BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.3 Online Shop
produk. Sedangkan bagi produsen, penerapan E-Commerce dapat meningkatkan pelanggan, meningkatkan penjualan, perluasan jangkauan bisnis, pembayaran berulang menjadi mudah, dan transaksi yang instan.
Dibalik beberapa kelebihan sistem ini pastinya juga memiliki kekurangan seperti pembuatan websites palsu, penyalahgunaan/penyimpangan, sulitnya memberi kepuasan melalui pelayanan karena penjual dan pembeli tidak bertemu langsung, keamanan, waktu pengiriman yang panjang, biaya peralihan yang tinggi, minimnya ide terkait kualitas dan kondisi fisik produk (Bhalekar et al., 2014).
Adapun menurut Franco dan Regi (2016) kekurangan E-Commerce bagi pelanggan yaitu lemahnya keamanan, qualitas yang tidak sesuai, adanya biaya tersembunyi, keterlambatan dalam menerima barang, butuh akses ke internet, dan kurangnya interaksi pribadi.
Dari beberapa kelebihan E-Commerce tentu dapat menarik setiap pelaku bisnis untuk menerapkan sistem ini. Dalam penelitian Maryama (2013) menunjukan bahwa Terdapat beberapa faktor yang menjadi alasan bisnis menerapkan sistem E-Commerce sebagai berikut :
1. Mengakses pasar global 2. Mempromosikan produk 3. Membangun merek
4. Mendekatkan dengan pelanggan
5. Membantu komunikasi lebih cepat dengan pelanggan 6. Memuaskan pelanggan
kemudahan bagi masyarakat sebagai calon konsumen saat berbelanja karena dapat menghemat waktu dan tenaga dalam mencari informasi hingga memutuskan pembelian.
Terdapat beberapa definisi toko Online atau Online Shop dari beberapa sumber yang dapat kita lihat sebagai berikut :
Menurut Jush dan Ling (2012, dalam Kumar dan Maan, 2014), Online Shop adalah proses pelanggan dalam melakukan pembelian produk atau layanan melalui internet.
Pendapat sari (2015) mengenai Online Shop adalah proses pembelian barang atau jasa dari penjual maupun dari layanan jual beli yang dilakukan secara Online tanpa adanya tatap muka secara langsung.
Penerapan sistem Online Shop dapat berbeda-beda tergantung kebutuhan dan kemampuan fitur website setiap toko maupun perusahaan.
Menurut Sari (2015) terdapat beberapa bentuk penerapan sistem Online pada toko Online yang digolongkan dalam tiga jenis yaitu :
1. Toko Online Regular Online
Pada toko Online ini, pelanggan tidak dapat melakukan transaksi melalui fitur web karena penjual menggunakan toko Online hanya sekedar untuk memperkenalkan produknya ke konsumen dengan memajang foto produknya di halaman web agar dapat dilihat oleh calon pelanggan serta agar pelanggan dapat mengetahui jika ada barang baru. Adapun proses transaksi dapat dilakukan dengan membuat kesepakatan melalui telepon, email, atau alat komunikasi lainnya.
2. Toko Online Semi Online
Fitur-fitur Pada toko Online ini sudah cukup lengkap dan dilengkapi dengan fitur transaksi yang langsung terhubung dengan akun bank
kedua pihak yaitu penjual dan pembeli, namun interaksi antar penjual dan pembeli pada toko Online ini kurang kuat atau bahkan tidak terjadi karena informasi maupun jawaban yang dibutuhkan oleh konsumen sudah tersedia lengkap pada halaman web.
3. Toko Online Full Online
Toko Online ini dapat dikatakan telah sempurna karena telah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih dan sistem transaksi otomatis sehingga pemilik toko hanya perlu mengawasi walaupun tidak terlibat langsung setiap waktu.
Toko Online menjual produknya secara digital melalui internet sehingga produk pada toko Online dapat dilihat oleh pelanggan melalui foto maupun video.
Inilah yang membedakan proses belanja secara Online dengan belanja tradisional.
Proses belanja pada toko Online dijelaskan dalam penelitian sari (2015).
Pada umumnya pelanggan terlebih dahulu akan diminta untuk melakukan registrasi member jika ingin melakukan pembelian. Setelah terdaftar pelanggan dapat memilih dan memesan produk yang diinginkan. Dalam proses transaksinya, konsumen membayar menggunakan kartu kredit atau melalui transfer bank yang kemudian pemilik toko akan mengirimkan produk tersebut ke konsumen. Pengiriman produk tergantung dari jenis produk. Untuk produk fisik dikirim melalui layanan pos atau jasa kurir, sedangkan untuk produk digital berukuran kecil dikirim melalui email dan adapun yang berukuran besar dikirim menggunakan flashdisk atau semacamnya melalui layanan pos atau jasa kurir (Wicaksono, 2010 dalam sari, 2015).
