BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
C. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran yang ditunjukan pada pihak yang terkait dalam penelitian ini:
1. Pentingnya manajemen waktu pada saat penelitian berlangsung. Penggunaan waktu yang tepat akan sangat membantu penelitian selesai sesuai dengan rencana. Waktu yang tepat akan memastikan setiap sesi dalam penelitian berjalan dengan maksimal, sehingga hasil penelitian akan menjadi lebih optimal.
2. Pentingnya waktu tatap muka antara guru mitra dan peneliti dalam hal persiapan pembelajaran, sehingga pada saat penerapan tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang menyebabkan waktu penelitian menjadi berkurang.
3. Pentingnya persiapan-persiapan secara matang dan maksimal berkaitan dengan media dan alat-alat yang diperlukan untuk menghindari kekacauan dan kesalahan-kesalahan selama proses pembelajaran berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S., dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Algifari. 2003. Statistika Induktif untuk Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Ketut, Dewa.1988. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Bina Aksara.
Ketut, Dewa.1983. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Surabaya: Usana Offset Printing.
Kusumah, W. dan Dedi Dwitagama.2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks.
Mulyasa, 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Mardiasmo, 1993. Akuntansi Keuangan Dasar 1. Yogyakarta: BPFE. PP. No.74. 2008. Peraturan Pemerintah Tentang Guru. Jakarta: PT Indeks.
Pristiwa, Chatarina. 2010. “Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua” Skripsi. FKIP:USD.
Slavin, R. E. 2010. Cooperatif Learning Teori, Riset dan Praktek. Bandung: Nusa Media.
Suwardjono, 2009. Akuntansi Pengantar. Yogyakarta: BPFE. Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Somantri, Hendi. 2004. Memahami Akuntansi SMK Seri A. Bandung:ARMICO. Septilya, Irene. 2010. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams
Games Tournament (TGT) Dalam Pembelajaran Ekonomi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa.” Skripsi. FKIP:USD.
Tersedia:http://zulsophistsaidi.blogspot.com/2009/08/definisi-refleksi_26.html (24 Maret 2011).
KUESIONER Identitas Responden
1. Nama :
2. Kelas/no.presensi :
No. Pernyataan SS S R TS STS
1 Saya merasa perlu mengikuti pelajaran dengan baik di kelas.
2 Saya datang lebih awal agar bisa menyiapkan diri mengikuti pelajaran. 3 Saya menyiapkan buku-buku pelajaran
yang akan di bawa ke sekolah. 4 Materi yang diterangkan guru tidak
pernah saya catat.
5 Saya merasa tidak perlu mentaati kesepakatan bersama dalam pelajaran. 6 Saya berusaha menggunakan waktu
dengan baik saat belajar di kelas. 7 Saya mendengarkan penjelasan guru
dengan baik.
8 Saya berbicara dengan teman
membahas hal lain yang tidak terkait dengan pelajaran saat pelajaran berlangsung.
9 Saya sering melamun saat pelajaran. 10 Saya terpengaruh dengan suasana kelas
yang gaduh.
11 Setelah pulang sekolah, saya
mempelajari kembali pelajaran yang diajarkan.
12 Saya membuat rangkuman untuk setiap materi pelajaran.
13 Saya mencatat hal-hal penting agar mudah dipelajari.
14 Saya tidak pernah membaca buku-buku yang ada hubungannya dengan mata pelajaran di sekolah.
15 Bila prestasi saya buruk, saya akan belajar lebih giat.
16 Bila tugas yang diberikan oleh guru sulit, saya akan tertantang
menyelesaikannya.
17 Saya akan terus berusaha mengerjakan soal-soal yang sulit, sampai
18 Saya hanya diam jika tidak mengerti terhadap materi yang diajarkan guru. 19 Saya mudah putus asa untuk
mengerjakan soal-soal yang sulit. 20 Saya sering maju ke depan kelas untuk
mengerjakan tugas dari guru.
