BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
1. Observasi Pra Penelitian
A. Deskripsi Penelitian
Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dalam pembelajaran akuntansi ini telah dilaksanakan pada siswa kelas X akuntansi, SMK Marsudi Luhur 1 Yogyakarta. Penelitian diawali dengan kegiatan pra penelitian pada tanggal 25 April 2011 pada jam ke-6. Kegiatan pra penelitian meliputi observasi terhadap guru, observasi siswa, observasi kelas, wawancara terhadap guru dan siswa, serta pembagian kuesioner minat. Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui kondisi awal dari kegiatan belajar mengajar di kelas X akuntansi SMK Marsudi Luhur 1 Yogyakarta. Sedangkan tujuan dari pembagian kuesioner adalah untuk mengetahui minat awal siswa sebelum diterapkannya pembelajaran kooperatif TGT. Setelah observasi, PTK dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2011 pada pukul 08.45 WIB sampai dengan pukul 10.45 WIB. Penerapan PTK berdasarkan model pembelajaran kooperatif dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Observasi pra penelitian
Observasi pendahuluan dilaksanakan pada hari Senin, 25 April 2011 pada saat jam pelajaran ke-6 (pukul 11.00 – 11.45). Guru mitra dalam penelitian ini adalah Ibu Dra. An. Sri Sunarti sebagai guru
bidang studi akuntansi. Jumlah siswa kelas X akuntansi sebanyak 16 siswa, yang berjenis kelamin perempuan ada 15 siswa dan berjenis kelamin laki-laki 1 siswa. Adapun materi yang dipelajari pada saat observasi pendahuluan ini adalah membahas tentang kartu persediaan dan pencatatan dengan menggunakan metode FIFO dan LIFO. Berikut dapat diuraikan hasil observasi pendahuluan sebelum adanya penerapan TGT:
a. Observasi guru (observing teacher)
Kegiatan guru selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan guru (lampiran 1a, hal 110). Kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam, memeriksa kesiapan siswa, dan guru mengulas kembali materi sebelumnya dan mengkaitkannya dengan materi yang akan disampaikan pada hari itu. Materi yang dibahas pada pembelajaran saat itu adalah tentang kartu persediaan. Guru melakukan apersepsi dengan cara bertanya jawab dengan siswa. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan kembali pelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yang akan dipelajari.
Pada awalnya, kondisi kelas masih belum kondusif untuk pembelajaran, siswa banyak yang masih mengobrol dengan temannya dan melakukan aktivitas sendiri. Guru berusaha untuk mengendalikan kelas dengan cara menyapa dan menjelaskan
kepada mereka bahwa kegiatan pembelajaran akan segera dimulai. Secara bertahap kondisi kelas menjadi kondusif untuk belajar. Saat kondisi kelas telah kondusif, guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Selesai menyampaikan materi pembelajaran, guru memberi soal kepada siswa lalu menunjuk 2 orang siswa untuk maju mengerjakan ke depan kelas. Soal yang diberikan tentang pencatatan menggunakan metode FIFO. Guru berusaha menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran dengan cara guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk merangsang pengetahuan mereka, namun siswa pasif untuk menjawab dan menunggu guru yang menunjuk mereka. Guru memang telah berusaha mengaktifkan siswa, namun proses pembelajaran yang cenderung monoton menyebabkan siswa memiliki motivasi yang rendah dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada akhir pembelajaran, guru mengucapkan salam penutup dan mengingatkan siswa untuk membaca materi berikutnya.
Berikut ini disajikan rangkuman awal observasi terhadap perilaku atau aktivitas guru selama proses belajar mengajar berlangsung (Buku Pedoman Pelaksanaan PPL, hal 33):
Tabel 5.1
Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru Sebelum Implementasi TGT
NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR
I 1. 2. II 1. 2. III A. 1. 2. 3. 4. B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. C. 1. PRA PEMBELAJARAN Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media Memeriksa kesiapan siswa
MEMBUKA PEMBELAJARAN Melakukan kegiatan apersepsi
Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya
KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran
Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran
Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar
Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Pendekatan/strategi pembelajaran
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa Melaksanakan pembelajaran secara runtut Melaksanakan pembelajaran yang
terkoordinasi
Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual
Mengakomodasi adanya keragaman budaya Nusantara
Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang dialokasikan
Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
Menunjukkan keterampilan dalam menggunakan media 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5
2. 3. 4. D. 1. 2. 3. 4. 5. 6. E. 1. 2. F. 1. 2. 3. 4. G. 1. 2. 3. IV A. 1. 2.
