• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Sosial

Dalam dokumen Muhammad Sholehuddin S841108017 (Halaman 66-74)

TINJAUAN PUSTAKA

4) Nilai Sosial

Kata “sosial” berarti hal-hal ya ng berkenaan dengan

masyarakat/ kepentingan umum. Nilai sosial merupakan hikmah yang

dap at diambil dari perilaku sosial dan tata cara hidup sosial. Perilaku

so sial brup a sikap seseorang terhad ap peristiwa yang terjadi di

sekitarn ya yang ada hu bu ngannya dengan o rang lain, cara berpikir, dan

hubungan sosial b ermasyarakat antar individu. Nilai sosial yang ada

dalam karya sastra d apat dilihat dari cerminan kehidupan masyarakat

yang diinterp retasikan (Ro syadi, 1995: 80). Nilai p endidikan so sial

akan menjad ikan manusia sadar aka n p entingn ya kehidupan

berkelompok dalam ikatan kekeluargaan antara satu ind ividu d engan

individu lainnya.

Nilai sosial mengacu pada hubungan individu d engan individu

yang lain dalam sebuah masyarakat. Bagaimana seseorang haru s

bersikap, bagaimana cara mere ka menyelesaikan masalah, dan

menghadapi situasi tertentu ju ga termasuk dalam nilai so sial. Dalam

masyarakat Ind onesia yang sangat beraneka ragam coraknya,

keseimbangan masyarakat. Sejalan dengan pend apat tersebut nilai

so sial d apat d iartikan sebagai landasan bagi masyarakat untuk

merumuskan apa yang benar d an penting, memiliki ciri-ciri tersend iri,

dan berp eran p enting untuk me ndoro ng d an mengarahkan ind ividu

agar berbuat sesuai norma yang berlaku.

Jadi nilai sosial dapat d isimpulkan sebagai kumpulan sikap dan

perasaan yang diwujudkan melalui perilaku yang mempengaruhi

perilaku seseorang yang memiliki nilai tersebut. Nilai so sia l

merupakan sikap-sikap dan perasaan yang diterima secara luas oleh

masyarakat d an merupakan dasar untu k meru muskan apa yang b enar

dan apa yang penting. Karya sastra ju ga mengungkapkan nilai

pendidikan sosial. Dengan membaca banyak karya sastra, diharap kan

perasaan pembaca lebih peka terhadap perso alan-persoalan

kemanusiaan, lebih dalam p enghayatan sosialitasnya, sehingga lebih

mencintai keadilan dan kebenaran.

B. Penelitian Yang Relevan

Dalam bagian ini akan dikemukakan kajian kepustakaan tentang hasil

penelitian yang relevan yang mempu nyai relevansi dengan p enelitian ini antara

la in:

1. I Ketut Sudewa. 2012. Sajak Nya nyia n Angsa karya WS. Rend ra: Analisis

Hasil penelitian ini men yimpulkan bahwa secara antropolo gis, to koh

M aria Zaitun sebagai individu pengungkap suatu budaya, seperti b ud aya

masyarakat kelas atas (dokter) dan budaya gereja (pastor) ikut memb eri warna

perjalanan budaya masyarakat (Indonesia) pada umu mnya.

2. Suharto no, Bambang Yulianto & Anas Ahmad i. 2 010. Cerita Ra kya t di P ula u

Ma nda ngin: Ka jia n Struktura l Antropolog i Claude Lévi Stra uss. Ju rusan

Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Su rabaya.

Hasil penelitian ini men yimpulkan CRP M d alam kaitann ya denga n

stru ktural-antropologi memuncu lkan lo gika cerita sebagai berikut. P erta ma ,

memuat konsepsi tentang kehidup an, b ahwa dalam kehid up an terdap at

triko tomis, yakni (1) orang yang setia d an percaya kep ada orang lain; (2)

orang yang tidak setia dan tidak percaya kepad a orang lain; dan (3 ) orang yang

berjiwa liminalitas (ambivalensi: kadang-kadang setia, kadang-kadang tidak.