21 Saya mencoba menanggapi pernyataan teman saat diskusi.
22 Saya menyerahkan PR/tugas tepat waktu.
23 Saya tidak mau mengajukan pendapat saat diskusi kelompok.
24 Saya berusaha memiliki buku-buku pelajaran.
25 Saya selalu meluangkan waktu untuk belajar di rumah.
26 Saya berusaha mengerjakan tugas yang diberikan walaupun membosankan. 27 Saya berusaha mengerjakan PR dengan
sebaik-baiknya.
28 Saya tidak mempunyai jadwal belajar di rumah.
29 Saya mengerjakan soal-soal latihan yang saya buat sendiri.
30 Saya selalu berusaha menjawab pertanyaan guru tanpa harus menunggu guru menunjuk saya.
31 Jika metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi, saya tidak mau memberikan tanggapan atas pernyataan yang diberikan teman saat diskusi.
32 Saya mencoba menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
33 Saya berusaha mencari jawaban dari sumber-sumber pembelajaran lain, jika pertanyaan guru sulit dijawab.
34 Bila ada hal yang tidak saya mengerti maka saya tidak bertanya pada guru. 35 Saya sering berdiskusi dengan guru,
untuk membicarakan materi pelajaran.
Kuesioner didasarkan pada Skripsi Chatarina Pristiwa tentang “Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua”
Lampiran 1
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU (Catatan Anekdotal)
Nama pengamat :
Tanggal dan waktu observasi :
Lamanya observasi :
Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) dan atau subyek :
Lampiran 2
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS (Catatan Anekdotal)
Nama pengamat :
Tanggal dan waktu observasi :
Lamanya observasi :
Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) dan atau subyek :
Yogyakarta, 25 April 2011
Lampiran 3
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA (Catatan Anekdotal)
Nama pengamat :
Tanggal dan waktu observasi :
Lamanya observasi :
Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) dan atau subyek :
Yogyakarta, 25 April 2011
Lampiran 4
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN TGT
Hari/tanggal : Mata Pelajaran :
Kelas :
Tabel Aktivitas Guru Pada Siklus I
No Deskriptor Ya Tidak
1. Guru menjelaskan pembelajaran kooperatif tipe
TGT
2 Guru mengorganisasikan bahasan yang bersifat umum menjadi pokok bahasan yang lebih sempit untuk membantu siswa memahami materi dalam pembelajaran tipe TGT di kelas
3 Guru memberikan materi yang akan dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar melalui presentasi kelas
4 Guru ikut berperan dalam pembentukan kelompok
TGT
5 Guru memberikan dorongan motivasi kepada siswa agar terlibat aktif dalam diskusi kelompok,
game dan turnamen
6 Guru memberikan pengarahan kepada siswa dalam pengerjaan lembar kegiatan
7 Guru memotivasi siswa agar ada kerja sama yang baik antar individu di dalam kelompok diskusinya 8 Guru mengamati atau mengobservasi proses
pembelajaran dalam kegiatan diskusi kelompok 9 Guru berinteraksi dengan siswa, dan melibatkan
diri dalam kelompok serta menjawab pertanyaan yang diajukan siswa secara perorangan
10 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah dan mencari sumber informasi secara mandiri
11 Guru tidak berinteraksi dengan siswa, tidak menjelaskan cara kerja kelompok, tugas yang harus dikerjakan dan kerjasama di dalam kelompok
12 Guru membiarkan siswa membuat kegaduhan di dalam kelas dan berkeliling dari satu kelompok ke
kelompok lain sehingga suasana kelas menjadi tidak kondusif
13 Guru hanya berinteraksi dan memperhatikan kelompok tertentu saja yang mengalami kesulitan 14 Guru dan siswa sama-sama asyik dengan
pekerjaannya masing-masing sehingga suasana kelas menjadi kaku
15 Guru meninggalkan kelas disaat siswa bekerja di dalam kelompok sehingga tidak ada pengawasan 16 Guru tidak melakukan evaluasi hasil
pembelajaran
17 Guru memberikan motivasi kepada siswa agar terlibat aktif dalam turnamen
18 Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang memiliki skor terbaik
19 Guru melakukan evaluasi terhadap peningkatan hasil belajar melalui pretest dan posttest
