• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

E. Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam rencana penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Observasi yaitu dengan pengumpulan data dalam kegiatan penelitian yang dilakukan dengan mengamati kondisi yang berkaitan dengan objek penelitian secara langsung.

b. Wawancara yaitu mengadakan wawancara dengan informan yang telah ditentukan untuk mengetahui informasi yang lebih mendalam

tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti.

c. Dokumentasi yaitu arsip-arsip, laporan terkait dengan penelitian yang dilakukan.

d. Studi kepustakaan yaitu bersember dari dari hasil bacaan buku-buku, literatur, atau terkait pada topik penelitian ditambah dengan penelusuran secara online melalui fasilitas internet.

F. Instrument Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti sendiri meruakan instrument yang utama dimana peneliti sebagai pelaksana, perencana, pengumpul data, dan pelapor hasil. Adapun instrumen yang menjadi alat peneliti ini mengunakan 4 instrumen yaitu :

1. Wawancara

Wawancara berisi tentang pertanyaan-pertanyaan secara garis besar yang kemudian dalam pelaksanaan wawancara dapat di kembangkan secara lebih mendalam untuk mendapatkan suatu gambaran subjek dan fenomena yang terjadi. Dalam pengumpulan data ini menggunakan alat bantu berupa buka catatan, alat perekam suara, dan kamera.

2. Observasi

Observasi yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan secara garis besar terhadap hal-hal yang akan di observasi, kemudian dikembangkan dan di perinci selama pelaksanaan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan data yang fleksibel, akurat dan lengkap. Dan untuk pegumpulan data mengguankan alat bantu berupa kamera, buku, pulpen dan sejenisnya.

3. Dokumentasi

Dokumen yang diambil oleh peneliti berupa data-data hasiil mutasi pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Luwu utara pencarian data melalui internet dan buku cetakan dari BKD.

4. Studi Kepustakaan

Pengumpulan sumber-sumber data yang dilakukan dengan mempelajari buku-buku atau referensi yang ada kaitannya dengan ruang lingkup yang diambil dari sumbernya.

G. Teknik Analisis Data

Dalam Penelitian ini menggunakan proses analisis data dari prasetya irawan yang menggunakan cara terdiri dari pengumpulan data mentah, transikp data, pembuatan koding, kategoeisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi, penyimpulan akhir. Adapun langkah-langkah praktis dalam proses analisis data dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Pengumpulan data mentah, analisis data dimulai dengan melakukan pengumpulan data mentah dengan wawancara, observasi lapangan,kajian pustaka. Pada tahap ini dibutuhkan alat-alat pendukung seperti kamera, perekam suara, catatan penelititian dan lain-lain. Yang dicatat adalah data apa adanya (verbatim), tidak untuk mempercauradukkan pikiran, pendapat, maupun sikap dari peniiti itu sendiri.

2. Transkip data, pada tahap ini catatan hasil wawancara dirubah kebentuk tertulis seperti apa adanya (verbatim). Bukan dengan hasil pemikiran maupun pendapat pribadi peneliti.

3. Pembuatan koding, pada tahap ini membaca ulang seluruh data yang sudah di transkip. Baca pelan-pelan dan sangat teliti sehingga dapat menemukan hal-hal penting yang perlu dicatat dengan mengambil kata

kuncinya kemudian diberi kode pada data yang sudah didapattkan kata kuncinya.

4. Kategorisasi data pada tahap ini peneliti mulai menyederhanakan data dengan cara mengikat konsep-konsep (kata-kata) kunci dalam satu besaran yang dinamakan kategori

5. Penyimpulan sementara, membuat penyimpulan sementara berdasarkan data yang ada tanpa memberi penafsiran dari pikiran penuh si peneliti.kesimpulan ini harus 100% berdasarkan data. Dan jika ingin menafsirkan dari pikiran sendriri maka dapat ditulis pada bagian akhir kesimpulan sementara.

6. Triangulasi, temuan yang dihasilkan dicek ulang derajat keahlian dan keandalanya dengan menggunakan tehnik pemeriksaan keabsahan data dengan memperpanjang masa penelitian dengan menggunakan tehnik triagulasi. Teknik triagulasi sederhananya bertujuan untuk memperkuat temuan-temuan, adalah proses check dan recheck antara sumber data dengan sumber data lainya.

7. Penyimpulan akhir, apabila temuan yang dihasilkan dari penelitian dapat terjamin validitas dan reliabilitas barulah selanjutnya membuat penyimpulan akhir.

