• Tidak ada hasil yang ditemukan

Operasional Laboratorium Pengelolaan OPT (1768.004)

C. PELAKSANAAN OUTPUT KEGIATAN DIPA TA. 2014

1. Operasional Laboratorium Pengelolaan OPT (1768.004)

Kegiatan Operasional laboratorium pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Tahun 2014 terdiri dari: operasional Laboratorium Fitopatologi, laboratorium Entomologi, laboratorium PCR, laboratorium Trichogramma, kebun koleksi, kebun percobaan, dan rumah kaca.

a) Operasional Laboratorium Fitopatologi

Kegiatan di laboratorium Fitopatologi, BBPOPT tahun 2014 terdiri dari, pembuatan spesimen tanaman terifeksi penyakit, isolasi penyakit (patogen), dan identifikasi tanaman dengan gejala terinfektasi penyakit. Sampel-sampel tanaman terinfeksi penyakit didapatkan dari hasil kunjungan di lapangan seperti surveillans, bimbingan teknis dan pest list.

- Pembuatan Spesimen Penyakit Tanaman

Sampel tanaman yang terinfeksi penyakit dan telah diidentifikasi dibuat spesimen. Pembuatan spesimen ini bertujuan untuk mempermudah pengamatan secara praktis tanpa harus mencari bahan segar yang baru. Bentuk spesimen dapat berupa awetan kering, tanaman diawetkan dalam bentuk herbarium. Data koleksi penyakit dalam bentuk awetan basah terdapat pada tabel berikut.

Tabel 18. Data spesimen penyakit dalam bentuk awetan basah di laboratorium Fitopatologi BBPOPT, Tahun 2014.

No. Jenis koleksi awetan

basah

Komoditi Jumlah

botol

1 Penyakit Kerdil Rumput tipe 2

Padi 2

2 Penyakit mozaik Kedelai 1

3 Penyakit hawar pelepah Padi 1

4 Penyakit keriting Kedelai 1

75

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

No. Jenis koleksi awetan

basah

Komoditi Jumlah

botol

6 Serangan hama boleng Ubi jalar 2

7 Penyakit tungro Padi 2

8 Gejala fisiologis/albino Padi 1 9 Serangan penggerek

tongkol

Jagung 1

10 Penyakit bulai Jagung 2

11 Penyakit Neck Blast Padi 1 12 Penyakit Hawar daun

bakteri

Padi 1

13 Penyakit Kudis Ubi jalar 1

14 Penyakit hawar pelepah Jagung 1 15 Penyakit gosong palsu Padi 1 16 Penyakit gosong palsu Jagung 1

17 Penyakit leaf blas Padi 1

18 Penyakit Bercak Coklat Ubi jalar 1 19 Penyakit Bercak Coklat Ubi kayu 2 20 Penyakit Bercak hitam

pada batang

Ubi kayu 1

21 Virus Kuning Terong 1

Jumlah 26

Data koleksi penyakit dalam bentuk spesimen kering (herbarium) terdapat pada tabel berikut.

Tabel 19. Data spesimen penyakit dalam bentuk awetan kering di laboratorium Fitopatologi BBPOPT, Tahun 2014.

No. Jenis koleksi awetan

kering / herbarium

Komoditi Jumlah

kotak

1 Penyakit Bercak Coklat Ubi kayu 1 2 Penyakit Hawar Daun Jagung 1

3 Penyakit Hawar Daun Padi 1

4 Penyakit Karat Daun Kacang Tanah 1 5 Penyakit Bercak Coklat Kedelai 1 6 Penyakit Bercak Coklat Ubi Jalar 1

Jumlah 6

Selain spesimen basah dan spesimen kering, Fungsional juga membuat spesimen dalam bentuk preparat mikroorganisme penyebab penyakit tumbuhan (patogen). Sampai dengan tahun

76

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

2014 spesimen dalam bentuk preparat seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel 20. Data Spesimen jamur patogen dalam bentuk preparat tahun 2014

No. Nama Spora Komoditi Jumlah

Preparat

1 Colletotrichum sp Cabai 3

2 Colletotrichum sp Ubi jalar 1

3 Cercospora sp Ubi kayu 7

4 Pyricularia sp Padi 3

5 Ramularia sp Jagung 1

6 Rhizoctonia sp Padi 1

7 Puccinia sp Jagung 2

8 Phakopsora sp Kedelai 1

9 Bipolaris sp Ubi kayu 2

10 Cercospora sp Jagung 1

11 Cercospora sp Kedelai 1

12 Helminthosporium Jagung 4

13 Karat Ubi jalar 2

14 Helminthosporium Ubi kayu 1 15 Ustilagonoidea virens Padi 1

Jumlah 31

- Isolat patogen

Hasil isolasi patogen yang dihasilkan pada tahun 2014 tersaji dalam tabel berikut.

