• Tidak ada hasil yang ditemukan

Verifikasi Data

BAB III METODE PENELITIAN

3.7. Analisis Data

3.7.3 Verifikasi Data

Langkah selanjutnya atau langkah ketiga analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi (Miles dan Huberman, 1984). Kesimpulan

dari penelitian kualitatif yang diharapkan yaitu temuan baru yang belum pernah ada. Kesimpulan awal, yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulakan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kreadibel. Pada tahap ini peneliti melakukan simpulan verifikasi hal ini dilakukan agar dapat mengetahui apakah kesimpulan ini dapat menjawab rumusan masalah yang dibuat atau tidak.

Kesimpulan ini diikuti dengan adanya bukti-bukti yang diperoleh ketika penelitian di lapangan seperti foto-foto dalam melakukan wawancara atau observasi ketika penelitian. Verifikasi data dimaksudkan untuk penentuan data terakhir dari keseluruhan proses tahapan analisi sehingga keseluruhan permasalahan mengenai pola asuh orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar anak di desa pecuk mijen demak pada pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 dapat terjawab sesuai dengan data dan permasalannya.

Koleksi Data Penyajian Data

Reduksi Data

Kesimpulan

Memahami teori ahli yang terdapat pada tahapan analisi data, peneliti menguraikan terkait dengan analisi data yang akan dilaksanakan mulai dari sehingga dapat mengetahui hasil data yang diperoleh dilapangan. Selanjutnya data yang didapatkan dari proses penelitian akan dianalisis agar hasil penelitian tidak bersifat subjektif. Pada tahap selanjutnya peneliti melakukan penyimpulan hasil penelitian dan evaluasi terkait dengan kendala yan ada di dalam penelitian.

Gambar 3.1 Proses Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA

Adek. 2008. Pengaruh pola asuh orang tua terhadap karakteristik anak. Viewed 15 September,http:valmband.multiply.com/jornal/item/31/pengaruh_pola_asu h_orang_tua_terhadap_karakteristik_anak. Volume 4, No.3.

Aiayatinnaba Nur, Anwar Sutoyo. 2016. Peran Orang Tua Dalam Memotivasi Siswa. Indonesian Journal of Guidance and Counseling. 5 (4). 52-57.

Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prakter. Jakarta: Pt Rineka Cipta.

Chandrawati, & Rahayu, S. (2010). Peemanfaatan E-Learning Dalam Pembelajaran .Jurnal Cakrawala Kependidikan, Volume 2 Nomer 2.

Dewi, W. A. F. (2020). Dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55-61.

Djamarah, & Syaiuful Bahri. (2017). Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi dalam Keluarga : Upaya Membangun Citra Membentuk Pribadi Anak. Jakarta:

Rineka Cipta.

Effendi, Empy, & Hartono Zhuang. (2005). e-Learning Konsep dan Aplikasi.

Yogyakarta: Andi.

Fauzi, I., & Suryadi, D. (2020). Didactical Design Research untuk Mengembangkan Kompetensi Pedagogik Guru di Sekolah Dasar. INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(1), 58-68.

Fitriani, L. (2015). Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosi Anak. Lentera, 17(1), 93-110.

Gunawan, & Imam. (2007). Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta:

PT Bumi Aksara.

Hamalik, & Oemar. (2007). Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesido.

Hamdu, G., & Agustina, L. (2011). Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar IPA di sekolah dasar. Jurnal penelitian pendidikan, 12(1), 90-96.

Joni, J. (2015). Hubungan Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Bahasa Anak Prasekolah (3-5 Tahun) Di PAUD Al-Hasanah Tahun 2014. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 42-48.

Moleong Lexy J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.

Mawarsih, S. E., & Hamidi, N. (2013). Pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa sma negeri jumapolo. Jupe-Jurnal Pendidikan Ekonomi, 1(3).

Nakayama, M., Yamamoto, H., & Santiago, R. (2007). The Impact of Learner Characteristics on Learning Performance in Hybrid Courses among Japanese Students. Electronic Journal of E-Learning, 5(3), 195-206.

