• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 orangx harix jam  jo

( 32 8

2

2orangx harix jam jo

Actual : 1 meja dikerjakan 2 orang dalam waktu 3 hari. Waktu pengerjaan

perhari adalah 6 jam. Maka

)

(

36

6

3

2orangx harix jamjo

Plan

Do

Check Action

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

Dari contoh kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa kerugian yang terjadi adalah selama 4 jam. Perlu digaris bawahi jam orang berpengaruh terhadap cost. Hal tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut:

000 . 200 . 0 4 000 . 800 . 1 . 36 000 . 600 . 1 . 32 Rp j Rp jo Rp jo

Kerugian yang dialami adalah sebesar dua ratus ribu rupiah untuk 4(jo) Pekerjaan dilakukan dengan 350 (jo) dikerjakan oleh 5 orang dengan target penyelesaian 10 hari,maka jam efektif per orang per hari adalah sebagai berikut

hari orang jameff x10 7 / / 5 350

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : selasa Tanggal : 26 Juli 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 2

 Melanjutkan pembelajaran mengenai Proses Produksi Di Galangan

Di hari selasa minggu kedua praktikan melanjutkan proses penerimaan materi dari pak Bondan mengenai Proses Produksi Di galangan.

Membuat jadwal produksi atau schedule

Schedule atau penjadwalan merupakan penentuan urutan dari pekerjaan yang akan di lakasanakan dengan periode atau lapang waktu tertentu. Dalam pembuatan pekerjaan atau schedule tersebut harus berpatokan pada sumber manajemen 5 M, yaitu:

o Man : harus di perhitungkan kebutuhan tenaga untuk menyelesaikan suatu pekerjaan karena tanpa perencanaan tenaga akan mengakibatkan target penyelesaian pekerjaan tidak terpenuhi atau menyebabkan terjadinya tenaga yang tidak berbeban selain dari pada itu harus di perhitungkan kebutuhan tenaga pihak trip atau kealihan untuk tiap-tiap pekerjaan pada satu posisi.

o Money : berapa kebutuhan dana atau biaya untuk menyelesaikan proyek tersebut dan dari mana dana tersebut diperoleh.

o Material : dari spesifikasi dari suatu proyek dapat di estimasikan atau bahan baku yang di butuhkan oleh proyek tersebut.

o Machine (mesin) : Dalam merencanakan suatu proyek harus diperhitungkan esin atau fasilitas yang di miliki dan rencana investasi dari mesin atau fasilitas mendatang.

o Method : Untuk menggabungkan suatu proyek sistem metodi dari pembangunan juga memperhitungkan mesin atau fasilitas yang di miliki.

Fungsi schedule : agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar sesuai waktu yang

telah direncanakan.

Tipe-tipe Schedule :

Mesin schedule : suatu jadwal atau penentuan pekerjaan yang di laksanakan

berdasarkan kerja mesin.

Order Schedule : Suatu jadwal atau penentuan program yang akan di

rencanakan berdasarkan suatu pesanan atau order.

Langkah-langkah pembuatan jadwal:

 Mendaftar aktivitas yang akan dilaksanakan

 Menentukan jadwal waktu yang dilaksanakan

 Menentukan prioritas dalam pekerjaan

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : Rabu Tanggal : 27 Juli 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 2

 Pengujian Mesin Genset

Pada hari rabu, minggu kedua pihak supplayer genset dari Teknik semeru melakukukan pengujian mesin genset di bengkel mekanik. Genset yang di uji adalah genset yang menggunakan sistem pendingin air tawar. Tujuan pengujian mesin adalah untuk melihat kelayakan genset terhadap pembebanan (load factor) listrik yang akan di pasang ke dalam kamar mesin kapal perintis 1200 GT.

Sebuah tes beban bank Generator melibatkan pemeriksaan dan penilaian genset. Ini membuktikan bahwa semua komponen utama dari generator set berada dalam kondisi kerja yang tepat. Peralatan yang digunakan untuk melakukan tes beban bank menghasilkan beban buatan pada generator dengan membawa mesin untuk suhu operasi dan tingkat tekanan yang tepat menurut rental genset. Hal ini sangat penting untuk standby dan generator darurat set yang tidak berjalan sangat sering atau mungkin tidak terkena membawa beban berat secara sering. Aturan umum adalah jika generator tidak terkena lebih tinggi dari 30% dari kW beban rated maka harus mempertimbangkan uji beban.

