BAB IV : PAPARAN DAN HASIL PENELITIAN
G. Pengecekan Kabsahan Data
3) Nilai Istiqamah (disiplin)
Istiqamahatau disiplin mulai ditanamkan kepada semua warga pesantren sejak pendiri pondok pesantren al-is’af ini. semua warga pesantren mulai dari santri, pengurus pesantren, dan dewan masyaikh harus tertanam dalam dirinya disiplin atau istiqamah. Berikut penjelasan Kiai Latfan (pengasuh senior) :
“Istiqamah atau disiplin ini merupakan salah satu kunci menuju sebuah kesuksesan dalam berbagai hal. sehingga salah satu ulama mengungkapkan “ al-Istiqamatu khairun min alfi karomah” yaitu istiqamah itu lebih baik dari pada seribu karomah. Rasulullah sangat memperhatikan istiqamah ini dalam setiap hal , contoh istiqamah dalam sholat, rasulullah melakukan sholat di awal waktu. Ini merupakan salah satu contoh dalam kehidupan rasulullah.14
Nilai istiqamah yang dikembangkan oleh pesantren Al-Is’af Kalabaan Sumenep ini meliputi istiqamah dalam melakulan sholat lima waktu lengkap dengan sholat rawatibnya, istiqamah dalam menggunakan waktu belajar, istiqamah dalam menghafal pelajaran, istiqamah dalam menghatamkan al-Quran. Hal ini juga dijelaskan dari Kiai Kayyis (pengurus senior)berikut penjelasannya:
“Salah satu bentuk budaya istiqamah yang sudah tertanam di pondok pesanteren ini adalah budaya istiqamah dalam melakukan sholat jamaah maktubah. Dari nilai istiqamah sholat maktubah berjamaah ini, kami kembangkan lagi menjadi budaya istiqamah melakukan sholat rawatib, tahajud, dan dhuha. Dan semua ini sudah menjadi budaya bukan hanya pada santri namun semua warga pesantren, mulai dari pengurus pesantren atau para ustadz”.15
14Kiai Latfan,Wawancara, Pondok Pesantren al-Is’af Kalabaan Sumenep, 18 - 05-2015
15
Kiai Kayyis,Wawancara, Pondok Pesantren al-Is’af Kalabaan Sumenep, 19 - 05-2015
Kiai sebagai pimpinan di pondok pesantren telah memberikan contoh kepada semua warga pesantren tentangistiqamah dalam melaksanakan sholat lima waktu berjamaah, sholat rawatib, sholat dhuha dan sholat tahajud. Berikut penjelasan dari Mahmudi (santri):
“Kiai sebagai pengasuh pondok pesantren atau pimpinan pesantrensangat disiplin dalam memimpin sholat jamah. Beliau jarang absen melakukan sholat jamaah, sekalipun sakit beliau tetap memimpin sholat jamaah. Pada waktu ayah kandung beliau menjadi pengasuh pondok pesantren al-Isaf Kalabaan ini, beliau hanya membudayakan sholat jamaah magrib, isya’ dan subuh. Setelah beliau wafat dan kepemimpinan pesantren dipimpin oleh putranya yaitu Kiai Latfan, beliau mengembangkan sholat jamaah ini menjadi lima waktu, jadi santri dibudayakan berjamaah sholat lima waktu dan di tambah jamaah sholat tahajud dan dhuha. Bahkan beliau membudayakan sholat rawatib dalam sholat maktubah.16
Kedisiplinan juga menyangkut masalah belajar, pesantren dalam masalah ini membuat jadwal belajar santri. Berikut penjelasan dari Kiai Kayyis (ketua pengurus pesantren):
”Segala aktifitas di pondok pesantren sudah diatur, misalkan jam belajar. Pada malam hari jam belajar santri di mulai dari jam 21.00 sampai jam 22.00, ketika sudah sampai pada jam belajar, semua santri dengan kesadarannya belajar semua. Mereka belajar dengan berbagai cara, ada yang belajar kelompok, ada yang belajar sendiri-sendiri, dan lain sebagainya. Pada jam belajar itu tidak ada satupun santri yang tidak belajar.mereka belajar serentak sehingga suasana ilmiyah betul-betul terasa”.17