Nashar. (2004). Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal dalam Kegiatan Pembelajaran. Jakarta: Delia Press.

Rohmaniyah, N. A., Khamdun, K., & Widianto, E. Analisis Pola Asuh Orang Tua pada Motivasi Belajar Siswa Kelas III SD Negeri 1 Pelemkerep. EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2), 117-124.

Rumbewas Selfia S, Beatus M. Laka, dan Naftali Meokbun. 2018. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SD Negeri Saribi.

Jurnal EduMatSains, 2 (2), 201-212.

Saadah, U. (2020). PERAN ORANG TUA DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MASA PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus) SISWA SMP KELAS VIII DI DESA LEBAK TAHUN 2020.

Sadirman, A. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo.

Sanjaya, W. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenadamedia Grup.

Schocib, M. (2010). Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak Mengembangkan Dsipilin. Jakarta: Rineka Cipta.

Septiari, Bety. Bea (2012). Mencetak Balita Cerdas. Yogyakarta: Nuha Medika Slameto. 2010. Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengeruhinya. Jakarta: Rineka

Cipta. Jurnal Kreatif Februari 2017.

Sobron, A. ., Bayu, Rani, & Meidawati. (2019). Pengaruh Daring Learning terhadap hasil belajar IPA siswa Sekolah Dasar. FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Uno, H. B. 2007. Teori Motivasi Dan Pengukurannya: Analisis Di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, Vol.1, No. 2 (2016).

Wibowo, Agus, & Gunawan. (2015). Pendidikan Karater Berbasis Kearifan Lokal.

Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Yusuf. (2008). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya.

LAMPIRAN

74

Lampiran 1 Jadwal Penelitian

JADWAL PELAKSANAAN

No Kegiatan Bulan

Agustus 20 September 20 Oktober 20 November 20 Desember 20 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 A. Persiapan

1. Pengajuan Judul 2. Observasi 3. Penyusun

Proposal Skripsi 4. Penyusunan

Instrumen

5. Seminar Proposal 6. Mengurus

Perizinan B. Pelaksanaan 1. Wawancara

Dengan Orang Tua Siswa 2. Wawancara

Dengan Siswa

75

Lampiran 2 Lanjutan Jadwal Penelitian

No

Kegiatan Bulan

Januari 21 Februari 21 Maret 21 April 21 Mei 21 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 A. Persiapan

1. Pengajuan Judul 2. Observasi 3. Penyusun

Proposal Skripsi 4. Penyusunan

Instrumen

5. Seminar Proposal 6. Mengurus

Perizinan B. Pelaksanaan 1. Wawancara

Dengan Orang Tua Siswa 2. Wawancara

Dengan Siswa

76

Lampiran 3 Lanjutan Jadwal Pelaksanaan

No Kegiatan Bulan

Agustus 21 September 21 Oktober 21 November 21 Desember 21 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 C. Laporan

1. Penyusunan Laporan

2. Penyusunan Hasil Peneliti

3. Sidang Skripsi

Kudus, Januari 2022 Peneliti

Indah Farah Dina Solekah NIM. 201733143

Lampiran 4 Kisi-Kisi Observasi Pola Asuh Orang Tua

KISI-KISI OBSERVASI POLA ASUH ORANG TUA

No Indikator Aspek yang diamati

1. Pola asuh otoriter 1. Tuntutan yang tinggi dan paksaan terhadap anak untuk mengikuti semua kehendak orang tuanya.

2. Tidak memberikan kebebasan berpendapat kepa da anak.

3. Aturan yang ketat kepada anak untuk selalu dipatuhi tanpa adanya toleransi.

4. Tidak pernah bermusyawarah antara orang tua dan anak.

5. Orang tua sering memberikan hukuman mental dan fisik kepada anak agar anak patuh kepada orang tua.

2. Pola asuh demokratis

6 Orang tua memberikan kebebasan kepada anak dalam menentukan pilihan namun orang tua tetap memberikan masukan dan arahan kepada anak.

