HASIL DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN
A.2.1 Observasi Umum Partisipan 2
Seperti partisipan 1, peneliti mengenal partisipan 2 dari rekomendasi seorang tatto artist bernama RT. RT merekomendasikan band Hero sebagai subjek penelitian karena seluruh member band Hero adalah straight edger. Perkenalan
dengan MF dimulai ketika peneliti menelpon salah satu subjek preliminary research bernama AB. Pada saat bertelepon dengan AB, AB memberi tahu peneliti bahwa disana ada juga terdapat straight edger lain bernama MF. MF tak lain adalah salah satu personil band Hero. Hal ini tentu saja tak disangka-sangka. Peneliti kemudian ingin berbicara dengan MF. Pada saat menerima telepon, MF cukup ramah dan banyak berbicara. Peneliti kemudian langsung mengutarakan niat untuk menjadikannya sebagai partisipan kedua. MF pun menerimanya, dan kami kemudian saling bertukar pin bbm. Berawal dari telepon, lalu chat bbm, peneliti dan partisipan membangun rapport.
Pertemuan pertama dengan partisipan juga merangkap wawancara awal dengan partisipan. Tanggal 30 Januari 2014 merupakan pertemuan pertama antara peneliti dan MF. Berdasarkan observasi diperoleh gambaran bahwa partisipan 2 adalah seorang laki-laki yang memiliki ciri fisik dengan tinggi kira-kira 160 cm dan berat badan kurang lebih 65 kg. Berambut hitam pendek “cepak” ala gaya rambut
hardcore, dan warna kulitnya sawo matang. Penampilan fisik MF memiliki alis
tebal, bulu mata yang lentik, hidung mancung, dan terdapat bulu-bulu halus di tubuhnya, terutama di bagian muka (brewok) dan dadanya. Dari cara berpakaiannya, MF terkadang terlihat seperti “berdandan” ala hardcore dengan topi dan kalung. Namun terkadang pula MF hanya tampil sederhana dan santai dengan mengenakan kaos polos dan celana panjang. Sehingga terkadang MF bisa terlihat sangat hardcore hanya dengan dandanannya, dan terkadang pula terlihat sangat santai.
A.2.2 Observasi Saat Pengambilan Data
• Pertemuan Pertama
Tabel 2.2. Jadwal Wawancara dengan Partisipan
No Hari/Tanggal Waktu Tempat Kegiatan 1 Kamis/ 30-01-14 10.08 – 11.05 McDonalds Merdeka Walk, lantai 2 Informed concern dan wawancara awal
Pertemuan pertama untuk penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 Januari 2014 pukul 10.08 – 11.05 WIB di McDonalds Merdeka Walk lantai 2, sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Pada pertemuan itu, MF tengah duduk 3 baris dari pojok sebelah kanan ruangan sambil menikmati sarapan pagi nya berupa kopi dan egg muffin di lantai 2 McDonald’s. Suasana di lantai 2 cukup sepi. Hanya ada MF dan dua orang lainnya di meja pojok dekat tangga dan alunan musik yang bervolume cukup pelan. MF mengenakan kaos warna abu-abu bermotif abstrak berwarna hitam, dipadukan dengan jaket hitam, topi bermotif army yang dikenakannya dengan gaya terbalik, serta kalung army style berbentuk segi empat kecil. MF memakai jeans biru muda dengan potongan yang longgar dan baggy, serta sepatu bermerk vans.
Partisipan menyapa peneliti dengan ramah, kemudian kami bersalaman dan saling berkenalan, kami pun duduk berhadapan. Sambil meneruskan makannya, peneliti dan partisipan terlibat dalam obrolan sederhana. Peneliti kemudian menjelaskan tentang penelitian, tujuan dari penelitian, dan apa saja keterlibatan partisipan dalam penelitian ini. MF menjawabnya dengan mengangguk dan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana untuk klarifikasi. Setelah MF menghabiskan makanannya, peneliti meminta MF untuk menandatangani informed concern dan kemudian dilakukan wawancara awal.
Di wawancara awal, partisipan pada awalnya terlihat kaku dan menunduk ke arah handphone yang digunakan peneliti untuk merekam. Namun seiring berjalannya waktu kira-kira 10 menit kemudian, MF mulai terlihat santai dan menjawab pertanyaan peneliti dengan sangat panjang lebar. MF pun mulai melakukan kontak mata dan menggerak-gerakkan tangannya. MF bahkan secara tidak sadar memainkan handphone yang digunakan peneliti untuk merekam dengan memutar-mutar nya di tangannya. Jika ada pertanyaan yang membuatnya sangat antusias, MF akan sedikit memajukan badan dan wajahnya ke arah peneliti. Ada beberapa pertanyaan yang dianggap ‘sulit’ oleh MF sehingga dibutuhkan waktu lama untuk menjawabnya. Wawancara pada awalnya berjalan dengan lancar dan nyaman, namun seiring waktu, suara musik terdengar lebih keras. Topik wawancara kali itu adalah pengalaman partisipan saat mengenal straight edge dan keinginannya untuk menjadi straight edger.
