A. Evaluasi Musim
2. Musim Kemarau (MK) 2012
Musim Kemarau (MK) 2012 pada umumnya dimulai secara bertahap, berawal pada bulan Februari - Oktober 2012. Awal MK mulai terjadi pada bulan Februari 2012 di sebagian wilayah Sumatera. Pada bulan Maret di sebagian wilayah Bali. Pada bulan April di sebagian wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi. Pada bulan Mei seluruh wilayah Indonesia telah memasuki MK 2012. Pada bulan Juni di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pada bulan Juli di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pada bulan Agustus di sebagian wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua. Pada bulan September di sebagian wilayah Maluku dan Papua. Pada bulan Oktober di sebagian wilayah Sulawesi
Perbandingan prakiraan awal MK 2012 pada umumnya sama dengan rata-ratanya (50,9%), mundur terhadap rata-rata-ratanya (39,42%), dan 9,9% maju terhadap rata ratanya.
Secara umum sifat hujan pada MK 2012 adalah Normal (56,7%), di Atas Normal (AN) sebanyak 34,8% dan yang di Bawah Normal (BN) sebanyak 8,5%.
B. Evaluasi Kerusakan Akibat Banjir dan Kekeringan 1. BANJIR
Luas kerusakan akibat banjir pada tanaman pangan strategis (padi, jagung, kedelai, dan kacang tanah) selama Tahun 2012 dan perbandingannya dengan Tahun 2011 dan rerata 5 tahun (2006 -2010), sebagai berikut:
a. Padi
Pertanaman padi yang mengalami kerusakan akibat banjir pada Tahun 2012 seluas 140.125 ha (puso: 29.232 ha), terluas terjadi pada bulan Januari. Banjir terluas terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan (22.811 ha, puso: 7.449 ha), diikuti Banten, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Kerusakan akibat banjir Tahun 2012, apabila dibandingkan dengan Tahun 2011 dan rerata 5 tahun mengalami penurunan seluas 29.339 ha (17,00%) dan 164.516 ha (97,00%). Perkembangan luas kerusakan akibat banjir pada tanaman padi setiap bulannya seperti terlihat pada Gambar
1 di bawah ini. Sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 3.
Gambar 1. Perkembangan Luas Kerusakan Akibat Banjir pada Tanaman Padi Tahun 2012, Tahun 2011 dan Rerata 5 Tahun (2006–2010)
Perbandingan luas banjir pada tanaman padi Tahun 2012, 2011 dan rerata 5 tahun (2006—2010) dapat dilihat pada lampiran 2.
b. Jagung
Pertanaman jagung yang mengalami kerusakan akibat banjir pada Tahun 2012 seluas 11.101 ha (puso: 2.601 ha), terluas terjadi pada bulan Juli. Kerusakan terluas di Provinsi Sulawesi Selatan (5.234 ha, puso: 977 ha) diikuti Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Lampung, dan Jawa Timur. Luas banjir pada Tahun 2012 apabila dibandingkan dengan Tahun 2011 dan rerata 5 tahun masing-masing mengalami penurunan seluas 5.361 ha (32,56%) dan 12.730 ha (53,41%). Perkembangan luas kerusakan akibat banjir pada tanaman jagung setiap bulannya seperti terlihat pada Gambar 2 di bawah ini. Sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 5.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Th 2012 70.779 12.905 10.235 6.569 1.854 933 26.330 376 666 1.083 8.395 0 Th 2011 48.232 9.122 17.152 16.533 24.434 2.449 598 1.041 743 5.839 5.388 37.933 Rerata 5 th 86.682 50.856 19.109 14.248 10.485 19.035 11.631 2.919 3.424 7.229 18.429 60.594 0 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000 90.000 100.000 Lu as Ba n jir ( H a)
Gambar 2. Perkembangan Luas Kerusakan Akibat Banjir pada Tanaman Jagung Tahun 2012, Tahun 2011 dan Rerata 5 Tahun (2006–2010)
c. Kedelai
Pertanaman kedelai yang mengalami kerusakan akibat banjir pada Tahun 2012 mencapai 2.340 ha (puso: 1.338 ha), terluas terjadi pada bulan Juli. Kerusakan terluas di Provinsi Sulawesi Selatan (1.207 ha, puso: 815 ha), diikuti Pemerintah Aceh dan Nusa Tenggara Barat. Luas banjir pada Tahun 2012 apabila dibandingkan dengan Tahun 2011 dan rerata 5 tahun masing-masing mengalami penurunan seluas 5.335 ha (69,57%) dan seluas 7.208 ha (75,49%). Perkembangan luas kerusakan akibat banjir pada tanaman kedelai setiap bulannya seperti terlihat pada Gambar 3 di bawah ini. Sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 6.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Th 2012 813 117 2.285 1.348 153 1.248 4.634 10 20 0 473 0 Th 2011 1.168 567 2.137 1.615 2.059 1.584 194 0 18 48 3.869 3.203 Rerata 5 th 2.188 1.959 1.203 2.172 1.686 3.293 1.383 215 2.815 1.045 1.859 4.013 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500 5.000 Lu as Ba n jir ( H a)