Tabel 21. Daftar isolat patogen pada tahun 2014

No. Nama Spora Komoditi Jumlah

Isolat (tube)

1 Xanthomonas manihotis Ubi Kayu 1

2 Xanthomonas oryzae Padi 1

3 Colletotrichum sp Cabai 1

4 Cercospora sp Ubi Kayu 1

5 Jamur upas Karet 1

6 Pseudomonas razoltania Pisang 1

7 Pyricularia oryzae Padi 1

8 Helminthosporium sp Jagung 1

9 Bipolaris sp Jagung 1

10 Layu Fusarium Jagung 1

77

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

- Identifikasi Penyakit

Kegiatan identifikasi terhadap penyakit, sebagian besar sampel berasal dari hasil surveilans, bimbingan teknis, pest list dan sampel yang di bawa oleh petugas atau petani. Sampel yang di peroleh dilakukan identifikasi oleh pelaksana teknis identifikasi laboratorium Fitopatologi. Pada tahun 2014 sampel yang telah teridentifikasi sebanyak 15 sampel. Hasil dari identifikasi sampel terdapat pada lampiran 14.

b) Operasional Laboratorium Entomologi

Kegiatan di laboratorium entomologi tahun 2014, yaitu pembuatan spesimen hama dan musuh alami, dan kegiatan uji embun madu.

- Uji Embun Madu

Kegiatan uji embun madu tahun 2014 di lakukan sebanyak 6 kali, untuk 6 koloni. Varietas padi yang di gunakan untuk kegiatan uji embun madu, sebanyak 16 varietas yang meliputi: Pelita, Mekongga, IR 42, Ciliwung, WAB, Ciherang, Inpari 13, Cigeulis, Cisadane, Cibogo, Silogonggo, Sintanur, Muncul, IR 64, Sarinah dan Inpari 6. Pelaksanaan dan hasil uji embun madu terdapat pada lampiran 15.

- Identifikasi hama dan musuh alami

Kegiatan identifikasi terhadap hama, sebagian besar sampel berasal dari kegiatan di lahan BBPOPT. Hasil dari identifikasi sampel terdapat pada tabel 22 berikut.

Tabel 22. Hasil Identifikasi sampel di Laboratorium Entomologi Tahun 2014

No. Sampel Asal Sampel Hasil Identifikasi

1 Belalang bertaji Kebun Percobaan BBPOPT Schistocerra cancellata 2 Belalang bermuka miring Kebun Percobaan BBPOPT Acrida bicolor

3 Kumbang kubah Kebun Percobaan BBPOPT

Coccinella transversalis

78

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

No. Sampel Asal Sampel Hasil Identifikasi

4 Lalat penggerek kedelai Kebun Percobaan BBPOPT Melanagromyza sojae

5 Kumbang air Kebun Percobaan BBPOPT

Hidrophilus triangularis 6 Kutu kebul Kebun

Percobaan BBPOPT Aleurodicus dugesii 7 Capung Kebun Percobaan BBPOPT Epiaeschna heros 8 Ngengat penggerek polong Kebun Percobaan BBPOPT Etiellazinckenella 9 Ngengat penggerek batang Kebun Percobaan BBPOPT Scirpophaga 10 Kepik Kebun Percobaan BBPOPT O.nigrofasciata

11 Kumbang kubah Kebun Percobaan BBPOPT

Epilachna monovittata 12 Belalang Cebol Kebun

Percobaan BBPOPT Metioche sp 13 Kumbang Kebun Percobaan BBPOPT Harmonia axyridis 14 Hispa Kebun Percobaan BBPOPT Dicladispa armigera 15 Wereng punggung putih Kebun Percobaan BBPOPT Sogatella furcifera

- Pembuatan spesimen Hama dan Musuh Alami

Pembuatan spesimen hama dan musuh alami di laboratorium entomologi tahun 2014, dari komoditas padi, jagung, kedelai, ubi kayu dan ubi jalar pada tabel 23.

