DIVESTMENT OF SUBSIDIARIES AND BUSINESS UNIT (continued)
28. OBLIGASI KONVERSI (lanjutan) CONVERTIBLE BONDS (continued)
Berikut beberapa kondisi yang harus dipenuhi sebelum skema tersebut menjadi efektif:
h. The following conditions must be satisfied prior to the scheme becoming effective:
1. Penandatanganan seluruh dokumen yang diperlukan terkait restrukturisasi yang disetujui oleh Co-Com.
2. Co-Com telah menerima hasil penilaian GAP dari penjamin Penawaran Umum Perdana (IPO) dan Konsultan FTI dalam kapasitasnya sebagai penasehat keuangan Co-Com.
3. GAP, Entitas Induk, PT Surya Global Nusantara, PT Prima Bisnis Utama dan BLD Investment Pte. Ltd. telah memperoleh persetujuan korporasi dan regulator yang diperlukan dan memenuhi persyaratan keterbukaan yang diperlukan sehubungan dengan usulan restrukturisasi. 4. Sehubungan dengan IPO, selain yang telah
diungkapkan dalam prospektus GAP kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak terdapat proses pengadilan atau gugatan hukum lain terhadap GAP.
5. Tidak terdapat proses gugatan pailit yang ditunjukan terhadap GAP.
6. Tidak terdapat perubahan signifikan yang merugikan dengan bisnis atau kondisi keuangan GAP.
7. Kelengkapan bukti ke Co-Com bahwa pajak yang ditanggung sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana (IPO) telah dibayar lunas oleh PBU dan atau Entitas Induk dan tidak terdapat pajak lain yang harus ditanggung oleh Holdco (Wali Amanat pihak ketiga yang mewakili pemegang obligasi dalam proses restrukturisasi) dan/atau para pemegang obligasi.
8. Penempatan saham GAP di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dikelola oleh Madison Pacific Trust Limited atas nama PBU.
9. Jaminan atas saham GAP yang telah ditandatangani dan berlaku efektif.
i. 1. Execution of all documents necessary to consummate the proposed restructuring, in each case in form and substance satisfactory to Co- Com.
2. Receipt by Co-Com of satisfactory valuations in relation to GAP from the Initial Public Offering (IPO) underwritter and FTI Consulting, in its capacity as financial advisor to the Co-Com. 3. Each of GAP, the Company, PT Surya Global
Nusantara, PT Prima Bisnis Utama dan BLD Investment Pte. Ltd. obtaining all requisite corporate, regulatory and other approvals and complying with all disclosure obligations to regulators in connection with the proposed restructuring.
4. Other than as disclosed in the prospectus filed by GAP with the Financial Services Authority (OJK) in connection with the IPO, no litigation or arbritation proceedings ot other claims shall have been instituted againts GAP.
5. No insolvency proceedings shall have been instituted against GAP.
6. No material adverse change in the business or financial condition of GAP.
7. Provision of evidence satisfactory to Co-Com that any tax incurred by PBU in connection with the Initial Public Offering (IPO) has been paid in full by PBU and/or the Company and no Party shall seek to recover any amounts paid in respect of any such tax from Holdco (third party Trustee representing bondholders in restructuring process) and/or the Bondholders.
8. The deposit of GAP shares into a Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sub-account held by Madison Pacific Trust Limited on behalf of PBU.
9. The execution and effectiveness of the GAP share security.
Nota kesepahaman tersebut berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2016.
j. The memorandum is valid untl the date of December 31, 2016.
Pada tanggal 23 Desember 2016, Entitas Induk dan Co-Com menandatangani perpanjangan Nota Kesepahaman yang menyatakan bahwa kesepakatan tentang restrukturisasi tidak berlaku apabila sampai dengan tanggal 30 Juni 2017, restrukturisasi belum diselesaikan.
k. On December 23, 2016, a Company and Co-Com signed an extention of Memorandum of Understanding stating that the agreement on restructuring is no longer valid if the restructuring has not been completed untill June 30, 2017.
