TINJAUAN PUSTAKA
4) Nilai Sosial
Kata “sosial” berarti hal-hal ya ng berkenaan dengan
masyarakat/ kepentingan umum. Nilai sosial merupakan hikmah yang
dap at diambil dari perilaku sosial dan tata cara hidup sosial. Perilaku
so sial brup a sikap seseorang terhad ap peristiwa yang terjadi di
sekitarn ya yang ada hu bu ngannya dengan o rang lain, cara berpikir, dan
hubungan sosial b ermasyarakat antar individu. Nilai sosial yang ada
dalam karya sastra d apat dilihat dari cerminan kehidupan masyarakat
yang diinterp retasikan (Ro syadi, 1995: 80). Nilai p endidikan so sial
akan menjad ikan manusia sadar aka n p entingn ya kehidupan
berkelompok dalam ikatan kekeluargaan antara satu ind ividu d engan
individu lainnya.
Nilai sosial mengacu pada hubungan individu d engan individu
yang lain dalam sebuah masyarakat. Bagaimana seseorang haru s
bersikap, bagaimana cara mere ka menyelesaikan masalah, dan
menghadapi situasi tertentu ju ga termasuk dalam nilai so sial. Dalam
masyarakat Ind onesia yang sangat beraneka ragam coraknya,
keseimbangan masyarakat. Sejalan dengan pend apat tersebut nilai
so sial d apat d iartikan sebagai landasan bagi masyarakat untuk
merumuskan apa yang benar d an penting, memiliki ciri-ciri tersend iri,
dan berp eran p enting untuk me ndoro ng d an mengarahkan ind ividu
agar berbuat sesuai norma yang berlaku.
Jadi nilai sosial dapat d isimpulkan sebagai kumpulan sikap dan
perasaan yang diwujudkan melalui perilaku yang mempengaruhi
perilaku seseorang yang memiliki nilai tersebut. Nilai so sia l
merupakan sikap-sikap dan perasaan yang diterima secara luas oleh
masyarakat d an merupakan dasar untu k meru muskan apa yang b enar
dan apa yang penting. Karya sastra ju ga mengungkapkan nilai
pendidikan sosial. Dengan membaca banyak karya sastra, diharap kan
perasaan pembaca lebih peka terhadap perso alan-persoalan
kemanusiaan, lebih dalam p enghayatan sosialitasnya, sehingga lebih
mencintai keadilan dan kebenaran.
B. Penelitian Yang Relevan
Dalam bagian ini akan dikemukakan kajian kepustakaan tentang hasil
penelitian yang relevan yang mempu nyai relevansi dengan p enelitian ini antara
la in:
1. I Ketut Sudewa. 2012. Sajak Nya nyia n Angsa karya WS. Rend ra: Analisis
Hasil penelitian ini men yimpulkan bahwa secara antropolo gis, to koh
M aria Zaitun sebagai individu pengungkap suatu budaya, seperti b ud aya
masyarakat kelas atas (dokter) dan budaya gereja (pastor) ikut memb eri warna
perjalanan budaya masyarakat (Indonesia) pada umu mnya.
2. Suharto no, Bambang Yulianto & Anas Ahmad i. 2 010. Cerita Ra kya t di P ula u
Ma nda ngin: Ka jia n Struktura l Antropolog i Claude Lévi Stra uss. Ju rusan
Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Su rabaya.
Hasil penelitian ini men yimpulkan CRP M d alam kaitann ya denga n
stru ktural-antropologi memuncu lkan lo gika cerita sebagai berikut. P erta ma ,
memuat konsepsi tentang kehidup an, b ahwa dalam kehid up an terdap at
triko tomis, yakni (1) orang yang setia d an percaya kep ada orang lain; (2)
orang yang tidak setia dan tidak percaya kepad a orang lain; dan (3 ) orang yang
berjiwa liminalitas (ambivalensi: kadang-kadang setia, kadang-kadang tidak.