Budaya istiqamah juga menyangkut santri dalam menghatamkan qur’an,berikut penjelasan dari kiai ustad Naufal (ustad senior):
“Santri di pondok ini sudah di budayakan dalam menghatamkan qur’an setiap bulan, jadi semua santri dalam satu bulan sudah hatam. Namun kami kembangkan lagi menjadi dua kali hatam dalam satu bulan18. 16
Mahmudi,Wawancara, Pondok Pesantren al-Is’af Kalabaan Sumenep, 19 - 05- 2015 17
Kiai Kayyis,Wawancara, Pondok Pesantren al-Is’af Kalabaan Sumenep, 19 - 05-2015
18
Ustad Naufal,Wawancara, Pondok Pesantren al-Is’af Kalabaan Sumenep, 19 - 05-2015
Kedisiplinan juga menyangkut pada hal lain, misalkan waktu menanak. Di pesntren ini, jadwal menanak juga ada waktu yang ditentukan oleh pesantren. berikut penjelasan dari Erfan (santri):
“Di pesantren ini waktu menanak santri ada waktu yang ditentukan pesantren, pada siang hari jadwal memasak santri itu pada jam 10.00 sampai jam 11.00. sebelum jam itu tidak ada santri yang memasak, karena mereka santri masih mengikuti kegiatan pesantren”.19
Salah satu budaya pesantren yang dikembangkan adalah istiqamah ziarah kubur. Berikut penjelasan dari kiai ustad Naufal(ustad Senior)
“Di pesantren ini ada tradisi ziarah kubur, tradisi ini sudah berjalan sejak pertama kali pesantren ini didirikan. Objek yang diziarahi adalah makam para pendiri pesanteren dan mayaikh yang sudah meninggal dunia. Semua warga pesantren sehabis sholat jamaah subuh secara bersama-sama mendatangi makam para masyaikh yang tempatnya tidak jauh dari pesantren. awalnya mereka di kuburan membaca yasin dan tahlil yang dipimpin oleh pengasuh.Semenjak wafatnya pendiri pesantren dan kepemimpinan pesantren diganti oleh putranya yaitu kiai Latfan, tradisi ziarah kubur ini dikembangkan, yang memimpin tahlil dan yasin bukan lagi kiai, akan tetapi dipimpin oleh semua santri dengan bergiliran. Setelah pembacaan yasin dan tahlil bersama, santri yang bertugas memimpin pembacaan yasin dan tahlil tersebut menyampaikan terkait dengan keagamaan dan pentingnya ziarah kubur.20
Dari pengamatan yang dilakukan peneliti, peneliti sitiap waktu pagi menyaksikan semua santri pada pagi hari berbondong bondong mendatangai makam pada pendiri pondok pesantren dengan berjalan kaki. Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai istiqamah dalam hal ziarah kubur sudah tertanam dalam diri semua santri.21
19
Erfan,Wawancara, Pondok Pesantren al-Is’af Kalabaan Sumenep, 19 - 05- 2015 20Ustad Naufal,Wawancara, Pondok Pesantren al-Is’af Kalabaan Sumenep, 19 - 05-2015
21
Dari hasil wawancara dan observasi di atas, dapat diketahui bahwa budaya istiqamah atau disiplin sudah tertanam di pondok pesantren al-Is’af Kalabaan Sumenep ini. Nilai istiqamah yang dikembangkan diantaranya (a) Melakulan sholat berjamaah lima waktu lengkap dengan sholat rawatibnya, serta istiqamah sholat jamaah tahajud dan dhuha, (b) Istiqamah dalam menggunakan waktu belajar, (c) Istiqamah dalam menghafal pelajaran, (d) istiqamah dalam menghatamkan al-Quran, (e) istiqamah melakukan ziarah kubur .