Dimyati & Mudjiono 2006 Belajar dan Pembelajaran Jakarta: Rineka Cipta Rachmadiarti 2001 Pembelajaran Kooperatif Surabaya: University Press.
NEGERI TANJUNGSARI SUMEDANG Rita Hidayant
Pengajar Bidang Studi Ekonomi SMAN Tanjungsari [email protected]
ABSTRAK
Proses pembelajaran melibatkan proses berfikir. Dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses Tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa , yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. proses pembelajaran yang baik dapat dilakukan oleh siswa baik didalam maupun diluar kelas, dan dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa diharapkan mereka mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman- temannya secara baik dan bijak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode two stay and two stray dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga kesimbangan dan Pasar. di SMA Negeri 1 Tanjungsari kelas X-5. Dengan menggunakan metode two stay and two stray, maka dapat diambil manfaatnya yaitu Meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga. Hasil temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode two stay and two stray dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam materi Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga.
Kata kunci: Pembelajaran, metode two stay and two stray, permintaan, penawaran, keseimbangan harga.
Pendahuluan
dalam proses pembelajaran melibatkan proses berfikir. Kedua , dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses Tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa , yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. " (Syaiful Sagala,2003: 63)
Dari uraian diatas, proses pembelajaran yang baik dapat dilakukan oleh siswa baik didalam maupun diluar kelas, dan dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa diharapkan mereka mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman- temannya secara baik dan bijak.
Seiring dengan pernyataan-pernyataan diatas maka sebagai upaya agar student center menjadi dominan maka langkah yang harus ditempuh adalah dengan menggunakan cooperative learning (belajar bekerjasama), salah satu bentuk Cooperative learning adalah peer teaching Method (metoda belajar sesama teman) dengan menggunakan pendekatan Two stay Two Stray Dua Tamu dua tinggal (Two stay Two Stray)
Melalui model pembelajaran ini diharapkan siswa dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain dan dapat menerapkan sikap-sikap terpuji dalam bermasyarakat. Dengan demikian maka penulis mengangkat judul penelitian ini adalah Metode Two Stay and Two Stray dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami Konsep ekonomi dalam kaitannya dengan Permintaan, Penawaran, Harga keseimbangan dan Pasar pada siswa kelas X-5 di SMA Negeri Tanjungsari
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimanakah Metode Two stay and Two Stray dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam ― Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan dan Pasar ‖, sesuai dengan Standar Kompetensi yang diharapkan pada siswa kelas X-5 di SMA Negeri Tanjungsari. Untuk lebih operasionalnya rumusan masalah tersebut dijabarkan menjadi beberapa ajuan pertanyaan, sebagai berikut :
1. Apakah Metode Two Stay dan Two stray dapat meningkatkan kemampuan Siswa Kelas X-5 SMA Negeri Tanjungsari dalam memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, Penawaran, Harga keseimbangan dan pasar?
2. Bagaimanakah penggunaan Metode Two stay and Two Stray dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan Permintaan, Penawaran, Harga keseimbangan dan Pasar pada siswa kelas X-5 di SMA Negeri Tanjungsari?
3. Seberapa besarkah peningkatan kemampuan siswa dalam memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar ,setelah diterapkannya metode two stay and Two Stray pada siswa kelas X-5 di SMA Negeri Tanjungsari ?
Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui Apakah penerapan metode two stay and two stray dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga kesimbangan dan Pasar. di SMA Negeri 1 Tanjungsari kelas X-5.
2. Untuk mendeskrifsikan penggunaan metode Two stay and Two stray dalam peningkatan kemampuan siswa dalam memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan dan pasar di SMA Negeri Tanjungsari kelas X-5.
3. Untuk menggambarkan besarnya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan Pasar di SMA Negeri Tanjungsari
Melalui penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi yang positif baik bagi Guru dan siswa,
1. Bagi Guru
a. Mengembangkan metode pembelajaran yang menarik aktif, Kreatif, efektif dan menyenangkan, sehingga dapat memotivasi siswa untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang materi pembelajaran.
b. Meningkatkan kualitas pembelajaran
c. Meningkatkan ketrampilan dalam menggunakan berbagai tekhnik dan metode pembelajaran.
d. Meningkatkan kemampuan untuk memotivasi siswa dalam belajar
e. Meningkatkan minat untuk melakukan penelitian dalam upaya meningkatkan profesionalisme.
