BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2. Organisasi (organizing)
Organisasi (organization) adalah sekelompok orang yang bekerja bersama di laksanakan dengan persetujuan bersama terkordinasi dalam upaya untuk mencapai tujuan.41 Pengorganisasian (organizing) adalah kegiatan berkelompok yang diperlukan untuk mencapai tujuan umum dari tugas masing-masing kelompok untuk manajer yang memiliki kewenangan yang diperlukan untuk
40
Sudarnoto Abdul Hakim, ed., Perpustakaan dan Pendidikan. (Jakarta: fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidaytullah Jakarta, 2006), h. 108
41
Leslie W. Rue dan Lloyd L. Byars. Management: Skills and Application. (New York: McGraw-Hill/Irwin, 2003) h. 145
mengawasi orang-orang yang melakukan kegiatan.42 Sama halnya di perpustakaan juga melakukan perngorganisasian tenaga perpustakaan hal ini dimaksudkan untuk memperjelas fungsi dan tanggung jawab masing-masing unit kerja di perpustakaan MAN, bentuk struktur organisasi disesuaikan dengan keadaan organisasi itu sendiri.
a . Struktur Organisasi
Pada dasarnya kegiatan organisasi merupakan divisi disertai tenaga kerja oleh wewenang yang sesuai dari masing-masing unit kerja. Kerangka kerja yang menjelaskan tentang batasan-batasan dari organisasi formal di mana didalamnya organisasi beroperasi di sebut struktur organisasi. Ada batasan-batasan kewenangan di berbagai posisi unit kerja. Batasan ini ada mungkin saja karena unsur dari luar, dalam bentuk aturan hukum, politik, atau sikap sosial, atau mungkin ada unsur dari dalam, yang digambarkan oleh tujuan-tujuan organisasi atau uraian kerja.
1. Struktur Organisasi Sentralisasi.
Organisasi Sentralisasai yaitu organisasai secara terpusat dimana puncuk pimpinana dan keputusan sepenuhnya di tangan pimpinan utama, pada MAN pimpinan utama adalah Kepala MAN. Sistem ini menutup kesempatan bagi manajerial tingkat bawah untuk ikut serta dalam kegiatan manajemen perencanaan seperti menyusun rencana
42
Leslie W. Rue dan Lloyd L. Byars. Management: Skills and Application. (New York: McGraw-Hill/Irwin, 2003) h. 145
strategis, pengambilan keputusan, semua kegiatan yang sifatnya rencana, pengambilan keputusan ada di pihak manajerial tingkat atas. 2. Struktur Organisasi Desentralisasi.
Organisasi Desntralisasai yaitu organisasai secara terpisah, dimana setiap divisi mempunyai hak untuk menentukan arah, keputusan dari suatu organisasai tanpa harus berkordinasi dengan pusat. Sistem ini memberikan bagi manajerial tingkat bawah untuk ikut serta dalam kegiatan manajemen perencanaan seperti menyusun rencana strategis, pengambilan keputusan.
Pada organisasi seperti perpustakaan sekolah/madrasah sebelum menyusun struktur organisasi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, adalah sebagai berikut:
• Menggunakan organisasi struktural atau organisasi fungsional.
Pada organisasi struktual, Kepala perpustakaan, bertangung jawab kepada kepala madrasah. Sedangkan petugas perpustakaan betanggung jawab Kepada Kepala perpustakaan. Pada organisasi fungsional yang bertugas di perpustakaan adalah beberapa orang pustakawan sebagai pejabat fungsional. Pustakawan bekerja secara profesional dan mandiri. Masing-masing bertanggung jawab kepada kepala madrasah. Selain itu ada juga organisasi gabungan yang terdapat pejabat struktural dan fungsional. Pertimbangan diatas mnenekankan bahwa pertimbangan unutk menetukan suatu bentuk struktur organisasi didasari pada bentuk organisasi utama. Perpustakaan MAN yang bernaung di bawah Depaertemen Agama menggunakan
struktur organisasi fungsional. Disamping itu perlu juga dilihat beberapa keuntungan dan kelebihan dari masing-masing bentuk organisasi ini.
b. Keuntungan dan Kerugian Pada Penerapan Organisasi Struktural dan Fungsional.
