BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Motivasi Belajar

1. Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi berasal dari kata “motivation” yang berarti menggerakkan atau dorongan. Oemar Hamalik (Mc. Donald 1999:158-159) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Di dalam perumusan ini kita dapat mengetahui unsur-unsur yang saling berkaitan, yaitu sebagai berikut,

a. Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi. Perubahan-perubahan tertentu di dalam sistem neuropisiologis dalam organisasi manusia, misalnya karena terjadi perubahan dalam sistem pencernaan maka timbul motif lapar. Tapi ada juga perubahan energi yang tidak diketahui.

b. Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan affective arousal.

Mula-mula merupakan ketegangan psikologis, lalu merupakan suasana emosi. Suasana emosi ini menimbulkan kelakuan yang bermotif. Perubahan ini mungkin bisa dan mungkin juga tidak, kita hanya dapat melihatnya dalam perbuatan. Seseorang terlibat dalam suatu diskusi, karena dia merasa tertarik pada masalah yang akan dibicarakan maka suaranya akan timbul dan kata-katanya dengan lancar dan cepat akan kelar.

c. Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan. Pribadi yang bermotivasi mengadakan respon-respon itu berfungsi mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh perubahan enegri dalam dirinya. Setiap respon merupakan suatu langkah kearah mencapai tujuan.

Secara serupa menurut Ali Imron (Winkels 1996: 87-88) motivasi adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas- aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. Dalam kegiatan belajar mengajar dikenal adanya motivasi belajar. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang

menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels 1996: 87-88).

2. Jenis dan Sumber Motivasi

Menurut Eveline Siregar (2006:50-51) jenis motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu,

a. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri individu tanpa adanya ransangan dari luar.motivasi ini sering disebut motivasi murni, motivasi ini berguna dalam situasi belajar yang fingsional dan bersifat riil.

b. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri individu. Motivasi ini diperlukan di sekolah karena pembelajaran yang diberikan oleh guru tidak semua menarik minat siswa atau sesuai dengan kebutuhan siswa.

Sedangkan menurut Oemar Hamalik (Maslow 2006:50-51) motivasi bersumber dari lima kebutuhan dasar manusia. Kelima kebutuhan dasar tersebut yaitu,

a. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan akan makan dan minum, pakaian, dan tempat tinggal. Termasuk dalam kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan biologis seperti seks. Kebutuhan fisik ditempatkan sebagai yang paling dasar, oleh karena itulah yang terpenting pada diri manusia termasuk makhluk hidup yang lainnya.

b. Kebutuhan rasa aman dan terjamin, yang dimaksud rasa aman di sini tidak saja fisik, tetapi juga secara psikis atau mental. Aman secara fisik contohnya terhindar dari gangguan kriminalitas, teror, gangguan binatang buas, gangguan orang lain, gangguan dari bangunan dan tempat yang tidak aman. Sedangkan aman secara psikis contohnya, tidak banyak diejek, tidak direndahkan harga dirinya. Sementara rasa terjamin contohnya saja ada penghasilan ketika sakit. Kebutuhan rasa aman dan terjamin sangat penting bagi seseorang, karena hal demikian dapat menjadi faktor motivasi, termasuk juga motivasi belajar.

c. Kebuthan sosial ini erat hubungannya dengan kedudukan manusia yang sebagai makhluk sosial itu. Sebagai makhluk sosial ia butuh agar dianggap sebagai warga komunitas sosialnya, ialah manusia. Kebutuhan sosial ini sangat penting artinya buat mereka yang sedang belajar. Pembelajar tidak akan dapat belajar dengan baik manakala ia merasa atau mempersepsi dirinya tertolak oleh warga komunitasnya. Oleh karena itu, ia haruslah senantiasa dapat diterima dengan baik oleh

teman-teman sesama pembelajar. Kebutuhan mengasihi dan dikasihi oleh orang lain, berbeda dalam wilayah kebutuhan sosial itu.

d. Kebutuhan ego adalah kelanjutan dari kebutuhan sosial. Ia ingin prestasi dan berprestasi. Oleh karena itu, ia membutuhkan kepercayaan dan tanggungjawab dari orang lain. Dengan kepercayaan dan tanggungjawab yang menantang, maka seseorang akan beraktivitas. Jika kebutuhan ini diterapkan dalam belajar dan pembelajaran, maka pembelajar haruslah diberikan banyak tugas-tugas yang menantang tetapi masih dalam kerangka kemampuan dirinya. Dengan tugas-tugas yang menantang, maka ia akan termotivasi.

e. Kebutuhan aktualisasi diri, yang dimaksud dengan kebutuhan ini adalah kebutuhan untuk membuktikan dirinya dan menunjukkan dirinya kepada orang lain. Oleh karena itulah, pada tahapan pemenuhan kebutuhan tertinggi ini, ia mengembangkan semaksimal mungkin potensi yang mereka miliki, apapun potensinya. Pada seorang pembelajar, ekspresi dari seluruh totalitasnya bisa tercurah dengan baik manakala terdapat suasana yang kondusif untuk aktualisasi belajar dari pembelajar baik di setting kelas maupun di luar kelas.