Lampiran 5
Instrumen Pengamatan Kelas Saat Penerapan TGT
Hari/tanggal :
Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas : X
No Deskriptor Ya Tidak
1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang memiliki kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda 2 Ada sejumlah aturan yang harus ditaati oleh para siswa 3 Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan
4 Buku-buku dan fasilitas pembelajaran mudah ditemukan siswa di kelas (sekolah)
5 Kerja di dalam kelompok terhambat dikarenakan beberapa siswa yang tidak ikut terlibat (malas) serta membuat kegaduhan di dalam kelas
6 Beberapa siswa hanya mengandalkan siswa lain dalam kerja kelompok
7 Para siswa tampak antusias dengan kerja kelompoknya 8 Para siswa berperan aktif dalam aktivitas pembelajaran
tipe TGT
9 Banyak siswa yang bertanya kepada guru jika menghadapi kesulitan
10 Sebagian besar siswa telah memiliki sumber referensi yang digunakan
11 Siswa mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. 12 Tujuan pembelajaran di dalam kelas tidak dapat
dipahami dengan jelas
13 Kelas ini terdiri dari berbagai individu yang tidak mengenal satu sama lain dengan baik
14 Sebagian besar siswa menganggap materi yang diberikan sulit
15 Kelas dapat terorganisir dengan baik
16 Selama kegiatan pembelajaran berlangsung para siswa saling memberikan pendapat atau masukan bagi tercapainya tujuan yang diharapkan
Lampiran 6
Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa Dalam Kelompok (Secara Umum)
Hari/tanggal :
Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas : X
No Deskriptor Ya Tidak
1 Seluruh perhatian diarahkan pada materi diskusi dalam kelompok
2 Saling bertukar pikiran dan pendapat 3 Berbagi tugas dalam pengerjaan tugas 4 Pertanyaan yang diajukan ada kaitannya
dengan pembelajaran
5 Menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud
dan tujuan pertanyaan
6 Menghargai saran dan pendapat teman lainnya
Lampiran 7
Lembar Keaktifan Siswa Dalam Kelompok (oleh siswa)
Hari/tanggal :
Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas : X Nama Kelompok :
Hitunglah berapa kali teman anda aktif dalam kegiatan kelompok, pada kolom yang tersedia dengan memberi tanda (√).
Nama Siswa (no.absen)
Keaktifan
Total Berpendapat Berdiskusi Mengerjakan
soal
Notulen
Yogyakarta, 25 April 2011
Observer
Ig. Dimas. A.P.
Lampiran 8
Instrumen Refleksi
Lembar Refleksi Guru Mitra Terhadap Komponen Pembelajaran dan Metode TGT
No Uraian Komentar
1 Penilaian guru terhadap komponen pembelajaran dan penggunaan model pembelajaran kooperatif yang diterapkan
2 Penilaian guru terhadap aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran kooperatif tipe TGT
3 Hambatan yang mungkin ditemui dalam menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT
4 Manfaat yang diperoleh dalam merencanakan dan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT
5 Keberhasilan yang telah dicapai ketika diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe TGT tersebut 6 Hal-hal mana saja yang masih perlu
ditingkatkan dan diperbaiki dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT
7 Apakah siswa berminat mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGT
selanjutnya seperti yang diterapkan di dalam kelas?
Lampiran 9
Instrumen Refleksi
Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran dan Metode TGT
No Uraian Komentar
1 Bagaimana pendapatmu terhadap metode pembelajaran kooperatif yang diterapkan? 2 Apakah kamu merasa santai atau rileks
dalam mengikuti proses pembelajaran dengan TGT?
3 Apakah kamu berminat mengikuti
pembelajaran dengan TGT, jika diterapkan kembali?
4 Apa yang membuat kamu senang ketika mengikuti proses pembelajaran dengan
TGT?
5 Apa yang membuat kamu tidak senang ketika mengikuti proses pembelajaran dengan TGT?
6 Apakah kamu merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru? 7 Hambatan apa yang kamu temui ketika
mengikuti proses pembelajaran dengan
TGT?
