ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
1. Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita dimulai dari tempat pembentukan sel telur yang disebut ovarium . Ovarium ada sepasang dan setiap bulannya bergantian menghasilkan sel telur. Pada manusia, sel telur berkembang di sebuah kantung khusus yang disebut folikel de Graaf . Di kantung ini, sel telur mengalami pertumbuhan hingga akhirnya dikeluarkan dari ovarium. Proses keluarnya sel telur dari ovarium disebut ovulasi.
Sel telur yang diovulasikan akan bergerak menuju dinding rahim melalui sebuah saluran yang dinamakan tuba Fallopi . Di saluran inilah umumnya fertilisasi oleh sperma terjadi. Sel telur yang dibuahi atau yang tidak dibuahi akan mencapai uterus dalam jangka waktu satu minggu. Dinding uterus mengandung banyak pembuluh darah yang
menyediakan suplai makanan
dan oksigen bagi calon bayi.
Rahim (uterus) mempunyai ukuran panjang sekitar 7 cm dan lebar sekitar 4–5 cm. Namun, akan mampu menampung bayi dengan panjang 45 cm dan berat hingga 4 kg. Jika tidak terjadi pembuahan, dinding endometrium rahim akan meluruh sehingga terjadilah menstruasi pada wanita. Proses tersebut dipengaruhi oleh hormon-hormon yang saling bekerja sama untuk mempersiapkan kehamilan.
Organ reproduksi w merupakan saluran dengan ketika dilahirkan. Proses m lubang vagina. Proses ini di
Vagina memiliki be vagina, serta selaput dara lebih tebal dinamakan labi labia minor . Selaput dara saat membuka. Bagian ter keras maupun proses sengg Sebelum memasuki cervix ). Pada bagian ini, dan kuman lainnya penyeba terhadap pergerakan sperm mengental untuk mencegah m 2. Oogenesis
Berbeda dengan sel spe wanita terbatas jumlahnya 300.000. Akan tetapi, juml sel telur yang akan dilepaska 1995: 780). Sel t elur terse saat menstruasi kali perta dalam waktu 33 hingga 41 t
oduksi wanita bagian luar adalah vagina ( Gamba gan dinding tebal, tempat masuknya sperma da
s masuknya sel sperma didahului dengan masukny ni dinamakan dengan coitus atau senggama .
beberapa aksesoris yang terdiri atas klitoris, ba ra ( hymen). Bagian kulit penutup bagian luar labia mayor dan bagian kulit penutup di bag ara merupakan jaringan kulit tipis yang melindung n tersebut mudah sekali terkoyak oleh gesekan,
nggama.
suki rahim, terdapat saluran reproduksi yang dise ni, disekresikan cairan yang berguna mencegah
ebab infeksi. Pada masa ovulasi, cairan ini aka rma. Namun, setelah masa ovulasi cairan terse gah masuknya sel sperma.
el sperma yang diproduksi seumur hidup oleh pr ya. Jumlah sel telur wanita, pada usia tujuh ta
mlah tersebut berkurang seiring waktu. Selama paskan hanya sekitar 400–500 buah sel telur ( rsebut diovulasikan setiap bulan mulai dari ma rtama. Jadi, kurang lebih wanita akan meng 41 tahun atau dalam rentang usia 12 hingga 45–
bar di atas). Vagina a dan keluarnya bayi asuknya penis pada s, bagian kulit penutup uar dengan kulit yang bagian dalam disebut
lindungi vagina pada kan, baik oleh benda disebut leher rahim ( ah masuknya bakteri akan sangat kondusif rsebut biasanya akan
h pria, sel telur pada uh tahun adalah sekitar ma masa reproduksi, ur (Starr and Taggart, asa aktif reproduksi ngalami masa subur 45–63 tahun.
Oosit primer telah di mencapai tahap profase I (arestasi) hingga akhirnya dengan menstruasi. Kemudi buah oosit sekunder. Salah hanya ada satu oosit yang meiosis I tidak akan ikut pembelahan
meiosis kedua menghasil kemudian yang akan kurang 28 hari) selama ma
3. Menstruasi
h dibentuk pada saat organogenesis bayi di dala se I. Setelah oosit terbentuk, oosit mengalam
ya wanita tersebut mulai memasuki masa subur mudian, oosit melanjutkan pembelahan meiosi
lah satu dari oosit tersebut, akan mengalami de ang akan berkembang. Oosit degeneratif ( ba ikut dalam meiosis II. Oosit sekunder, lalu
silkan satu buah oosit fungsional. Oosit fun kan diovulasikan setiap bulan (dalam
asa subur wanita.
dalam rahim dan telah ami masa penantian subur yang ditandai osisnya menjadi dua degenerasi sehingga ( badan polar) hasil lu akan mengalami fungsional tersebut m periode lebih
Pada siklus ovulasi, sel telur yang tidak dibuahi harus dikeluarkan dari dalam tubuh bersamaan dengan pendukung implantasi bayi di dinding rahim, yaitu endometrium. Proses peluruhan dinding rahim dan dibuangnya sel telur yang tidak dibuahi ini, disebut menstruasi.
Secara hormonal, proses ini diawali dengan diproduksinya hormon gonadotropin ( gonadotropin releasing hormone ) yang akan memerintahkan pituitari untuk menghasilkan hormon FSH (folikel stimulating hormone ) dan LH (luteinizing hormone ). FSH dan LH ini akan menginisiasi (merangsang) pembentukan folikel tempat pematangan sel telur di dalam ovarium. Folikel yang berkembang akan menghasilkan hormon estrogen.
FSH, LH, dan hormon estrogen akan berpengaruh terhadap pematangan sel telur selama lebih kurang dua minggu hingga tiba waktu ovulasi. Estrogen yang dihasilkan akan berpengaruh pada perkembangan folikel, merangsang pembentukan endometrium, serta merangsang diproduksinya FSH dan LH lebih banyak. Hormon FSH dan LH yang melimpah di hari ke-12 siklus menstruasi akan memengaruhi masa meiosis II hingga terjadi ovulasi.
Ovulasi terjadi di hari ke-14 dan pada waktu ini seorang wanita dikatakan berada dalam keadaan subur. Masa subur tersebut berlangsung selama lebih kurang 24 jam saja. Folikel yang telah ditinggalkan oleh sel telur disebut badan kuning atau corpus luteum yang menghasilkan hormon estrogen serta progesteron.
Kedua hormon ini bekerja menghambat sintesis FSH dan LH sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit. Selain itu, mengakibatkan penghambatan pematangan folikel lain di ovarium. Estrogen dan progesteron bersama-sama mempersiapkan kehamilan dengan mempertebal dinding endometrium hingga mencapai ketebalan 5 mm. Jika tidak terjadi kehamilan atau fertilisasi, corpus luteum akan berdegenerasi sehingga produksi estrogen dan progesteron menurun. Jika kedua hormon ini menurun, tidak ada lagi yang mempertahankan keberadaan endometrium sehingga endometrium mengalami degenerasi. Proses ini terjadi di hari ke-27 atau 28 dan terjadilah menstruasi.
Dengan hilangnya estrogen dan progesteron, hormon gonadotropin dengan leluasa dapat memerintahkan pituitari hipofisis untuk kembali memproduksi FSH dan LH dan memulai siklus menstruasi kembali.
4. Fertilisasi dan Kehami