Menghasilkan pesan yang menarik Menggunakan media secara efektif dan efisien
Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Pembelajaran yang memicu dan
memelihara keterlibatan siswa
Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran
Merespons positif partisipasi siswa
Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan siswa-siswa
Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa
Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif
Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar
Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi
Menumbuhkan sikap ekonomis Menumbuhkan sikap produktif Penilaian proses dan hasil belajar Melakukan penilaian awal
Memantau kemajuan belajar
Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi
Penggunaan bahasa
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar
Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai
PENUTUP
Refleksi dan rangkuman pembelajaran Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa
Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5
B. 1. 2.
Pelaksanaan tindak lanjut
Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi
Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai pengayaan
1 2 4 5 1 2 4 5
b. Observasi kelas (observing classroom)
Suasana serta aktivitas kelas selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan kelas (lampiran 2a, hal 112). Secara fisik ruang kelas X akuntansi cukup memadai untuk proses belajar mengajar. Kekurangannya adalah ruangan kelas yang sempit. Dengan ruangan yang sempit, maka ruang gerak siswa dan guru di kelas menjadi sangat terbatas. Dalam hal fasilitas, secara umum relatif lengkap. Fasilitas yang disediakan di kelas tersebut adalah whiteboard, meja guru, kursi guru, kursi siswa, meja untuk siswa, papan pengumuman dan kipas angin. Selain itu, di dalam kelas juga disediakan buku untuk mencatat kemajuan kelas. Dalam ruang kelas tersedia ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara ke dalam kelas lancar. Pencahayaan kelas juga sudah cukup baik. Sedangkan untuk tata letak kelas, masih ada sedikit kekurangan karena helm-helm milik siswa diletakkan di dalam kelas dan tidak tertata dengan rapi sehingga menggangu pemandangan dan kerapihan kelas. Lingkungan kelas sudah cukup kondusif untuk pembelajaran. Selain itu, suara kendaraan yang lalu lalang di jalan juga tidak begitu terdengar karena letak sekolah cukup jauh dari jalan besar.
Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa terlihat belum siap mengikuti pembelajaran, selain itu guru kurang tegas dalam menegur siswa yang ribut. Hal ini mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif untuk belajar. Ketidaksiapan siswa mengikuti pembelajaran juga mengakibatkan siswa membuat kegaduhan dengan cara mengajak temannya mengobrol. Dalam mengajar di kelas guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Dari rangkaian keadaan kelas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.2
Kondisi Kelas Selama Proses Pembelajaran
No Deskriptor Ya Tidak Catatan
1. Fasilitas di dalam kelas mendukung proses pembelajaran
√ Tersedia papan tulis, meja dan kursi
2. Suasana kelas cukup kondusif dalam proses pembelajaran √ Guru kurang tegas sehingga suasana kelas kurang kondusif untuk pembelajaran 3. Siswa membuat
kegaduhan √ Ada beberapa siswa yang mengobrol 4. Guru memberikan penghargaan √ 5. Ada kegiatan menarik dalam belajar √ 6. Siswa bertanya
kepada guru jika mengalami kesulitan
√ 7. Guru membantu
siswa jika mengalami kesulitan
c. Observasi siswa (observing student)
Perilaku siswa selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan siswa (lampiran 3a, hal 114). Saat pelajaran akan dimulai, siswa masih sibuk dengan dirinya sendiri. Kebanyakan siswa masih mengobrol dengan temannya. Setelah guru mengucapkan salam, beberapa siswa mulai memperhatikan guru sementara yang lain masih ada yang mengobrol dengan temannya. Setelah guru menegur mereka, kondisi kelas menjadi lebih kondusif. Siswa mulai mempersiapkan buku pelajaran akuntansi saat guru mulai menjelaskan materi pelajaran. Selama pembelajaran, siswa terlihat pasif. Saat guru memberi pertanyaan kepada siswa, hanya beberapa siswa yang duduk di depan saja yang berkemauan menjawab pertanyaan. Sedangkan siswa yang lain menunggu guru yang menunjuk mereka. Pada pertengahan pembelajaran, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan. Kemudian guru menunjuk siswa untuk maju menuliskan jawaban pada whiteboard. Tetapi, tidak semua siswa menanggapi dengan antusias jawaban siswa atas soal yang dituliskan teman mereka di whiteboard. Berdasarkan kondisi yang demikian, peneliti dapat menyimpulkan kurangnya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran. Hal ini disebabkan metode pembelajaran yang digunakan guru tidak menuntut siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran di kelas.
