• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Model Pembelajaran Aktif

1. Pengertian Model Pembelajaran

Setiap guru harus dapat memilih model pembelajaran yang tepat yang dapat dikembangkan dalam kelasnya sehingga dapat mendorong siswa untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Untuk dapat memahami model pembelajaran yang tepat untuk dikembangkan sebelumnya harus dipahami pengertian model pembelajaran terlebih dahulu. Berikut adalah pengertian model pembelajaran dari beberapa ahli: a. Menurut Suprijono (2013: 45-46),

Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologis pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas.

Model pembelajaran dalam pengertian ini digunakan sebagai landasan dalam praktik pembelajaran, di mana landasan ini dirancang berdasarkan implementasi dari kurikulum dan implikasi di kelas.

b. Menurut Joyce dalam Suprijono (2013: 46),

Model pembelajaran membantu peserta didik dalam mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berpikir, dan

40 mengekspresikan ide, hal ini berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

Dalam pengertian ini, model pembelajaran diartikan sebagai pedoman guru dalam merancang kegiatan dan aktivitas belajar mengajar sehingga siswa akan mendapatkan informasi, ide, ketrampilan-ketrampilan, dan dapat mengekspresikan ide yang dipikirkannya.

c. Menurut Arends dalam Suprijono (2013: 46)

Model pembelajaran adalah mengacu pada pendekatan yang akan digunakan termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahapan kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran serta pengelolaan kelas.

Model pembelajaran dalam pengertian ini merupakan pemilihan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan oleh guru yang menyangkut aspek belajar yaitu tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan belajar, lingkungan belajar, dan tata cara pengelolaan kelas.

Dari beberapa pengertian model pembelajaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah suatu landasan atau pedoman guru dalam melakukan pembelajaran yang didasarkan pada kurikulum yang berlaku, yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan belajar, lingkungan belajar, dan

41 tata cara pengelolaan kelas. Model pembelajaran yang tepat ini pada akhirnya akan membuat siswa memperoleh informasi, ide, ketrampilan-ketrampilan, dan dapat mengekspresikan ide yang dipikirkannya.

2. Pengertian Model Pembelajaran Aktif

Dari pemaparan sebelumnya sudah diketahui bahwa model pembelajaran merupakan landasan atau pedoman bagi guru untuk melakukan pembelajaran di kelasnya. Salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah model pembelajaran aktif. Untuk lebih memahami tentang pengertian model pembelajaran aktif, berikut ini akan dijelaskan pengertian model pembelajaran aktif menurut beberapa ahli:

a. Warsono & Hariyanto (2010: 14)

Mengemukakan bahwa pembelajaran aktif secara sederhana dapat didefinisikan sebagai metode pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini dipahami bahwa secara sederhana model pembalajaran aktif melibatkan siswa secara aktif selama proses pembelajaran. Pelibatan siswa secara aktif ini bisa dimulai dari proses berpikir tentang materi pembalajaran yang sedang maupun akan dipelajari sampai menarik kesimpulan. Dalam proses belajar ini siswa akan mengalami sendiri pengalaman belajarnya, sehingga diharapkan hasil belajar siswa akan meningkat.

42 b. A.Y. Soegeng (2014: 1)

Memberikan pengertian pembelajaran aktif “suatu kegiatan pembelajaran dimana terdapat keterlibatan pelajar dalam melakukan kegiatan dan memikirkan apa yang sedang dilakukan. Dari pengertian di atas, diketahui bahwa pembelajaran aktif siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran, dan siswa juga berusaha untuk memikirkan materi pembelajaran yang sedang dipelajari atau dengan kata lain siswa aktif dalam menggali pengetahuan.

c. Hartono (2013: 1)

Berpendapat bahwa “Active learning (belajar aktif) pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stimulus dan respons anak didik dalam pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan, tidak menjadi hal yang membosankan bagi mereka.

Dari pengertian di atas, dapat diketahui bahwa dengan memberikan strategi active learning (belajar aktif) pada siswa dapat membantu ingatan (memory) mereka, sehingga mereka dapat dihantarkan kepada tujuan pembelajaran dengan sukses.

Bertitik tolak dari uraian di atas, maka diambil suatu kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan model pembelajaran aktif atau active learning adalah salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran baik

43 dari tahapan proses berpikir menggali infomasi, sampai menarik kesimpulan. Model pembelajaran ini menuntut keaktifan siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajar dengan seoptimal mungkin sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan pada akhirnya siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.

3. Macam-macam Model Pembelajaran Aktif

Model pembelajaran aktif terdiri dari berbagai macam. Macam- macam model pembelajaran aktif ini dapat dikembangkan oleh guru di kelas dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada di kelasnya. Zaini, Munthe, dan Ayu Aryani (2008) menyebutkan 43 model pembelajaran aktif yang dapat dikembangkan dikelas. Model-model pembelajaran aktif tersebut adalah:

1) Critical Incident (Pengalaman Penting); 2) Prediction Guide

(Tebak Pelajaran); 3) Teks Acak; 4) Reading Guide (Panduan Membaca); 5) Group Resume (Resum Kelompok); 6) Prediksi Kawan; 7) Assesmen Search (Menilai Kelas); 8) Questions Students Have (Pertanyaan dari Siswa); 9) Instant Assesment

(Penilaian Instan); 10) Active Knowledge Sharing (Saling Tukar Pengetahuan); 11) True or false (Benar apa salah); 12) Benar Salah Berantai; 13) Inquiring Minds Want to Know

(Membangkitkan Minat); 14) Listening Teams (Tim Pendengar); 15) Guided Note Taking (Catatan Terbimbing); 16) Synergetic Teaching (Pengajaran Sinergis); 17) Guided Teaching (Panduan Mengajar); 18) Active Debate (Debat Aktif); 19) Point- counterpoint; 20) Reading Alaound (Membaca Keras); 21)

Learning Starts with A Questions (Pelajaran Dimulai dengan Pertanyaan); 22) Plantet Questions (Pertanyaan Rekayasa); 23)

Information Search (Mencari Informasi); 24) Card sort (Sortir Kartu); 25) The Power of Two (Kekuatan Dua Kepala); 26) Team Quiz (Quiz Kelompok); 27) Jigsaw Learning (Belajar Model Jigsaw); 28) Snow Balling (Bola Salju); 29) Everyone is a Teacher Here (Setiap Orang adalah Guru); 30) Peer Lessons

44 (Belajar dari Teman); 31) Learning Contract (Kontrak Belajar); 32) Index Card Match (Mencari Pasangan); 33) Giving Question and Getting Answers (Memberi Pertanyaan dan Menerima Jawaban); 34) Crossword Puzzle (Teka-teki Silang); 35) Physical Self Sssessment (Mempersiapkan Diri dalam Kelompok); 36)

Keep on Learning (Belajar Terus); 37) Modelling the Way

(Membuat Contoh Praktek); 38) Billboard Ranking (Papan Rangking); 39) Silent Demonstration (Demonstrasi Bisu); 40)

Practice – Rehearsal Pairs (Praktek Berpasangan); 41)

Lightening the Learning Climate (Menghidupkan Suasana Belajar); 42) Bermain Jawaban; 43) The learning Cell (Sel belajar).

Dokumen terkait