BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Deskripsi Konseptual
2.1.2 Motivasi Belajar
2.1.2.1 Hakikat Motivasi Belajar
Menurut Sadirman (2005:73), motivasi berasal dari “motif” yang dapat diartikan sebagai “daya penggerak yang telah menjadi aktif”. Motivasi menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak. Pada dasarnya motivasi belajar adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Menurut Nashar (2004:42) motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.
Menurut Santrock (dalam Mardianto 2012: 186), motivasi adalah proses memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Sedangkan menurut Djamarah (2011:148) motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurut Hamalik (dalam Sudirman 2006:73) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “felling”
dan didahului dengan tanggapan adanya tujuan
Djamarah (2015:148) dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab, seorang yang tidak memiliki motivasi dalam belajar tidak akan mungkin dapat melakukan aktivitas belajar. Motivasi belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktek atau penguatan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai (Uno, 2007).
Berdasarkan dari beberapa uraian para ahli mengenai motivasi, maka peneliti dapat menyimpukan bahwa motivasi belajar merupakan dorongan seseorang dari dalam maupun dari luar untuk tetap belajar, sehingga seseorang atau khususnya siswa sekolah dasar dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal berkat dorongan
semangat atau motivasi belajar yang tinggi.
2.1.2.2 Jenis-Jenis Motivasi Belajar
Jenis-jenis motivasi belajar menurut Djamarah (2015: 149) terdapat dua jenis motivasi yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik, berikut penjelasannya:
1) Motivasi Instrinsik
Motivasi insttrinsik merupakan motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu berasal dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
2) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik merupakan kebalikan dari motivasi instrinsik, motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.
Sedangkan menurut Santrock (dalam Damadi 2015:232) mengemukakan terdapat dua jenis motivasi yang sama yaitu motivasi instrintik dan motivasi ekstrinsik, berikut adalah penjelasannya:
1) Motivasi Instrinsik
Yang dimaksud dengan motivasi instrinsik yaitu motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Misalnya: murid belajar menghadapi ujian karena dia senang mata pelajaran yang di ujikan itu.
Siswa termotivasi untuk belajar saat mereka di beri pilihan, senang menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapat imbalan yang mengandung nilai informasional tetapi bukan dipakai untuk kontrol, misalnya guru memberikan pujian kepada siswa.
2) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik ini merupakan melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering di pengaruhi oleh insentif seperti imbalan dan hukuman. Mislanya: siswa belajar keras dalam menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai-nilai yang baik.
Terdapat dua kegunaan dari hadiah, yaitu sebagai insentif agar mau mengerjakan tugas, dimaana tujuannya adalah mengontrol perilaku siswa, dan mengandung informasi tentang penguasaan keahlian.
2.1.2.3 Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar
Menurut Denny (dalam Uno 2014: 193) menyatakan terdapat tujuh prinsip dalam motivasi belajar, yaitu:
1. Kita harus bermotivasi. Jika anda ingin memotivasi orang lain, anda harus memotivasi diri anda terlebih dulu.
2. Motivasi memerlukan sasaran adalah mustahil bagi siapapun atau, dalam hal ini, suatu regu atau sekelompok orang untuk menjadi termotivasi tanpa adanya suatu sasaran yang jelas dan terinci.
3. Motivasi, sekali tercapai, tidak pernah berlangsung selamanya artinya termotivasi dalam lingkungan rumah mereka, dan sebaliknya. Hal itu sendiri bisa menajdi alasan yang cukup baik mereka bereaksi apa yang menyebabkan mereka menajdi bahagia atau tidak bahagia, serta apa yang menyebabkan mereka untuk berbuat sedikit lebih banyak.
4. Motivasi memerlukan pengakuan artinya pengakuan datang dalam berbagai bentuk dari ucapan selamat teman sejawat sampai surat ucapan terimakasih dari cara anda memperkenalkan seseorang sampai pengiriman sebuah vas bunga ke rumah.
Partisipasi membangkitkan motivasi artinya sering kali orang lebih termotivasi oleh bagaimana mereka digunakan dalam suatu pekerjaan dibandingkan oleh bagaimana mereka diperlakukan. Ketika yang merasa dirinya sebagai bagian dari suatu motivasi yang jauh lebih tinggi.
Melihat diri sendiri melangkah maju memotivasi kita adalah suatu karakteristik manusia, bahwa ketika melihat diri sendiri melangakah maju dalam bentuk apapun, kita pasti lebih termotivasi. Apakah didalam hidup pribadi atau bisnis kita kegemaran, olahraga, dan kesenangan ketika melihat diri sendiri bergerak maju, kita hanya ingin maju lebih lanjut.
Tantangan hanya akan memotivasi bila ada kesempatan menang artinya tantangan dapat sungguh-sungguh termotivasi. Orang akan bangkit untuk meraih peluang itu. Semakin banyak saja pemimpin yang menyadairi, bahwa pekerjaan itu sendiiri bisa merupakan pendorong motivasi, bukan sekedar beban yang menjenuhkan. Berbagai aspek lain dari pekerjaan itu seperti tanggung
jawab, tantangan, dan perasaan ternyata memiliki andil yang sangat bermanfaat.
