HASIL DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN
A.2.2 Observasi Saat Pengambilan Data
• Pertemuan Pertama
Tabel 2.2. Jadwal Wawancara dengan Partisipan 1
No Hari/Tanggal Waktu Tempat Kegiatan
1 Senin/ 30-12-13 15.05 – 16.38 Bullet Tatto Studio Informed concent, rapport, dan wawancara awal
Pertemuan pertama untuk penelitian ini dilakukan pada hari Senin, tanggal 30 Desember 2013 pukul 15.05 – 16.38 WIB di Studio Tatto OurBullet yang berada di belakang distro Bullet Jl. Sei Batang Serangan, Medan. Suasana di luar toko cukup ramai dengan berkumpulnya para pecinta musik keras yang rata-rata berbaju
hitam, bertato, dan beberapa memiliki rambut panjang (gondrong). Namun di dalam toko dan studio cukup sepi, hanya ada kira-kira 3 orang. SJ mengenakan kaos hitam bermotif orang yang abstrak, dan celana selutut. Aksesoris yang ia gunakan saat itu adalah jam tangan yang dikenakan di tangan sebelah kiri. Di bagian lubang tali pinggang di kanan belakang, SJ menggantungkan kunci-kunci nya dalam sebuah kaitan.
Partisipan menyapa peneliti dari pintu toko. Meskipun tidak bersalaman dan saling memperkenalkan diri karena sama-sama merasa sudah cukup akrab, pertemuan yang kami lakukan cukup canggung pada awalnya. Setelah melakukan transaksi jual beli baju, kami pun masuk ke ruangan studio tatto. Hanya ada RT sang tatto artist disana. Setelah peneliti meminta izin untuk meminjam studio yang akan digunakan sebentar untuk wawancara awal, kami pun memulai wawancara dengan penjelasan mengenai penelitian, tujuan dari penelitian, dan apa saja keterlibatan partisipan dalam penelitian ini. SJ hanya mendengarkan, kemudian mengangguk sebagai tanda persetujuan. Setelah itu, peneliti meminta SJ untuk menandatangani informed concent dan kemudian dilakukan wawancara awal.
Di wawancara awal, kami duduk bersampingan di sebuah meja yang biasa digunakan RT untuk menggambar pola tatto. Saat pertanyaan dilontarkan, partisipan menjawab pertanyaan dengan ‘ala-kadarnya’. SJ tidak seaktif saat kami melakukan chat sebelumnya. Mungkin suasana masih canggung antara peneliti dan SJ. Kontak mata pun sangat minim, SJ lebih sering melihat ke arah depan di bandingkan ke samping (peneliti). Tangannya pun tampak ‘tidak bisa diam’; dia terus memainkan benda-benda di sekitarnya.
Tabel 2.3. Jadwal Wawancara dengan Partisipan
No Hari/Tanggal Waktu Tempat Kegiatan
2 Sabtu/ 12-04-14 16.10 – 17.23 Rumah Peneliti
Pertanyaan utama, dan probing
Pada pertemuan kedua ini, awalnya peneliti dan SJ berjanji untuk bertemu di Toko Bullet jam 13.00, namun saat hampir pukul 13.00 SJ memberi kabar untuk memundurkan waktu wawancara di jam 14.00 siang, karena dia sedang memiliki urusan. Peneliti pun menyetujui hal ini. Hari sabtu, 12 April 2014 kota Medan diguyur hujan yang cukup deras, dan pukul 14.00 peneliti telah tiba di Toko Bullet dan memberi kabar ke SJ. Kabar buruknya, SJ terjebak hujan lebat di daerah Tanjung Sari dan akan sangat terlambat datang ke lokasi wawancara karena dia bahkan sedang berteduh. Setengah jam berlalu, namun tidak ada tanda-tanda akan berhenti nya hujan, dan SJ masih belum beranjak dari tempatnya berteduh. Peneliti kemudian memutuskan untuk pulang dan menunggu di rumah saja, karena suasana Toko siang itu sangat ramai dan peneliti tidak merasa nyaman menjadi satu-satunya perempuan yang ada disana. Selama menuju hujan reda, perubahan rencana pun dilakukan oleh peneliti dan SJ, dan akhirnya SJ memutuskan untuk melakukan wawancara di rumah peneliti saja.
Pukul 16.05 SJ tiba di rumah peneliti. SJ mengenakan sebuah jaket parasut berwarna navy blue, yang kemudian dibukanya. Di dalam jaket, SJ mengenakan sebuah kaos lengan panjang berwarna merah maroon, yang memiliki lambang simbol X di bagian dada sebelah kiri. Di belakang kaos, tercetak tulisan yang cukup
besar, bertuliskan SevenX Hundred. SJ mengenakan celana jeans yang tidak terlalu ketat, serta kaos kaki hitam dan sepatu vans. Dandanan SJ kali ini lebih rapi dibandingkan pertemuan pertama yang cenderung santai.