3. Peran Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran

Secara umum menurut Eveline Siregar (2006:51-52), terdapat dua peran penting motivasi dalam belajar, pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar demi mencapai satu tujuan. Kedua,

motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.

Dalam study yang dilakukan Fyans dan Maerh dalam bukunya Eveline Siregar (2006:51-52) mengatakan bahwa di antara tiga faktor, yaitu latar belakang keluarga, kondisi atau konteks sekolah dan motivasi,

maka faktor yang terakhir merupakan predictor yang paling baik untuk prestasi belajar.

4. Fungsi Motivasi

Menurut Dewi Salma Prawiradilaga (2007:160-161) motivasi berfungsi sebagai pendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan belajar, mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, penggerak artinya motivasi menentukan cepat atau lambatnya pekerjaan. Jadi fungsi motivasi itu meliputi yaitu,

a. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul perbuatan seperti belajar.

b. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan.

c. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia akan berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.

5. Prinsip-Prinsip Motivasi

Menurut Ali Imron (H.Hover 1996:163-166) prinsip-prinsip yang disusun atas dasar penelitian yang saksama dalam rangka mendorong motivasi belajar siswa di sekolah yang mengandung pandangan demokratis dan dalam rangka menciptakan self motivation dan self disciplinedikalangan siswa prisip-prisip motivasi tersebut adalah:

a. Pujian lebih efektif daripada hukuman

Hukuman bersifat menghentikan sesuatu perbuatan, sedangkan pujian bersifat menghargai apa yang telah dilakukan. Karena itu pujian lebih besar nilainya bagi motovasi belajar siswa.

b. Semua siswa mempunyai kebutuhan psiklogis tertentu yang harus mendapatkan kepuasan. Siswa yang dapat memenuhi kebutuhannya secara efektif melalui kegiatan-kegiatan belajar hanya memerlukan sedikit bantuan di dalam motivasi dan disiplin.

c. Motivasi dari dalam individu lebih efektif daripada motivasi yang dipaksakan dari luar.

d. Terhadap jawaban yang serasi perlu dilakukan usaha pemantauan. Apabila sesuatu perbuatan belajar mencapai tujuan maka terhadap perbuatan itu perlu segera diulang kembali setelah beberapa menit kemudian, sehingga hasilnya lebih mantap. Pemantapan itu perlu dilakukan dalam setiap tingkatan pengalam belajar.

e. Motivasi mudah tersebar terhadap orang lain. Guru yang berminat tinggi atau antusias akan menghasilkan siswa menghasilkan siswa yang antusias atau berminat tinggi dalam belajar.

f. Pemahaman yang jelas terhdap tujuan-tujuan akan meransang motivasi.

g. Tugas-tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan minta yang lebih besar untuk mengerjakannya daripada tugas-tugas tersebut dipaksa oleh guru.

6. Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa

Menurut Ali Imron (1996:166-168) guru dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan motivasi belajar siswanya, ialah sebagai berikut:

a. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar.

Ada dua cara mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Pertama, menyusun strategi sehingga prinsip-prisip tersebut dapat terterapka secara optimal. Kedua, menjauhkan kendala-kendala yang ditemui. Kendala demikian ini patut dijauhi agar tidak mengganggu prinsip-prinsip belajar.

b. Mengoptimalkan unsure-unsur dinamis pembelajaran.

Dapat dilakukan dengan cara menyediakan secara kreaktif berbagai unsure pembelajaran tersebut. Penyediaan ini perlu dilakukan karena umumnya ketika guru tidak ada guru hanya menerima kondisi tersebut apa adanya. Selain itu dapat dilakukan dengan cara, memanfaatkan sumber-sumber di luar sekolah sehingga keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah dapat ditanggulangi.

c. Mengembangkan aspirasi dalam belajar.

Setiap siswa mempunyai kemampuan dan pengalaman yang berbeda. Kemampuan dan pengalaman yang bebeda demikian hendaknya tidak menjadi kendala dalam aktivitas belajar. Pengalam masa lalu ini bisa didapatkan siswa melalui aktivitas belajar, aktivitas non belajar.

d. Member Angka

Umumnya setiap siswa ingin mengetahui hasil pekerjaannya, yakni berupa angka yang diberikan guru. Siswa yang mendapatakan angka baik, akan mendorong belajarnya semakin lebih besar, sebaliknya siswa yang mendapat angka kurang, mungkin akan menimbulkan frustasi atau bisa jadi menjadi pendorong agar belajar lebih baik.

e. Pujian

Pemberian pujian kepada siswa atas hal-hal yang telah dilakukan dengan berhasil besar manfaatnya sebagai pendorong belajar. Pujian menimbulkan rasa puas dan senang.