47 A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Luwu Utara Badan Kepegawaian Daerah Luwu Utara terletak di Jl. Simpurusiang No. 27 tepatnya di Kantor Gabungan Dinas Lantai 1. Saat ini Badan Kepegawaian Daerah Luwu Utara berubah nama menjadi Badan Kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Dalam lingkup (BKPSDM) memiliki tugas dan fungsi yaitu bertugas merencanakan, mengatur, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengendalikan penyelenggaraan sebagian urusan Pemerintahan Daerah di bidang Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Serta memiliki fungsi yaitu a) perumusan kebijakan teknis bidang Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, b) pelaksanaan kebijakan teknis bidang Kepegawaian Pendidikan, dan Pelatihan, c) penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah dan pelayanan umum bidang Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, d) pelaksanaan administrasi bidang kepegawaian, Pendidikan dan pelatihan, e) pembinaan, pengordinasikan, pengolaan, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan Badan Kepergawaian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, f) pelaksanaan evoluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas, g) pelaksanaan fungsi kedinasan lainya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

bentuk terwujudnya sumber daya yang Unggul, fun terbentuk pada tahun 1999, Kabupaten Luwu Utara sudah beberapa kali melakukan

mutasi jabatan dilingkup pemerintahannya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Informasi yang di dapatkanya oleh peneliti bahwa system Mutasi jabatan diselenggarakan dengan Batasan minimal 2 kali dalam setahun.

Memasuki masa kepemimpinan tahun 2019, Hj. Indah Putri Indriani S.IP., M.Si, selaku Bupati Luwu Utara yang menjabat kurang lebih 5 tahun selama masa jabatanya yang cukup baik.. Kemudian terpilih Kembali menjadi Bupati Luwu Utara periode 2021-2024. Dalam masa jabatan yang sekarang.

Menurut Bapak Drs. Nursalim, M.Si, sebagai Ketua Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Luwu Utara. Mengacu pada peraturan pemerintah tahun 2017-2020 untuk memutasi pejabat dengan pangkat 3B syarat utama untuk menduduki jabatan pelaksanaan atau staf/pelaksana minimal pangkat 3B dan kemudian prestasi masa kerja SKP nya minimal bernilai baik secara berturut turut. Pendekatan kinerja orang yang dimutasi di maksudkan untuk penyegaran dan diharapkan bisa meningkatkan kinerja organisasi/Lembaga, Begitupun sebaliknya bila pejabat yang bersangkutan tidak/belum memenuhi syarat kepangkatan/golongan maka yang bersangkutan tidak atau belum layak di mutasikan. Selanjutnya calon pejabat baru yg akan menempati pos barunya dirinya di wajibkan mengikuti uji kesesuaian jabatan dan setelah itu pimpinan dapat mengangkat/menempatkan calon pejabat baru tersebut maksimal 5 tahun jabatan di SKPD tersebut, dan pimpinan dapat kembali memperpanjang jabatan orang tersebut bila kinerjanya dianggap baik menurut mekanisme atau aturan perundang-undangan yang wajib ia ikuti. Menurut ketua badan kepegawaian daerah Kabupaten luwu utara ada empat ukuran untuk melakukan mekanisme yaitu:

kualifikasi pendidikan, kinerja, kompetensi, kebutuhan organisasi . dan SKB nya bernilai baik berturut-turut selama dua tahun.

2. Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

a. Kepala Badan

1. Perumusan kebijakan teknis bidang Pendidikan dan pelatihan.

2. Pelaksanaan tugas dukungan teknis bidang kepegawaian, pendidkan dan pelatihan.

3. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaaan tugas.

4. Pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang urusan pemerintah daerah sesuai lingkup tugasnya.

5. Pembinaan, pengordinasikan pengolaan, pengendalian dang kegiataan badan kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia.

