2 TINJAUAN PUSTAKA
2.6 Model Pembiayaan Ventura Usaha Perikanan
Gambar 2. Skema penyaluran pembiayaan dari lembaga keuangan selain perbankan (Depkominfo, 2007 dan Purba, 2009) dimodifikasi
Bagi sumber pembiayaan yang berasal dari perbankan, mekanisme penyaluran pembiayaannya mengikuti prosedur standar komersial, dimana calon nasabah dapat memperoleh informasinya di kantor cabang bank yang bersangkutan. Untuk mendukung mekanisme penyaluran tersebut, telah dibentuk kelembagaan usaha berupa Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3) sebagai embrio badan usaha untuk membantu pengembangan usaha produktif masyarakat pesisir. Sebagian besar LEPP masih berfungsi sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang kegiatannya terbatas pada perguliran dana produktif yang dialokasikan pemerintah. Dalam hal ini pihak Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan Pemerintah Daerah, untuk memperkuat dan merevitalisasi LEPP menjadi bank pesisir yang mengakar dan berlandaskan keswadayaan masyarakat yang berkelanjutan.
2.6 Model Pembiayaan Ventura Usaha Perikanan
Pembiayaan ventura dapat didefinisikan dalam berbagai versi, namun pada dasarnya berbagai macam definisi tersebut mengacu pada satu pengertian. Menurut Bisnis Kecil.com (2010) dan Depkominfo (2007), pembiayaan ventura
Kelompok Masyarakat
Kelompok Masyarakat
Lembaga Pengelola Pendanaan Mikro
Lembaga Keuangan Masyarakat Pesisir
Sumber Dana : - Non Perbankan - APBN- Bantuan Luar Negeri - Sumber Lainnya Instansi Terkait :
Kementerian Kelautan dan Perikanan Kementerian Koperasi & UKM Kementerian BUMN
Kementerian Negara PP dan PPA
Kelompok Masyarakat
merupakan pembiayaan oleh suatu perusahaan kepada suatu perusahan pasangan usahanya dengan prinsip pembiayaannya adalah penyertaan modal. Perusahan yang menerima penyertaan modal disebut perusahaan pasangan usaha (Investee Company) dan perusahaan yang melakukan penyertaan modal disebut perusahaan pembiayaan ventura. Meskipun prinsip pembiayaan dari pembiayaan ventura adalah penyertaan, hal tersebut tidak berarti bahwa bentuk formal dari pembiayaannya selalu penyertaan. Bentuk pembiayaannya bisa berupa obligasi atau bahkan pinjaman, namun obligasi atau pinjaman itu tidak sama dengan obligasi atau pinjaman biasa, karena mempunyai sifat khusus yang pada intinya mempunyai syarat pengembalian dan imbal jasa yang lebih lunak. Syarat yang lebih lunak itu dapat bermacam-macam, antara lain dapat berupa pembiayaan bagi hasil dan obligasi konversi.
2.6.1 Sejarah Pembiayaan Ventura
Munculnya konsep pembiayaan dengan model pembiayaan ventura diawali antara tahun 1920 – 1930 pada saat keluarga-keluarga kaya di Amerika Serikat, seperti Ford, Rockefeller, Payson, dan lain-lain membentuk suatu lembaga pendanaan. Pendanaan ini diarahkan untuk menolong usaha-usaha individu yang sedang mengalami kesulitan modal dalam suatu kegiatan investasi yang potensial, dan kegiatan ini terus menerus berkembang ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai usaha pembiayaan ventura.
Awal pengakuan secara formal adanya usaha pembiayaan ventura di Indonesia adalah pada saat berlakunya paket 20 Desember 1988 (Hou, 1997) yang menempatkan usaha pembiayaan ventura sebagai salah satu kegiatan pembiayaan di samping bentuk-bentuk pembiayaan yang lain. Pada kenyataannya usaha modal ventura kurang berkembang di Indonesia, dibandingkan lembaga pembiayaan lainnya. Kurang berkembangnya usaha-usaha pembiayaan ventura di Indonesia disebabkan karena (Hermawan, 2006, DKP 2005, dan Kompas, 2003) :
1) Belum dikenal
Meskipun pembiayaan ventura sudah berkembang sejak awal pada abad ke-20, namun usaha ini relatif belum dikenal oleh masyarakat di Indonesia, baik Perusahaan Pasangan Usaha yang potensial maupun pihak-pihak yang
mempunyai kepastian untuk mengembangkan atau menjadi Perusahaan Pembiayaan ventura.
2) Risiko tinggi
Pembiayaan dengan cara penyertaan memungkinkan adanya rate of return
yang lebih tinggi bagi Perusahaan Pembiayaan ventura, namun salah satu konsekuensi dari pembiayaan dalam bentuk penyertaan adalah adanya risiko yang lebih tinggi terhadap tidak terbayarnya kembali pembiayaan atau penyertaan serta tidak terbayarnya imbal jasa modal.