79

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

Tabel 23. Data Spesimen hama dan musuh alami di Laboratorium Entomologi BBPOPT, Tahun 2014.

No. Komoditi Jenis koleksi hama dan

musuh alami Jumlah kotak 1 Padi  PBP  WBC  WDH  Ganjur  Ulat Grayak  Ulat tanduk

 Hama putih palsu

 Walang sangit

1

2 Jagung  Penggerek batang

 Penggerek tongkol 1 3 Kedelai  Aphis  Kepik Hijau  Ulat jengkal  Penghisap Polong  Belalang  Ulat grayak  Penghisap polong  Pelipat daun  Kumbang  Wereng 1

4 Ubi Jalar  Belalang

 Kepik  Cylas  Ulat grayak  Penggulung daun  Ulat Bulu  Kumbang  Penggorok daun 1 5 Tanaman lainnya (mangga, bintaro)  Kupu-kupu  Paederus  Ophionea  Micrasphis 2

c) Operasional Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Tujuan dari kegiatan operasional laboratorium PCR adalah untuk meningkatkan keakuratan kegiatan identifikasi sampel melalui analisa DNA dan membedakan sampel-sampel tersebut dari penyakit yang di sebabkan oleh fitoplasma atau penyakit lain (bakteri, jamur, virus dan mematoda). Hasil identifikasi

80

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

sampel, dengan menggunakan PCR seperti terlihat pada lampiran 16 berikut.

Tahun 2014 hanya isolat bakteri merah yang di lakukan squensing bekerjasama dengan pihak ketiga. Hasil squensing dari isolat bakteri merah adalah Serratia marcescens endosimbion WBC.

d) Operasional Laboratorium Trichogramma sp

Pelaksanaan kegiatan operasional laboratorium Trichogramma sp meliputi perbanyakan parasitoid Trichogramma sp. Hasil perbanyakan parasitoid Trichogramma pada tahun 2014 sebanyak 4.274 pias dari target 3.500 pias. Pendistribusian parasitoid Trichograma sp ke daerah di sesuaikan permintaan dari pengguna. Pengguna yang memanfaatkan parasitoid

Trichograma sp tersebar di 5 Provinsi yaitu: Jawa Barat, Papua,

NTT, Bangka Belitung dan Kalimantan Utara. Pada tahun 2014 distribusi sebanyak 4.051 pias.

e) Operasional kebun koleksi

Kebun koleksi BBPOPT merupakan kebun untuk tanaman yang potensial untuk pestisida nabati, dengan tujuan supaya dapat dipergunakan sebagai sumber bahan pengkajian fungsional khusus (POPT) BBPOPT dalam kegiatan pengendalian yang bersifat ramah lingkungan. Kondisi saat ini kebun koleksi telah di tanami 72 jenis tanaman nabati dari target 50 jenis tanaman. Pada tahun 2014, BBPOPT memanfaatkan pestisida nabati pada Kajian Uji Efikasi Kutu Daun Dengan Pestisida Nabati Pada Tanaman Kedelai dan Kajian Uji Efikasi WBC Dengan Pestisida Nabati Pada Tanaman Padi. Tanaman pestisida nabati yang di gunakan yaitu Gadung, Jahe, Tuba, Serai, Biji Saga, Daun Sirih dan Mimba.

Untuk melestarikan koleksi tanaman pestisida nabati dilakukan perbanyakan tanaman dengan cara stek, biji, cangkok dan bibit. Perbanyakan menggunakan cangkok sebanyak 40 batang untuk

81

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

tanaman daun wangi (melaluica). Perbanyakan dengan stek untuk tanaman tuba 450.

Kegiatan lain dalam operasional kebun koleksi adalah pembuatan kompos sebanyak 4,8 ton. Pemanfaatan kompos plus trichoderma di aplikasikan pada petak sawah BBPOPT, kebun pisang, bak uji dan koleksi tanaman nabati.

f) Operasional kebun percobaan

Operasional kebun percobaan meliputi merapikan pematang, jalan utama kebun percobaan, dan saluran irigasi. Kegiatan di kebun percobaan dimulai dari sebelum tanam, yaitu membuat layout lahan dan persemaian.