• Pertemuan Kedua
Tabel 2.3. Jadwal Wawancara dengan Partisipan
No Hari/Tanggal Waktu Tempat Kegiatan
2 Kamis/ 10-03-14 22.28 – 23.10 Kafe Kopi Pertanyaan utama, probing, dan kredibilitas data
Pertemuan kedua berlangsung di sebuah kafe kopi Jl. Jamin Ginting. Pertemuan ini cenderung mendadak setelah peneliti mendengar kabar bahwa Hero akan melakukan tour di Pulau Jawa, dan MF mungkin akan kembali dalam waktu yang lama. Maka diaturlah pertemuan sedemikian rupa karena MF akan berangkat pada Sabtu, 12 Maret. MF meluangkan waktunya di malam hari selepas latihan dengan band keduanya (selain band straight edge). Pada kesepakatan awal, MF meminta kesepakatan untuk wawancara jam 10 malam. Namun karena terlambatnya jadwal latihan mereka (band), MF pun terlambat datang ke tempat yang sudah dijanjikan. Peneliti menunggu MF di sebuah kafe yang berada dekat sekali dengan studio latihan MF, seperti kesepakatan kami sebelumnya. Suasana di kafe cukup ramai dan lumayan terbuka, sehingga suara-suara kendaraan yang melintas mudah sekali terdengar. Ramainya konsumen di kafe ini mungkin disebabkan oleh fasilitas
wifi yang dimiliki kafe ini, sehingga banyak konsumen yang terlihat membuka
laptop di meja nya dan tampaknya sudah cukup lama mereka menghabiskan waktu disana. Peneliti memilih tempat duduk di baris paling belakang, di dekat dapur. Hal ini dilakukan untuk menghindari suara bising dari kendaraan yang melintas di sekitar Jl. Jamin Ginting.
Akhirnya MF datang pada pukul 22.28 mengenakan kaos polos berlengan pendek warna abu-abu, celana jeans panjang, serta sepatu vans. Beda dengan penampilan sebelumnya, MF terlihat lebih segar karena telah mencukur bulu-bulu brewok yang ada di wajahnya, dan tampaknya juga baru saja memangkas rambutnya. Penampilan MF pun lebih sederhana tanpa aksesoris seperti sebelumnya. Dia hanya membawa sebuah masker berwarna abu-abu di tangannya.
Peneliti dan MF kali ini duduk bersampingan, karena ukuran meja terlalu lebar untuk melakukan posisi duduk berhadapan. Selama wawancara, peneliti memegangi handphone yang digunakan untuk wawancara untuk tetap dekat dengan suara partisipan. Selama wawancara berlangsung, MF masih tetap menjawab dengan lancar dan panjang lebar. MF sedikit terganggu dengan pertanyaan probing yang peneliti ajukan, karena merasa sudah menjelaskan pada pertemuan sebelumnya. MF akan menjawab “kan udah dibahas kemaren pas pertama..” setiap peneliti mengulang pertanyaan probing.
MF sesekali melihat ke arah bawah saat sedang memikirkan jawaban. Sama seperti wawancara sebelumnya, ketika ada pertanyaan yang membuat MF antusias, dia akan memajukan wajah dan badannya ke arah peneliti dan mempertahankan kontak mata dengan intens. Namun jawaban MF menjadi acuh setiap ditanyakan mengenai perasaannya terhadap straight edger lain, ataupun poser. MF akan menjawab acuh seperti “biarin aja lah”, “gak urus”, “ngapain diurusin”.
Berbeda dari wawancara sebelumnya, kali ini intonasi suara MF terlihat lebih santai dan tidak kaku. Bahasa tubuhnya pun lebih leluasa. Topik wawancara pada saat itu merupakan probing dari wawancara pertama dan kredibilitas data.
• Pertemuan Ketiga
Tabel 2.3. Jadwal Wawancara dengan Partisipan
No Hari/Tanggal Waktu Tempat Kegiatan
3 Rabu/ 10-05-14 15.13 – 15.52 Kafe Kopi Probing, dan kredibilitas data
Di pertemuan akhir ini, terkesan mendadak. Peneliti merasa perlu menanyakan beberapa hal kepada MF. Setelah diatur jadwal pertemuan di sela-sela kegiatan MF yang padat, akhirnya kami bertemu kembali di Kafe Kopi. MF memilih tempat ini, agar ia dapat langsung pergi ke studio di sebelah kafe untuk latihan bersama band nya. Waktu wawancara termasuk singkat, namun tidak terlalu terburu-buru karena peneliti hanya melakukan probing tambahan saja.
Pada hari itu, MF mengenakan kaos oblong berwarna hitam dan celana jeans longgar berwarna biru tua. Penampilannya cukup santai pada hari itu. Rambutnya masih terpotong pendek, namun bulu-bulu halus yang baru tumbuh terlihat jelas di wajahnya.Kali ini, peneliti dan MF duduk bersila dan bersampingan di lesehan. Suasana kafe saat itu tidak terlalu ramai sehingga cukup tenang. Kendaraan lalu lalang terdengar samar-samar, dan sesekali terdengar suara klakson.
Sikap MF selama wawancara masih mempertahankan kontak mata dengan peneliti. Setiap peneliti menanyakan mengenai sikap dan perasaannya terhadap straight edge lain ataupun poser, MF masih menjawab acuh sambil tersenyum dengan hanya menarik sebelah bibirnya.
B. ANALISA DATA PARTISIPAN 1