7 Adanya toleransi yang diberikan orang tua pada sebuah aturan serta tidak ada tekanan untuk mematuhi semua aturan.

8 Menyelesaikan permasalahan orang tua maupun anak dalam sebuah keputusan dengan bermusyawarah.

9 Orang tua memberikan hukuman kepada anak dengan memberikan hukuman yang mendidik agar anak tidak mengulangi kesalahan yang sama.

10 Orang tua memberikan dukungan berupa pujian atau penghargaan kepada anak.

3. Pola asuh permitif

11. Orang tua tidak memberikan tuntutan kepada anak.

12. Anak diberikan kebebasan sehingga melakukan apa saja tanpa pengawasan

13. Tidak ada bimbingan dari orang tua sehingga anak sering melakukan kesalahan.

14. Tidak ada hukuman yang diberikan kepada anak.

15. Anak tidak diberikan dukungan berupa pujian atau penghargaan dari orang tua.

Lampiran 5 Pedoman Observasi Pola Asuh Orang Tua PEDOMAN OBSERVASI POLA ASUH ORANG TUA

Lokasi Obervasi : Hari / Tanggal : Nama Orang Tua :

Nama Anak :

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Indikator Aspek yang diamati

Nampak Keterangan Sesuai Tidak

1. Pola asuh otoriter

Tuntutan yang tinggi dan paksaan terhadap anak untuk mengikuti semua kehendak orang tuanya Tidak memberikan kebebasan

berpendapat kepada anak.

Aturan yang ketat kepada anak untuk selalu dipatuhi tanpa adanya toleransi

Tidak pernah bermusyawarah antara orang tua dan anak

Orang tua sering memberikan hukuman mental dan fisik kepada anak agar anak patuh kepada orang tua

2. Pola asuh demokratis

Orang tua

memberikan kebebasan kepada

anak dalam

menentukan pilihan namun orang tua tetap memberikan masukan dan arahan kepada anak

Adanya toleransi yang diberikan orang tua pada sebuah aturan serta tidak ada tekanan untuk mematuhi semua aturan Menyelesaikan permasalahan orang tua maupun anak dalam sebuah keputusan dengan bermusyawarah

Orang tua

Anak tidak diberikan

dukungan berupa pujian atau penghargaan dari orang tua

Anak diberikan dan reward untuk

memotivasi anak

Lampiran 6 Hasil Observasi Pola Asuh Orang Tua

HASIL OBSERVASI POLA ASUH ORANG TUA

Lokasi Obervasi :Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Hari / Tanggal : Kamis, 25 Maret 2021

Nama Orang Tua : Listianah

Nama Anak : Hafidz Akbar Ar Rasyid

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Indikator Aspek yang tinggi dan paksaan terhadap anak

Orang tua sering

Orang tua

Anak tidak diberikan

dukungan berupa pujian atau penghargaan dari orang tua

Anak diberikan dan reward untuk

memotivasi anak

Kesimpulan :

Orang tua menerapkan pola asuh demokratis dalam mengasuh dengan memberikan kebebasan berpendapat kepada anak, mengadakan musyawarah, memberikan peraturan yang disetujui oleh anak dan tetap mengawasi kegiatan anak serta memberikan nasehat ketika anak berbuat kesalahan.

Lampiran 6.2 Hasil Observasi Pola Asuh Orang Tua

HASIL OBSERVASI POLA ASUH ORANG TUA

Lokasi Obervasi :Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Hari / Tanggal : Sabtu, 27 Maret 2021

Nama Orang Tua : Nurul Setyawati Nama Anak : Nada Alifya Zahfira

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Indikator Aspek yang tinggi dan paksaan terhadap anak

Orang tua sering

Orang tua

Anak tidak diberikan

dukungan berupa pujian atau penghargaan dari orang tua

Anak diberikan dan reward untuk

memotivasi anak

Kesimpulan :

Anak diasuh dengan pengasuhan demokratis dimana ia diberikan kebebasan dalam menentukan pilihannya namun tetap diberi masukan oleh orang tua. Orang tua dalam membuat aturan tetap disetujui oleh anaknya dan selalu mengutamakan musyawarah dengan anak dalam membuat keputusan bersama.