Manfaat Pengujian Beban Tenaga Genset

Ada beberapa alasan genset harus menjalani tes beban, termasuk yang berikut:

Verifikasi kemampuan genset

Masalah ditemukan dini dapat secara signifikan lebih murah dan mencegah masalah besar di masa depan

Membantu untuk menghindari basah-susun dan membersihkan keluar deposit karbon

Verifikasi mesin sistem pendingin akan tampil sementara di bawah beban

Memberikan jaminan bahwa genset harus bekerja dengan baik.

Laporan Beban Tenaga Generator meliputi:

kW Beban

Tegangan AC

Hertz

Tekanan Minyak

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

Catatan Tambahan dan Komentar

Gambar 47. Wawancara mahasiswa OJT kepada pihak supplayer (Teknik Semeru)

Gambar 48. (Sisi kanan) proses pemasangan sistem pendingin air tawar dan (sisi kiri) pemasangan battre/accu 12 volt 2 unit untuk start elektrik

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : kamis Tanggal : 28 Juli 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 2

 Pemasangan Genset Di Dalam Kamar Mesin Kapal Perintis 1200 GT

Pada proses pemasangan generator perlu diperhatikan gambar kamar mesin dan letak pondasi karena jika tidak di perhatikan maka akan terjadi kesalahan yang sangat vital yaitu terjadi gangguan kestabilan kapal.

Sebelum pemasangan, mesin genset diangkut oleh Forklift dari bengkel mekanik. setelah di angkut genset diletakan dekat kapal perintis 1200 GT, setelah itu genset di angkat oleh mesin Traveling gantry crane dengan kapasitas angkut hingga 30 ton untuk di masukan kedalam kamar mesin.

Gambar 50. Sisi kiri genset diangkut menggunakan Taveling gantry crane dan sisi kanan penyetelan genset di dalam kamar mesin kapal perintis 1200 GT

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : jum,at Tanggal : 29 Juli 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 2

 Pengenalan sistem perpipaan di bengekel instalasil pipa

Pada hari jumat praktikan pergi ke bengkel sistem instalasi pipa untuk mengetahui sistem pipa yang berada dalam kapal.

Pipa adalah suatu batang silindar berongga yang dapat berfungsi untuk dilalui atau mengalirkan zat cair, uap, gas ataupun zat padat yang dapat dialirkan yang berjenis serbuk/tepung. Untuk pembuatan pipa baja dapat dibuat dengan beberapa metoda antara lain seamless pipe, butt welded pipe dan spiral welded pipe. Pembuatan pipa disesuaikan dengan kebutuhan dan dibedakan dari batas kekuatan tekanan, ketebalan dinding pipa, temperatur zat yang mengalir, jenis material berkaitan dengan korosi dan kekuatan pipa tersebut.

Penamaan pipa sering disebut dari jenis pipa dan ukuran pipa yaitu diameter pipa. Diameter pipa sendiri dibagi dua: diameter luar dan diameter dalam, selain itu ada yang menamakan pipa dari ketebalan pipa yaitu ketebalan antara diameter luar dan diameter dalam dan sekarang dikenal dengan istilah schedules.

Untuk instalasi pipa dikapal tentu pipa-pipa tersebut tidak hanya pipa lurus melainkan terdapat belokan, cabang, mengecil, naik dan turun. Panjang dari pipa pun beraneka ragam ada yang penjang ataupun pendek. Berkaitan dengan hal ini maka kita akan mengenal beberpa jenis sambungan pipa seperti sambungan ulir, sambungan shock, sambungan dengan las (butt welded) dan sambungan dengan menggunakan flange. Selain itu dikenal juga istilah belokan atau ellbow, cabang T atau tee, cabang “Y” dan ada juga pipa yang diameternya mengecil disebut reducer.

Pada setiap kapal yang memiliki perlengkapan permesinan yang terdiri dari Mesin Induk Mesin Bantu dan pompa-pompa atau kapal yang tidak dilengkapi Mesin Penggerak namun memiliki permesinan lain dan pompa-pompa, selalu dilengkapi dengan instalasi perpipaan.

Instalasi pipa dikapal diganakan untuk mengalirkan fluida dari satu tanki/kompartment ke tanki lain, atau dari satu tangki ke peralatan permesinan dikapal, atau mengalirkan fluida dari kapal keluar kapal atau sebaliknya. Selain itu terdapat instalasi pipa yang lain berfungsi mengalirkan gas non cair seperti pipa gas buang, pipa sistim CO2, atau instalasi pipa yang mengalirkan udara dan uap bertekanan.

