• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

3.2. Tinjauan Beberapa Model Three-Gap

3.2.3. Model Three-Gap Solimano

Solimano (1990) mengembangkan model three-gap yang disajikan dalam

untuk perekonomian Chili. Solimano meneliti pengaruh berbagai kebijakan makroekonomi (misalnya peningkatan belanja publik, pengurangan pembayaran bunga utang eksternal dan pengurangan peningkatan harga melalui pemotongan pajak tak langsung) terhadap tingkat pertumbuhan PDB, tingkat kapasitas utilitas, nilai tukar riil, upah riil dan tingkat inflasi. Seperti model three-gap yang lain,

model ini juga dapat disajikan dalam kerangka kerja social accounting (SAM).

Karakteristik model Solimano (1990) dapat dilihat pada Tabel 18, sedangkan lambang dan definisi model Solimano disajikan pada Tabel 19.

Tabel 18. Neraca Identitas dalam Model Solimano

Neraca Modal All Other

Accounts

Swasta Publik ROW

Neraca Modal Swasta * 0 Fp Sp Fp + Sp Publik SSp * Fg Sg Ig ROW 01 ∆R * M + J – X F All other accounts Ip Ig 0 * I ∑ Sp+ Fp Ig F I * 1

Asumsi tidak ada private capital flight

Sumber: Iqbal (1996)

Persamaan matematik untuk jumlah baris dan kolom pada Tabel 18 dapat ditulis sebagai berikut:

Persamaan baris:

Fp+ Sp = Fp + Sp ... (3.87) Ig= SSp + Fg + Sg ... (3.88) F = ∆R + M + J - X. ... (3.89) I = Ip + Ig ... (3.90)

Persamaan kolom:

Sp + Fp = SSp + Ip ... (3.91) Ig = Ig + ∆R ... (3.92) F = Fp + Fg ... (3.93) I = Sp + Sg + M + J - X. ... (3.94)

Dengan menyamakan jumlah baris persamaan-persamaan (3.87-3.90) dan kolom persamaan-persamaan (3.91-3.94), maka didapat persamaan-persamaan:

Sp + Fp = SSp + Ip ... (3.95)

(redundant: implisit pada persamaan (3.96-3.98)

Ig = SS p + Fg + Sg - ∆R ... (3.96) (kendala fiskal)

∆R + M + J = Fg + Fp + X. ... (3.97) (kendala valuta asing)

Ip + Ig = Sp+Sg+M+J-X ... (3.98) (kendala tabungan)

Persamaan (3.95) menunjukkan bahwa total ketersediaan dana sektor swasta adalah tabungan (Sp) ditambah dengan foreign capital inflows (Fp). Dana

tersebut digunakan untuk investasi sektor tersebut (Ip) dan sisa surplus modalnya ditransfer ke sektor publik dalam bentuk SSp untuk memenuhi sebagian kebutuhan anggaran belanja negara. Persamaan (3.96) menunjukkan bahwa investasi publik (Ig) dibiayai oleh tabungan (Ig), transfer modal dari sektor swasta, transfer modal dari sektor luar negeri (Fg) dan perubahan bersih pada cadangan resmi valuta asing (∆R = official foreign-exchange reserves). Persamaan (3.97) menunjukkan bahwa perubahan pada cadangan resmi valuta asing (∆R) ditambah

impor barang (M) ditambah pembayaran bersih jasa faktor dan non faktor (J), dibiayai oleh penerimaan ekspor (X) dan tabungan asing yang diterima oleh sektor swasta dan publik. Keseimbangan tabungan-investasi yang konvensional terlihat pada persamaan (3.98), dimana investasi swasta dan publik (Ip + Ig) sama dengan jumlah tabungan swasta, tabungan publik dan tabungan asing yang diterima oleh sektor publik dan swasta.

Persamaan-persamaan (3.96-3.98) secara berurutan mewakili persamaan- persamaan kendala fiskal, kendala valuta-asing dan kendala tabungan. Persamaan (3.95) diperlakukan sebagai redundant karena persamaan tersebut diperoleh dari

persamaan-persamaan (3.96-3.98). Secara keseluruhan, terdapat tiga persamaan independen linier yaitu persamaan-persamaan (3.96-3.98) dan terdapat delapan variabel (Sp, Sg, Fg, Ip, Ig, SSp, ∆R, M, J, X) yang menghasilkan derajat bebas sebesar delapan (Solimano, 1990 dalam Iqbal, 1996).

