• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II STUDI KEPUSTAKAAN

2.2. Landasan Teori

2.2.1 Paragraf

2.2.1.5 Paragraf menurut isinya

Jenis-jenis paragraf merupakan hasil dari ide pokok sebuah karangan dan kemudian dikembangkan menjadi satu karya tulis. Terdapat lima jenis paragraf menurut isinya yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi.

a. Narasi

Narasi, menurut Keraf (2004) merupakan suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Sementara itu, Gie (1995) berpendapat bahwa karangan narasi menyampaikan suatu peristiwa atau pengalaman dalam kerangka urutan waktu kepada pembaca dengan maksud untuk meninggalkan kesan tentang perubahan gerak sesuatu dari pangkal awal sampai titik akhir.

Wiyanto (2011) juga berpendapat bahwa narasi (naration) secara harfiah bermakna kisah atau cerita. Paragraf narasi bertujuan mengisahkan

atau menceritakan. Narasi mementingkan urutan dan biasanya tokoh yang diceritakan. Narasi tidak hanya terdapat pada karya fiksi, tetapi juga pada karya nonfiksi.

Secara garis besar, karangan narasi memiliki maksud untuk mengisahkan sebuah peristiwa. Karakteristisk-karakteristik lain dapat digambarkan sebagai berikut.

a. Karangan narasi menyajikan serangkaian berita atau peristiwa.

b. Disajikan dalam bentuk urutan waktu serta kejadian yang menunjukan peristiwa awal sampai akhir.

c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian. d. Latar digambarkan secara hidup dan terperinci. e. Menunjukkan tindakan langsung pada tokoh. Paragraf berikut ini adalah contoh dari paragraf narasi.

(7) S menuturkan, siang itu tanggal 26 Mei 1985 ia sedang bersembyang di dalam bloknya. Tiba-tiba ia mendengar suara gaduh. Puluhan orang berhamburan keluar lewat pintu gerbang Rutan Salemba. Laki-laki yang belum menerima vonis itu langsung ikut kabur (Nasucha, 2009).

b. Deskripsi

Menurut Gorys Keraf (1982) dekripsi atau pemerian merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian-perincian dari obyek yang sedang dibicarakan. Dalam deskripsi, penulis memindahkan kesan-kesannya, memindahkan hasil pengamatan dan perasaannya kepada para pembaca; ia menyampaikan sifat dan semua perincian wujud yang dapat ditemukan pada obyek tersebut.

Secara garis besar, karangan deskripsi melibatkan panca indera dalam karangannya. Karakteristik-karakteristik lain dapat digambarkan sebagai berikut.

a. Melukiskan / menggambarkan suatu objek tertentu.

b. Bertujuan untuk menciptakan kesalan atau pengalaman pada diri pembaca. c. Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu.

d. Penulisannya dapat menggunakan cara/metode realistis (objektif), impresionistis (subyektif), atau sikap penulis.

Paragraf berikut ini adalah contoh dari paragraf deskripsi.

(8) Wanita itu tampaknya tidak jauh usianya dari dua puluh tahun. Mungkin ia lebih tua, tapi pakaian dan lagak-lagaknya mengurangi umurnya. Parasnya cantik. Hidung bangur dan matanya berkilauan seperti mata seorang India. Tahi lalat di atas bibirnya dan rambutnya yang ikal berlomba-lomba menyempurnakan kecantikannya (Nasucha, 2009).

c. Eksposisi

Menurut Gorys Keraf (1982) eksposisi atau pemaparan adalah salah satu bentuk tulisan atau retorika yang berusaha untuk menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran, yang dapat memperluas pandangan atau pengentahuan seseorang yang membaca uraian tersebut. Tujuan yang paling menonjol pada sebuah tulisan eksposisi adalah memperluas pandangan dan pengetahuan seseorang serta menjelaskan atau menerangkan suatu persoalan. Dalam karangan eksposisi, penulis menyerahkan keputusannya kepada pembaca.

Secara garis besar, karangan eksposisi memiliki maksud untuk memperluas wawasan dengan definisi, contoh, dll. Karakteristik-karakteristik lain dapat digambarkan sebagai berikut.

a. Menjelaskan informasi dan ada permasalahan

b. Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual) c. Tidak terdapat unsur mempengaruhi/memaksakan kehendak d. Menunjukkan analisis/penafsiran secara objektif

e. Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

Paragraf berikut ini adalah contoh dari paragraf eksposisi.

(9) Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan-bahan bakarnya, yakni makanan yang ditelan menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan pada waktu sarapan akan dibakar dalam tubuh persis sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil (Nasucha, 2009).

d. Persuasi

Menurut Gorys Keraf (2007) persuasi adalah suatu seni verbal yang bertujuan untuk menyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang. Mereka yang menerima persuasi harus mendapat keyakinan, bahwa keputusan yang diambilnya merupakan keputusan yang benar, bijaksana dan dilakukan tanpa paksaan. Upaya yang dilakukan dalam persuasi yaitu menyodorkan bukti-bukti, walaupun tidak setegas seperti pada karangan argumentasi. Persuasi selalu bertujuan untuk mengubah pikiran orang lain; ia berusaha agar

orang lain dapat menerima dan melakukan sesuatu yang kita inginkan. Paragraf berikut ini adalah contoh dari paragraf persuasi.

(10)Praktik pidato memang luar biasa manfaatnya. Pengalaman setiap kali praktik merupakan pengalaman batin yang sangat berharga. Semakin sering praktik, baik dalam berlatih maupun berpidato yang sesungguhnya, pengalaman batin itu semakin banyak. Dari pengelaman itu, pembicara dapat menemukan cara-cara berpidato yang efektif dan memikat. Semakin banyak daya pikat ditemukan dan sering diterapkan dalam praktik, semakin meningkat pula ketrampilan pembicara.

Tidak dapat disangkal bahwa praktik berpidato menjadi semacam obat kuat untuk membangun rasa percaya diri. Bila rasa percaya diri itu susah semakin besar, pembicara dapat tampil tanpa digoda rasa malu, takut, dan grogi. Ketenangan inilah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan pidato. Oleh karena itu, untuk memperoleh keterampilan atau bahkan kemahiran berpidato, Anda harus melaksanakan praktik berpidato MP (Nasucha, 2009).

e. Argumentasi

Menurut Gorys Keraf (2007: 3) argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak.

Secara garis besar, karangan argumentasi memiliki maksud untuk memberi pendapat. Karakteristik-karakteristik lain dapat digambarkan sebagai berikut. a. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang

sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.

c. Dalam karangan argumentasi, pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat, atau pandangan pembaca.

d. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.

Paragraf berikut ini adalah contoh dari paragraf argumentasi.

(11)Penebangan hutan harus segera dihentikan. Pohon-pohon di hutan harus dapat menyerap sisa-sisa pembakaran dari pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. Jika hutan ditebang habis, maka tidak ada mesin yang bisa menyerap sisa-sisa pembakaran. Sisa-sisa pembakaran itu dapat meningkatkan pemanasan global itu akan melelehkan gunung es di kutub. Akibatnya, kota-kota di tepi pantai seperti Jakarta, Surabaya, Singapura, Bangkok, dan lain-lainnya (Nasucha, 2009).

Dokumen terkait