Jenis pipa yang terdapat dikapal memiliki beragam senis ditinjau dari material pipa sesuai dengan kegunaannya. Material pipa dikapal pada umumnya terbuat dari baja galvanis, baja hitam, baja campuran, stainless steel, kuningan, tembaga ataupun alumunium. Pada kegunaan tertentu terdapat pula pipa yang terbuat dari bahan non metal seperti rubber hose, gelas dan PVC.

Untuk kapal-kapal yang dibangun mengikuti peraturan klasifikasi maka instalasi pipa harus pula mendapat persetujuan atau gambar instalasi pipa harus mendapat pengesahan dari badan klasifikasi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sistim pemeliharaan atau sistim reparasi terhadap pipa-pipa dikapal, untuk memudahkan hal tersebut maka sistim penyambungan pipa-pipa dikapal menggunakan sistim baut dan flange.

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

SISTEM INSTALASI PIPA AIR LAUT / SEA WATER PIPING SYSTEM Sesuai dengan fungsinya istalasi pipa air laut digunakan untuk mengalirkan air laut dari satu tanki ke tanki lain, dari luar ke dalam kapal, dari kapal ke laut dan lain sebagainya. Pengaliran air laut menggunakan sarana pompa, dapat berupa pompa hisap atau pompa tekan, pompa ini disebut Pompa air laut/Sea water pump. Selain pompa pengaturan aliran instalasi air laut dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve.

Pompa air laut pada umumnya menggunakan jenis pompa centrifugal disesuaikan dengan kebutuhannya Air laut masuk kedalam kapal dengan melalui instalasi karangan laut/sea chest , yaitu pipa yang menembus bagian kulit kapal didaerah bottom. Pipa di sea chest dilengkapi katub/valve type non return valve yang terbuat dari bahan cast steel atau bronze. Setelah melalui katub sebagai pengatur masuknya air laut , air laut melewati Saringan/Strainer untuk menyaring partikel / kotoran sebelum dihisap oleh pompa Air laut/sea water pump yang mempunyai kapasitas mencukupi sesuai kebutuhan. Pengaturan kebutuhan air laut diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa katub untuk penyalurannya yang dapat dikontrol di kamar mesin (lihat diagram pipa isometri terlampir).

Air laut antara lain dibutuhkan untuk sistim Pemadam Kebakaran/Fire Hydrant system, sistim Pendingin Mesin Induk/Bantu/Sea Water cooling system, sistim Bilas sanitasi/Sewage flushing system, sistim Cuci Geladak/Deck washing system, sistim pencuci rantai di Hawse pipe/Chain washing system dan sistim Balas dikapal/Sea water ballast system.

SISTEM INSTALASI PIPA AIR TAWAR / FRESH WATER PIPING SYSTEM

Sesuai dengan fungsinya, istalasi pipa air Tawar/Fresh water digunakan untuk mengalirkan air Tawar dari satu tanki ke sistim yang dibutuhkan, dari luar ke dalam kapal pada saat pengisian Air Tawar, dari tanki ke katup2 didaerah ruang akomodasi untuk kebutuhan orang dikapal dan lain sebagainya. Pengaliran air Tawar menggunakan sarana pompa, dapat berupa pompa hisap atau pompa tekan, pompa ini disebut Pompa air Tawar/Fresh water pump. Selain pompa pengaturan aliran instalasi air Tawar dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve.

Pompa air Tawar pada umumnya menggunakan jenis pompa centrifugal disesuaikan dengan kebutuhannya dan dilengkapi sistim Hydrophore, sehingga air Tawar yang mengalir keluar mempunyai tekanan untuk kebutuhan diseluruh ruangan di geladak.

Air Tawar masuk kedalam kapal dengan melalui sistim pengisian melewati instalasi pipa pengisian Air Tawar dan masuk kedalam tanki Air Tawar/Fresh Water tank, pipa pengisian Air Tawar umumnya terletak digeladak yangmenembus bagian bagian geladak kapal dan masuk ke Tanki Air Tawar. Pipa-pipa tersebut dilengkapi dengan katub/valve yang terbuat dari bahan stainless steel.

Pengaturan kebutuhan air Tawar diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa katub untuk penyalurannya yang dapat dikontrol di kamar mesin (lihat diagram pipa isometri terlampir).

Air Tawar antara lain dibutuhkan untuk sistim instalasi ke kamar mandi dan washtafel, sistim ke Dapur, dan instalasi ke Kamar mesin.