6. Pelaksana fungsi kedinasan lainya sesuai tugas pokok dan fungsinya.

b. Sekretaris Dinas Sekretariat terdiri atas :

1. Sub bagian umum, kepegawaian dan keuangan 2. Sub baagian perencanaan dan pelaporan

c. Bidang pengadaan, pembinaan, dan informasi kepegawaian, terdiri atas:

1. Sub bidang pengadaan dan pemberhentian pegawai 2. Sub bidang data dan informnmasi kepegawaian 3. Sub bidang disiplin dan fasilitasi profesi ASN d. Bidang mutasi dan promosi, terdiri atas:

1. Sub bidang mutasi 2. Sub bidang kepangkatan 3. Sub bidang karir dan promosi

e. Bidang penegembangan kompetensi dan penilaian kinerja Aparatur terdiri atas

1. Sub bidang diklat dan sertifikasi

2. Sub bidang penegembangan kompetensi 3. sub bidang penilaian kinerja aparatur f. kelompok jabatan fungsional

3. Visi dan Misi

a. Visi : “Mewujudkan Aparatur Sipil Negara Profesional yang Religius”

b. Misi :

1. Meningkatkan kualitas dan kapasitas badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendorong profesionalisme, Aparatur Sipil Negara,

2. Melakukan pembinaan pengawasan, keordinasi dalam penyelenggaraan manajemen aparatur sipil negara sipil sesuai urusan dalam tingkatan pemerintahan

3. Meningkatkan kualitas layanan administrasi kepegawaian yang diduduki dengan sistem dan infoormasi kepegawaian berbasis teknologi innformarika dan komunikasi.

B. Hasil Penelitian

Efektivitas sistem mutasi di badan kepegawaian daerah kabupaten Luwu Utara diharapkan mampu menerapkan sistem yang ideal agar terwujudnya pegawai yang berkualitas. Adapun pembahasan secara rinci mengenai hal diatas maka indikator yang di pakai dalam Analisis Efektivitas Sistem Mutasi Aparatur Sipil Negara di Badan Kepegawaian daerah Kabupaten Luwu Utara selanjutnya akan diuraikan sebagai berikut :

1. Pencapaian Target

Pencapaian target dalam hal ini diartikan sejauh mana penempatan target sesuai dengan penempatan pegawai sesuai dengan bidangnya. Berkaitan dengan mutasi maka dalam memutasikan pegawai harus sesuai dengan posisi pekerjaanya. Sehingga pegawai yang dimutasi dapat bekerja dengan baik dan efektif. Bagi pegawai yang dimutasi sesuai dengan bidang pekerjaanya akan mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal.

Berkaitan dengan pencapaian target dalam sistem mutasi maka dalam hal ini Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu Utara beliau mengatakan bahwa :

“penempatan pegawai di Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia masih ada beberapa pegawai yang belum sesuai dengan kompetensinya tetapi disini berusaha untuk supaya nanti kedepannya penempatan pegawai lebih disesuaikan dengan latar belakang pendidikannya, dan disini juga kita menerima usulan bahwa instansi tersebut membutuhkan pegawai dengan strata S1 atau misalkan kita yang menyediakan dan mengirim pegawai tersebut kepada instansi yang membutuhkan, dan disini juga masih kurang sarana dan prasarana yang ada.”

Oleh karenanya peneiliti menyimpulkan bahwa sehubungan dengan hal di atas maka sesuai dengan observasi yang diilakukan bahwa pegawai di lingkup kabupaten Luwu Utara masih ada yang belum sesuai dengan latar belakang pendidikan. Namun, pemerintah Kabupaten luwu utara akan berusaha untuk memutasikan pegawai berdasarkan latar belakang Pendidikan.

Proses mutasi biasanya menghasilkan keluhan dari pegawai yang dimutasi. Keluhan tersebut biasanya di karenakan pegawai merasa keberatan untuk dimutasi. Seperti yang dikatakan oleh pegawai Bappeda dalam wawancara sebagai berikut :

’’Ada keluhanku, karena tidak sesuai dengan bidangku, merasaka kesulitan untuk menyesuaikan pekerjaan karena berbeda dengan bidangku sebelumnya, jadi menenurutku, karena saya sudah rasakan

mutasi itu lebih bagus kalau sesuai dengan bidang pekerjaan ta’’.

(Wawancara dengan CF, Senin 09 Agustus 2021)

Berdasarkan hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa pegawai yang dimutasi ingin jika pekerjaannya sesuai dengan bidangnya agar tidak sulit dalam melakukan pekerjaan. Ketika mutasi dilakukan sesuai dengan bidang pekerjaan pegawai maka akan memberikan semangat sehingga mampu meningkatkan produktifitas dalam mengahasilkan kinerja yang lebih optimal.

Pada umumnya tujuan utama dalam pelaksanaan mutasi pekerjaan untuk melakukan perubahan pegawai baik dalam dirinya dan sikapnya. Akan tetapi kebanyakan mutasi sekarang dilakukan karena ada kepentingan baik individu maupun kelompok.