Gambar 3. Perkembangan Luas Kerusakan Akibat Banjir pada Tanaman Kedelai Tahun 2012, Tahun 2011 dan Rerata 5 Tahun (2006–2011)
d. Kacang Tanah
Luas banjir pada pertanaman kacang tanah Tahun 2012 seluas 58 ha (puso: 21 ha), terluas terjadi pada bulan November. Kerusakan terluas terjadi di Provinsi Sumatera Utara (27 ha, puso: 2 ha) diikuti Nusa Tenggara Barat dan Jambi. Kerusakan akibat banjir Tahun 2012, apabila dibandingkan dengan Tahun 2011 dan rerata 5 tahun mengalami penurunan seluas 905 ha (93,97 %) dan seluas 1.218 ha (95,45%). Perkembangan luas kerusakan akibat banjir pada tanaman kacang tanah setiap bulannya seperti terlihat pada Gambar 4 di bawah ini. Sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 7.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Th 2012 36 16 50 327 590 112 1.079 0 0 130 0 0 Th 2011 917 1.247 2.892 652 866 582 190 10 9 0 299 12 Rerata 5 th 764 612 711 346 229 139 829 368 1.912 386 2.030 1.220 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 Lu as Ba n jir ( H a)
Gambar 4. Perkembangan Luas Kerusakan Akibat Banjir pada Tanaman Kacang Tanah Tahun 2012, Tahun 2011 dan Rerata 5 Tahun (2006–2010)
Perbandingan luas kerusakan akibat banjir pada pertanaman pangan Tahun 2012, 2011 dan rerata 5 tahun (2006-2010) dapat dilihat pada Gambar 5 dibawah ini.
Gambar 5. Perbandingan luas kerusakan akibat banjir pada tanaman pangan Tahun 2012, 2011 dan rerata 5 tahun (2006-2010)
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Th 2012 6 4 0 5 7 0 4 0 2 0 30 0 Th 2011 0 0 53 6 77 561 0 1 0 30 88 147 Rerata 5 th 53 35 85 51 19 97 18 7 121 7 696 88 0 100 200 300 400 500 600 700 800 Lu as Ba n jir ( H a) Th 2012 Th 2011 Rerata 5 th Padi 141.140 169.464 304.641 Jagung 11.177 16.462 23.831 Kedelai 2.350 7.674 9.547 Kacang Tanah 60 963 1.276 0 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000 350.000 Lu as Ba n jir ( H a)
Data luas banjir pada tanaman palawija Tahun 2012 dapat dilihat pada Lampiran 4 dan perbandingan luas banjir pada tanaman palawija Tahun 2012, Tahun 2011 dan rerata (2006-2010) dapat dilihat pada Lampiran 5.
2. KEKERINGAN
Luas kerusakan akibat akibat kekeringan pada tanaman pangan strategis (padi, jagung, kedelai, kacang tanah) Tahun 2012, Tahun 2011 dan rerata 5 tahun (2006-2010) sebagai berikut:
a. Padi
Tanaman padi yang mengalami kerusakan akibat kekeringan Tahun 2012 seluas 269.273 ha (43.392 ha), terluas terjadi pada bulan Agustus. Provinsi terluas adalah Provinsi Jawa Barat (76.263 ha, puso: 3.642 ha), diikuti Jawa Tengah, Banten, Pemerintah Aceh dan Lampung. Kerusakan akibat kekeringan Tahun 2012 apabila dibandingkan dengan Tahun 2011, mengalami peningkatan seluas 18.437 ha (7,3%), tetapi dibandingkan rerata 5 tahun mengalami penurunan seluas 18.822 ha (6,53%). Perkembangan luas kerusakan akibat kekeringan pada tanaman padi setiap bulannya seperti terlihat pada Gambar 5 di bawah ini. Sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 9.
Gambar 6. Perkembangan Luas Kerusakan Akibat Kekeringan Pada Tanaman Padi Tahun 2012, Tahun 2011 dan Rerata 5 Tahun (2006–2010)
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Th 2012 7.490 6.164 1.205 5.708 13.143 50.795 69.770 75.955 36.023 2.996 25 0 Th 2011 8.958 8.696 1.816 3.819 1.294 27.948 49.950 63.495 73.550 8.320 2.532 458 Rerata 5 th 43.220 19.445 15.730 2.255 10.711 37.049 61.255 41.168 30.993 7.027 12.073 7.169 0 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000 Lu as Ba n jir ( H a)
b. Jagung
Kerusakan akibat kekeringan pada pertanaman jagung pada Tahun 2012 seluas 21.641 ha (puso: 1.508 ha), terluas terjadi pada bulan September. Kerusakan terluas di Provinsi Jawa Tengah (10.037 ha, puso: 119 ha), diikuti Lampung, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur.