f. Hadiah

Cara ini dapat dilakukan guru dalam batasan-batasan tertentu, misalnya pemberian hadiah pada akhir tahun kepada siswa yang mendapat atau menunjukkan hasil belajar yang baik dan mendapat juara.

g. Persaingan

Baik kerja kelompok maupun persaingan memberikan motif-mptif social kepada siswa. Hanya saja persaingan individual akan menimbulkan pengaruh yang tidak baik, seperti rusaknya hubungan persahabatan, perkelahian, pertentangan, persaingan antar kelompok belajar.

h. Sarkasme

Dilakukan dengan cara mengajak siswa yang hasil belajarnya kurang jalan-jalan. Selama dalam batasan tertentu sakarsme dapat mendorong kegiatan belajar.

i. Penilain

Penilai secara kontinyu akan mendorong siswa belajar, karena setiap siswa mempunyai kecenderungan untuk memperoleh hasil yang baik. j. Film Pendidikan

Setiap siswa merasa senang menonton film, siswa akan mendapat pengalaman baru yang merupakan suatu unit cerita yang bermakna. k. Belajar Melalui Radio

Mendengarkan radio lebih menghasilkan daripada mendengarkan ceramah guru. Kendatipun demikian radio tidak akan bisa menggatikan kedudukan guru dalam mengajar.

7. Komponen Motivasi

Motivasi memiliki dua komponen menurut Ali Imron (1996:159- 160), yakni komponen dalam (inner component), dan komponen luar (outer component). Komponen dalam ialah perubahan dalam diri seseorang, keadaan merasa tidak puas, dan ketegangan psikologis. Sedangkan komponen luar ialah apa yang diinginkan seseorang, tujuan yang menjadi arah kelakuannya. Jadi, komponen dalam ialah kebutuhan-

kebutuhan yang ingin dipuaskan, sedangkan komponen luar ialah tujuan yang hendak dicapai.

8. Unsur-unsur Motivasi Belajar

Menurut Mudjiono, ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar, yaitu :

a. Cita-cita/aspirasi pembelajaran

Setiap manusia senantiasa mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu di dalam hidupnya, termasuk pembelajaran. Cita-cita aspirasi ini senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan. Bahkan tidak jarang, meskipun rintangan yang ditemui sangat banyak dalam mengejar cita-cita dan aspirasi tersebut, seseorang tetap berusaha semaksimal mungkin karena hal tersebut berkaitan dengan cita-cita dan aspirasinya. Oleh karena itu, cita-cita dan aspirasi sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar seseorang.

a. Kemampuan pembelajaran

Kemapuan manusia satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Menuntut seseorang sabagaimana orang lan dari bingkai penglihatan demikian tentulah tidak dibenarkan. Sebab, orang yang menyerupai orang yang mempunyai kempuan tinggi. Dan sebaliknya orang berkemampuan tingga, akan menajadi malas jika dituntut sebagaimana mareka yang berkemampuan rendah.

b. Kondisi pembelajaran

Kondisi pembelajaran dapat dibedakan ats kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya. Dua macam kondisi ini, fisik dan psikologis, umumnya saling mempengaruhi satu sama lain. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat, bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya. Sangatlah jelas dan sering dirasakan oleh siapapun, jika kondisi fisik dalam keadaan lelah, umumnya motivasi belajar seseorang akan menurun. Sebaliknya jika kondisi fisik berada dalam keadaan bugar dan segar, motivasi belajar bisa meningkat. c. Kondisi lingkungan belajar

Dalam lingkungan yang kompetitif untuk belajar, seseorang yang menghuni lingkungan tersebut akan terbawa serta untuk belajar sebagaimana orang lain. Ia, secar sadar atau tidak, terekayasa untuk belajar. Jika pada lingkungan tersebut belajar sudah menjadi budaya, maka para penghuni lingkungan tersebut bisa terbawa ke dalam budaya belajar. Jelaslah kiranya, bahwa lingkungan sosial berpengaruh terhadap motivasi belajar seseorang.

d. Unsur-unsur dinamis belajar pembelajaran

Unsur-unsur dinamis belajar pembelajaran turut mempengaruhi motivasi belajar pembelajaran. Unsur-unsur dinamis belajar pembelajaran tersebut meliputi hal-hal sabagai beikut :

1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya

3) Alat bantu belajar dan upaya penyediannya 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya

5) Kondisi subyek belajar dan upaya penyiapan dam peneguhannya e. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajaran

Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga berpengaruh terhadap motivasi belajar. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajaran, menjadikan peserta didik juga bergairah belajar. Guru yang sungguh-sungguh dalam membelajarkan peserta didik, menjadikan tingginya motivasi belaajr pembelajaran.

C. Hasil Belajar Siswa

Dalam dokumen Implementasi metode pembelajaran cooperative learning tipe Teams Games Tournament (TGT) pada materi menyusun rekonsiliasi bank sebagai upaya meningkatkan hasil belajar dan motivasi untuk siswa kelas X akuntansi SMK Putra Tama Bantul Yogyakarta. (Halaman 33-40)