Kegiatan di kebun percobaan yaitu: Rice garden dengan 15 varietas, SRI, Screening Padi, Sintanur Organik, Perlakuan Beda Waktu Tanam, Penelitian IPB (mixing varietas, kegiatan kajian Potensi MOL dan PGPR, Kajian Pengaruh Jarak Penerangan dan Tingkat Kerusakan akibat PBP, dan Tanaman Indikator.

Kegiatan di kebun percobaan selain lahan sawah dilakukan dilahan kering sekitar laboratorium Trichogramma. Lahan tersebut ditanami pisang sebanyak 22 jenis, kedelai 12 varietas, jagung 7 varietas, dan kegiatan kajian Teknologi Pengendalian OPT Kedelai 7 varietas. Tiga puluh bak uji dimanfaatkan untuk kajian Korelasi Benih Terinfeksi Penyakit Hawar Daun Bakteri yang merupakan kerjasama dengan BBPPMBTPH Cimanggis. g) Operasional Rumah Kaca

Operasional rumah kaca meliputi pemeliharaan rumah kaca, pemeliharaan tanaman dan perbanyakan tanaman indikator. Rumah kaca sebanyak 4 unit dengan kegunaan sebagai berikut: rumah kaca 1 untuk perbanyakan benih indikator HDB, WBC, Tungro dan Blas, rumah kaca 2 untuk perbanyakan pakan WBC, rumah kaca 3 untuk rearing WBC, rearing PBP dan kepinding tanah, dan rumah kaca 4 untuk kegiatan pengujian yang dilakukan oleh fungsional maupun penelitian mahasiswa.

82

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

Hasil kegiatan di rumah kaca di lakukan oleh fungsional adalah sebagai berikut:

- Perbanyakan Varietas Padi Indikator

Hasil panen perbanyakan varietas indikator stok benih yang ada dari perbanyakan yaitu a). Indikator HDB; varietas kencana 116,565 gr, Kuntulan 27,303 gr, Tetep 1235,604 gr, PB-5 408,974 gr, dan Java-14 75,895 gr b). Indikator Blas; varietas Asahan 5081,8 gr, Cisanggarung 3125,5 gr, Cisadane 47,9 gr, IR-64 2095,4 gram, Cisokan 4089,6 gr, dan Krueng Aceh 3663,1 gr, c). Indikator Tungro; IR 26 3000 gr, IR 42 2000 gr, Ciliwung 5031,9 gr, Barumun 4052 gr, dan Lusi 3000, d). Indikator WBC; Pelita 4005,6 gr, Mudgo 50,9 gr, Ratu Heenati 14,2 gr, ASD -7 22 gr, dan TN.1 20,9 gr.

- Rearing Wereng Batang Coklat (WBC)

Rearing WBC bertujuan untuk mendapatkan WBC yang bebas dari pengaruh pestisida dan juga untuk koleksi koloni WBC yang diambil dari daerah dan telah dilakukan rearing WBC sebanyak 12 koloni. Hasil rearing koloni WBC di rumah kaca di lakukan seperti terlihat pada tabel berikut. Tabel 24. Daftar koloni WBC di BBPOPT tahun 2014

No. Asal Koloni Mulai direaring

1 Banyumas Januari 2 Cilacap Januari 3 Sidoarjo Januari 4 Ponorogo Januari 5 Tangerang Februari 6 Pandeglang Februari

7 Lampung Tengah Februari

8 Lamongan Februari

9 Klaten Februari

10 Banyuasin Februari

11 Pati Februari

83

Laporan Tahunan, Balai Besar Peramalan OPT ……….PE

13 Kulonprogo Maret

h) Penyusunan pest list OPT pangan

Pada tahun 2014, pest list di lakukan untuk OPT padi, jagung, kedelai, ubi kayu dan ubi jalar. Lokasi pengamatan dan pengambilan sampel di laksanakan 6 provinsi yaitu: Jawa Barat, DI Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Lampung. Pengamatan dan pengambilan sampel di lengkapi dengan GPS. Penggunaan GPS bertujuan untuk memastikan lokasi secara tepat. Total pestlist sejumlah 48 data (sesuai target). Jenis OPT yang di temukan di lapangan tersaji dalam lampiran 17.