Solimano (1990) mencirikan fungsi perilaku model three-gap yang

dikembangkannya dalam persamaan-persamaan sbb.:

Sp= σ0Y* + σ1Y ... (3.99) dimana: σ0 > 0, σ1 > 0 Sg = α0Y* + α1Y ... (3.100) dimana: α0 > 0, α1 >0 M = Mc + Mk + Mi ... (3.101) Mi= β0Y* + β1Y + β2er ... (3.102) dimana: β0 > 0, β1 > 0, β2 < 0 Mk= θ0Y* + θ1Y + θ2er ... (3.103) dimana: θ0 > 0, θ1 < 0, θ2 < 0

Mc= δ0Y* + δ1Y + δ2er ... (3.104) dimana: δ0 > 0, δ1 > 0, δ2 < 0 X = ε0Y* + ε1Y + ε2er ... (3.105) dimana: ε0 > 0, ε1 > 0, ε2 > 0 I = Ip + Ig ... (3.106) Ip= γ0Y* + γ1Y + γ2Ig ... (3.107) dimana: γ0 > 0, γ1 > 0, γ2 > 0 Maka, I = γ0Y* + γ1Y + (1+γ2)Ig

Justifikasi teoritis singkat tentang fungsi perilaku pada persamaan- persamaan (3.99-3.107) adalah bahwa koefisien σ1 pada fungsi tabungan swasta di persamaan (3.99) menunjukkan marginal saving rate yang berkenaan dengan

output aktual, dan nilainya diharapkan positif. Koefisien α1 pada fungsi tabungan publik (3.100) nilainya diharapkan positif jika penerimaan pajak dan keuntungan perusahaan publik meningkat bersamaan tingkat output (Solimano, 1990 dalam Iqbal, 1996).

Impor barang agregat (M) dibagi menjadi tiga jenis yaitu barang konsumsi (Mc), barang modal (Mk) dan barang antara (Mi), yang terlihat pada persamaan (3.101). Fungsi impor barang antara, barang modal dan barang konsumsi dicirikan oleh persamaan-persamaan (3.102), (3.103) dan (3.104) secara berurutan. Koefisien β1 dan δ1 secara berurutan adalah elastisitas impor barang antara dan barang konsumsi yang berkenaan dengan output (Solimano, 1990 dalam Iqbal, 1996).

Tabel 19. Lambang dan Definisi pada Model Solimano

Lambang Definisi

Er Nilai tukar riil

F Aggregate net foreign capital inflows

Fg Net foreign capital inflows ke sektor publik Fp Net foreign capital inflows ke sektor swasta I Investasi Total

Ig Investasi Publik Ig Investasi Swasta

J Pembayaran bersih jasa faktor dan non faktor luar negeri M Impor barang agregat

Mc Impor barang konsumsi Mi Impor barang intermediary Mk Impor barang modal Sg Tabungan publik Sp Tabungan swasta

wd Permintaan dunia (didefinisikan sebagai pertumbuhan PDB dunia) X Ekspor barang agregat

Y PDB aktual Y* PDB potensial

Cu Kapasitas tingkat utilitas (didefinisikan sebagai Y/Y*)

fp Net foreign capital inflows ke sektor swasta dinormalisasikan dengan Y* fg Net foreign capital inflows ke sektor publik dinormalisasikan dengan Y* g* Tingkat pertumbuhan output potensial

g*F Pertumbuhan output potensial berkendala fiskal g*E Pertumbuhan output potensial berkendala valuta asing g*S Pertumbuhan output potensial berkendala tabungan IFg Investasi publik berkendala fiskal

IEg Investasi publik berkendala valuta asing ISg Investasi publik berkendala tabungan IF Investasi total berkendala fiskal IE Investasi total berkendala valuta asing IS Investasi total berkendala tabungan

J Net foreign factor dan non factor payments dinormalisasikan oleh Y*

Sumber: Iqbal (1996)

Selanjutnya θ1 mewakili elastisitas impor barang modal yang berkenaan dengan investasi. Koefisien nilai tukar riil (er) pada ketiga persamaan impor diasumsikan bernilai negatif. Pada persamaan (3.105), ekspor barang agregat (X) diasumsikan merupakan fungsi nilai tukar riil dan permintaan dunia (wd) yang positif. Pada persamaan investasi swasta (3.107), koefisien γ1 merupakan versi akselerator yang sederhana, dan γ2 adalah pengaruh crowding-in dari investasi publik.

Pernyataan persamaan-persamaan (3.99-3.107) menghasilkan sembilan persamaan baru dan delapan variabel baru (Y*, Y, Mc, Mk, Mi, I, wd, er). Secara keseluruhan, terdapat 12 persamaan dan 19 variabel (Sp, Sg, Fp, Fg, Ip, Ig, SSp, ∆R, M, J, X, Y*, Y, Mc, Mk, Mi, I, wd, er), sehingga terdapat tujuh derajat bebas (Solimano, 1990 dalam Iqbal, 1996).