Selain dari hasil wawancara di atas mengenai keluhan pegawai setelah dimutasi. Menurut Kepala bagian mutasi Adapula pegawai yang tidak merasa keberatan jika di mutasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara berikut :

“ tidak ada keluhan dari PNS yang dipindahkan/mutasi dari satu tempat ke tempat yang lainya karena biasanya pegawai itu menerima begitu saja kalau mau di mutasi dan biasanya pegawai juga ada yang suka kalau dimutasi agar dapat menambah pengalaman yang baru”.(Wawancara dengan SH , Selasa 10 Agustus 2021)

Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa ada beberapa pegawai yang tidak keberatan jika di mutasi. Mereka menerima saja tanpa mengeluh dan beberapa pegawai juga suka jika dimutasi karena dapat menambah wawasan dan pengalaman kerjanya.

Wawancara di atas di dukung pula dengan hasil wawancara yang lain berkaitan dengan pegawai yang setuju saja jika dimutasi. Adapun hasil wawancara dengan Kasub bidang mutasi yakni sebagai berikut :

“Tidak ada keluhan dari pegawai, biasanya mereka merasa mutasi itu sudah menjadi hal yang biasa di dalam kepegawaian. Mereka sah-sah saja menerima mutasi jadi pegawai merasa tidak keberatan dengan mutasi”. (Wawancara dengan HS, Rabu 10 Agustus 2021)

Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa mutasi di dalam Aparatur Sipil Negara dianggap sudah menjadi hal yang biasa. Jadi wajar saja jika Sebagian pegawai tidak keberatan dengan adanya mutasi. Mutasi biasanya terjadi jika ada kegiatan pilkada.

Kemudian peneliti menanyakan bagaimana efektivitas sistem mutasi di BKD kabupaten Luwu Utara hasil wawancara yang sama dilakukan dengan Kasub bidang pengembangan karier dan promosi yakni sebagai berikut :

Bersangkutan dengan hal di atas maka peneliti menanyakan pegawai yang berada di Kantor Camat Mappedeceng

Menurut bapak Saenuddin mantan pegawai di Kantor camat Mappedeceng bahwa

“mutasi itu bertujuan untuk mencapai kemajuan. Munggkin karena adanya pelayanan kerja kepada rekan tidak sesuai dengan harapan pegawai. Kalau dia orang baru tentu dia kurang memahami karakter orang-orang di sekelilingnya.

Agar tujuan mutasi itu berjalan dengan efektif maka pegawai harus sesuai dengan bidangya dan kualitas orang tersebut mampu mengerjakan segala sesuatu yang sesuai dengan kepentingan umum”,(wawancara Rabu 10 Agustus 2021).

Adapun hasil wawancara berikutnya yang bersangkutan dengan hal di atas sebagai berikut.

“Tidak ada keluhan selama pelaksanaan mutasi jabatan dalam periode kepemimpinan Bupati,Hj. Indah Putri Indriani,SI.P.,M.Si, kinerja pegawai dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik rata-rata baik, tetapi secara umum kinerja pegawai yah begitulah ada Sebagian pegawai yang kinerjanya kurang. Tapi secara umum kinerja pemerintahan berjalan dengan baik” (wawancara Kamis 11 Agustus 2021)

Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik belum sepenuhnya baik karena adanya pegawai yang kinerjanya masih kurang, ada sebagian pegawai sesuai dengan observasi yang di lakukan peneliri bahwa pegawai di lingkup Kabupaten Luwu Utara yang membuat kinerjanya kurang ada beberapa pegawai yang tidak disiplin atas waktu dan kehadiranya dan kurang mematuhi peraturan yang berada di lingkup Kabupaten Luwu Utara. Dalam periode Bupati Hj. Indah Putri Indriani SI.P.,M.Si secara umum kinerja pemerintahanya berjalan dengan baik.

Sebagian besar pegawai menerima dimutasi tanpa keluhan dan hanya Sebagian kecil pegawai yang mengeluhkan mutasi. Hal ini di dukuung dengan hasil observasi saya selama meneliti.

Berdasarkan peraturan pemerintah tahun 2017 tentang syarat memutasikan pegawai mengacu pada 4 hal yaitu: kualifikasi Pendidikan, kinerja kompetensi, kebutuhan organisas. Dan SKB nya bernilai baik berturut-turut selama dua tahun. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara oleh Kepala Badan Kepegawaian pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Luwu Utara.