8 Pengalaman baru apa yang kamu rasakan selama mengikuti proses pembelajaran dengan TGT?
Lampiran 10
Wawancara Terhadap Guru Mata Pelajaran
1. Metode apa yang sering ibu gunakan dalam pembelajaran di kelas? 2. Mengapa ibu menggunakan metode tersebut?
3. Apakah metode tersebut sudah cukup efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa di kelas? Mengapa?
4. Sejauh mana keberhasilan metode tersebut?
5. Kendala apa saja yang dihadapi, pada saat menerapkan metode tersebut? 6. Persoalan-persoalan apa saja yang biasanya muncul dalam materi ini?
Mengapa begitu?
7. Apa sebab-sebab munculnya persoalan tersebut? 8. Hal-hal apa saja yang sudah ibu lakukan? 9. Hal-hal apa saja yang belum ibu lakukan?
Lampiran 11
Wawancara Terhadap Siswa
1. Metode apa yang biasanya sering ibu guru gunakan dalam pembelajaran di kelas?
2. Bagaimana pendapatmu terhadap metode pembelajaran tersebut?
3. Apakah kamu sudah paham tentang materi ini menggunakan metode tersebut?
4. Apakah kamu merasa tergugah semangatmu ketika mendapat penjelasan dari guru dengan menerapkan metode tersebut?
5. Apakah metode yang diterapkan guru, sudah menumbuhkan minat belajarmu untuk lebih mendalami materi yang diajarkan?
6. Metode pembelajaran seperti apa yang kamu inginkan agar dapat menumbuhkan minat belajarmu?
Lampiran 1a
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU (Catatan Anekdotal)
Nama pengamat : Margaretha Sri Jumiati.
Tanggal dan waktu observasi : Senin, 25 April 2011, jam ke 6. Lamanya observasi : 45 menit (1 jam pelajaran). Orang dan atau peristiwa yang diamati : Dra. An. Sri Sunarti. Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X Ak, semester 2.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam, memeriksa kesiapan siswa, dan guru mengulas kembali materi sebelumnya dan mengkaitkannya dengan materi yang akan disampaikan pada hari itu. Materi yang dibahas pada pembelajaran saat itu adalah tentang kartu persediaan. Guru melakukan apersepsi dengan cara bertanya jawab dengan siswa. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan kembali pelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yang akan dipelajari.
Pada awalnya, kondisi kelas masih belum kondusif untuk pembelajaran, siswa banyak yang masih mengobrol dengan temannya dan melakukan aktivitas sendiri. Guru berusaha untuk mengendalikan kelas dengan cara menyapa dan menjelaskan kepada mereka bahwa kegiatan pembelajaran akan segera dimulai. Secara bertahap kondisi kelas menjadi kondusif untuk belajar. Saat kondisi kelas telah kondusif, guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan
metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Selesai menyampaikan materi pembelajaran, guru memberi soal kepada siswa lalu menunjuk 2 orang siswa untuk maju mengerjakan ke depan kelas. Soal yang diberikan tentang pencatatan menggunakan metode FIFO. Guru berusaha menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran dengan cara guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk merangsang pengetahuan mereka, namun siswa pasif untuk menjawab dan menunggu guru yang menunjuk mereka. Guru memang telah berusaha mengaktifkan siswa, namun proses pembelajaran yang cenderung monoton menyebabkan siswa memiliki motivasi yang rendah dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada akhir pembelajaran, guru mengucapkan salam penutup dan mengingatkan siswa untuk membaca materi berikutnya.
Yogyakarta, 25 April 2011
Lampiran 2a
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS (Catatan Anekdotal)
Nama pengamat : Margaretha Sri Jumiati.
Tanggal dan waktu observasi : Senin, 25 April 2011, jam ke 6. Lamanya observasi : 45 menit (1 jam pelajaran). Orang dan atau peristiwa yang diamati : Dra. An. Sri Sunarti. Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X Ak, semester 2.
