BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA KONSEPTUAL
4. Model Pembelajaran Kooperatif
Erman Suherman, menyatakan bahwa pembelajarankooperatif mencakup suatu kelompok kecil siswa yang bekerja sebagai sebuah timuntuk menyelesaikan sebuah masalah, menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama.21 Menurut Anita Lie, sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam
21
Erman Suherman, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UPI. 2003, hal.218
tugas-tugas terstruktur disebut sebagaisistem “pembelajaran gotong royong” atau
pembelajaran kooperatif22. Posamentier secara sederhana menyebutkan cooverative learning atau belajar secara kooperatif adalah penempatan beberapa siswa dalam kelompok kecil dan memberikan mereka sebuah atau beberapa tugas.23 Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dalam kelompok kecil atau tim untuk salingmembantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi dalam menyelesaikan sebuah masalah, menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untukmencapai tujuan bersama dalam pembelajaran. Pengelompokan yang dikembangkan oleh Gabriele Rico adalah suatu cara memilah pemikiran-pemikiran yang saling berkaitan dan menuangkannya.24 kebanyakan pembelajaran yang menggunakan model kooperatif dapat memiliki ciri-cirisebagai berikut:
1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.
2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, danrendah.
3. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jeniskelamin berbeda-beda.
4. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu.Menurut Roger dan David Johson seperti yang dinyatakan oleh Anita Lie, bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap pembelajarankooperatif sehingga untuk mencapai hasil yang maksimal perlu diterapkan limaunsur model pembelajaran kooperatif, yaitu:
a) Saling ketergantungan positif, artinya keberhasilan kelompok sangatdipengaruhi oleh usaha setiap anggotanya. Untuk menciptakan kelompokkerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian
22
Anita Lie, Cooperative Learning mempraktikkan Cooperative Learning di ruang-ruang kelas, (Grasindo) cet. 8, Jakarta 2008, hal. 12
23
Rachmadi Widdiharto, Model-model pembelajaran matematika SMP, disampaikan pada diklat instruktur/pengembang matematika SMP jenjang dasar tanggal 10–23 Oktober 2004.hal. 13
24
Bobbi De Porter dan Mike Hernacki, Quantum Learning membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan, Kaifa, Bandung 1999. hal. 180
rupa, sehinggasetiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang laindapat mencapai tujuan mereka.
b) Tanggung jawab perseorangan, artinya setiap anggota kelompok harusmelaksanakan tugasnya dengan baik untuk keberhasilan kelompok.
c) Tatap muka, artinya setiap kelompok harus diberikan kesempatan untukbertemu dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan mendorong siswa untukmembentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota kelompoknya. Intidari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, danmengisi kekurangan masing-masing. d) Komunikasi antar anggota, unsur ini menghendaki agar siswa dibekali
denganberbagai ketrampilan berkomunikasi, karena keberhasilan kelompok jugabergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dankemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka.
e) Evaluasi proses kelompok, guru perlu menjadwalkan waktu khusus bagikelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja samamereka agar selanjutnya bisa bekerja sama secara efektif. Menurut Muslimin Ibrahim, model pembelajaran kooperatifsetidak-tidaknya mempunyai tiga tujuan pembelajaran.
Tujuan yang pertama yaitu meningkatkan hasil belajar akademik di mana siswa dituntut untuk menyelesaikantugas-tugas akademik. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalammembantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit. Para pengembang modelini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapatmeningkatkan penilaian siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yangberhubungan dengan hasil belajar.
Tujuan kedua yaitu pembelajaran kooperatifmemberi peluang pada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuksaling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama, dan melaluipenggunaan
struktur penghargaan kooperatif, belajar untuk menghargai satu samalain.
Tujuan ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah untuk mengajarkan kepadasiswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini penting untukdimiliki di dalam masyarakat di mana kerja orang dewasa sebagian besardilakukan dalam organisasi yang saling bergantung satu sama lain.Terdapat enam langkah utama di dalam menggunakan pembelajarankooperatif.
Adapun Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif adalah: 1) Menyampaikan tujuan dan memotivasisiswa
2) Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajarantersebut dan memotivasi siswa belajar.
3) Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswadengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
4) Mengorganisasikan siswa ke dalamkelompok-kelompok belajarGuru menjelaskan kepada siswa bagaimanacaranya membentuk kelompok belajar danmembantu setiap kelompok agarmelakukan transisi secara efisien.
5) Membimbing kelompok bekerja dan belajar Guru membimbing kelompok-kelompokbelajar pada saat mereka mengerjakantugas mereka.
6) Guru mengevaluasi hasil belajar tentangmateri yang telah dipelajari atau masingmasing
7) kelompok mempresentasikan hasilkerjanya. 8) Memberikan penghargaan.
b. Metode Course Review Horay 1. pengertian Course Review Horay
Course Review Horay adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk ikut aktif dalam belajar matematika. Metode ini merupakan cara belajar-mengajar yang lebih menekankan pada pemahamanmateri yang diajarkan guru dengan menyelesaikan soal-soal. Dalam aplikasinya metode pembelajaran Course Review Horay tidak hanya menginginkan siswa untuk
belajar ketrampilan dan isi akademik. Pembelajaran dengan metode Course Review Horay juga melatih siswa untuk mencapai tujuan-tujuan hubungan sosial yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi akademik siswa. Pembelajaran melalui metode ini dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kooperatif yang melahirkan sikap ketergantungan yang positif di antara sesama siswa, penerimaan terhadap perbedaan individu dan mengembangkan ketrampilan bekerjasama antar kelompok. Kondisi seperti ini akan memberikan kontribusi yang cukup berarti untuk membantu siswa yang kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep pada matematika, pada akhirnya setiap siswa dalam kelas dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
Pada pembelajaran Course Review Horay aktifitas belajar lebih banyak berpusat pada siswa. Dalam hal ini pada proses pembelajaran guru hanya bertindak sebagai penyampai informasi, fasilitator dan pembimbing. Suasana belajar dan interaksi yang menyenangkan membuat siswa lebih menikmati pelajaran sehingga siswa tidak mudah bosan untuk belajar
2. langkah-langkah metode Course Review Horay
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Guru mendemontrasikan/menyajikan materi
3. Memberikan kesempatan siswa Tanya jawab
4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan setiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa.
5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban didalam kotak yang nomernya disebutkan guru dan didiskusikan, kalau benar tanda
benar(√ ) dan salah diisi dengan tanda silang (x).
6. Siswa yang sudah mendapat tanda √ vertical atau horizontal, atau diagonal harus berteriak hore….atau yel-yel lainnya.
7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah hore yang diperoleh. 8. penutup25
25 Agus Suprijono, “Cooperative Learning teori dan aplikasi PAIKEM”(Pustaka pelajar Yogyakarta 2009) hal.129
5. Statistika dan peluang