“Mengacu pada peraturan pemerintah ada empat syarat memutasikan pegawai yaitu: kualifikasi pendidikan, kinerja,kompetensi, kebutuhan organisasi . dan SKB nya bernilai baik berturut-turut selama dua tahun’’( Hasil Wawancara Bapak Nursalim selaku Kepala BKD Luwu Utara, Senin 09 Agustus 2021).

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas dapat diketahui bahwa dalam memutasikan pejabat di BKD Kabupaten Luwu Utara tidak serta merta memutasikan pejabat begitu saja. Tetapi mereka mengacu pada syarat pemerintah yang sudah ditetapkan. Tetapi didalam lingkup pemerintah Kabupaten Luwu utara tidak sepenuhnya memakai syarat peraturan pemerintah.

Hal tersebut diatas belum sesuai dengan observasi penelitian selama dilapangan yang mengamati langsung bahwa BKD di Kabupaten Luwu Utara memutasiikan dengan 4 syarat tersebut.

Memasuki bulan agustus ada beberapa pemutasian di lingkup pemerintah Kabupaten Luwu Utara, dari penjelasan di atas berikut adalah data rekapitulasinya :

2. Kemampuan Adaptasi

Kemapuan adaptasi adalah Ketika kita berbuat jangan pernah memaksakan diri biarkan dia mengalir seperti air dan jangan memaksakan kehendak kita yang bisa berlawanan arah dengan kebiasaan orang-orang dilingkungan tersebut. Hal itu di karenakan di satu wilayah/daerah biasanya kebiasaan orang itu berbeda-beda.

3. Kepuasan kerja

Kemampuan kerja adalah Ketika melakukan kegiatan dan di anggap berhasil atau sukses dan menimbulkan rasa bahagia tersendiri di dalam hati.

4. Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah suatu sikap dan perbuatan yang memiliki beban secara moral dari perbuatan seseorang, dan memiliki konsekuensi terhadap diri seseorang. Oleh karena itu, semua individu harus memiliki rasa tanggung jawab tersebut demi untuk menjaga keseimbangan dalam hidup bermasyarakat.

Adapun rekap data mutasi sebagai berikut:

Tabel 4.1 rekap data mutasi Pegawai Mutasi

Total Esselon III Esselon IV

48 156 204

Adapun Latar belakang responden sebagai berikut:

Tabel 4.2 Latar Belakang Responden

Jabatan Nama Pendidikan

KA. BKD Luwu Utara Drs. Nursalim,M.Si S.2 Administrasi Kabid. Mutasi dan Promosi Sulham, S.Kom S.1 Komputer

Kasubid. Pengembangan Karier

Ardiansyah, S.Sos S.1 Administrasi Negara

Kasubid. Kepangkatan Sitti Yunasti S.kom S.1 Komputer

Mekanisme dalam memutasikan pegawai ada 4 kategori yaitu 1. Kualifikasi Pendidikan

2. Kinerja 3. Kompetensi,

4. Kebutuhan organisasi.

Berdasarkan tabel di atas peneliti mengambil kesimpulan bahwa para pegawai masih ada yang belum sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Namun, mutasi dapat terjadi karena dilihat dari salah satu kategori seperti kinerja, kompetensi dan kebutuhan organisasi para pegawai sehingga pimpinan dapat memutasikan pejabat tanpa melihat kualifikasi pendidikannya.

Berdasarkan hasil analisis peneliti yang telah dilakukan sesuai dengan observasi di lapangan, yaitu dalam melakukan sistem mutasi ada banyak faktor yang terjadi di kabupaten Luwu Utara, termasuk dalam memutasikan pegawai. Ada beberapa pegawai yang lambat datang ke kantor lalu cepat pulang. Perilaku tersebut dapat menganggu kualitas kerja pegawai.