Secara fisik ruang kelas X akuntansi cukup memadai untuk proses belajar mengajar. Kekurangannya adalah ruangan kelas yang sempit. Dengan ruangan yang sempit, maka ruang gerak siswa dan guru di kelas menjadi sangat terbatas. Dalam hal fasilitas, secara umum relatif lengkap. Fasilitas yang disediakan di kelas tersebut adalah whiteboard, meja guru, kursi guru, kursi siswa, meja untuk siswa, papan pengumuman dan kipas angin. Selain itu, di dalam kelas juga disediakan buku untuk mencatat kemajuan kelas. Dalam ruang kelas tersedia ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara ke dalam kelas lancar. Pencahayaan kelas juga sudah cukup baik. Sedangkan untuk tata letak kelas, masih ada sedikit kekurangan karena helm-helm milik siswa diletakkan di dalam kelas dan tidak tertata dengan rapi sehingga menggangu pemandangan dan kerapihan kelas. Lingkungan kelas sudah cukup kondusif untuk pembelajaran. Selain itu, suara kendaraan yang lalu lalang di jalan juga tidak begitu terdengar karena letak sekolah cukup jauh dari jalan besar.
Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa terlihat belum siap mengikuti pembelajaran, selain itu guru kurang tegas dalam menegur siswa yang ribut. Hal ini mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif untuk belajar. Ketidaksiapan siswa mengikuti pembelajaran juga mengakibatkan siswa membuat kegaduhan dengan cara mengajak temannya mengobrol. Dalam mengajar di kelas guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan.
Lampiran 3a
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA (Catatan Anekdotal)
Nama pengamat : Margaretha Sri Jumiati. Tanggal dan waktu observasi : 25 April 2011, jam ke 6. Lamanya observasi : 45 menit (1 jam pelajaran). Orang dan atau peristiwa yang diamati : Dra. An. Sri Sunarti. Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X Ak, semester 2.
Saat pelajaran akan dimulai, siswa masih sibuk dengan dirinya sendiri. Kebanyakan siswa masih mengobrol dengan temannya. Setelah guru mengucapkan salam, beberapa siswa mulai memperhatikan guru sementara yang lain masih ada yang mengobrol dengan temannya. Setelah guru menegur mereka, kondisi kelas menjadi lebih kondusif. Siswa mulai mempersiapkan buku pelajaran akuntansi saat guru mulai menjelaskan materi pelajaran. Selama pembelajaran, siswa terlihat pasif. Saat guru memberi pertanyaan kepada siswa, hanya beberapa siswa yang duduk di depan saja yang berkemauan menjawab pertanyaan. Sedangkan siswa yang lain menunggu guru yang menunjuk mereka. Pada pertengahan pembelajaran, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan. Kemudian guru menunjuk siswa untuk maju menuliskan jawaban pada
whiteboard. Tetapi, tidak semua siswa menanggapi dengan antusias jawaban siswa atas soal yang dituliskan teman mereka di whiteboard. Berdasarkan kondisi yang demikian, peneliti dapat menyimpulkan kurangnya minat siswa untuk
mengikuti pembelajaran. Hal ini disebabkan metode pembelajaran yang digunakan guru tidak menuntut siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran di kelas.
Lampiran 1b
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU SAAT PENERAPAN TGT
(Catatan Anekdotal)
Nama pengamat : Margaretha Sri Jumiati.
Tanggal dan waktu observasi : Kamis, 12 Mei 2011, jam ke 3 – 4. Lamanya observasi : 90 menit (2 jam pelajaran).
Orang dan atau peristiwa yang diamati : Dra. An. Sri Sunarti. Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X Ak, semester 2.
Guru membuka dan memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa. Sesudah itu guru memeriksa kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Guru juga menjelaskan prosedur pembelajaran yang akan diterapkan pada proses pembelajaran pada hari itu. Setelah itu, guru memulai pembelajaran tentang jurnal penyesuaian. Guru menjelaskan dan melakukan tanya jawab dengan siswa, terkait dengan pembelajaran saat itu. Setelah memberi penjelasan, siswa diberi LKS untuk di kerjakan secara berkelompok selama 8 menit. Dalam sesi belajar dalam tim, guru menjelaskan terlebih dahulu cara pengerjaan LKS dan memberi bimbingan seperlunya. Setelah itu guru bersama dengan siswa membahas LKS, dan dari tiap-tiap kelompok perwakilan menuliskan jawabannya di papan tulis. Setelah sesi belajar dalam tim, kemudian di lanjutkan dengan sesi game make a match dan turnamen cerdas cermat. Pada sesi ini guru juga terlebih dahulu menyampaikan aturan-aturan yang berlaku dalam game dan turnamen. Guru memimpin dan mengawasi jalannya game dan
turnamen. Game berlangsung selama 8 menit dan turnamen berlangsung selama 20 menit. Setelah game dan turnamen berakhir, tiap-tiap kelompok mengisi lembar rangkuman tim untuk menghitung skor yang diperoleh kelompok dalam
game dan turnamen. Pembelajaran kemudian ditutup oleh guru dengan memberi kesimpulan tentang pembelajaran hari itu dan memberi posttest kepada siswa. Sesudah itu guru membagikan lembar refleksi kepada siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran pada hari itu. Guru juga memilih kelompok terbaik dengan skor tertinggi, yang nantinya akan mendapatkan penghargaan atau hadiah berupa sertifikat dan alat-alat tulis.