Dari rangkaian kegiatan siswa tersebut dapat dilihat pada tabel berikut (Buku Pedoman Pelaksanaan PPL, hal 36):
Tabel 5.3
Hasil Observasi terhadap Aktivitas Siswa
No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan 1 Siswa siap mengikuti
proses pembelajaran √ Beberapa siswa yang siap mengikuti pembelajaran 2 Siswa memperhatikan penjelasan guru √ Sebagian siswa saja yang memperhatikan penjelasan guru 3 Siswa menanggapi pembahasan pelajaran √ Tidak semua siswa menanggapi pembahasan pembelajaran 4 Siswa mencatat
hal-hal penting
√ 5 Siswa mengerjakan
tugas dengan baik
√ Kebanyakan siswa tidak mengerjakan tugas sendiri, tetapi meminta bantuan teman yang lain
Berdasarkan hasil observasi pada guru, perilaku siswa, dan suasana kelas serta wawancara dengan guru dan siswa, dapat disimpulkan bahwa selama pembelajaran berlangsung guru cenderung berceramah, tanya jawab, diskusi dan latihan soal saja. Pemilihan metode tersebut memang membuat guru lebih dapat menghemat waktu dan juga karena metode tersebut mudah untuk diterapkan. Akan tetapi, metode pembelajaran tersebut menyebabkan siswa cenderung
pasif dalam pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang monoton akan mengakibatkan siswa mencari kesibukan sendiri, seperti mengobrol dengan teman sebelahnya, melamun, mengantuk dan sebagainya. Dampaknya adalah tujuan pembelajaran kurang tercapai. Secara keseluruhan, peran guru sangat dominan dalam pembelajaran padahal seharusnya siswa lebih berperan aktif dalam pembelajaran di kelas baik itu dalam diskusi, tanya jawab, dan berpendapat dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Berdasarkan keadaan pembelajaran di atas, permasalahan yang muncul adalah rendahnya minat belajar siswa berdampak pada rendahnya pemahaman siswa akan materi yang sedang dipelajari. Rendahnya minat belajar siswa tampak pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran rendah, siswa mengobrol dengan temannya, mengantuk, melamun, dan sebagainya. Jumlah siswa yang memiliki minat rendah dengan ciri-ciri tersebut sekitar 40%. Peneliti menduga akar permasalahan rendahnya minat siswa dalam belajar di kelas adalah kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan guru saat mengajar. Sebagai alternatif pemecahan masalah tersebut adalah perlunya diciptakan oleh guru pembelajaran yang menyenangkan (PAIKEM) agar siswa lebih bersemangat dan berminat dalam mengikuti pembelajaran. Metode pembelajaran guru yang monoton akan menyebabkan siswa bosan dan cenderung sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Kondisi yang demikian menyebabkan kondisi
kelas kurang kondusif, untuk pembelajaran. Akibatnya hasil pembelajaran kurang memuaskan. Hal tersebut merupakan permasalahan riil yang muncul di dalam kelas. Oleh sebab itu, guru diharapkan mampu menerapkan metode pembelajaran yang berbeda dan bervariasi. Metode pembelajaran sangat beragam jenisnya. Masing-masing memiliki karakteristik sendiri dan memiliki kelebihan serta kekurangan.