Pada tanggal 19 Mei 2017, Entitas Induk telah melakukan pendaftaran pada Pengadilan Tinggi Singapura atas permohonan Moratorium dalam restrukturisasi ELB. Sehubungan dengan adanya perubahan Undang-Undang Perusahaan di Singapura, maka permohonan tersebut ditarik kembali untuk dilengkapi sesuai dengan persyaratan dalam perubahan Undang-Undang Perusahaan di Singapura tersebut (lihat Catatan 50 butir b).
On May 19, 2017, the Company entered into High Court of Singapore on the request of Moratorium in ELB restructuring. In connection with the amendment of the Companies Law in Singapore, the application is withdrawn to be completed in accordance with the requirements of the amendment of the Companies Law in Singapore (see Note 50 point b).
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. OBLIGASI KONVERSI (lanjutan) 28. CONVERTIBLE BONDS (continued)
Pada tanggal 8 Agustus 2017, Entitas Induk telah melakukan pendaftaran pada Pengadilan Tinggi Singapura atas permohonan Moratorium dalam restrukturisasi ELB setelah melengkapi persyaratan yang ditentukan dalam Undang-Undang Perusahaan yang baru.
On August 8, 2017, the Company entered into High Court of Singapore on the request of Moratorium in ELB restructuring after complete the requirements specified in the new Company Law.
Saat ini Entitas Induk dan Co-Com sepakat untuk tidak memperpanjang Nota Kesepahaman, karena pokok- pokok dalam Nota Kesepahaman sudah diajukan dalam permohonan Moratorium kepada Pengadilan Tinggi Singapura. Pokok-pokok dalam Nota Kesepahaman akan dibahas dalam Moratorium untuk memperoleh persetujuan dari pemegang obligasi melalui rapat kreditur berdasarkan perintah Pengadilan Tinggi Singapura.
Currenty, the Company and Co-Com have agreed not to extend the Memorandum of Understanding (MoU) as the points in the MoU have been submitted in the Moratorium request to the Singapore High Court. The points in the MoU will be discussed in a Moratorium to obtain approval from bondholders through a creditor meeting under the orders of the Singapore High Court
29. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP 29. LIABILITY FOR PURCHASE OF FIXED ASSETS
Grup menandatangani perjanjian utang pembelian aset tetap untuk pembelian kendaraan bermotor dengan rincian sebagai berikut:
The Group entered into liability for purchase of fixed assets agreement to purchase transportation equipment with detail as follows:
30 September 2017 / 31 Desember 2016 /
September 30, 2017 December 31, 2016
PT Astra Sedaya Finance 761.819.258 1.450.992.420 PT Astra Sedaya Finance
PT Mandiri Tunas Finance 292.000.088 208.501.755 PT Mandiri Tunas Finance
PT Astra Credit Company 26.918.583 55.469.550 PT Astra Credit Company
PT Panin Bank Tbk. 2.311.809 23.330.890 PT Panin Bank Tbk.
Jumlah 1.083.049.738 1.738.294.615 Total
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam
satu tahun (166.480.424 ) (790.859.453 ) Less current portion
Bagian jangka panjang 916.569.314 947.435.162 Long-term portion
Pembayaran utang pembelian aset tetap minimum di masa datang adalah sebagai berikut:
Future minimum payment of liability for purchase of fixed assets are as follows:
30 September 2017 / 31 Desember 2016 /
September 30, 2017 December 31, 2016
Periode yang berakhir pada For the months period ended
tanggal 30 September: September 30:
2017 - 1.380.612.874 2017 2018 843.084.141 376.046.966 2018 2019 289.340.013 222.762.121 2019 2020 150.311.928 124.874.580 2020 2021 89.992.127 7.107.682 2021 2022 20.338.779 - 2022 Jumlah 1.393.066.988 2.111.404.223 Total
Dikurangi bunga (310.017.250 ) (373.109.608 ) Less interest
Nilai sekarang liabilitas 1.083.049.738 1.738.294.615 Present value of liability
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam
satu tahun (166.480.424 ) (790.859.453 ) Less current portion
Bagian jangka panjang 916.569.314 947.435.162 Long-term portion
Utang pembelian aset tetap dijamin dengan aset yang dibeli dengan utang tersebut.
Liability for purchase of fixed assets are secured by the related assets.