Yogyakarta, 12 Mei 2011
Lampiran 2b
LEMBAR OBSERVASI KELAS SAAT PENERAPAN TGT
(Catatan Anekdotal)
Nama pengamat : Margaretha Sri Jumiati.
Tanggal dan waktu observasi : Kamis, 12 Mei 2011, jam ke 3 – 4. Lamanya observasi : 90 menit (2 jam pelajaran).
Orang dan atau peristiwa yang diamati : Dra. An. Sri Sunarti. Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X Ak, semester 2.
Secara umum kondisi kelas sudah cukup mendukung dalam proses pembelajaran. Fasilitas yang disediakan di kelas tersebut adalah whiteboard, meja guru, kursi guru, kursi siswa, meja untuk siswa, papan pengumuman dan kipas angin. Selain itu, di dalam kelas juga disediakan buku untuk mencatat kemajuan kelas. Kondisi kelas terlihat rapi, karena helm-helm yang sebelumnya tidak teratur, hari itu tertata rapi dan di letakkan di meja belakang kelas.
Suasana kelas pada pembelajaran hari itu juga cukup mendukung dalam proses pembelajaran. Pada hari itu satu siswa tidak hadir untuk mengikuti kegiatan pembelajaran karena sakit. Seluruh siswa terlihat antusias dan senang dalam mengikuti proses pembelajaran mulai dari awal hingga akhir pelajaran. Pada saat belajar tim, terkadang ada sedikit keramaian yang terjadi dalam kelompok karena adanya perbedaan pendapat antar anggota kelompok. Saat game
dan turnamen, siswa-siswa berperan secara aktif dan antusias. Masing-masing kelompok saling bersaing dengan kelompok lainnya untuk dapat menjawab soal
dengan baik dan benar sehingga kegiatan pembelajaran menjadi semakin menarik, tidak membosankan, dan suasana kelas menjadi lebih hidup.
Yogyakarta, 12 Mei 2011
Lampiran 3b
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA SAAT PENERAPAN TGT
(Catatan Anekdotal)
Nama pengamat : Margaretha Sri Jumiati.
Tanggal dan waktu observasi : Kamis, 12 Mei 2011, jam ke 3 – 4. Lamanya observasi : 90 menit (2 jam pelajaran).
Orang dan atau peristiwa yang diamati : Dra. An. Sri Sunarti. Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X Ak, semester 2.
Siswa mempersiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran. Pada hari itu satu siswa tidak hadir dalam kegiatan pembelajaran dikarenakan sakit. Kemudian siswa mendengarkan penjelasan guru tentang prosedur pembelajaran yang akan digunakan pada hari itu. Setelah itu guru memulai kegiatan pembelajaran dan menjelaskan materi tentang perusahaan jasa serta melakukan tanya jawab dengan para siswa. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru dengan baik, hal tersebut terlihat dari usaha mereka untuk merespon/menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru. Pada saat belajar tim seluruh siswa saling bekerja sama dan mengutarakan pendapat dalam kegiatan kelompoknya, kemudian saat pembahasan LKS tiap-tiap kelompok perwakilan menuliskan jawaban kelompok ke depan kelas. Ketika game dan turnamen berlangsung siswa sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti game dan turnamen ini. Hal itu dikarenakan siswa merasa senang dengan metode yang diberikan sehingga mereka tidak merasa