Berdasarkan kondisi pembelajaran tersebut, selanjutnya guru dan peneliti berkolaborasi untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Dalam metode ini, guru bertindak sebagai fasilitator saat games dan turnamen. Jadi siswa berkesempatan lebih berperan aktif karena dengan metode TGT siswa bekerja sama dengan siswa lain di dalam kelompok sehingga mereka dapat saling berpendapat dan bertanya jawab dengan teman dalam kelompok. Dalam metode TGT siswa dibagi dalam kelompok untuk permainan (games) dan turnamen. Pada saat game dan turnamen siswa diharapkan dapat berperan aktif dan berusaha sebaik mungkin untuk menyumbangkan poin bagi kelompoknya serta dapat menumbuhkan persaingan secara sehat antar kelompok selama jalannyaturnamen.
Dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT
dalam penelitian ini, siswa diharapkan lebih termotivasi saat pembelajaran di kelas, lebih aktif bertanya, mengemukakan pendapat saat diskusi, dan sebagainya. Tugas guru dalam penelitian ini adalah
sebagai fasilitator yang mendampingi siswa, terutama saat siswa mengalami kesulitan. Dengan demikian, implementasi metode ini diharapkan mampu merubah suasana kelas dari yang semula kurang kondusif dan kurang antusias menjadi suasana kelas yang lebih hidup, kondusif, dan para siswa menjadi lebih berminat untuk mengikuti pelajaran.
2. Siklus pertama
Penelitian dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Mei 2011 pada pukul 08.45 WIB sampai dengan pukul 10.45 WIB yaitu pada jam ke-3 sampai dengan jam ke-4. Materi pembelajaran adalah pokok bahasan jurnal penyesuaian perusahaan jasa. Guru mitra yang mengajar dalam penelitian ini adalah Ibu Dra. An. Sri Sunarti selaku guru bidang studi akuntansi kelas X akuntansi. Jumlah siswa kelas X akuntansi adalah 16 siswa. Dari jumlah siswa tersebut, satu siswa tidak hadir pada penelitian ini. Berikut ini diuraikan penerapan model kooperatif tipe
teams games tournament(TGT ) pada siklus pertama. a. Perencanaan
Dalam tahap ini dilakukan persiapan dan perencanaan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Berikut ini disajikan langkah-langkah perencanaan yang diterapkan pada siklus I.
1) Peneliti dan guru mitra menggali data awal tentang karakteristik siswa untuk memetakan para siswa berdasarkan kemampuan akademiknya. Pemetaan tersebut selanjutnya
menjadi dasar untuk membagi siswa dalam kelompok-kelompok yang mana karakteristik siswa dalam satu kelompok-kelompok adalah heterogen. Cara pembentukan kelompok yaitu dengan melihat hasil pretest siswa serta pengamatan guru selama proses pembelajaraan. Setelah itu, siswa dibagi menjadi tiga ranking yaitu siswa dengan prestasi atau nilai akademik tinggi, sedang, dan rendah. Dalam setiap kelompok terdapat 1 orang berprestasi tinggi, 2 orang berprestasi sedang dan 1 orang berprestasi rendah. Dari hasil pembagian kelompok tersebut terbentuk empat kelompok dengan kemampuan akademik yang beragam. Empat kelompok yang terbentuk selanjutnya diberi nama team A, team B, team C, dan team D.
2) Peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan. Perangkat pembelajaran mencakup: Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP), materi pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, pembagian meja turnamen, sertifikat dan hadiah. Berikut ini disajikan uraian masing-masing perangkat pembelajaran.
a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Peneliti membuat RPP yang berisi tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber pembelajaran, dan evaluasi. RPP ini
dibuat untuk satu kali pertemuan. RPP menguraikan secara detail langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan selama proses pembelajaran. Hal ini akan membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran. RPP dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 133.
b) Materi pembelajaran
Materi pelajaran ini adalah jurnal penyesuaian perusahaan jasa. Materi yang disampaikan berupa penjelasan secara garis besar tentang akun-akun yang di debit dan di kredit serta pencatatan ke dalam jurnal penyesuaian secara teliti dan benar (lampiran 13 halaman 143).
c) Lembar Kerja Siswa
Lembar kerja siswa di sini yaitu soal-soal yang harus dikerjakan siswa di dalam kelompok. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat belajar dalam tim, berdiskusi dan berbagi pengetahuan antara siswa yang satu dengan siswa lain dalam kelompok (lampiran 14 halaman 146).
Dalam hal ini, siswa juga menilai teman dalam kelompok untuk melihat siapa saja teman-teman yang aktif dalam kelompok dan memberi sumbangan bagi kelompoknya (lampiran 7 halaman 104).
d) Pembagian meja turnamen
Jumlah meja turnamen ada empat buah. Jumlah meja turnamen ini sesuai dengan jumlah kelompok yang dibentuk. Masing-masing meja disusun berjajar dan dilengkapi dengan papan nama kelompok. Pembagian meja turnamen dapat di lihat pada lampiran 19 halaman 155. e) Sertifikat dan Hadiah
Sertifikat dan hadiah dimaksudkan sebagai penghargaan bagi kelompok yang mendapatkan skor terbaik pada saat turnamen dilaksanakan. Hadiah yang diberikan berupa alat-alat tulis dan sertifikat bergambar (sertifikat tersaji dalam lampiran 24 hal. 163).
3) Peneliti menyiapkan dan menyusun instrumen pengumpulan data. Instrumen pengumpulan data yang terdiri dari:
a) Lembar observasi kegiatan guru
Lembar observasi kegiatan guru ini digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung (lampiran 1b, hal 117). b) Lembar observasi kelas
Lembar observasi kelas ini digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam kelas pada saat pembelajaran berlangsung (lampiran 2b, hal 119).
c) Lembar observasi kegiatan siswa
Lembar observasi kegiatan siswa ini digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa pada saat mengikuti pembelajaran (lampiran 3b, hal 121).
d) Lembar rangkuman tim
Lembar rangkuman tim digunakan untuk mencatat perolehan skor kelompok dalam game dan turnamen (lampiran 23, halaman 161).
b. Tindakan
Pada tahap tindakan peneliti mengimplementasikan pembelajaran kooperatif tipe TGT sesuai dengan rencana tindakan. Langkah-langkah pada tahap ini sebagai berikut:
1) Presentasi kelas
Pada awal pembelajaran, guru melakukan apersepsi dengan mengulas kembali materi pelajaran yang telah dipelajari minggu lalu yaitu tentang penyusunan laporan keuangan dan mengaitkannya dengan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok saat menerangkan materi.
2) Membagi siswa dalam kelompok
Pembentukan kelompok sudah dilakukan guru pada tahap awal perencanaan pembelajaran. Jumlah kelompok yang dibentuk adalah 4 kelompok siswa dengan anggota masing-masing
kelompok 4 orang. Pada tahap ini guru hanya menyebutkan nama-nama kelompok berikut anggota-anggotanya. Kemudian guru mempersilahkan masing-masing siswa untuk berkumpul dengan kelompoknya dan meminta mereka menempati meja yang telah diberi papan nama kelompok. Guru selanjutnya menjelaskan aturan main dan tata tertib pembelajaran kooperatif tipe TGT yang akan dilakukan.
3) Belajar dalam tim
Belajar dalam tim yaitu siswa belajar di dalam kelompok masing-masing dan mengerjakan soal-soal dalam LKS. Di sini siswa ditantang untuk menyelesaikan soal-soal secara benar dan tepat waktu. Pengerjaan soal selama 8 menit, setelah itu di bahas bersama dengan guru.
4) Game
Guru membacakan prosedur dan peraturan game terlebih dahulu sebelum dilaksanakannya game (lampiran 17 hal. 153).