Lampiran 6.3 Hasil Observasi Pola Asuh Orang Tua

HASIL OBSERVASI POLA ASUH ORANG TUA

Lokasi Obervasi :Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Hari / Tanggal : Kamis, 25 Maret 2021

Nama Orang Tua : Euis Herlina

Nama Anak : Muhammad Abdul Rais

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Indikator Aspek yang tinggi dan paksaan terhadap anak

Orang tua sering

Orang tua

Anak tidak diberikan

dukungan berupa pujian atau penghargaan dari orang tua

Anak jarang

diberikan

reward untuk memotivasi anak

Kesimpulan :

Orang tua dalam mengasuh anak mencakup ketiga karakteristik pola asuh, dimana orang tua memberikan tuntutan dan paksaan terhadap anak untuk mengikuti kehendak orang tua yang mengakibatkan anak berontak dan jarang mematuhi aturan orang tua. anak tidak diikutkan dalam bermusyawarah keluarga sehingga anak tidak memiliki hak untuk memperoleh kebebasan dalam berpendapat. Orang tua mengatur ketat kegiatan anak dan memberikan hukuman jika anak melakukan kesalahan.

Lampiran 6.4 Hasil Observasi Pola Asuh Orang Tua

HASIL OBSERVASI POLA ASUH ORANG TUA

Lokasi Obervasi :Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Hari / Tanggal : Sabtu, 27 Maret 2021

Nama Orang Tua : Murni Wati Nama Anak : Dava Arafa Susilo

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Indikator Aspek yang tinggi dan paksaan terhadap anak

Orang tua sering

Orang tua

Anak tidak diberikan

dukungan berupa pujian atau penghargaan dari orang tua

Anak diberikan dan reward untuk

memotivasi anak

Kesimpulan :

Kegiatan orang tua dalam mengasuh anaknya tidak memberikan paksaan kepada anak untuk mengikuti aturan orang tua. anak diberikan kebebasan mengemukakan pendapatnya dan diajak untuk ikut bermusyawarah. Orang tua tetap memberikan aturan yang tidak mengekang anak dan tetap memberikan pengawasan dan didikan kepada anak, jika anak melakukan kesalahan, orang tua menegur dan memberikan hukuman yang sifatnya mendidik.

Lampiran 6.5 Hasil Observasi Pola Asuh Orang Tua

HASIL OBSERVASI POLA ASUH ORANG TUA

Lokasi Obervasi :Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Hari / Tanggal : Kamis, 25 Maret 2021

Nama Orang Tua : Siti Maonah Nama Anak : Alfin Salamudin

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Indikator Aspek yang tinggi dan paksaan terhadap anak

Orang tua sering

Orang tua

Anak tidak diberikan

dukungan berupa pujian atau penghargaan dari orang tua

Anak diberikan dan reward untuk

memotivasi anak

Kesimpulan :

Pola pengasuhan yang diterapkan adalah pola asuh demokratis, dimana orang tua tidak pernah menuntut anak untuk mengikuti semua perintah orang tua. anak diberikan kebebasan namun tetap adanya pengawasan dari orang tua. apabila anak melakukan kesalahan, orang tua tetap menegur anak dan memberikan bimbingan dan nasihat yang bersifat mendidik.