Kedua, terdapat ko nsepsi tentang alam gaib, bahwa d alam alam semesta

terdapat tipe diadik, yakni dunia alam gaib dan dunia manusia. Makhluk alam

gaib tersebut ada yang jahat dan ada yang b aik terhadap manu sia. Ketiga,

konsepsi tentang kepemimp inan negatif bahwa pemimp in dapat bertindak

sewenang-wenang— suatu hal yang kontradiktif ketika rakyatnya p atuh

sebagai imp lementasi rasa ho rmat dan pengu ltu san pemimp in oleh

bawahannya.

3. Debora Korining Tyas. 2010. Ka jian Antropologi Sa stra dan P end idika n Nila i

No vel Bunga Ka r ya Korrie La yun Ra mpan Da la m P embela ja ra n Apr esia si

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penelitian d enga n

pendekatan antropolo gi sa stra terhadap unsur bahasa, religi, mito s, sejarah,

hukum, adat istiadat dan karya sastra mencerminkan p enokohan dan latar

dalam novel Bunga . Unsur-unsur antropologi sastra dalam no vel Bunga

dievaluasi melalu i ranah kognitif siswa, sedangkan p endidikan nilai dap at

dievaluasi melalui rana h afektif.

4. Arif Setyawan. 2012. Nila i-Nila i Buda ya da n P endidika n P riya yi Ja wa da la m

La ngend riya La kon Ra den Da ma rwula n (Kajian NaskahPed alangan Ringgit

Kru cil dengan Pendekatan Filologi dan ntropo logi Sastra).

Hasil penelitian yang berbentuk tesis ini men yimp ulkan bahwa (1 )

Beberapa kesalahan kerap mu ncul dalam Langendr iya, antara lain (a)

kesalahan pada guru la gu, guru ga tra, dan guru wila nga n karena tidak sesu ai

dengan atu ran temba ng ma ca pa t; (b) tidak d ituliskann ya nama tembang; (c)

ketidaksesuaian nama temba ng dengan larik tembang yang ada di bawahnya.

(2) La ngendriya memiliki kekompleksitaskan pada struktur norma-norma

sastranya. Ihwal ini nampak p ada lapis bunyi (sound stra tum), lapis arti (units

of mea ning), serta lapis ketiga ya ng terdiri atas, lapis dunia, tema dan amanat,

dan lap is metafisis. Ketiga lapisan tersebut saling membentuk keterpaduan

hingga membentuk harmonisasi yang solid. (3 ) Nilai-nilai budaya priya yi

dalam La ng endr iya terbagi menjadi tiga unsur, yaitu (a) kompleksitas gagasan

nilai, norma, dan p eraturan budaya priya yi, --pandangan priya yi tentang dunia,

patriarki dalam kehid up an priya yi, kedudu kan wanita d alam kehidupan

kompleksitas aktivitas kelakuan budaya priya yi --pola bahasa di kalangan

pr iya yi, poligami di kalangan priya yi , dan hubungan so sial kelu arga priya yi--;

dan (c) wujud fisik atau bend a hasil kar ya budaya pr iya yi --pusaka priya yi dan

tempat pemujaan--. Nilai-nilai p endidikan dalam La ngendriya antara lain

pendidikan (a) moral--keutamaan berbu at d harma, keutamaan persaudaraan,

kebaikan sikap pemaaf, kesungguhan meraih cita-cita, d an kecintaan terhadap

negara--; (b) pend idikan adat/ tradisi --prinsip kerukunan dan prinsip hormat--;

(c) p endidikan agama, dan (d) pendidikan kepahlawanan.

5. Ikhwanuddin Nasution. 2006. Sa stra da ri Persp ektif Ka jia n Buda ya: Ana lisis

No vel Sa ma n da n La r ung. Dimuat dalam jurnal ilmiah bahasa d an sastra

Universita s Sumatera Utara Vo lume II nomor I April 2006.

Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa perspektif kajian budaya

dapat membuat kajian sastra makin berkemb ang dan meluas pada

fenomena-fenomena sosial budaya yang direpresentasekan oleh kar ya sastra tersebut. Di

samping itu, akan menimb ulkan pengutamaan khusus di bidang sastra dan

kajian sastra me njadi kajian yang interdisip liner, multidisipliner dan

antardisipliner.