Kedua, terdapat ko nsepsi tentang alam gaib, bahwa d alam alam semesta
terdapat tipe diadik, yakni dunia alam gaib dan dunia manusia. Makhluk alam
gaib tersebut ada yang jahat dan ada yang b aik terhadap manu sia. Ketiga,
konsepsi tentang kepemimp inan negatif bahwa pemimp in dapat bertindak
sewenang-wenang— suatu hal yang kontradiktif ketika rakyatnya p atuh
sebagai imp lementasi rasa ho rmat dan pengu ltu san pemimp in oleh
bawahannya.
3. Debora Korining Tyas. 2010. Ka jian Antropologi Sa stra dan P end idika n Nila i
No vel Bunga Ka r ya Korrie La yun Ra mpan Da la m P embela ja ra n Apr esia si
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penelitian d enga n
pendekatan antropolo gi sa stra terhadap unsur bahasa, religi, mito s, sejarah,
hukum, adat istiadat dan karya sastra mencerminkan p enokohan dan latar
dalam novel Bunga . Unsur-unsur antropologi sastra dalam no vel Bunga
dievaluasi melalu i ranah kognitif siswa, sedangkan p endidikan nilai dap at
dievaluasi melalui rana h afektif.
4. Arif Setyawan. 2012. Nila i-Nila i Buda ya da n P endidika n P riya yi Ja wa da la m
La ngend riya La kon Ra den Da ma rwula n (Kajian NaskahPed alangan Ringgit
Kru cil dengan Pendekatan Filologi dan ntropo logi Sastra).
Hasil penelitian yang berbentuk tesis ini men yimp ulkan bahwa (1 )
Beberapa kesalahan kerap mu ncul dalam Langendr iya, antara lain (a)
kesalahan pada guru la gu, guru ga tra, dan guru wila nga n karena tidak sesu ai
dengan atu ran temba ng ma ca pa t; (b) tidak d ituliskann ya nama tembang; (c)
ketidaksesuaian nama temba ng dengan larik tembang yang ada di bawahnya.
(2) La ngendriya memiliki kekompleksitaskan pada struktur norma-norma
sastranya. Ihwal ini nampak p ada lapis bunyi (sound stra tum), lapis arti (units
of mea ning), serta lapis ketiga ya ng terdiri atas, lapis dunia, tema dan amanat,
dan lap is metafisis. Ketiga lapisan tersebut saling membentuk keterpaduan
hingga membentuk harmonisasi yang solid. (3 ) Nilai-nilai budaya priya yi
dalam La ng endr iya terbagi menjadi tiga unsur, yaitu (a) kompleksitas gagasan
nilai, norma, dan p eraturan budaya priya yi, --pandangan priya yi tentang dunia,
patriarki dalam kehid up an priya yi, kedudu kan wanita d alam kehidupan
kompleksitas aktivitas kelakuan budaya priya yi --pola bahasa di kalangan
pr iya yi, poligami di kalangan priya yi , dan hubungan so sial kelu arga priya yi--;
dan (c) wujud fisik atau bend a hasil kar ya budaya pr iya yi --pusaka priya yi dan
tempat pemujaan--. Nilai-nilai p endidikan dalam La ngendriya antara lain
pendidikan (a) moral--keutamaan berbu at d harma, keutamaan persaudaraan,
kebaikan sikap pemaaf, kesungguhan meraih cita-cita, d an kecintaan terhadap
negara--; (b) pend idikan adat/ tradisi --prinsip kerukunan dan prinsip hormat--;
(c) p endidikan agama, dan (d) pendidikan kepahlawanan.
5. Ikhwanuddin Nasution. 2006. Sa stra da ri Persp ektif Ka jia n Buda ya: Ana lisis
No vel Sa ma n da n La r ung. Dimuat dalam jurnal ilmiah bahasa d an sastra
Universita s Sumatera Utara Vo lume II nomor I April 2006.
Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa perspektif kajian budaya
dapat membuat kajian sastra makin berkemb ang dan meluas pada
fenomena-fenomena sosial budaya yang direpresentasekan oleh kar ya sastra tersebut. Di
samping itu, akan menimb ulkan pengutamaan khusus di bidang sastra dan
kajian sastra me njadi kajian yang interdisip liner, multidisipliner dan
antardisipliner.