Peneliti dan SJ duduk bersampingan di sofa pada ruang tamu. Suasana di rumah saat itu cukup tenang karena hanya ada peneliti dan adik peneliti yang bermain play station di kamar nya. Terkadang ada suara kendaraan yang sesekali lewat di depan rumah peneliti. Setelah melakukan obrolan singkat, kami pun memulai wawancara. Di wawancara ini, sikap SJ berbeda dengan wawancara awal. SJ lebih lancar menjawab setiap pertanyaan peneliti dengan panjang lebar. Terkadang di tengah-tengah wawancara, SJ melontarkan jawaban bercanda. SJ juga mulai melakukan dan mempertahankan kontak mata. Ketika ada pertanyaan yang membuatnya antusias, SJ cenderung menaikkan intonasi suaranya. Wawancara berjalan dengan lancar, namun SJ sempat berhenti menjawab pertanyaan karena mencium bau minyak angin aromaterapi yang digunakan adik peneliti saat keluar kamar.
• Pertemuan Ketiga
Tabel 2.4. Jadwal Wawancara dengan Partisipan 1
No Hari/Tanggal Waktu Tempat Kegiatan 1 Senin/ 24-06-14 15.31 –
16.20
Rumah SJ Probing, dan kredibilitas
data
kediaman SJ. Tempat dilakukannya wawancara kali ini juga termasuk mendadak, karena hampir saja terjadi pembatalan wawancara dari SJ, karena dia harus menunggu adiknya untuk pulang ke rumah sebelum pergi untuk wawancara. Dengan alasan demikian, peneliti memutuskan untuk melakukan wawancara di kediaman SJ agar SJ juga bisa sambil menunggu adiknya pulang.
Rumah SJ berada di sebelah kafe. Jarak antara pagar dan rumah cukup jauh, karena seperti masuk ke dalam gang. Halaman garasi rumah SJ cukup luas. Peneliti pernah mendengar kabar bahwa di garasi rumah SJ sering diadakannya pertunjukan musik hardcore. Suasana rumah terbilang sepi, hanya terdengar suara televisi dari dalam rumah. Jarak antara pagar dan rumah yang cukup jauh , menyebabkan suara kendaraan hanya terdengar sesekali, mengingat lokasi rumah SJ berada di pinggir jalan. Peneliti dan SJ kemudian duduk di meja teras. Meja dan kursi berbahan kayu ini berbentuk bulat dengan empat buah kursi yang mengelilinginya. Peneliti dan SJ duduk berhadapan. SJ mengenakan kaos hijau tua dengan aksen kuning bertuliskan “Brasil”, dan hanya mengenakan celana jeans selutut. Rambut SJ sudah mulai panjang dan sedikit berponi.
Sebelum wawancara dimulai, SJ berinisiatif untuk memegang handphone peneliti untuk mengantisipasi jika suaranya tak terdengar. Peneliti menjelaskan tujuan diadakannya wawancara kedua. SJ menjawab cukup tegas dan cepat ketika peneliti menjelaskan tujuan. Di wawancara kedua, pertemuan ketiga ini, SJ semakin lancar menyampaikan pendapatnya. Jika di wawancara sebelumnya SJ membutuhkan jeda waktu untuk menjawab setiap pertanyaan peneliti, kali ini SJ menjawabnya dengan cekatan dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk berfikir. SJ menjawab setiap pertanyaan peneliti dengan tangan memegang
handphone, dengan siku bertumpu ke meja, terkadang juga SJ bersandar di sandaran kursi. Kontak mata dipertahankan secara intens oleh SJ.
A.1. Identitas Diri Partisipan Tabel 2.1. Identitas Partisipan 2
Keterangan Partisipan
Nama samaran MF
Usia 26 tahun
Suku Batak Mandailing
Anak ke..dari.. 2 dari 4
Pendidikan/Pekerjaan Freelancer Lama menjadi straight edger 6 Tahun
Partisipan kedua dalam penelitian ini bernama MF. Dalam keluarganya, MF merupakan anak ke dua dari 4 bersaudara; ia memiliki 1 Abang, 1 adik perempuan, dan 1 adik laki-laki. MF menyenangi musik hardcore sejak berusia 15 tahun. Dari musik hardcore, MF mengenal dunia gigs (acara musik) dan sering melakukan interaksi di dalamnya. MF pertama kali mengenal subculture straight edge karena ketertarikannya pada sebuah band bernama Empat Belas. Hingga saat ini, MF sudah menjalani kehidupannya sebagai straight edger selama kurang lebih 6 tahun.