SISTEM INSTALASI PIPA BAHAN BAKAR / FUEL OIL PIPING SYSTEM Instalasi pipa Bahan Bakar/Fuel Oil digunakan untuk mengalirkan kebutuhan bahan bakar dari tanki bahan bakar ke sistim di permesinan dan dari luar ke dalam kapal pada saat pengisian Bahan Bakar. Pengaliran bahan bakar menggunakan sarana pompa, dapat

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

bahan bakar/Fuel Oil pump and Fuel Oil Transfer pump. Selanjutnya dari pompa pengaturan aliran bahan bakar juga dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve.

Pompa Bahan Bakar pada umumnya menggunakan jenis pompa rotary disesuaikan dengan kebutuhannya dan dilengkapi sistim penyaringan/filter, selain menggunakan pompa bahan bakar utama, untuk kepentingan darurat sistiminstalasi juga dilengkapi dengan pompa tangan bahan bakar jenis rotari/FO Rotary Hand pump. Sehingga bahan bakar dapat dipompa yang mengalirdari tanki bahan bakar ke Mesin Induk/Bantu/Main Engine/Aux.Engine sesuai kebutuhan. Untuk Mesin Induk ukuran tertentu pada umumnya dilengkapi dengan pompa bahan bakar yang menyatu dengan mesin/Attached Fuel Oil pump sehingga aliran bahan bakar diambil dari tanki bahan bakar/ tangki harian bahan bakar menggunakan pompa tersebut. Pompa Transferbahan bakar/FO Transfer pump hanya berfungsi memindah kan bahan bakar dari tanki utama ke tanki Harian/FO Daily Tank.

Untuk pengisian Bahan bakar masuk kedalam kapal dengan melalui sistim pengisian melewati instalasi pipa pengisian Bahan Bakar dan masuk kedalam tanki Bahan Bakar/Fuel Oil tank , pipa pengisian bahan bakar umumnya terletak digeladak utama dan pipa pengisian menembus bagian pelat geladak kapal dan masuk ke Tanki bahan bakar dikenal dengan nama Bunker Station. Pipa-pipa tersebut dilengkapi dengan katub/valve yang terbuat dari bahan pipa baja atau pipa stainless steel.

Pengaturan kebutuhan bahan bakar diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa katub untuk penyalurannya sesuai jumlah tanki dan jumlah mesin yang dapat dikontrol di kamar mesin (lihat diagram pipa isometri terlampir).

Untuk pipa bahan bakar yang keluar dari tangki harian dan mengalir menuju mesin harus dilengkapi dengan katup dengan sitim penutup otomatis dengan pegas dan dapat dioperasikan secara cepat/Quick closing valve.

SISTEM INSTALASI PIPA AIR KOTOR/ SEWAGE PIPING SYSTEM Instalasi pipa Air Kotor/sewage piping system digunakan untuk mengalirkan air kotor dan air limbah dikapal dari dan ke tanki Sewage di dalam kapal. Pengaliran sewage menggunakan sarana pompa, berupa pompa Sewage/Sewage Pump. Air kotor/Sewage berasal dari buangan water closet dari setiap ruang akomodasi, yang mengalir ke tanki sewage secara gravity atau dengan tekanan air bilas/flushing, selanjutnya dari tanki sewage akan dipompa keluar kapal sesuai dengan peraturan pembuangan limbah. Pengaturan aliran air kotor juga dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve (lihat diagram pipa isometri terlampir).

Pompa Sewage pada umumnya menggunakan jenis pompa rotary atau pompa piston dengan putaran rendah, disesuaikan dengan kebutuhannya dan dilengkapi sistim penghancur berupa baling-baling didalam tangki sewage, selain menggunakan pompa sewage utama pada umumnya untuk kepentingan darurat juga dilengkapi dengan pompa tangan. Sehingga sewage dapat dipompa keluar sebelum tanki penuh.

Untuk pembersihan sistim instalasi sewage ini, dilengkapi dengan instalasi pembersih/flushing system. Sistim pembersih menggunakan air laut dan pembuangan sewage menggunakan pipa yang umumnya menembus kulitlambung kapal disebut overboard dan dilengkapi pula pipa pembuangan yang terletak digeladak belakang utama untuk pembuangan ke sarana didarat atau tongkang pembuangan. Pipa-pipa tersebut terbuat dari bahan Pipa-pipa tahan karat atau Pipa-pipa stainless steel dan dilengkapi dengan katub/valve.