3) Kurang sesuai
Masing-masing Perusahaan Pembiayaan ventura mempunyai karakteristik dan selera yang berbeda-beda serta spesifik mengenai calon perusahaan pasangan usahanya. Di sisi lain masing-masing calon Perusahaan Pasangan Usaha juga mempunyai karakteristik dan selera yang berbeda-beda serta spesifik mengenai calon Perusahaan Pembiayaan ventura yang akan membiayai usahanya. Sehingga perlu kesesuaian dalam banyak hal antara Perusahaan Pasangan Usaha dengan Perusahaan Pembiayaan ventura dalam suatu kegiatan penyertaan modal, maka sulit ditemukan pasangan yang sesuai antara Perusahaan Pasangan Usaha dengan Perusahaan Pembiayaan ventura.
4) Minimnya tenaga professional
Kurangnya perkembangan usaha pembiayaan ventura di Indonesia, diikuti juga dengan minimnya tenaga professional yang menguasai bidang usaha pembiayaan ventura, hal ini menyebabkan suatu Perusahaan Pembiayaan ventura di Indonesia biasanya kurang didukung oleh tenaga professional yang memadai.
5) Pasar modal
Penyertaan modal dengan skema pembiayaan ventura dibatasi hanya untuk jangka waktu tertentu saja, bukan untuk selamanya. Salah satu cara melakukan penarikan kembali penyertaan yang telah dilakukan atas berbagai alasan atau divestasi adalah dengan menawarkan kepemilikan atau saham dari Perusahaan Pasangan Usaha melalui pasar modal.
Peraturan perundangan yang saat ini ada belum secara lengkap mendukung perkembangan usaha pembiayaan ventura di Indonesia.
2.6.2 Manfaat Pembiayaan Ventura
Menurut Hou (1997), pembiayaan ventura merupakan bentuk pembiayaan untuk mencapai kemajuan bersama bagi pelaku usaha. Dengan pembiayaan ventura, maka perusahaan pemilik modal akan semakin besar, sementara perusahaan/pelaku usaha kecil dapat berkembang. Adapun manfaat nyata dari pembiayaan ventura ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Bagi Perusahaan Pasangan Usaha
Manfaat utama yang diterima oleh Perusahaan Pasangan Usaha adalah dapat dijalankannya kegiatan usaha karena kebutuhan dana untuk modal usaha telah dapat dipenuhi oleh Perusahaan Pembiayaan ventura. Pada kenyataannya, Perusahaan Pasangan Usaha yang mengajukan permohonan pembiayaan ventura biasanya adalah perusahaan kecil yang masih berada pada awal perkembangan kegiatan usaha, meskipun sebenarnya tidak ada batasan bahwa Perusahaan Pasangan Usaha harus usaha kecil dan masih pada awal perkembangan kegiatan usahanya. Perusahaan dalam kondisi ini biasanya tidak cukup mempunyai kemampuan untuk memperoleh pinjaman dari bank, sehingga berusaha mendapatkannya dari Perusahaan Pembiayaan ventura.
Di samping manfaat utama tersebut, manfaat lain yang diterima oleh Perusahaan Pasangan Usaha adalah:
- Peningkatan kemungkinan berhasilnya usaha.
- Kelancaran pendanaan yang berasal dari pembiayaan ventura menyebabkan kegiatan usaha Perusahaan Pasangan Usaha menjadi lancar, sehingga kebutuhan dana investasi, kebutuhan dana operasional dan non-operasional dapat terpenuhi dengan baik. - Peningkatan efisiensi kegiatan usaha
- Peningkatan bankability dari perusahaan tersebut - Peningkatan kemampuan pengembangan usaha
2) Bagi Perusahaan Pembiayaan ventura
Usaha pembiayaan ventura memiliki dua dimensi, yaitu bisnis dan sosial, maka manfaat utama yang dapat diperoleh Perusahaan Pembiayaan ventura juga meliputi dua hal tersebut. Pertama, Perusahaan Pembiayaan ventura memperoleh imbal jasa atas pembiayaan yang telah dilakukan kepada Perusahaan Pasangan Usaha. Kedua, Perusahaan Pembiayaan ventura membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak melalui pengembangan usaha yang sedang memerlukan pembiayaan.
Di samping manfaat utama tersebut, Perusahaan Pembiayaan ventura juga mendapat manfaat lainnya, yaitu:
- Adanya peningkatan kemampuan teknis dan pengalaman karyawan dan staf Perusahaan Pembiayaan ventura
- Adanya peningkatan informasi tentang pembiayaan ventura.