• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

D. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Tradisi Bersih Desa

5. Nilai dalam Wayang

Secara etimologis wayang berarti bayangan.pengertian ini mendasar dari kepercayaan asli suku Jawa, khususnya dalam tradisi pemujaan roh nenek moyang. Roh-roh tersebut dapat secara simbolis diwujudkan sebagai bayang-bayang yang digerakkan oleh sinar lampu blencong pada layar putih yang disebut kelir. Ini merupakan prototype dari perwujudan wayang yang masih sampai sekarang. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian wayang memiliki arti kulturil istimewa, yaitu sebagai suatu pementasan atau performance menyangkut banyak segi seni, filosofi dan religio mistika (Moertjipto, 1997:100).

Walaupun ceita wayang berasal dari India, namun terdapat perbedaan yang hakiki dalam perwujudannya. Di Indonesia isi cerita wayang benar-benar terjadi dalam jalur mitos dan merupakan legenda dan sejarah, di dalam masyarakat Jawa ceritanya menyimbolkan perilaku dan watak manusia dalam mencapai tujuan hidup, baik lahir maupun batin (Maria A. Sardjono, 1992:23).

commit to user

Wayang mempunyai nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bagiannya yang dapat dilihat dari beberapa sisi, yaitu :

1) Nilai hiburan

Sebagai hasil kebudayaan wayang mempunyai nilai hiburan yang mengandung cerita yang baku, baik untuk tontonan maupun tuntunan.

2) Nilai pendidikan

Penyampaian dalam wayang, ceritanya selalu diselingi dengan pesan-pesan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, sehingga mempunyai nilai pendidikan. Cerita-cerita dalam wayang dapat mengajarkan manusia untuk mecapai hidup yang selaras, harmonis dan bahagia. Dalam wayang ditampilkan contoh-contoh perilaku baik dan jahat, tetapi pada akhir cerita perilaku yang jahat akan dikalahkan oleh kebaikan. Dalam cerita wayang dapat membentuk kepercayaan, moralitas dan tingkah-laku dari genarsi ke generasi. Banyak pendidikan moral yang dapat dinikamti oleh penontonnya terkait lakon hidup dala cerita wayang

3) Nilai Karakter

Hastha brata dalam pewayangan yaitu pedoman atau tuntunan laku yang dimiliki seorang kesatria yang terpilih untuk menjadi seorang pemimpin. Hastha berarti delapan, dan brata adalah watak atau sifat yang diambil dari sifat alam. Jadi hasta brata adalah delapan laku, watak, atau sifat yang harus dipegang teguh oleh seorang yang menjadi pemimpin. Delapan sifat tersebut antara lain :

a) Mempunyai watak seperti bumi. Bumi merupakan tempat kehidupan dari segala umat Allah. Dalam pewayangan Bathara Wisnu merupakan simbol bumi yang selalu memberikan kesejahteraan. Dengan demikian seorang pemimpin seharusnya bersifat tosa, suci hati, pemurah serta selalu berusaha memperjuangkan kehidupan rakyat yang tergambar dalam tutur kata, tindakan serta tingkah laku.

commit to user

b) Mempunyai watak seperti angin yang disimbolkan Bathara Bayu yang berarti kekuatan. Sebagaimana angin, seorang pemimpin seharusnya bersifat teguh dan bersahaja, selalu dapat mencermati permasalahan.

c) Mempunyai watak seperti air yang disimbolkan oleh Dewa Baruna. Sebagaimana samudra, seorang pemimpin hendaknya luas hati dan kesabarannya. Tidak mudah tersinggung, tidak terlena oleh sanjungan dan mampu menampung aspirasi rakyat. d) Mempunyai sifat seperti bulan yang disimbolkan oleh Dewi

Ratih. Rembulan bertugasmenerangi dunia bersama bintang, memberikan kesejukan pada malam hari. Sifat bulan adalah selalu lembut, ramah dan sabar. Sebagaimana bulan pemimpin hendaknya selalu rendah hati, berbudi luhur, menebarkan ketentraman pada rakyat.

e) Mempunyai sifat seperti Matahari yang disimbolkan Bathara Surya. Sebagimana matahari seorang pemimpin harus bisa memberikan pencerahan kepada rakyat, berhati-hati dalam bertindak seperti jalanya matahari yang tidak tergesa-gesa tetapi dalam memberikan cahaya kepada semua makhluk tidak pilih kasih.