Sama n dan La r ung yang di antaranya memiliki tema seksualitas b ila

dikaji melalui perspektif kajian budaya ternyata tidak terjebak pad a

seksualitas dan vu lgar, tetapi seks perempuan merup akan problematik yang

menyangkut sosial, bud aya, politik bahkan agama.

Beberapa hasil kesimpu lan penelitian yang disebutkan terseb ut

terletak p ada penerapan pendekatan antropologi sastra dalam mengkaji karya

sastra sedangkan perbedaannya terletak p ada objek penelitian yang dikaji.

Perbedaan mendasar pada kajian antropolo gi sastra d ibandingkan d engan

penelitian-penelitian sebelumnya adalah pada pendekatan yang digunakan.

Selain menggunakan metod e antropolo gi sastra, penelitian ini diperkaya

dengan penggunaan teori antropologi mod ern seb agai dasar analisisnya.

Dengan penggunaan teori tersebut dapat diungkapkan wujud ko nkret

kebudayaan yang terkandung dalam novel. Perbedaan la in juga terletak pad a

penggunaan analisis nilai-nilai pendidikan dalam karya sastra.

C. Kerangka Berpikir

Dalam penelitian sastra ini, novel sebagai salah satu genre karya sastra,

akan dijadikan sebagai objek utama penelitian. Novel adalah penggambaran

lingkungan kemasyarakatan serta jiwa toko h yang hidup di d alam masa, di suatu

tempat. Secara sosiologi manu sia dan peristiwa d alam novel adalah pantulan

realitas yang dicerminkan oleh pengarang, dan suatu kead aan tertentu dalam suatu

masyarakat dan tempat tertentu.

Kajian dalam p enelitian ini d ifokuskan pada aspek antropologi sastra dan

nilai pendidikan dalam novel. Penelitian antropologi sastra terhadap sebuah karya

sastra berusaha melihat perjalanan atau sikap ind ividu to koh cerita yang mewarnai

dan p engungkap budaya masyarakat tertentu yang terkandung dalam karya sastra

Penerapan pendekatan antropologi sastra dalam penelitian ini d iarahkan

pada kajian unsur-unsur bud aya dalam novel. Secara ko nkret p enelitia n

antropologi sastra difokuskan pad a analisis kompleksitasitas ide, kompleksitasitas

aktivitas tokoh, dan kompleksitasitas hasil buda ya dalam novel Ca Ba u Kan karya

Rem y Sylado. Selain itu analisis juga dilakukan pada aspek nilai pendidikan yang

terkandung dalam nove l tersebut. Analisis nilai pendidikan dalam novel tersebut

difo kuskan pada nila i religi, nilai moral, nilai sosial dan nilai budaya.

Dengan fokus kajian pada asp ek antropologi sastra dan nilai pendidikan

tersebut akan diperoleh hasil yang lengkap yang meliputi (1) kompleksitasitas id e

novel Ca Ba u Ka n, (2) kompleksitasitas aktivitas tokoh nove l Ca Ba u Ka n,(3)

kompleksitasitas hasil budaya novel Ca Ba u Ka n dan (4) nilai pend idikan novel

Berikut ini bagan kerangka berpikir penelitian digambarkan secara

ringkas.

Gambar 2. Kerangka Berpikir Penelitian NOVEL CA BAU KAN

ANTROPOLOGI SAS TRA NILAI PENDIDIKAN 1. KOMPLEKSITAS IDE 2. KOMPLEKS ITAS AKTIVITAS TOKOH 3. KOMPLEKSITAS HASIL BUDAYA 1. NILAI AGAMA 2. NILAI MORAL 3. NILAI SOSIAL 4. NILAI BUDAYA SIMPULAN

1. Kompleksitas Ide No vel Ca Ba u Ka n

2. Kompleksitas Aktivitas Tokoh Novel Ca Ba u Kan

3. Kompleksitas Hasil Bu daya Novel Ca Bau Ka n 4. Nilai Pendidikan No vel Ca Ba u Ka n

BAB III

Dalam dokumen Muhammad Sholehuddin S841108017 (Halaman 66-74)

Dokumen terkait