5 HASIL DAN PEMBAHASAN
4) Operasi penangkapan ikan
Sumber: Data primer tahun 2011
Gambar 7 Konstruksi Kapal jaring insang hanyut tampak samping
3) Nelayan
Nelayan jaring insang hanyut termasuk ke dalam golongan nelayan penuh. Mayoritas penduduk lokal merupakan nelayan jaring insang hanyut di PPN Karangantu, Teluk Banten. Perkampungan nelayan jaring insang hanyut berada tidak jauh dari dermaga PPN Karangantu. Jumlah nelayan jaring insang hanyut dalam kegiatan penangkapan ikan adalah 3-4 orang nelayan. Pembagian tugas nelayan saat melakukan kegiatan penangkapan yaitu satu orang sebagai nahkoda kapal yang mengemudikan kapal, satu atau dua orang menurunkan (setting) dan menarik (hauling) jaring, serta satu orang melepaskan ikan.
4) Operasi penangkapan ikan
Pengoperasian jaring insang hanyut dilakukan secara One day fishing di PPN Karangantu, Teluk Banten. Pengoperasian jaring insang hanyut pada pukul 03.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Tahap pengoperasian jaring insang hanyut meliputi tahap persiapan, tahap penurunan jaring (setting), tahap penghanyutan jaring (drifting), dan tahap penarikan jaring (hauling). Tahap persiapan meliputi pengecekan kapal dan mesin kapal, penyediaan perbekalan melaut yang terdiri
9 m
atas bahan bakar solar, es, air bersih dan konsumsi. Tahap penurunan jaring (setting) dimulai dari penurunan pelampung tanda, tali selambar, pemberat, badan jaring, pelampung hingga penururunan pelampung tanda. Proses setting
membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Tahap penghanyutan jaring (drifting) yaitu membiarkan jaring dalam posisi terhanyut di perairan. Proses drifting berlangsung selama 60 menit. Tahap penarikan jaring (hauling) dimulai dari penarikan pelampung tanda terakhir, pelampung diikuti badan jaring dan pemberat. Proses
hauling berlangsung selama 60 – 90 menit, dengan pelepasan ikan hasil tangkapan dari jaring.
5) Musim dan daerah penangkapan
Musim penangkapan jaring insang hanyut terbagi menjadi musim puncak, musim sedang dan musim paceklik. Musim puncak merupakan musim pada saat jumlah ikan hasil tangkapan melimpah atau musim banyak ikan. Musim puncak pada usaha penangkapan jaring insang hanyut umumnya terjadi pada bulan Mei hingga Agustus. Musim sedang merupakan musim pada saat jumlah ikan hasil tangkapan tidak melimpah dan tidak pula menurun. Musim sedang umumnya terjadi pada bulan September hingga Januari. Musim paceklik merupakan musim pada saat jumlah ikan hasil tangkapan berkurang dibandingkan dengan musim lainnya dan terjadi pada bulan Februari hingga April. Jenis ikan hasil tangkapan jaring insang hanyut di PPN Karangantu adalah ikan kembung, tongkol, golok-golok dan sebagainya. Pola musim penangkapan dapat dilihat pada Tabel 10
Tabel 10 Pola musim penangkapan jaring insang hanyut
Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Jaring insang hanyut
Sumber : Diolah dari data primer tahun 2011
Keterangan :
= Musim Puncak = Musim Sedang = Musim Paceklik
Daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap jaring insang hanyut secara umum di perairan Teluk Banten, Pulau Pamuyan, dan Pulau Tunda. Jarak perairan
Pulau Pamuyan dari PPN Karangantu sejauh 1,5 mil dengan waktu tempuh 30 menit, jarak perairan Teluk Banten sejauh 1 mil dengan waktu tempuh 20 menit, dan waktu tempuh Pulau Tunda 4 jam. Kebutuhan solar untuk mencapai ke
fishing ground mencapai 15 – 20 liter.