2. Bagi siswa
a. Menumbuhkan rasa senang dan termotivasi untuk belajar ekonomi sehingga siswa tidak merasa terpaksa untuk belajar ekonomi.
b. Meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa keraguan untuk mengungkapkan ide, gagasan, dan pemikiran dalam pelajaran ekonomi
c. Meningkatkan makna kebersamaan (cooperative learning)
d. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga
Kajian Teori
Siswa bukan lagi dianggap sebagai gelas yang kosong harus di isi oleh Guru, karena pada hakekatnya siswa telah memiliki berbagai kemampuan dimana kemampuan tersebut harus digali. Kemampuan guru untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran sangta diperlukan dan metode yang tepat untuk itu adalah dengan menggunakan Methode Cooperative learning (Metoda belajar bekerjasama)
Cooperative learning adalah strategi pembelajaran yang cukup berhasil pada kelompok-kelompok kecil, di mana pada tiap kelompok tersebut terdiri dari siswa- siswa dari berbagai tingkat kemampuan, melakukan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk tidak hanya belajar apa yang diajarkan tetapi juga untuk membantu rekan rekan belajar, sehingga bersama-sama mencapai keberhasilan. Semua Siswa berusaha sampai semua anggota kelompok berhasil memahami dan melengkapinya.
Sedangkan Eggen dan Kauchak (1993: 319) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling -membantu dalam mempelajari sesuatu. Oleh karena itu belajar kooperatif ini juga dinamakan ―belajar teman sebaya.‖ Menurut Slavin (1997), pembelajaran kooperatif, merupakan metode pembelajaran dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen. Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada metode pengajaran, siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar (Nur dan Wikandari, 2000:25).
Berdasarkan pengertian diatas maka cooperative learning mengarah kepada Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Effective dan Menyenangkan (PAKEM) dimana siswa secara aktif mencari dan menemukan jawaban dari permasalahan yang dihadapinya, karena semua anggota kelompok bekerja secara bersama-sama, yang saling menguntungkan sehingga muncul istilah ―Kesuksesan anda bermanfaat bag saya dan keberhasilan saya bermanfaat untuk Anda‖ atau kebalikannya adalah ―Tenggelam atau mengapung kita bersama‖.
Metode Two Stay and Two Stray
Sehubungan penelitian akan menggunakan Model Two stay Two stray maka akan dibahas sedikit tentang model pembelajaran tersebut.Teknik belajar mengajar two stay two stray dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik.
Struktur dua tinggal dua tamu memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain. Banyak kegiatan belajar mengajar yang diwarnai dengan kegiatan-kegiatan individu. Siswa bekerja sendiri dan tidak diperbolehkan melihat pekerjaan siswa yang lain. Padahal dalam kenyataan hidup diluar sekolah, kehidupan dan kerja manusia saling bergantung satu dengan yang lainya. Christoper Columbus tidak akan menemukan benua Amerika jika tidak tergerak oleh pendapat Galileo galiley
Ciri Khas dari Metode ini adalah bahwa siswa diberi kebebasan untuk bertemu dengan temannya sambil membawa permasalahan yang ada di kelompoknya dan kelompok yang lain siap menerima permasalahan dari kelompok lain. Sehingga siswa dapat belajar tentang :
- Bagaimana menjadi pendengar yang baik - Bagaimana memberi penjelasan yang baik
- Bagaimana cara mengajukan pertanyaan dengan benar dan lain-lainnya.
Peran guru dalam pembelajaran ini sebagai fasilitator, moderator, organisator dan mediator terlihat jelas. Dalam Situasi ini peran dan fungsi siswa terlihat, keterlibatan semua siswa akan dapat memberikan suasana aktif dan pembelajaran terkesan demokratis, dan masing-masing siswa punya peran dan akan memberikan pengalaman belajarnya kepada siswa lain .