Tabel 20 merupakan produksi ulang Tabel 18, tetapi dengan Sp, Sg, Ip, I, M dan X digantikan oleh persamaan-persamaan (3.99-3.107).

Tabel 20. Neraca Identitas dan Persamaan Perilaku dalam Model Solimano

Neraca Modal

Swasta Publik ROW All Other

Accounts

Neraca Modal

Swasta * 0 Fp σ0Y* + σ1Y Fp + σ0Y* + σ1Y

Publik SSp * Fg α0Y* + α1Y ∆R + Ig

ROW 0 ∆R * (β0Y*+β1Y+β2er)+

(θ0Y*+θ1I+θ2er)+ (δ0Y*+δ1Y+δ2er)- (ε0Y*+ε1wd Fp + Fg +ε2er) +J All Other

Accounts γ0Y*+γ1Y+(1+γ2)Ig Ig 0 * γ0Y*+γ1Y+(1+γ2)Ig

∑ Fp + σ0Y* + σ1Y ∆R + Ig Fp+Fg γ0Y*+γ1Y+(1+γ2)Ig *

Sumber: Iqbal (1996)

Tabel 20 menghasilkan persamaan-persamaan baris dan kolom sebagai berikut: Persamaan baris:

Fp + σ0Y* + σ1Y = Fp + σ0Y* + σ1Y ... (3.108) ∆R + Ig = SSp + Fg + α0Y* + α1Y ... (3.109) Fp + Fg = β0Y* + β1Y + βer + θ0Y* + θ1[γ0Y* + γ1Y + (1+γ2)Ig] +

γ0Y* + γ1Y + γ2er = γ0Y* + γ1Y + γ2er ... (3.111) Persamaan kolom: Fp + σ0Y* + σ1Y = SSp + γ0Y* + γ1Y + γ2Ig ... (3.112) ∆R + Ig = ∆R + Ig ... (3.113) Fp + Fg = Fp + Fg ... (3.114) γ0Y* + γ1Y + (1+γ2)Ig = σ0Y* + σ1Y + α0Y* + α1Y + β0Y* + β1Y + β2er + θ0Y* + θ1[γ0Y* + γ1Y + (1+γ2)Ig] + θ2er + δ0Y* + δ1Y + δ2er - ε0Y* - ε1Y - ε2er + J ... (3.115) Dengan menyamakan jumlah baris dan kolom, maka didapat persamaan- persamaan sbb.:

Fp + σ0Y* + σ1Y = Ssp + γ0Y* + γ1Y + γ2Ig ... (3.116)

(redundant: implisit pada persamaan 3.117-3.119)

∆R + Ig = SSp + Fg + α0Y* + α1Y ... (3.117) (kendala fiskal)

Fp + Fg = β0Y* + β1Y + β2er + θ0Y* + θ1[γ0Y* + γ1Y + (1+γ2)Ig] + θ2er + δ0Y* + δ1Y + δ2er - ε0Y* - ε1wd

Persamaan-persamaan (3.117-3.119) mengimplikasikan bahwa terdapat tiga persamaan independen linier dengan 10 variabel (Y, Y*, Fp, Fg, SSp, Ig, er, w

- ε2er + J ... (3.118) (kendala valuta asing)

γ0Y* + γ1Y + (1+γ2)Ig = σ0Y* + σ1Y + α0Y* + α1Y + Fp + Fg - ∆R ... (3.119) (kendala tabungan)

d

, ∆R, J), yang menghasilkan derajat bebas sebesar tujuh (sama seperti yang sebelumnya). Persamaan-persamaan (3.117-3.119) mewakili tiga kendala secara berurutan, yaitu kendala fiskal, valuta asing dan tabungan. Persamaan (3.116) diperlakukan sebagai redundant karena persamaan tersebut dapat diperoleh dari

persamaan independen tersebut dapat dinyatakan sebagai persamaan-persamaan yang menentukan tingkat investasi publik (Ig) sbb.:

Ig = Ssp + Fg + α0Y* + α1Y - ∆R = IgF ... (3.120) (kendala fiskal)

Ig = [1/θ1(1+γ2)]{(ε0 - β0 - θ0 - θ1γ0 - δ0)Y* - (β1 + θ1γ1 + δ1)Y +

(ε2 - β2 - θ2 - δ2)er + ε1wd + Fp + Fg - J} = IgE ... (3.121) (kendala valuta asing)

Ig = [1(1+γ2)]{(σ0 + α0 - γ0)Y* + (σ1 + α1 - γ1)Y + Fp + Fg - ∆R} = IgS ... (3.122) (kendala tabungan)