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian Online menurut Shanthi dan Kannaiah (2015) sebagai berikut :
1. Product Information
Setiap produk harus memiliki informasi yang lengkap dan dapat memberi pengetahuan kepada pelanggan mengenai produk. Setiap informasi rinci harus disebutkan seperti cara penggunaan yang tepat, kondisi iklim, efek samping, dan informasi lain yang dibutuhkan oleh konsumen. Hal ini berperan dalam menentukan akseptabilitas (penerimaan) pemakaian produk. Indikator yang terdapat pada faktor ini adalah :
a. Informasi yang lengkap
b. Deskripsi produk pada situs web yang akurat.
c. Dengan Online Shop, pelanggan dapat menyeleksi item dengan lebih baik.
2. Online Payment
Pembayaran Online mengacu pada uang yang dipertukarkan melalui elektronik, sistem pembayaran Online yang memungkinkan transfer uang dengan aman, mudah dan cepat melalui internet. Adapun indikator pada faktor ini adalah :
a. Kemudahan dalam membayar b. Transfer uang yang cepat c. Keamanan pembayaran 3. Convenience
Saat berbelanja pelanggan pasti menginginkan kenyamanan agar dapat memilih produk dengan baik. Toko Online tentu memungkinkan pelanggan dapat memperoleh kenyamanan karena pelanggan dapat berbelanja dari rumah mereka masing-masing atau tempat lain yang dianggap nyaman sehingga pelanggan tidak perlu mengorbankan tenaganya. Selain itu pelanggan juga terbebas dari tekanan penjual
yang akan menekan pelanggan untuk membeli. Indikator pada faktor ini adalah :
a. Tidak adanya tekanan dari penjual b. Banyaknya pilihan dan varian produk
c. Kemudahan dalam memperoleh informasi dan pembelian
d. Pelayanan yang baik melalui fitur yang lengkap maupun pelayanan dari penjual melalui interaksi tidak langsung.
e. Keamanan privasi 4. Consumer Attitude
Konsumen adalah individu yang mengacu pada rasa suka atau tidak suka. Pemasar akan selalu berusaha untuk mempengaruhi sikap konsumen untuk membentuk sikap yang positif. Untuk mempengaruhi sikap pelanggan maka terlebih dahulu perlu memahami sikap pelanggan yang berlaku sehingga penjual mengetahui perubahan yang dibutuhkan pada produk dengan mengacu pada konsumen.
Sikap pelanggan dapat berbeda dengan sikap pelanggan lainnya tergantung dari budaya, lingkungan, dan masyarakat. Indikator dalam faktor ini adalah :
a. Pelanggan lebih senang berbelanja Online daripada belanja tradisional.
b. Banyak keunggulan yang dirasakan pelanggan dari Online Shop.
5. Easy Accessibility
Salah satu kelebihan Online Shop adalah kemudahan dalam mengaksesnya karena dapat diakses dari mana saja dan kapan saja selama terjangkau oleh jaringan internet. Kemudahan akses ini juga mengacu pada fitur dan sistem web toko Online yang memberi kemudahan ke pelanggan untuk mencari informasi dan melakukan
pembelian. Situs web toko Online yang rumit digunakan dan berbelit-belit dapat mempengaruhi pelanggan dalam melakukan pembelian.
Indicator pada faktor ini adalah :
a. Pelanggan dapat mengakses web toko Online disemua tempat yang terjangkau oleh jaringan internet.
b. Pelanggan merasa mudah dalam mengakses web untuk mencari informasi.
c. Pelanggan merasa mudah dalam mengakses web untuk melakukan pembelian dan melakukan transaksi.
6. Flexibility
Berbelanja Online dapat dilakukan oleh konsumen dalam kondisi apapun tanpa mengganggu aktivitas lainnya. Hal ini didukung oleh beberapa fitur dalam konsep Online Shop seperti cash on delivery, door delivery, trial and money back, dll. Kecanggihan web dalam menampilkan produk melalui gambar serta informasi yang lengkap dan ketersediaan fitur transaksi dan layanan pengiriman barang membuat toko Online ini dapat dijangkau oleh pelanggan dari tempat yang mereka inginkan. Indikator pada faktor ini adalah :
a. Online Shop dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga pelanggan.
b. Belanja di toko Online tidak mengganggu aktivitas pelanggan.
Terdapat perbedaan pemasaran antara toko Online dengan toko tradisional/fisik (Moon et al., 2017) sebagai berikut :
Tabel 2.1 Perbedaan E-Marketing dan Tradisional Marketing
E-Marketing Tradisional Marketing
Iklan interaktif : situs web, jejaring sosial, iklan google, iklan banner, video
Iklan melalui media cetak (Koran), media siaran (iklan TV dan radio), telemarketing.
Lebih murah Lebih mahal
Lebih maksimal dalam menjangkau konsumen
Jangkauan terbatas
Instant comparable Kesempatan lebih sedikit
Hemat banyak waktu Butuh banyak waktu
Kurang interaksi Interaksi dengan orang bisa menjalin hubungan yang baik
Sumber : Moon et al. 2017