Permintaan
Permintaan (Demand) adalah jumlah barang dan jasa tertentu yang diminta oleh konsumen pada tingkat harga tertentu dan pada situasi tertentu. Dari pengertian permintaan tersebut ada 3 faktor yang mempengaruhi permintaan. Pertama adalah barang dan jasa. Kebutuhan konsumen pada dasarnya merupakan permintaan akan barang dan jasa tertentu. Kedua, adalah harga. Jumlah (banyak atau sedikitnya ).Permintaan dipengaruhi oleh tingkat harga. Jika harga naik maka jumlah permintaan akan berkurang sedangkan apabila harga turun maka jumlah permintaan akan naik. Contoh: Pada saat harga beras Rp. 3.000,00/ Kg Ibu Hera mampu membeli 40 Kg sebulan. Kemudian harga naik menjadi Rp. 4.500/ Kg Ibu Hera hanya mampu membeli 30 Kg untuk satu bulan.
Sehingga hubungan antara harga (price) dengan permintaan (demand) berbanding terbalik. Artinya jika harga naik jumlah permintaan akan turun, dan jika harga turun jumlah permintaan akan naik.
Ketiga adalah situasi. Dalam situasi tertentu, misalnya pada saat menghadapi hari raya tertentu (Lebaran atau natal) atau pada saat terjadi kelangkaan Minyak tanah, konsumen bersedia membeli barang atau jasa tertentu dengan harga yang sangat mahal.
Ingat Permintaan itu datangnya dari Konsumen (Pembeli) Ada 3 Jenis permintaan, yaitu :
Permintaan Efektif, yaitu permintaan dari konsumen (Pembeli) yang disertai oleh kemampuan membayar.
Permintan Potensial yaitu permintaan yang memiliki kemampuan untuk membeli tetapi belum melaksanakan pembelian tersebut.
Permintaan Absurd/ Mutlak yaitu permintaan yang tidak didukung dengan kemampuan membayar.
Penawaran
Penawaran (Supply) adalah jumlah barang atau jasa yang akan dijual (ditawarkan) pada berbagai tingkat harga dan situasi tertentu.
Ingat Jika permintaan datangnya dari Konsumen atau pembeli. Sedangkan Penawaran datangnya dari Produsen atau penjual. Tentu saja karena penawaran datangnya dari produsen maka setiap produsen menginginkan harga barang yang ditawarkannya cukup tinggi, walaupun dengan resiko barang yang dijual sedikit. Artinya jika harga barang tinggi maka semakin banyak produsen yang menawarkan. Sebaliknya jika harga rendah (murah) maka makin sedikit produsen yang menawarkan.
Keseimbangan harga
Harga (Price) adalah kemampuan barang atau jasa jika ditukarkan dengan uang. Dalam tukar menukar nilai sebuah barang dinyatakan dengan harga, sedangkan untuk menyatakan harga suatu barang dipakai satuan uang. Maka harga suatu barang adalah nilai barang yang dinyatakan dengan satuan uang.
Harga keseimbangan ( Equilibrium price) akan terjadi apabila antara penjual dan pembeli terdapat kesepakatan harga. Sebelum terjadi harga pasar (Harga kesepakatan) biasanya antar penjual dan pembeli melakukan proses tawar menawar antara penjual dan pembeli setelah ada kesepakatan maka terbentuklah harga pasar.
Apabila penawaran bertambah sedangkan permintaan tetap maka kurva penawaran akan bergeser kebawah, sehingga akan mengakibatkan harga turun. Sedangkan apabila Permintaan bertambah kurva permintaan bergeser ke atas sedangkan kurva penawaran tetap maka akan menyebabkan harga naik.