f) Mempunyai sifat seperti angkasa yang disimbolkan oleh Bathara Indra yang mengusai langit, hujan dan petir. Sifat langit kadang sangat indah, kadang memankutkan tetapi jika sudah berubah menjadi hujan merupakan berkah serta sumber kehidupan. Seperti langit, seorang pemimpin harus berwibawa dan menakutkan bagi siapa saj yang berbuat salah dan melanggar aturan, tetapi juga selalu berusaha memberi kesejahteraan.

g) Mempunyai sifat seperti api yang disimbolkan oleh Bathara Brahma. Sebagaimana api seorang pemimpin harus berani menindak siapappun yang bersalah tanpa pilih kasih dengan berpijak kepada kebenaran dan keadilan.

commit to user

h) Mempunyai watak seperti bintang yang disimbolkan oleh Bathara Kartika atau Sang Hyang Ismaya yang artinya adalah kesucian yang bersinar. Sifat bintang adalah menyinari langit dimalam hari, menjadi kiblat dan sumber ilmu perbintangan. Sebagaimana bintang pemimpin harus bisa menjadi kiblat kesusilaan, budaya dan tingkah laku. Mempunyai cita-cita yang tinggi (Kementrian Komunikasi dan Informatika RI direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik : 2011).

E. Upaya Pelestarian Tradisi Bersih Desa Dukutan di tengah Kebudayaan Modern

Kebudayaan modern yang berkembang pada zaman sekarang ini. Akan banyak mengikis kebudayaan asli Indonesia. Budaya atau pengaruh luar yang masuk harus diseleksi agar tidak budaya baru tidak terlalu menghilangkan budaya lama. Masyarakat modern dikuasi oleh teknologi, terutama komunikasi massa. Masyarakat harus semakin bijak menghadapi kehidupan di zaman modern yang berbasis teknologi yang modern.

Multimedia, komputer dengan internet merupakan perangkat teknologi yang memiliki kemungkinan menyebarluaskan informasi dan menciptakan komunikasi sedemikian cepat dan luas. Teknologi komunikasi modern ternyata menjauhkan hubungan antarpribadi dan menghambat proses kebudayaan yang berlangsung bertahun-tahun. Teknologi memiliki kecenderungan menciptakan aliansi pengasingan, sikap individual dan cenderung merusak kebudayaan yang hakiki (Fred Wibowo, 2007:24).

Kebudayaan merupakan suatu corak hidup dari dauatu lingkungan masyarakat yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spiritual dan tata nilai yang disepakati oleh suatu lingkungan masyarakat tersebut. Tetapi fakta yang dapat dilihat sekarang ini di Indonesia ini memiliki situasi kebudayaan yang yang sangat spesifik. Sebagian masyarakat sudah sampai pada tingkat orientasi teknologi tinggi, meski mentalitasnya masih banyak yang tinggal dalam kebudayaan agraris. Sebagian telah terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh

commit to user

modern yang mulai menghilangkan nilai-nilai, norma, dan etika. Tentu saja hal tersebut akan melunturkan budaya yang berkembang dalam masyarakat sejak dahulu.

Budaya desa yang masih kental dengan tradisi budaya, kesenian, tata cara hidup di amsyarakat, dan adat istiadat merupakan suatu identitas kepribadian dari suatu masyarakat. Seperti budaya yang ada di Desa Nglurah yaitu tradisi bersih desa Dukutan. Masyarakat sekitar masih melaksanakan tradisi tersebut meskipun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kebudayaan yang modern perlahan mulai mengikis kesadaran masyarakat dalam partisipasi terhadap tradisi bersih desa Dukutan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk menyelamatkan dan melestarikan kebudayaan yang menjadi identitas masyarakat. Pelestarian dilakukan oleh masyarakat desa Nglurah sendiri, tetapi peran dari pemerintah juga sangat diperlukan dengan adanya upaya pelestarian tersebut. Meskipun dalam perjalanannya terdapat kendala-kendala yang mempengaruhi proses pelestarian tradisi tersebut. Upaya pelestarian tradisi bersih desa Dukutan di desa Nglurah dapat dijelaskan sebagai berikut :

Dokumen terkait