• Tidak ada hasil yang ditemukan

Neraca perdagangan Indonesia-Jepang sampai dengan akhir Triwulan III tahun 2016 mengalami surplus sebsar

Dalam dokumen Laporan Triwulan III Tahun 2016 06012017 FINAL (Halaman 125-132)

USD2.256,2 juta, hal itu disebabkan oleh surplus pada

sektor migas dan nonmigas secara berturut-turut

sebesar USD2.206,5 juta dan USD49,7 juta

Neraca perdagangan Indonesia-Amerika sampai dengan akhir triwulan III tahun 2016 mengalami surplus.

Neraca perdagangan

Indonesia-Jepang sampai dengan akhir Triwulan III tahun 2016 mengalami surplus .

112

Tabel 46. Neraca Perdagangan Indonesia-Jepang Bulan Januari-September Tahun 2016

Nilai (Juta USD) MtM (%) YoY (%)

Jul-16 Agust-16 Sep-16

Jan-Sept 15 Jan-Sept 16 Agust- 16 Sep- 16 Jan-Sept 2016

Ekspor Total (Juta USD) 1.079,8 1.417,5 1.395,4 13.692,8 11.784,6 31,3 -1,6 -13,9

Ekspor Migas 258,2 245,1 290,2 3.789,3 2.255,0 -5,1 18,4 -40,5 Ekspor Non Migas 821,6 1.172,5 1.105,2 9.903,5 9.529,5 42,7 -5,7 -3,8

Impor Total (Juta USD) 920,4 1.238,2 1.061,5 10.226,6 9.528,4 34,5 -14,3 -6,8

Impor Migas 3,7 1,9 1,6 23,9 48,6 -49,8 -15,4 102,8

Impor Non Migas 916,8 1.236,4 1.060,0 10.202,7 9.479,8 34,9 -14,3 -7,1 Neraca Perdagangan (Juta USD) 159,4 179,3 333,9 3.466,2 2.256,2 12,5 86,2 -34,9 Migas 254,5 243,2 288,6 3.765,4 2.206,5 -4,4 18,7 -41,4 Non Migas -95,1 -63,9 45,3 -299,2 49,7 -32,8 - 170,8 -116,6 Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah

Neraca perdagangan Indonesia-India sampai dengan akhir Triwulan III tahun 2016 mengalami surplus yaitu sebesar USD5.082,3 juta. Surplus ini disumbangkan oleh surplus pada neraca perdagangan sektor migas dan nonmigas masing-masing sebesar USD145,0 juta dan USD4.937,4 juta.

Tabel 47.Neraca Perdagangan Indonesia-India Bulan Januari-September Tahun 2016

Nilai (Juta USD) MtM (%) YoY (%)

Jul-16 Agust-16 Sep-16

Jan-Sept

15 Jan-Sept 16 Agust-16 Sep-16

Jan-Sept 2016

Ekspor Total (Juta USD) 657,1 895,4 980,7 8.946,6 7.106,9 36,3 9,5 -20,6

Ekspor Migas 4,2 1,7 0,3 88,8 164,0 -60,1 -79,9 84,6

Ekspor Non Migas 652,9 893,8 980,4 8.857,8 6.942,9 36,9 9,7 -21,6

Impor Total (Juta USD) 159,0 279,3 258,8 2.126,7 2.024,6 75,7 -7,3 -4,8

Impor Migas 0,8 10,5 1,2 69,3 19,1 1.222,1 -88,7 -72,5

Impor Non Migas 158,2 268,8 257,6 2.057,3 2.005,5 69,9 -4,2 -2,5

Neraca Perdagangan

(Juta USD) 498,1 616,2 722,0 6.819,9 5.082,3 23,7 17,2 -25,5

Migas 3,4 -8,8 -0,9 19,5 145,0 -360,9 -90,3 643,3

Non Migas 494,7 625,0 722,8 6.800,4 4.937,4 26,3 15,7 -27,4

Sumber : Badan Pusat Statistik, diolah Neraca perdagangan Indonesia-India sampai dengan akhir Triwulan III tahun 2016 mengalami surplus.

113

Neraca perdagangan Indonesia-Thailand sampai dengan akhir triwulan III tahun 2016 mengalami defisit sebesar USD2.724,2 juta. Hal tersebut disumbangkan oleh defisit pada neraca perdagangan nonmigas sebesar USD3.261,2 juta yang lebih besar dari surplus neraca perdagangan migas sebesar USD537,0 juta.