Sebagaimana kita ketahui bahwa kurva permintaan slopenya negatif yakni bergerak dari kiri atas menuju kanan bawah. Sedangkan sifat kemiringan kurva penawaran adalah positif, yakni bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Kontradisksi sifat kemiringan itu mengisyaratkan kemungkinan terjadinya keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Apabila kurva permintaan dan kurva penawaran digabungkan, akan terjadi titik potong antara kedua kurva tersebut. Titik potong ini disebut titik keseimbangan atau titik equilibrium.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian terbagi dalam 3 siklus dan programnya dapat diurutkan sebagai berikut : PERENCANAAN → TINDAKAN → OBSERVASI → REFLEKSI (Yaitu Merenungkan, memikirkan, dan menilai) → PERENCANAAN ( perencanaan kembali atau perbaikan rencana) → TINDAKAN →OBSERVASI → REFLEKSI → Seterusnya hingga mencapai tujuan akhir atau memperoleh hasil yang memuaskan.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pembelajaran Ekonomi dikelas X-5 SMA Negeri Tanjungsari dilakukan dalam dua siklus. Pada setiap siklus, data yang diambil adalah aktivitas dan nilai evalusi pada setiap akhir siklus.
Penelitian ini dibantu oleh rekan-rekan peneliti yang bertindak sebagai observer, yang mencatat setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa maupun guru.
Hasil Observasi aktivitas dari siklus ke siklus dapat dilihat pada table-tabel berikut ini :
Tabel 1
Data aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran
No Indikator Ketercapaian
Perubahan Siklus I Siklus II
1 Keberanian siswa dalam mengajukan permasalahan dan menjawab permasalahan dari kelompok lain
45,75% 59,44% 13,69%
2 Motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran ( menyelesaikan tugas kelompok )
60,82% 73,35% 12,53%
3 Interaksi siswa dalam mengikuti diskusi antar kelompok
69,25% 88,32% 19,07% 4 Hubungan siswa dengan guru selama
kegiatan pembelajaran
70,00% 37,66% 32,34% 5 Hubungan siswa dengan siswa lain selama
pembelajaran ( Dalam kerja kelompok)
72,65% 96,11% 23,46 6 Partisipasi siswa dalam
pembelajaran (memperhatikan), ikut melakukan kegiatan kelompok, selalu mengikuti petunjuk guru).
70,55% 94,45% 23,90
Rata –Rata 64,83% 74,88% 10,05
Berdasarkan tabel 1 di atas, terlihat bahwa rata-rata aktivitas siswa yang relevan dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus1 yaitu sebesar 10,05%. Dapat terlihat dalam Diagram 1 berikut.
Selanjutnya data aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran terlihat pada Tabel 2.
Tabel 2
Data Aktivitas Siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran
No Indikator Ketercapaian
Perubahan Siklus I Siklus II
1 Tidak memperhatikan penjelasan guru 37,75% 13,88% 23,87%
2 Keluar masuk kelas 10,75% 2,44% 8,31%
3 Mengerjakan tugas lain 7,68% 4,35% 3,33%
Rata – rata 28,26% 9,24% 19.02
Berdasarkan Tabel 2 diatas terlihat bahwa aktivitas siswa yang kurang relevan dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 mengalami penurunan dibandingkan dengan siklus 1 yaitu sebesar 19,02%. Hal ini dapat terlihat di Diagram 2.
Diagram 2
Data pemahaman Siswa tentang Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar dan ketuntasan belajar dari siklus ke siklus dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut.
Tabel 3
Data Pemahaman Siswa tentang Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar dan ketuntasan
belajar siswa
No Aspek yang diamati Ketercapaian
Perubahan Siklus I Siklus II
1 Nilai rata-rata pemahaman konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar
66,5 78,0 11,5
2 Siswa yang telah tuntas 68,82% 89,96% 21.14%
3 Siswa yang belum tuntas 31,18% 10,04% 21.14%
Berdasarkan Tabel 3 di atas, nilai rata-rata pemahaman siswa tentang Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2, begitu juga prosentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari siklus 1 ke siklus2 sebesar 21,14%. Berdasarkan kriteria penilaian, nilai 78,0 termasuk kriteria nilai yang baik, sedangkan nilai ketuntasan sebesar 89,96 tergolong criteria sangat baik.
Setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Siswa dibagi menjadi Sembilan kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4 – 5 orang. Setiap anggota kelompok diberi lembaran kasus atau permasalahan yang telah disediakan oleh guru. Tiap-tiap kelompok melakukan pembahasan dengan mengacu kepada buku paket dan buku pegangan lainnya. Aktivitas siswa dalam pembelajaran yang relevan
Hasil pengamatan guru menunjukan pada pembahasan siklus pertama dengan Materi Permintaan dan penawaran sedangkan siklus kedua materi tentang Harga keseimbangan dan Pasar terlihat para siswa sangat antusias dalam menjawab permasalahan yang diajukan. Hal ini terlihat jelas di dalam Tabel 1.
a. Indikator Keberanian siswa dalam mengajukan permasalahan dan menjawab permasalahan kelompok lain.
Berdasarkan Tabel 1 diatas terlihat bahwa keberanian siswa dalam mengajukan permasalahan dan menjawab permasalahan kelompok lain rerata perolehan skor pada siklus pertama 45,75 % menjadi 59,44 %, mengalami kenaikan 13,69 %. Hal ini terjadi akibat mulai terbiasanya siswa dengan methode baru dimana siswa mulai berani untuk menjadi pendengar yang baik, pemberi penjelasan dan memahami bagaimana mengajukan pertanyaan dengan benar. Sehingga pelaksanaan pembelajaran dengan methode ini berjalan sesuai dengan scenario.
b. Indikator Motivasi dan Kegairahan dalam mengikuti pembelajaran
Sesuai dengan Tabel 1 tentang data aktivitas siswa yang relevan dalam pembelajaran, tercatat dalam indikator motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran pada siklus pertama rata-rata 60,82 % dan pada siklus kedua 73,35 % mengalami kenaikan 12,53 %. Kenaikan ini membuktikan bahwa siswa terdorong untuk selalu aktif dalam pembelajaran, karena semua siswa memiliki perannya sendiri-sendiri.
c. Indikator Interaksi siswa selama mengikuti diskusi antar kelompok
Dalam indikator interaksi siswa selama mengikuti diskusi kelompok pada siklus pertama 69,25 % dan pada siklus kedua 88,32 % mengalami kenaikan sebesar 19,07 %. Hal ini terjadi dimana pada siklus pertama, kegiatan diskusi selalu didominasi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan lebih, sedangkan yang kemampuannya dibawah rata-rata hanya sering terdiam, Namun pada saat siklus kedua hampir semua siswa terlibat langsung dalam diskusi tersebut.
d. Indikator Hubungan siswa dengan Guru Selama kegiatan Pembelajaran
Sesuai dengan tabel 4.1 tentang data aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran tercatat, dalam indikator hubungan siswa dengan guru selama kegiatan pembelajaran, pada siklus pertama 70,00 % dan pada siklus kedua 37,66 % mengalami penurunan sebesar 32,34 %.
Melalui model Two Stay Two Stray ini terlihat hubungan siswa dengan guru sangat signifikan dimana guru bukan sebagai satu-satunya nara sumber. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan mitra untuk berbagi pengalaman sesuai dengan konsep Cooperative Learning.
Kesimpulan
Ada beberapa temuan yang dapat penulis simpulkan yaitu:
1. Metode Two Stay dan Two stray dapat meningkatkan kemampuan belajar dalam memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, Penawaran, Harga keseimbangan dan pasar di kelas X-5 SMA Negeri Tanjungsari
2. Penggunaan Metode Two Stay and Two Stray dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa untuk memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan Permintaan, Penawaran, Harga keseimbangan dan Pasar pada siswa kelas X-5 di SMA Negeri Tanjungsari
3. Peningkatan kemampuan belajar siswa dalam memahami konsep ekonomi kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar ,setelah diterapkannya metode two stay and Two Stray pada siswa kelas X-5 di SMA Negeri Tanjungsari berpengaruh secara signifikan.
Daftar Pustaka
Alam, S. 2013. Ekonomi. Jakarta: ESIS.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Monkiw, N. Gregory. 2003. Pengantar Ekonomi Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Samuelson dan William. 1997. Micro Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Sudarsono. 1992. Matematika Ekonomi, Jakarta: Rineka Cipta.
Sukino, Sadono. 2002. Pengantar Teori Micro Ekonomi. Jakarta: Grafindo.
Wantara, Ignatius Agus. 1995. Matematika untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: Universitas Atmajaya.
DI KELAS XI IPS 3 SMAN JATINANGOR