Ketiga lambang IgF, IgE, IgS yang didefinisikan pada persamaan-persamaan (3.120-3.122) merupakan penyataan alternatif untuk investasi yang berhubungan dengan tiga kendala independen yang dinyatakan pada persamaan-persamaan (3.120-3.122). Karena investasi total (I) dicirikan sebagai I = γ0Y* + γ1Y + (1+γ2)Ig pada persamaan (3.108), maka persamaan-persamaan (3.120-3.122) bisa dinyatakan sebagai persamaan-persamaan yang menentukan I, yaitu:

I = (1+γ2){[γ0/(1+γ2) + α0]Y* + [γ1/(1+γ2) + α1]Y + SSp + Fg - ∆R]} = IF ... (3.123) (kendala fiskal)

I = (1/θ1){(ε0 - β0 - θ0 - δ0)Y* - (β1 + δ1)Y + (ε2 - β2 - θ2 - δ2)er +

ε1wd + Fp + Fg - J} = IE ... (3.124) (kendala valuta asing)

I = (σ0 + α0)Y* + (σ1 + α1)Y + Fp + Fg - ∆R = IS ... (3.125) (kendala tabungan)

Solimano (1990) mencirikan persamaan tingkat pertumbuhan output potensial dengan cara yang sama dengan Taylor (1990), yaitu:

Mengikuti prosedur yang sama dengan model Taylor (1990), maka tiga pernyataan alternatif untuk investasi total (I) yang dinyatakan pada persamaan- persamaan (3.123-3.125) dapat digunakan untuk menurunkan tiga persamaan untuk menyatakan g*. Ketiga kemungkinan tersebut adalah:

g* = µ0 + µ1(1+γ2){[γ0/(1+γ2) + α0] + [γ1/(1+γ2) + α1]cu +

ssp + fg - ∆r]} = g*F ... (3.127) (kendala fiskal)

g* = µ0 + (µ1/θ1)(1/θ1){(ε0 - β0 - θ0 - δ0) - (β1 + δ1)cu + (ε2 - β2 –

θ2 - δ2)er + ε1wd + fp + fg - j} = g*E ... (3.128) (kendala valuta asing)

g* = µ0 + µ1[(σ0 + α0) + (σ1 + α1)cu + fp + fg - ∆r] = g*S ... (3.129) (kendala tabungan)

Semua variabel penjelas pada sisi sebelah kanan ketiga pernyataan matematik pada persamaan (3.127-3.129) di atas dinormalkan oleh tingkat output potensial (Y*). Persamaan pertumbuhan reduced-form dari model tersebut dapat

ditulis juga menjadi:

g* = π1 + π2cu + π3[ssp + fg - ∆r] = g*F ... (3.130) g* = π4 - π5cu + π6er + π7wd + π8[fp + fg - j] = g*E ... (3.131) g* = π9 + π10cu + π11[fp - ∆r] = g*S π11 = µ1 ... (3.132) dimana: π1 = µ0 + µ1(1+γ2){[γ0/(1+γ2) + α0] π2 = µ1(1+γ2)[γ1/(1+γ2) + α1] π3 = µ1(1+γ2) π4 = µ0 + (µ1/θ1)(1/θ1){(ε0 - β0 - θ0 - δ0) π5 = (µ1/θ1)[β1 + δ1] π6 = (µ1/θ1)(ε2 - β2 - θ2 - δ2) π7 = (µ1/θ1)ε1 π8 = (µ1/θ1) π9 = µ0 + µ1(σ0 + α0) π10 = µ1 (σ1 + α1)

Solimano (1990) mengestimasi persamaan di atas untuk tingkat pertumbuhan output potensial dalam tiga kendala dan dikalibrasikan dengan model untuk perekonomian negara Chili. Model tersebut digunakan untuk menganalisis dampak berbagai macam kebijakan politik dan ekonomi.

Hasil utama dari model Solimano adalah bahwa: (1) peningkatan belanja pemerintah akan memperlambat tingkat pertumbuhan PDB, meningkatkan nilai tukar riil dan menaikkan upah riil dalam pertumbuhan ekonomi yang berkendala kapasitas; (2) pengurangan pembayaran bunga ke luar negeri dalam situasi pertumbuhan ekonomi berkendala kapasitas akan mempercepat tingkat pertumbuhan PDB, menurunkan nilai tukar riil dan meningkatkan upah riil, dan (3) pada akhirnya pemotongan rasio mark-up dapat meningkatkan daya saing

eksternal dan upah riil secara simultan, sehingga memungkinkan peningkatan tingkat kapasitas utilitas dan mempercepat PDB potensial pada negara Chili tersebut (Solimano, 1990 dalam Iqbal, 1996).