Terkadang ada sebagian pegawai juga yang tidak memberikan senyuman kepada para tamu-tamu. Seharusnya pegawai harus mencerminkan sikap yang ramah kepada para tamu-tamu karena itu dapat menjadi insan yang berkarakter. Kemudian ada sebagian pegawai yang sangat santai dalam menduduki jabatan, dengan santainya mereka biasanya lambat dalam menangani keluhan dari masyarakat. Masyarakat adalah raja tanpa masyarakat para pejabat tidak akan dapat menduduki jabatan yang tertinggi, jadi seharusnya para pegawai perlu lebih tanggap menyikapi keluhan-keluhan dari masyarakat tersebut. Maka dari itu perlu adanya kinerja yang baik seperti bertanggung jawab pada pekerjaanya yang telah di amanahkan, absensi yang mengatur waktu bekerja bagi pegawai. Absensi bukan hanya mengisi waktu hadir tetapi juga untuk harus bekerja di waktu yang tepat agar kinerjanya baik. Hadir saja belum cukup untuk mengefektifkan kinerja pegawai tetapi juga harus tepat waktu dalam bekerja karena sudah ada waktu yang telah ditentukan untuk mengerjakan tugas-tugas negara yang telah di amanahkan sebagaimana tugas yang harus mereka kerjakan, bukan hanya datang lalu pulang semaunya. Hal tersebut telah sesuai dengan hasil observasi peneliti selama di lapangan bahwa pegawai belum disiplin dalam melaksanakan tugas yang menyebabkan ketidak Efektifnya kinerja pegawai.

Upaya yang perlu dilakukan untuk mengetahu kinerjai pegawai seperti disiplin kehadiran. Setiap kantor harus mempunyai absen untuk

memudahkan mengetahui dan melacak pegawai sejauh mana kedisplinan pegawai dalam bekerja misalnya dalam menggunakan mesin absensi untuk mendapatkan data kehadiran pegawai secara akurat dan otomatis.

Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menguraikan hasil draft wawancara sebagai berikut :

Tabel 4.3 : Draft Wawancara dan Hasil Wawancara di Badan Kepegawaian Dearah Kabupatenen Luwu Utara

Pertanyaan wawancara

BKD Kabupaten Luwu Utara Jawaban KA. BKPSDM Luwu Utara 1. Bagaimana sistem mutasi pegawai

di BKD Kabupaten Luwu Utara

2. Apakah sistem mutasi ASN sudah sesuai dengan latar belakang pendidikan serta kompetensinya ? 3. Apa saja faktor pertimbangan

dalam pelaksanaan mutasi ASN?

4. Apakah BKD Kabupaten Luwu Utara sudah melakukan penilaian kompetensi serta mengevaluasi

1. Mengacu pada peraturan pemerintah ada empat syarat memutasikan pegawai yaitu:

kualifikasi pendidikan, kinerja,kompetensi, kebutuhan organisasi. dan SKB nya bernilai baik berturut-turut selama dua tahun’’

2. Iya karna setiap waktu akan di evaluasi dalam setiap jenjang Laporan kinerja.

3. Ada empat yaitu kualifikasi pendidikan, kinerja, kompetensi, kebutuhan organisasi.

4. Selalu bekerja sama dengan BKN melakukan evaluasi potensi dan kompetensi. Selalu di potret

pelaksanaan kinerja pegawai sebelum dimutasikan ?

5. Apakah pelaksanaan mutasi pegawai di BKD dilakukan sesuai sengan merit sistem dan undang-undang?

dengan tujuan untuk mengetahui apa keunggulanya dan apa kelemahanya dengan dasar itu pimpinan atau Bupati Luwu Utara

merekomendasi BKPSDM

melakukan intropeksi dari sisi manajerial.

5. Belum sepenuhnya dalam sistem manajemen kepegawaian. tetapi Ketua BKD kabupaten Luwu Utara berusaha melakukan merit sistem.

Melakukan pertimbangan strategis.

Selanjutnya adapun pernyataan yang berhubungan dengan hal diatas maka peneliti menanyakan hal berikut :

Tabel 4.4 : Draft Wawancara dan Hasil Wawancara di Badan Kepegawaian Dearah Kabupatenen Luwu Utara mutasi melakukan pengkajian dan ketersedianya Sumber daya manusia di (SEKDA)

2. Apakah dalam sistem mutasi pegawai mengalami hambatan ?

3. Berapa kali anda mengalami mutasi dan mengapa anda dimutasi ?

4. Menurut anda, perlu tidak dilakukan mutasi ? Mengapa ?

2. Tidak ada hambatan karena hal tersebut adalah haq progratif selaku bupati dan pejabat.

3. Dilihat dari rekan jejaknya selama ini sebelum menduduki KA BKD sudah 11 tahun di BKD jadi sekretaris dan kepala bidang sehingga dengan mudah lolos seleksi terbuka.

4. Iya perlu, karena adanya mutasi para pegawai agar pegawai

4. Iya perlu, karena adanya mutasi para pegawai agar pegawai

Dokumen terkait