Kerusakan akibat kekeringan Tahun 2012, apabila dibandingkan dengan Tahun 2011 dan rerata 5 tahun mengalami penurunan seluas 1.003 ha (4,4%) dan 48.728 ha (69,2%). Perkembangan luas kerusakan akibat kekeringan pada tanaman jagung setiap bulannya seperti terlihat pada Gambar 6 di bawah ini. Sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 11.
Gambar 7. Perkembangan Luas Kerusakan Akibat Kekeringan Pada Tanaman Jagung Tahun 2012, Tahun 2011 dan Rerata 5 Tahun (2006–2010)
b. Kedelai
Pertanaman kedelai yang mengalami kerusakan akibat kekeringan pada Tahun 2012 seluas 1.546 ha (puso: 130 ha), terluas terjadi pada bulan Juni. Kerusakan terluas di Pemerintah Aceh (341 ha, puso: 40 ha), diikuti Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.
Kerusakan akibat kekeringan Tahun 2012, apabila dibandingkan dengan Tahun 2011 dan rerata 5 tahun mengalami penurunan, masing-masing seluas 683 ha (30,6%) dan seluas 5.120 ha (76,8%). Perkembangan luas kerusakan akibat kekeringan pada tanaman kedelai setiap bulannya seperti terlihat pada Gambar 7 di bawah ini. Sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 12.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Th 2012 261 381 2.782 559 914 1.735 822 6.606 6.091 1.208 283 0 Th 2011 129 19 146 525 1.016 2.734 2.749 2.131 11.575 885 1 735 Rerata 5 th 8.788 5.868 9.627 1.515 5.507 5.571 7.545 7.230 2.479 1.063 8.445 6.731 0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 Lu as Ba n jir ( H a)
Gambar 8. Perkembangan Luas Kerusakan Akibat Kekeringan Pada Tanaman Kedelai Tahun 2012, Tahun 2011 dan Rerata 5 Tahun (2006–2010)
c. Kacang Tanah
Pertanaman kacang tanah yang mengalami kerusakan akibat kekeringan pada Tahun 2012 seluas 153 ha, terluas terjadi pada bulan Agustus. Kerusakan terluas terjadi di Provinsi Jawa Tengah (87 ha) diikuti Pemerintah Aceh, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Apabila dibandingkan dengan Tahun 2011 dan rerata 5 tahun, luas pertanaman yang terkena kekeringan pada Tahun 2012 lebih rendah 70 ha (31,41 %) dan 7.445 ha (97,99 %). Perkembangan luas kerusakan akibat kekeringan pada tanaman kacang tanah setiap bulannya seperti terlihat pada Gambar 9 di bawah ini. Sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 13.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Th 2012 0 0 0 0 3 368 228 345 315 40 249 0 Th 2011 0 0 0 125 205 5 100 1.453 328 13 0 0 Rerata 5 th 1.980 196 844 47 114 471 406 133 1.003 112 641 718 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 Lu as Ba n jir ( H a)
Gambar 9. Perkembangan Luas Kerusakan Akibat Kekeringan Pada Tanaman Kacang Tanah Tahun 2012, Tahun 2011 dan Rerata 5 Tahun (2006– 2010)
Perbandingan luas kerusakan akibat kekeringan pada pertanaman pangan Tahun 2012, 2011 dan rerata 5 tahun (2006-2011) dapat dilihat pada Gambar 10 dibawah ini.
Gambar 10. Perbandingan luas kerusakan akibat kekeringan pada tanaman pangan Tahun 2012, 2011 dan rerata 5 tahun (2006-2010)
Perbandingan luas kekeringan pada tanaman palawija Tahun 2012, Tahun 2011 dan rerata (2006-2010) dapat dilihat pada Lampiran 9.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Th 2012 0 0 0 0 0 13 22 58 46 14 8 0 Th 2011 35 0 0 0 12 23 0 0 16 136 0 0 Rerata 5 th 1.804 731 291 0 394 702 657 109 267 301 1.675 668 0 200 400 600 800 1.000 1.200 1.400 1.600 1.800 2.000 Lu as Ba n jir ( H a) Th 2012 Th 2011 Rerata 5 th Padi 271.104 250.836 288.095 Jagung 21.644 22.644 70.369 Kedelai 1.546 2.229 6.665 Kacang Tanah 161 222 7.597 0 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000 350.000 Lu as Ba n jir ( H a)