Lampiran 7 Kisi-Kisi Observasi Motivasi Belajar Anak

KISI-KISI OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR ANAK

No Indikator Aspek yang diamati

1. Tekun menghadapi tugas 1. Mampu membagi waktu untuk belajar dirumah 2. Anak merasa bersemangat saat belajar

dirumah

3. Anak menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh mampu untuk bangkit lagi menjadi lebih baik 3. Menunjukan minat

terhadap macam-macam Masalah

6. Menyukai hal-hal baru

7. Menunjukan kepedulian terhadap teman- temannya

8. Anak aktif bertanya tentang materi atau tugas yang diberikan guru

4. Dapat

mempertahankan pendapatnya

9. Anak yakin dengan kemampuannya

10. Anak cenderung suka mempertahankan pendapatnya.

5. Cepat bosan pada tugas Tugas

11. Anak bosan ketika mendapat hal-hal yang bersifat berulang-ulang

6. Lebih mandiri dalam bekerja

12. Anak mengerjakan tugas dengan mandiri

13. Anak menegrjakan tugas sesuai dengan kemampuannya

7. Senang memecahkan masalah

14. Anak cenderung menunjukan minat terhadap mencari sumber lain

15. Anak mencari refrensi sumber belajar lain apabila menemui kesulitan dalam belajar

Lampiran 8 Pedoman Observasi Motivasi Belajar Anak

PEDOMAN OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR ANAK Lokasi Obervasi :

Nama Anak :

Kelas :

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Aspek yang diamati Nampak Keterangan Sesuai Tidak

1. Mampu membagi waktu untuk belajar dirumah

2. Anak merasa

bersemangat saat belajar dirumah

3. Anak menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh 4. Tidak mudah putus

asa dalam

mengerjakan sesuatu 5. Tidak malu apabila

mengalami kegagalan dan mampu untuk bangkit lagi menjadi lebih baik

6. Menyukai hal-hal baru 7. Menunjukan

kepedulian

terhadap teman- temannya

8. Anak aktif bertanya tentang materi atau tugas yang diberikan guru

9. Anak yakin dengan kemampuannya

10. Anak cenderung suka

mempertahankan pendapatnya.

11. Anak bosan ketika mendapat hal-hal yang bersifat berulang-ulang 12. Anak mengerjakan tugas

dengan mandiri

13. Anak menegrjakan tugas

sesuai dengan

kemampuannya

14. Anak cenderung

menunjukan minat terhadap mencari sumber lain

15. Anak mencari refrensi sumber belajar lain apabila menemui kesulitan dalam belajar

\

Lampiran 9 Hasil Observasi Motivasi Belajar Anak

HASIL OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR ANAK

Lokasi Obervasi : Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak

Nama Anak : HAAR

Kelas : IV SDN Pecuk 01

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Aspek yang diamati Nampak Keterangan Sesuai Tidak

1. Mampu membagi waktu untuk belajar dirumah

Anak nampak mampu

membagi waktu belajar dan waktu bermain

bersemangat saat belajar dirumah

3. Anak menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh

Anak menyelesaikan

tugas dengan sungguh-sungguh bangkit lagi menjadi lebih baik

8. Anak aktif bertanya tentang

menunjukan minat terhadap mencari sumber lain

Jika kurang jelas anak nampak mencari sumber lain melalui internet 15. Anak mencari refrensi

sumber belajar lain apabila menemui kesulitan dalam belajar

Anak bertanya kepada

ibunya ketika kesulitan dalam pembelajaran

Kesimpulan :

HAAR sudah termotivasi dalam belajar dengan ditunjukkan bahwa merasa bersemangat dalam belajar, mengerjakan tugas secara mandiri dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa. Ketika anak mengalami kegagalan ia tidak merasa malu dan bertanya jika terdapat materi yang tidak dipahami, namun anak nampak bosan terhadap hal-hal yang diulang-ulang.

Lampiran 9.2 Hasil Observasi Motivasi Belajar Anak

HASIL OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR ANAK

Lokasi Obervasi : Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak

Nama Anak : NAZ

Kelas : V SDN Pecuk 02

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Aspek yang diamati Nampak Keterangan Sesuai Tidak

1. Mampu membagi waktu untuk belajar dirumah

Anak nampak belum bisa membagi waktu belajar dan waktu bermain dirumah.

