa ada perpindahan. 2. Memotivasi siswa

Dalam kegiatan pembelajaran guru senantiasa memberikan motivasi kepada siswa agar tetap memiliki gairah dan semangat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal ini untuk mendorong siswa melaksanakan tugas dengan baik dan bersemangat, motivasi tersebut berupa ajakan dengan benar dan diberi penghargaan. Motivasi juga berupa tindakan guru dengan mendatangi kegiatan kelompok, kedatangan guru tersebut dapat memdorong siswa belajar lebih serius.

3. Memberi fasilitas siswa

Guru dalam mengembangkan pembelajaran terpadu juga memberi dan mampu mengoptimalkan interaksi antara guru dengan siswa serta interaksi banyak arah, memberi banyak kesempatan kepada anak untuk melakukan praktek atau percobaan, atau menemukan sesuatu melalui pengamatan.

commit to user

Guru dalam memberikan pembelajaran berusaha memberikan terobosan-terobosan kepada siswa agar mereka terus terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Guru memberikan fasilitas dengan mengarah pada permasalahan yang ada di lingkungan sekitar.

4. Mengevaluasi kegiatan hasil-hasil belajar

Tugas paling akhir yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran IPS terpadu adalah mengevaluasi kegiatan hasil belajar. Penilaian dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan produk dan proses, (CL.No: 03). Penilaian produk dilakukan dengan menilai semua hasil belajar siswa. Tugas yang diberikan kepada siswa juga digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar. Dalam pembelajaran IPS siswa misalnya diberikan tugas mengggambar peta tentang persebaran penduduk asli yang mendiami kepulauan Indonesia.

3. Kendala-kendala yang dihadapi oleh guru IPS terpadu dalam

implementasi pembelajaran IPS di kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung Kab. Lombok Utara

Dalam pembelajaran IPS terpadu seorang guru harus menguasai materi pada seluruh mata pelajaran IPS, (CL. No: 01). Hambatan yang biasanya dialami adalah penggunaan media dalam pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan penggunaan media sebagai penyalur pesan oleh guru kepada peserta didik. Padatnya kurikulum sehingga kurang fokus dalam pemahaman anak per

commit to user

Kompetensi Dasar. Hal ini diperberat dengan pembelajaran terpadu yang lebih kompleks dari pembelajaran kontekstual.

Dalam pembelajaran IPS terpadu membutuhkan kerja keras guru dalam merancang pembelajaran agar efektif. Sebagai bentuk inovasi pembelajaran, pembelajaran terpadu merupakaan pembelajaran kompleks. Dibutuhkan waktu yang lama, kreativitas guru dan kerjasama siswa. Hal ini membuat guru tidak leluasa melaksanakan pembelajaran terpadu yang diinginkan karena materi yang harus diajarkan kepada siswa semakin banyak, (CL. No: 01)

Kendala dalam pembelajaran IPS adalah: (a) kesulitan mendapatkan media pembelajaran yang diinginkan (b) diperlukan biaya besar (c) kurangnya waktu untuk menjelaskan materi (d) guru harus menguasai bidang lain misalnya seorang guru sejarah harus menguasai geografi, ekonomi, antropologi dan sosiologi.

Wawancara dengan guru IPS MD:

“ sebenarnya saya ingin memberikan gambaran yang nyata kepada siswa tentang pembelajaran IPS misalnya tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi. Karena letak sekolah yang begitu jauh membutuhkan biaya yang besar untuk menjangkau daerah tersebut sehingga tidak mungkin membawa siswa untuk keluar dari lokasi sekolah.” (CL.No: 02)

Siswa terkadang kurang suka pada mata pelajaran tertentu, sementara dalam pembelajaran terpadu menekankan pada perpaduan pada bidang studi. Guru diharapkan menemukan trik-trik agar siswa tidak terbebani dan mudah menerima pelajaran

commit to user

4. Cara guru mengatasi kendala dalam pembelajaran IPS terpadu di kelas

2 SMP Negeri 1 Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Media memegang peranan penting dalam suatu pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan penggunaan media sebagai alat penyalur pesan dari guru kepada siswa. Hambatan kurangnya media dan sarana pendukung semisal laboratorium tidak menghambat para guru dalam menghadirkan pembelajaran. Guru bisa memanfaatkan hal-hal di sekelilingnya misalnya museum, laboratorium, tempat wisata, peninggalan masa lalu sebagai alat penyalur pelajaran. Guru juga bisa memberikan tugas kepada siswa untuk membuat media berupa pembuatan peta

Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran IPS seperti yang telah diuraikan di atas, telah dilakukan berbagai upaya antara lain: (1) perbaikan-perbaikan kurikulum, (2) pelatihan-pelatihan bagi guru-guru dan (3) pertemuan guru-guru IPS (MGMP) untuk pembahasan materi pelajaran. Sementara di sekolah sendiri telah dilakukan berbagai upaya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran IPS terpadu antara lain: (1) mengadakan pengayaan materi, (2) menambah sarana dan prasarana belajar, dan (3) memanfaatkan waktu dengan baik, (CL. No: 01).

Untuk mengatasi kendala pembelajaran terpadu dilakukan dengan dua cara, yakni (a) team teaching, dan (b) guru tunggal. Kesulitan guru tunggal ketika melaksanakan pembelajaran hal ini bisa diatasi dengan team teaching, (CL. No: 01). Pelaksanaan dengan menggunakan guru tunggal atau tim guru disesuaikan dengan keadaan dan kebijakan sekolah. Sehingga salah satu penyelesaian

commit to user

masalahnya adalah dengan team teaching yang membidangi tiap bidang. Hal ini sesuai dengan pernyataan Trianto yang menyatakan pembelajaran terpadu yang diajarkan dengan cara team; satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dari seorang guru. Setiap guru memiliki tugas sesuai dengan keahlian dan kesepakatan (2007: 80).

C. PEMBAHASAN

1. Implementasi Pembelajaran IPS terpadu di kelas 2 SMP Negeri 1

Dokumen terkait