Game dalam siklus pertama ini yaitu game make a match
(menjodohkan). Sebelum permainan setiap siswa dalam kelompok, mengambil nomor urut undian untuk mengerjakan soal. Setiap siswa mengambil dua nomor undian untuk pengerjaan soal, misalnya nomor undian 1 dan 3 maka harus mengerjakan soal nomor 1 dan 3. Satu per satu siswa dalam kelompok berdasarkan nomor urut undian maju ke depan kelas
menempel soal dan jawaban pada kertas kuarto di papan tulis sesuai dengan nomor kelompoknya. Bentuk soal adalah menjodohkan. Soal dan jawaban tersedia dalam tempat yang telah disediakan. Guru akan memanggil nomor urut siswa yang akan mengerjakan soal di depan kelas. Pengerjaan soal diawali dengan tanda bunyi peluit satu kali, dan diakhiri dengan tanda peluit dua kali. Setiap jawaban yang benar akan memperoleh skor 10, jika jawaban salah skor 0. Jumlah soal sebanyak 8 dengan waktu pengerjaan untuk setiap soal adalah satu menit. 5) Turnamen
Turnamen dilaksanakan setelah game selesai. Turnamen pada siklus pertama ini yaitu cerdas cermat. Pada sesi turnamen ini setiap siswa berlomba-lomba untuk memperoleh skor terbaik dengan cara berebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Prosedur dalam turnamen, yaitu guru akan membacakan soal untuk tiap-tiap meja turnamen berdasarkan urutan kelompok yang telah di bagi (prosedur dan aturan turnamen tersaji pada lampiran 20 hal. 156). Kelompok tinggi pada meja turnamen 1, kelompok sedang pada meja turnamen 2 dan 3, dan kelompok rendah pada meja turnamen 4. Dalam setiap kelompok terdapat 1 orang berprestasi tinggi, 2 orang berprestasi sedang dan 1 orang berprestasi rendah. Pembagian kelompok didasarkan pada hasil pretest siswa dan pengamatan
guru selama proses pembelajaran. Jika kelompok dalam meja turnamen 1 tidak dapat menjawab sampai batas waktu, maka kelompok dalam meja turnamen lain diperbolehkan untuk menjawab. Jawaban pekerjaan harus ditunjukkan kepada guru dengan cara mengangkat jawaban dan membacakan jawaban yang telah dituliskan dalam kartu jawaban yang telah disediakan. Guru akan menyatakan bahwa jawaban tersebut benar atau salah. Jika jawaban benar maka akan diberi kartu nilai yang berisi skor 30 untuk soal kode A, skor 20 untuk soal kode B, dan skor 10 untuk soal kode C. Sedangkan jika jawaban salah tidak diberi kartu nilai sehingga tidak memperoleh skor nilai. Semakin banyak kartu nilai yang diperoleh maka akan semakin besar skor yang diperoleh kelompok.
6) Penghargaan kelompok
Skor yang diperoleh masing-masing kelompok dalam games
dan turnamen dicatat dalam lembar rangkuman tim. Pada tahap akhir dilakukan penjumlahan skor jawaban dan penghargaan tim. Pada siklus pertama ini, juara I adalah teamD dengan total skor 160, juara II adalah team C dengan total skor 150, dan juara III adalah team B dengan total skor 110. Masing-masing juara akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat bergambar dan alat-alat tulis.
c. Observasi
Hasil pengamatan (observasi) dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dipaparkan sebagai berikut:
1) Pengamatan terhadap guru
Observasi dilaksanakan bersamaan dengan tindakan pada siklus pertama. Aktivitas guru selama proses pembelajaran pada siklus pertama disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 5.4
Aktivitas Guru Pada Siklus I
No Deskriptor Ya Tidak
1. Guru menjelaskan pembelajaran kooperatif tipe TGT
√ 2 Guru mengorganisasikan bahasan yang
bersifat umum menjadi pokok bahasan yang lebih sempit untuk membantu siswa memahami materi dalam pembelajaran tipe TGT di kelas