Sama n dan La r ung yang di antaranya memiliki tema seksualitas b ila
dikaji melalui perspektif kajian budaya ternyata tidak terjebak pad a
seksualitas dan vu lgar, tetapi seks perempuan merup akan problematik yang
menyangkut sosial, bud aya, politik bahkan agama.
Beberapa hasil kesimpu lan penelitian yang disebutkan terseb ut
terletak p ada penerapan pendekatan antropologi sastra dalam mengkaji karya
sastra sedangkan perbedaannya terletak p ada objek penelitian yang dikaji.
Perbedaan mendasar pada kajian antropolo gi sastra d ibandingkan d engan
penelitian-penelitian sebelumnya adalah pada pendekatan yang digunakan.
Selain menggunakan metod e antropolo gi sastra, penelitian ini diperkaya
dengan penggunaan teori antropologi mod ern seb agai dasar analisisnya.
Dengan penggunaan teori tersebut dapat diungkapkan wujud ko nkret
kebudayaan yang terkandung dalam novel. Perbedaan la in juga terletak pad a
penggunaan analisis nilai-nilai pendidikan dalam karya sastra.
C. Kerangka Berpikir
Dalam penelitian sastra ini, novel sebagai salah satu genre karya sastra,
akan dijadikan sebagai objek utama penelitian. Novel adalah penggambaran
lingkungan kemasyarakatan serta jiwa toko h yang hidup di d alam masa, di suatu
tempat. Secara sosiologi manu sia dan peristiwa d alam novel adalah pantulan
realitas yang dicerminkan oleh pengarang, dan suatu kead aan tertentu dalam suatu
masyarakat dan tempat tertentu.
Kajian dalam p enelitian ini d ifokuskan pada aspek antropologi sastra dan
nilai pendidikan dalam novel. Penelitian antropologi sastra terhadap sebuah karya
sastra berusaha melihat perjalanan atau sikap ind ividu to koh cerita yang mewarnai
dan p engungkap budaya masyarakat tertentu yang terkandung dalam karya sastra
Penerapan pendekatan antropologi sastra dalam penelitian ini d iarahkan
pada kajian unsur-unsur bud aya dalam novel. Secara ko nkret p enelitia n
antropologi sastra difokuskan pad a analisis kompleksitasitas ide, kompleksitasitas
aktivitas tokoh, dan kompleksitasitas hasil buda ya dalam novel Ca Ba u Kan karya
Rem y Sylado. Selain itu analisis juga dilakukan pada aspek nilai pendidikan yang
terkandung dalam nove l tersebut. Analisis nilai pendidikan dalam novel tersebut
difo kuskan pada nila i religi, nilai moral, nilai sosial dan nilai budaya.
Dengan fokus kajian pada asp ek antropologi sastra dan nilai pendidikan
tersebut akan diperoleh hasil yang lengkap yang meliputi (1) kompleksitasitas id e
novel Ca Ba u Ka n, (2) kompleksitasitas aktivitas tokoh nove l Ca Ba u Ka n,(3)
kompleksitasitas hasil budaya novel Ca Ba u Ka n dan (4) nilai pend idikan novel
Berikut ini bagan kerangka berpikir penelitian digambarkan secara
ringkas.
Gambar 2. Kerangka Berpikir Penelitian NOVEL CA BAU KAN
ANTROPOLOGI SAS TRA NILAI PENDIDIKAN 1. KOMPLEKSITAS IDE 2. KOMPLEKS ITAS AKTIVITAS TOKOH 3. KOMPLEKSITAS HASIL BUDAYA 1. NILAI AGAMA 2. NILAI MORAL 3. NILAI SOSIAL 4. NILAI BUDAYA SIMPULAN
1. Kompleksitas Ide No vel Ca Ba u Ka n
2. Kompleksitas Aktivitas Tokoh Novel Ca Ba u Kan
3. Kompleksitas Hasil Bu daya Novel Ca Bau Ka n 4. Nilai Pendidikan No vel Ca Ba u Ka n
BAB III