Tabel II.1 skema keuntungan dan kerugian pada jenis organisasi struktural.43
Keuntungan Kerugian
1. Mendalam dalam pengembangan keahlian.
2. Kejelasan dalam prospek karir.
3. Penggunaan sumber daya yang efisien.
4. Skala ekonomi yang memungkinkan.
5. Kemudahan dalam fungsi kordinasi. 6. Potensi keuntungan secara teknis
diantara organisasi lainnya.
1. Lambat dalam merespon masalah- masalah yang sifatnya multifungsi. 2. Penumpukan keputusan pada sistem
hirarki tingkat atas. 3. Terhambatnya tugas secara
berurutan.
4. Dibatasi bagi karyawan untuk meninjau organisasi.
5. Tidak tepatnya pengukuran kinerja. 6. Kecil pelatihan bagi karyawan yang
berpotensi.
43
Tabel II.2 Skema keuntungan dan kerugian pada jenis organisasi fungsional.44
Keuntungan Kerugian
1. Cepat dalam merespon perubahan lingkungan.
2. Kemudahan dalam mengkordinasi semua fungsi.
3. Penekanan serentak pada tujuan-tujuan divisi.
4. Orientasi yang kuat pada kebutuhan pelanggan/pengguna jasa atau produk.
5. Akuratnya pengukuran kinerja.
6. Kesempatan pelatihan dalam keterampilan manajemen umum
1. Duplikasi sumber daya pada setiap divisi.
2. Kuranganya pendalaman keahlian.
3. Tingginya kompetisi antara divisi.
4. Kecilnya saling berbagi keahlian pada semua divisi.
5. Keterbatasan berinovasi pada divisi.
6. Lalai dalam mencapai semua tujuan.
44
c. Bentuk-bentuk Struktur Organisasi Pada Perpustakaan Sekolah. 1. Organisasi Struktural.45 Gambar II.1 Kepala Perpustakaan: A Seksi Adm: A Kepala Sekolah
Pelayanan Teknis: B Pelayanan Pemakai: C
1. Kepala perpustakaan merangkap petugas administrasi. 3. Petugas pelayanan teknis.
4. Petugas pelayanan pemakai.
Gambar II.2 Kepala Sekolah Seksi Adm dan Ku: B Kepala Perpustakaan/ Pustakawan Pengolahan A
Pelayanan Teknis: C Pelayanan Pemakai: D
1. Kepala perpustakaan merangkap pustakawan pengolahan. 2. Petugas administrasi dan keuangan.
3. Petugas pelayanan teknis seleksi. 4. Petugas pelayanan pemakai
45
Sudarnoto Abdul Hakim, ed., Pengantar Manajemen Perpustakaan Madrasah. (Jakarta: fakultas Adab dan Humaniora UIN syarifhidayatullah Jakarta, 2006) h. 47-50
Gambar II.3
Kepala Sekolah
Pustakawan Pengelolaan: B
Seksi Adm & Ku: B Kepala Perpustakaan: A Pelayanan Teknis Seleksi: C Pelayanan Pemakai: C 1. Kepala perpustakaan
2. Pustakawan pengelolaan merangkap sebagai staf administrasi dan
keuangan.
3. Staf bagaian teknis merangkap sebagai staf pelayanan pemakai.
Selain organisasi secara struktural dapat juga disusun organisasi fungsional pustakawan atau campuran. Yang memimpin perpustakaan sekolah bisa seorang pejabat fungsional yaitu pustakawan, atau seorang Kepala perpustakaan, di dampingi oleh seorang atau lebih pejabat fungsional pustakawan. Jika organisasi seperti ini yang akan di terapkan maka beberapa tipe strukturnya disusun sebagai berikut.
2. Organisasi Fungsional.46 Pustakawan : B Kepala Perpustakaan: A Kepala Sekolah Gambar II.4
1. Kepala perpustakaan merangkap administrasi. 2. Pustakawan ahli.
3. Pustakawan ahli pustakawan terampil.
Gambar II.5
Seksi Adm & Ku: D Kepala Perpustakaan: B Pustakawan Terampil: C Pustakawan Ahli: A Kepala Sekolah 1. Pustakawan ahli. 2. Kepala perpustakaan. 3. Pustakawan terampil.
4. Petugas administrasi dan keuangan.
46
Sudarnoto Abdul Hakim, ed., Pengantar Manajemen Perpustakaan Madrasah. (Jakarta: fakultas Adab dan Humaniora UIN syarifhidayatullah Jakarta, 2006) h. 51-54