Tabel 48. Neraca Perdagangan Indonesia-Thailand Periode Januari-September Tahun 2016

Nilai (Juta USD) MtM (%) YoY (%)

Jul-16 Agust- 16 Sep-16 Jan-Sept 15 Jan-Sept 16 Agust-16 Sep-16 Jan-Sept 2016

Ekspor Total (Juta USD) 376,7 541,6 466,3 4.286,8 3.955,0 43,8 -13,9 -7,7

Ekspor Migas 67,7 128,5 65,2 743,7 577,9 89,7 -49,3 -22,3

Ekspor Non Migas 309,0 413,1 401,1 3.543,1 3.377,0 33,7 -2,9 -4,7

Impor Total (Juta USD) 596,4 806,3 740,4 6.151,0 6.679,2 35,2 -8,2 8,6

Impor Migas 2,6 13,4 3,8 48,5 40,9 421,9 -71,7 -15,6

Impor Non Migas 593,8 792,8 736,6 6.102,5 6.638,3 33,5 -7,1 8,8

Neraca Perdagangan (Juta USD) -219,6 541,6 -274,1 -1.864,2 -2.724,2 -346,6 21,6 -2.587,7

Migas 65,2 115,1 61,4 695,2 537,0 76,6 -46,6 -22,8

Non Migas -284,8 -379,8 -335,5 -2.559,4 -3.261,2 33,3 -11,7 27,4

Sumber : Badan Pusat Statistik, diolah

Neraca perdagangan Indonesia-Singapura sampai dengan akhir Triwulan III tahun 2016 mengalami defisit yaitu sebesar USD2.092,1 juta. Defisit ini disumbangkan oleh defisit pada neraca perdagangan sektor migas sebesar USD3.256,5 juta yang lebih besar dari surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD1.164,3 juta

Tabel 49. Neraca Perdagangan Indonesia-Singapura Bulan Januari-September Tahun 2016

Nilai (Juta USD) MtM (%) YoY (%)

Jul-16 Agust-16 Sep-16

Jan-Sept 15 Jan-Sept 16 Agust- 16 Sep- 16 Jan-Sept 2016

Ekspor Total (Juta USD) 748,2 947,7 931,1 9.682,2 8.257,0 26,7 -1,8 -14,7

Ekspor Migas 161,4 196,5 240,0 3.079,1 1.705,8 21,7 22,2 -44,6 Ekspor Non Migas 586,9 751,3 691,1 6.603,1 6.551,1 28,0 -8,0 -0,8

Impor Total (Juta USD) 1.067,9 1.249,5 1.332,6 13.839,6 10.349,1 17,0 6,6 -25,2

Impor Migas 506,6 662,9 714,5 7.197,1 4.962,4 30,8 7,8 -31,1

Impor Non Migas 561,3 586,6 618,0 6.642,5 5.386,8 4,5 5,4 -18,9

Neraca Perdagangan

(Juta USD) -319,7 -301,8 -401,4 -4.157,4 -2.092,1 -5,6 33,0 -49,7

Neraca perdagangan Indonesia-Thailand sampai dengan akhir Triwulan III tahun 2016 mengalami defisit.

Neraca perdagangan Indonesia-Singapura sampai dengan akhir Triwulan III tahun 2016 mengalami defisit.

114

Nilai (Juta USD) MtM (%) YoY (%)

Jul-16 Agust-16 Sep-16

Jan-Sept 15 Jan-Sept 16 Agust- 16 Sep- 16 Jan-Sept 2016 Migas -345,3 -466,4 -474,5 -4.118,0 -3.256,5 35,1 1,7 -20,9 Non Migas 25,6 164,6 73,1 -39,4 1.164,3 543,9 -55,6 -3.055,7

Sumber : Badan Pusat Statistik, diolah Neraca Perdagangan Jasa

Sampai dengan triwulan III tahun 2016, neraca perdagangan jasa mengalami penurunan defisit dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Defisit neraca perdagangan jasa hingga triwulan III tahun 2016 sebesar USD4,9 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan defisit pada tahun sebelumnya yang mencapai USD6,6 miliar. Penurunan defisit hingga 25,9 persen (YoY) didorong oleh menurunnya defisit pada kelompok jasa transportasi, asuransi dan pensiun, dan bisnis lainnya. Selain itu, penurunan defisit pada juga didorong oleh meningkatnya penerimaan pada kelompok jasa perjalanan, konstruksi, dan jasa pemerintah. Gambar 38. Neraca Perdagangan Jasa

Sumber: Bank Indonesia -6228,53 -4744,05 -3945,99 1979,85 2494,57 8690,39 -8000 -6000 -4000 -2000 0 2000 4000 6000 8000 10000

Jan-Sept 2014 Jan-Sept 2015 Jan-Sept 2016

Jasa Manufaktur Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Transportasi Perjalanan Jasa Konstruksi Defisit neraca

perdagangan jasa hingga triwulan III tahun 2016 sebesar USD4,9 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan defisit pada tahun sebelumnya yang mencapai USD6,6 miliar.