SISTEM PIPA LAIN

Selain sistim Instalasi pipa yang utama tersebut diatas masih ada beberapa instalasi piap yang lain, diantaranya inatalasi pipa Minyak lumas, instalasi pipa Cargo (khusus

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

untuk Tanker), Instalasi pipa pendingin mesin, instalasi pipa Udara, instalasi pipa Uap, dan instalasi pipa Bilga.

o Instalasi pipa bilga untuk pembuangan air kotor dari got kamar mesin telah dibahas sebelumya pada perihal MARPOL, termasuk untuk kapal barang dan kapal Tanker. o Pipa Udara adalah pipa peranginan yang harus dipasang disetiap tanki yang ada dikapal, dengan kegunaan supaya didalam tanki tidak terjadi tekanan yang membahayakan. Pipa udara harus dipasang ditanki dan keluar menembus geladak sehingga udara keluar ditempat udara bebas. Pipa udara mempunyai ketinggian digeladak diatur oleh ketentuan Load Line Convention. Ukuran diameter pipa udara harus lebih besar dari ukuran diameter pipa isi. Dibagian ujung pipa udara harus dibuat bengkok atau dipasang strainer sehingga air tidak mesuk kedalam tanki.

o Pipa Gas buang/Exhaust gas pipe merupakan pipa untuk mengalirkan gas hasil pembakaran Mesin Induk/Main Engine atau mesin Bantu/Aux. Engine. Pipa gas buang terpasang dari manifold gas buang Mesin Induk/Bantu didalam kamar mesin dan terus menuju cerobong kapal/funnel Karena pipa ini akan dialiri gas yang cukup panas maka pipa pada umumnya dibalut dengan bahan insulation.

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : Senin

Tanggal : 1 Agustus 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 3

Pengkoneksian Panel Mesin Pendingin (Air Condisioner Condising Unit) Kapal Perintis 1200 GT

Hari senin praktikan mengikuti para teknisi listrik di kapal perintis untuk mengkoneksikan panel mesin pendingin Air Condisioner Condising Unit dengan model

Cu 302 sp dan berkapasitas 300.000 Btu/h. Mesin pendingin ini akan digunakan untuk

mendinginkan ruangan penumpang kapal 1200 GT.

Gambar 51. Pengkoneksian panel mesin pendingin (Air Condisioner Condising Unit)

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : Selasa

Tanggal : 2 Agustus 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 3

 Penerimaan Material Berupa Main Engine Dan Gear Box

Di hari selasa material berupa main engine dan gear box di terima oleh PT. Dumas, masing-masing berjumlah 4 unit. Main engine dan gearbox akan di pasang ke kapal perintis 1200 GT 145 dan kapal perintis 1200 GT 146. Main engin berkapasitas 1138 HP, 1450 RPM.

Gambar 53. material di keluarkan dari countainer

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : Rabu

Tanggal : 3 Agustus 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 3

 Pemasangan Main Engine Ke Dalam Kamar Mesin (Kapal Perintis 1200 GT) Pada hari rabu praktikan mengikuti para pekerja di bagian mekanik untuk melihat proses pemasangan main engine di dalam kamar mesin. saat itu main engine sudah di letakan dekat kapal perintis 1200 GT dan di angkut menggunakan Traveling gantry crane ke dalam kamar mesin. Proses pemasukan main engine ke dalam kamar mesin cukup sulit karena jika pengontrol traveling gantry crane kurang berhati-hati maka akan terjadi kerusakan pada main engine yang di akibat oleh benturan material. Setelah di masukan kedalam kamar mesin kemudian dilakukan penyetelan mesin terhadp fondasi.

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : kamis

Tanggal : 4 Agustus 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 3

 Pemasangan Panel Alaram Monitoring Main Engine Di Kapal Perintis

1200GT

Pada hari ini praktikan sedang melihat proses pemasangan panel control main engine di kamar mesin, panel control berfungsi untuk memonitoring kinerja mesin induk dan panel ini di hubungkan ke ruang navigasi.

Gambar 56. proses pemasangan panel control main engine di dalam kamar mesin

Jalan Nilam Barat No.12, Surabaya –

Jawa Timur

LAPORAN HARIAN PRAKTEK

KERJA LAPANGAN (PKL)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN PRODI TEKNIK SISTEM

PERKAPALAN Nama Mahasiswa : Aswin La Adira

NIM : 201370015

Perusahaan Kerja Praktek : PT. Dumas Tanjung Perak Surabaya

Hari : jumat

Tanggal : 5 Agustus 2016 Lokasi : Galangan 24 Minggu ke : 3

 Penyetelan Gearbox Di Dalam Kamar Mesin

Setelah lubang tempat masuknya sumbu baling-baling dibuat dan pemasangan as, bos, kopling dan pipa stantip telah selesai, maka dilanjutkan dengan pemasangan gear

Dokumen terkait