2. Anak merasa bersemangat saat belajar dirumah

Anak nampak merasa

bersemangat saat belajar dirumah

3. Anak menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh

Anak menyelesaikan

tugas dengan sungguh-sungguh mengalami kegagalan dan mampu untuk bangkit lagi 7. Menunjukan kepedulian

terhadap teman- temannya

11. Anak bosan ketika mendapat hal-hal yang bersifat berulang-ulang

Anak nampak terkadang bosan dengan hal yang berulang ulang

12. Anak mengerjakan tugas dengan mandiri

Anak bekerja mandiri

dengan tugas yang diberikan

13. Anak menegrjakan tugas

sesuai dengan

kemampuannya

anak nampak

mengerjakan tugas sesuai dengan kemampuannya

14. Anak cenderung

menunjukan minat terhadap mencari sumber lain

Jika kurang jelas anak nampak mencari sumber lain melalui internet 15. Anak mencari refrensi

sumber belajar lain apabila menemui kesulitan dalam belajar

Anak bertanya kepada

ibunya ketika kesulitan dalam pembelajaran

Kesimpulan :

Anak bersemangat dalam belajar dan menyelesaikan tugas secara bersungguh-sungguh namun anak mudah berputus asa dan akan marah jika tidak menguasai materi pembelajaran. Anak belum mampu membagi waktu belajar dengan waktu bermain.

Lampiran 9.3 Hasil Observasi Motivasi Belajar Anak

HASIL OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR ANAK

Lokasi Obervasi : Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak

Nama Anak : MAR

Kelas : V SDN Pecuk 02

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Aspek yang diamati Nampak Keterangan Sesuai Tidak

1. Mampu membagi waktu untuk belajar dirumah

Anak nampak belum bisa membagi waktu belajar dan waktu bermain

bersemangat saat belajar dirumah

3. Anak menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh

Anak menyelesaikan

tugas dengan sungguh-sungguh bangkit lagi menjadi lebih baik bertanya ketika belum paham dengan materi 9. Anak yakin dengan

kemampuannya

Anak yakin dengan

pengerjaan tugasnya

10. Anak cenderung mandiri dengan tugas yang diberikan

menunjukan minat terhadap mencari sumber lain

Jika kurang jelas anak nampak mencari sumber lain melalui internet 15. Anak mencari refrensi

sumber belajar lain apabila menemui kesulitan dalam belajar

Anak bertanya kepada

ibunya ketika kesulitan dalam pembelajaran

Kesimpulan :

MAR kesulitan dalam membagi waktu belajar dengan waktu bermain dan mudah putus asa dalam mengerjakan sesuatu. Anak bersemangat dalam belajar namun merasa bosan dengan hal-hal yang diulang-ulang. Ketika mengerjakan tugas, anak tidak mengerjakan secara mandiri karena cenderung kurang yakin dengan pendapatnya dan kurang aktif bertanya jika terdapat materi yang tidak dimengerti.

Lampiran 9.4 Hasil Observasi Motivasi Belajar Anak

HASIL OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR ANAK

Lokasi Obervasi : Ds.Pecuk RT03/RW03 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak

Nama Anak : DAS

Kelas : V MI AL-Islam Mijen

Peneliti melakukan pengamatan dengan cara melihat bagaimana bentuk pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua di rumah. Penilaian pada setiap butir observasi dilakukan dengan memberikan tanda checklist (√) di kolom nampak (sesuai atau tidak) berdasarkan indikator berikut:

No. Aspek yang diamati Nampak Keterangan Sesuai Tidak

1. Mampu membagi waktu untuk belajar dirumah

Anak nampak mampu

membagi waktu belajar dan waktu bermain

bersemangat saat belajar dirumah

3. Anak menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh

Anak menyelesaikan

tugas dengan sungguh-sungguh bangkit lagi menjadi lebih baik

mempertahankan

menunjukan minat terhadap mencari sumber lain

Jika kurang jelas anak nampak mencari sumber

Jika kurang jelas anak nampak mencari sumber

Dokumen terkait