5.1.2 Produktivitas
Produktivitas untuk mengukur kemampuan suatu alat tangkap dalam memperoleh hasil tangkapannya. Produktivitas berdasarkan hasil data primer yang didapatkan usaha jaring insang hanyut (Tabel 11).
Tabel 11 Produktivitas unit penangkapan jaring insang hanyut
Komponen Produktivitas Nilai Produktivitas
Produktivitas per alat tangkap 525,03 kg per unit per tahun
Produktivitas per trip 42,68 kg per trip per tahun
Produktivitas per nelayan 2625,13 kg per trip per tahun Produktivitas per biaya investasi 0,00024 kg per rupiah per tahun Produktivitas per biaya operasional 0,00014 kg per rupiah per tahun
Sumber : Diolah dari data primer tahun 2011
Berdasarkan hasil perhitungan (Tabel 11), produktivitas per alat tangkap unit penangkapan jaring insang hanyut sebesar 525,03 kg per unit per tahun menunjukkan bahwa untuk satu unit jaring insang hanyut dapat memperoleh ikan hasil tangkapan 525,03 kg setiap tahunnya. Produktivitas per trip sebesar 42,68 kg per trip per tahun menunjukkan bahwa setiap satu kali operasi penangkapan jaring insang hanyut hasil tangkapan yang diperoleh sebesar 42,68 kg per tahunnya. Produktivitas per nelayan sebesar 2625,13 kg per orang per tahun menunjukkan bahwa satu orang menghasilkan 2625,13 kg ikan hasil tangkapan jaring insang hanyut setiap tahunnya. Produktivitas per biaya investasi sebesar 0,00024 kg per rupiah per tahun menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya investasi yang dikeluarkan untuk unit penangkapan jaring insang hanyut akan menghasilkan 0,00024 kg ikan hasil tangkapan per tahunnya, sedangkan produktivitas per biaya operasional sebesar 0,00014 kg per rupiah per tahun menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya operasional unit penangkapan jaring insang hanyut yang dikeluarkan akan menghasilkan 0,00014 kg ikan hasil tangkapan per tahunnya.
5.2 Analisis Aspek Finansial
Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui kemungkinan pengembangan usaha penangkapan jaring insang hanyut. Analisis finansial dilakukan melalui analisis usaha dan analisis kriteria investasi. Proyeksi arus kas merupakan laporan aliran kas yang memperlihatkan gambaran penerimaandan pengeluaran.
5.2.1 Analisis usaha
Analisis usaha untuk mengetahui tingkat keuntungan atau keberhasilan dari usaha perikanan yang telah dijalankan selama ini. Analisis usaha meliputi analisis pendapatan usaha, analisis imbangan penerimaan dan biaya (Revenue-Cost Ratio), analisis waktu balik modal (Payback Period), dan analisis Return on Investement (ROI).
1) Investasi
Investasi merupakan biaya pengeluaran pada tahap persiapan usaha penangkapan jaring rajungan. Biaya tersebut untuk pembelian kapal, mesin, dan alat tangkap. Komponen investasi usaha penangkapan jaring insang hanyut (Tabel 12).
Tabel 12 Komponen investasi usaha penangkapan jaring insang hanyut
No
Jenis Investasi Umur Teknis
(Thn) Harga (Rp)
Persentase (%)
1 Kapal 10 30.000.000,00 69,69
2 Mesin 5 8.350.000,00 19,40
3 Jaring insang hanyut 2 4.700.000,00 10,92
Total Biaya Investasi 43.050.000,00 100%
Sumber : Diolah dari data primer tahun 2011
Komponen investasi kapal jaring insang hanyut terdiri atas 1 unit kapal sebesar Rp 30.000.000,00 dengan umur teknis selama 10 tahun, 1 unit mesin kapal sebesar Rp 8.350.000,00 dengan umur teknis selama 5 tahun, jaring rajungan 1 unit sebesar Rp 4.700.000,00 dengan umur teknis selama 2 tahun. Total biaya investasi yaitu sebesar Rp 43.050.000,00.