115

Menurunnya defisit jasa transportasi disebabkan karena rendahnya pembayaran kargo sebagai dampak menurunnya impor. Lebih lanjut lagi, penerimaan jasa perjalanan didorong oleh tingginya peningkatan ekspor dibandingkan dengan peningkatan impor. Di sisi ekspor, peningkatan didorong oleh tingginya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia. Sampai dengan triwulan III tahun 2016, jumlah wisman sebanyak 7,9 juta orang, jauh lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 7,3 juta orang atau meningkat sebesar 8,8 persen (YoY). Kelompok wisman terbesar berasal dari Tiongkok, Australia, Singapura, dan Malaysia. Sementara di sisi impor, peningkatan didorong oleh jumlah wisatawan nasional (wisnas) yang berpergian ke luar negeri sebanyak 6,3 juta orang, atau meningkat sebesar 0,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan impor jasa perjalanan salah satunya didorong oleh pelaksanaan ibadah haji. Gambar 39. Neraca Perdagangan Jasa Perjalanan dan Transportasi

Sumber: Bank Indonesia Surplus jasa transportasi meningkat dan defisit jasa transportasi mengalami penurunan. -10000 -8000 -6000 -4000 -2000 0 2000 4000 6000 8000 10000 Ekspor Impor Ekspor Impor Ekspor Impor Transportasi Perjalanan

116 Neraca Pendapatan

Neraca Pendapatan Primer

Sampai dengan triwulan III tahun 2016, neraca pendapatan primer tercatat mengalami defisit sebesar USD23,2 miliar atau mengalami peningkatan defisit sebesar 8,0 persen (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan pembayaran pendapatan primer Peningkatan defisit di triwulan III tahun 2016 disebabkan karena meningkatnya pembayaran kompensasi tenaga kerja dan investasi. Tingginya pembayaran pendapatan investasi portofolio modal ekuitas dan utang (bunga) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya mendorong melebarnya defisit pada neraca pendapatan primer. Sementara itu, pembayaran pendapatan pada investasi langsung dan investasi lainnya mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh pola pembayaran bunga pinjaman luar negeri yang menurun. Di sisi lain, penerimaan pendapatan primer hingga triwulan III tahun 2016 meningkat sebesar 3,9 persen (YoY).

Gambar 40. Pendapatan Primer

Sumber: Bank Indonesia -16000 -14000 -12000 -10000 -8000 -6000 -4000 -2000 0

Jan-Sept 2014 Jan-Sept 2015 Jan-sept 2016

Pendapatan Investasi Langsung Pendapatan Investasi Portofolio

Pendapatan Utang (Bunga) Neraca pendapatan primer

mengalami defisit sebesar USD23,2 miliar atau meningkat sebesar 8,0 persen (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

117 Neraca Pendapatan Sekunder

Neraca pendapatan sekunder hingga triwulan III tahun 2016 tercatat surplus sebesar USD3,5 miliar. Namun, surplus tersebut tidak sebesar tahun sebelumnya pada periode yang sama yang mencapai USD4,1 miliar. Penurunan surplus dipengaruhi oleh menurunnya pengiriman TKI ke beberapa negara penempatan khususnya di kawasan Timur tengah. Secara historis, transfer terbesar berasal dari remitansi TKI yang bekerja di kawasan Timur Tengah.

Gambar 41. Sebaran Tenaga Kerja Indonesia Berdasarkan Kawasan (dalam ribu jiwa)

Sumber: Bank Indonesia

Penurunan penerimaan pendapatan sekunder sejalan dengan implementasi kebijakan moratorium berdasarkan Kepmenaker No.260/2015 tentang penghentian dan pelarangan penempatan TKI pada pengguna perseorangan di negara-negara kawasan Timur Tengah. Penurunan surplus pada neraca pendapatan primer juga disebabkan oleh meningkatnya pembayaran tenaga kerja asing. Hingga triwulan III tahun 2016, pembayaran tenaga kerja asing meningkat sebesar 11,0 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

ASEAN; 1990,53

Asia Selain ASEAN; 373,44 Australia dan Oseania; 2,34

Timur Tengah; 1121,82

Afrika; 2,87 Amerika; 16,31 Eropa; 8,14 Surplus neraca pendapatan

sekunder hingga triwulan III tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya karena menurunnya pengiriman TKI.

Penurunan surplus pada neraca pendapatan primer juga disebabkan oleh meningkatnya pembayaran tenaga kerja asing.

118

Gambar 42. Pendapatan Sekunder

Sumber: Bank Indonesia

Dalam dokumen Laporan Triwulan III Tahun 2016 06012017 FINAL (Halaman 125-132)

Dokumen terkait