2.1.2.4 Indikator Motivasi Belajar
Berdasarkan pendapat Sadirman (2011: 83), motivasi yang terdapat dalam diri siswa tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Tekun menghadapi tugas, yaitu dapat bekerja trus menerus dalam waktu yang relatif lama, tidak berhenti sebelum tugas tersebut selesai.
2. Ulet menghadap kesulitan, yaitu tidak mudah putus asa dalam mengerjakan tugas.
3. Menunjukan minat terhadap macam-macam masalah, misalnya kritis terhadap masalah pembangunan, ekonomi yang terjadi disekitarnya, dan lain-lain.
4. Lebih senang bekerja mandiri, lebih menyukai untuk mengerjakan tugas secara mandiri dan tidak melihat jawaban teman.
5. Cepat bosan pada tuga-tugas yang diberikan secara rutin, hal-hal yang bersifat berulang-ulang kurang disukai karena tidak mengasah kreatifitas.
6. Dapat mempertahankan pendapatnya.
7. Tidak mudah melepas hal-hal yang diyakininya.
8. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.
Indikator- indikator motivasi belajar Makmum (dalam Sudrajat, 2008:3), yakni sebagai berikut:
1) Durasi Kegiatan
Berapa lama penggunaan waktunya untuk melakuakan kegiatan.
2) Frekuensi kegiatan
Berapa sering kegiatan dalam periode waktu tertentu.
3) Persistensi pada kegiatan
Ketetapan dan kelekatannya pada tujuan kegiatan
4) Devosi (pengabdian) dan pengorbanan (uang, tenaga, fikiran, bahkan jiwa dan nyawanya).
5) Ketahuan, keuletan, dan dan kemampuannya dalam menghadapi rintangan dan kesulitan untuk mencapai tujuan.
6) Tingkat aprisiasinya
Maksud, rencana, cita-cita, sasaran, atau target, dan ideologinya yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan.
7) Tingkat kualifikasinya prestasi atau pondok output yang dicapai dari kegiatannya berupa banyak, memadai atau tidak, memuaskan atau tidak.
8) Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan Like or dislike, positive atau negatif.
Berdasarkan penjelasan diatas, jika seseorang memiliki ciri-ciri tersebut, maka dapat dikatakan bahwa siswa tersebut memiliki motivasi belajar cukup tinggiyang di butuhkan dalam aktivitas belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan mendorong dirinya untuk belajar dengan penuh semangat dan perhatian.
2.1.2.5 Fungsi Motivasi Belajar
Motivasi memiliki fungsi bagi seseorang, karena motivasi dapat menjadikan seseorang mengalami perubahan kearah yang lebih baik. Motivasi juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
Sudirman (2007:85) menjelaskan motivasi akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, karena motivasi memiliki fungsi seperti berikut:
1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.
Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan–perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan– perbuatan yang tidak bermanfaaat lagi bagi tujuan tersebut.
Hamalik (2004:175) menjelaskan fungsi motivasi anatara lain mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Perbuatan belajar akan terjadi apabila seseorang tersebut memiliki motivasi sebagai pengarah, artinya dapat menjadi jalan agar mampu menuju yang ingin dicapai, sebagai penggerak berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan
cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
Berdasarkan fungsi motivasi di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi adalah memberikan arah dalam meraih apa yang diinginkan, menentukan sikap atau tingkah laku yang akan dilakukan untuk mendapatkan apa yang dinginkan dan juga sebagai pendorong seseorang untuk melakukan aktivitas.
2.1.2.6 Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
Adanya motivasi yang optimal pada orang tuanya maka anak akan merasa termotivasi dalam belajar sehingga anak menjadi tuken dan ulet dalam pembelajaran. Menurut Sardiman (2010) dalam bukunya motivsi belajar merupakan faktor psikis yang berperan dalam menumbuhkan gairah merasa senang dan semangat dalam belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan faktor yang berperan penting dalam keberhasilan pada belajar anak.
Menurut Rumbewas dkk (2018) terdapat beberapa cara yang dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa diantaranya adalah :
1. Terciptanya iklim rumah yang mendukung anak untuk belajar. Rumah merupakan tempat tinggal manusia, didalam rumah orang tua dapat menciptakan iklim belajar berupa menyediakan perlengkapan belajar sambil bermain yang mendukung anak untuk belajar. Misalnya berupa puzzle,buku-buku, berolahraga dan lain-lain.
2. Ketersediaan waktu yang cukup untuk terlibat pada kegiatan belajar anak.
Dengan adanya Interak si antar orang tua mampu mendukung anak dalam belajar, hal ini dilakukan dengan menemani anak ketika belajar, memberi perhatian kepada anak dalam belajar, memberikan bantukan ketika anak mengalami kesulitan dalam belajar. Orang tua berperan sebagai partner anak dalam mendampingi pada kegiatan belajar dengan menunjukkan sikap yang positif kepada anak
3. Memberikan rewards (penghargaan) terhadap prestasi yang anak miliki, dengan cara memberikan pujian atau hadiah dalam meningkatkan motivasi
pada anak, sehingga anak merasa dihargai ketika melakukan sesuatu.