• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Parameter Kinerja

Parameter kinerja adalah proses penilaian terhadap pengukuran suatu pekerjaan tentang tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hasil dari kegiatan ini dibandingkan dengan maksud yang diinginkan, dan efektivitas tindakan dalam mencapai suatu tujuan. Parameter yang digunakan dalam pengujian ini meliputi : response time, throughtput, RAM Usage, CPU Usage, Sent, Received, Error, Log, dan Web Security. Berikut penjelasan dari parameter yang sudah disebutkan diatas adalah :

1. Response Time adalah waktu tanggap yg diberikan oleh antar muka / interface ketika user me-request / mengirim permintaaan ke komputer. Atau perbedaan antara waktu ketika permintaan dikirim dan waktu ketika respon telah diterima sepenuhnya.

2. Throughput adalah kecepatan (rute) transfer data efektif yang diukur dalam bps. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses dan diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.

3. RAM Usage adalah adalah penggunan tempat penyimpanan sementara pada server. Semakin besar RAM maka maka website semakin cepat diakses dan memproses banyak request dari pengunjung dan juga bisa menerima traffic yang tinggi.

4. CPU Usage adalah core utama untuk menerima instruksi dan melakukan tindakan berdasarkan perintah dari pengguna website (client). Semakin besar core pada server maka semakin cepat pula instruksi dikerjakan.

5. Sent adalah jumlah data yang dikirim dari server menuju client saat pengujian berlangsung. Semakin kecil nilainya maka hasilnya akan semakin baik.

6. Received adalah jumlah data yang diterima dari client menuju server saat pengujian berlangsung. Semakin kecil semakin baik nilai nya.

7. Error adalah kesalahan saat client mengakses halaman web atau pun saat server mengirimkan reply ke client, jika semakin besar error pada sebuah server maka semakin buruk pula kinerja suatu web server.

8. Log adalah suatu file yang berisi data atau informasi mengenai daftar tindakan, kejadian, dan aktivitas yang telah terjadi di dalam suatu sistem.

Informasi tersebut akan berguna apabila sistem mengalami kegagalan sehingga akan dapat dicari penyebabnya berdasarkan log file yang terdapat pada sistem tersebut.

9. Web Security adalah pegujian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan web server. Pengujian dilakukan untuk masuk ke server dan mengakses server. Juga melakukan monitoring jaringan menggunakan wireshark untuk melihat lalu lintas jaringan pada koneksi server dengan client.

𝐸𝑟𝑟𝑜𝑟 𝑐𝑜𝑛𝑛𝑒𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑐𝑙𝑖𝑒𝑛𝑡=𝑑𝑒𝑚𝑎𝑛𝑑 𝑟𝑒𝑞𝑢𝑒𝑠𝑡−𝑟𝑒𝑝𝑙𝑖𝑒𝑑 𝑟𝑒𝑞𝑢𝑒𝑠𝑡

32

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebelum melakukan pengujian dari web server Apache, Nginx dan Openlitespeed, kita harus menginstall web server tersebut ke masing-masing laptop yang akan kita jadikan bahan penelitian beserta aplikasi pendukungnya.

4.1 Installasi Web Server Apache

Langkah awal sebelum melakukan pengujian adalah installasi web server Apache dan aplikasi pendukung seperti mysql-server dan PHP. Dalam melakukan installasi ini menggunakan aplikasi Putty untuk me-remote web server melalui client dan menggunakan aplikasi WinSCP untuk melakukan transfer file kedalam web server. Berikut pada gambar 4.1 adalah langkah awal untuk menginstall web server Apache.

Gambar 4.1 Remote web server Apache dengan Putty

Setelah melakukan remote dengan client, pada gambar 4.2 adalah langkah installasi web server Apache yang kita remote dari client dengan menggunakan aplikasi Putty.

Gambar 4.2 Install web server Apache

MySQL adalah database management system yang menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language) sebagai bahasa penghubung antara perangkat lunak aplikasi dengan database server. Instal Mysql-server pada web server Apache bisa dilihat pada gambar 4.3.

Gambar 4.3 Install MYSQL-server di Apache

PHP merupakan bahasa pemrograman server-side, maka script dari PHP nantinya akan diproses di server. Untuk menginstall PHP pada Apache web server bisa dilihat pada gambar 4.4

Gambar 4.4 Install PHP di Apache 4.2 Installasi Web Server Nginx

Setelah selesai installasi web server Apache dan aplikasi pendukung seperti mysql-server dan PHP. Selanjutnya dilakukan installasi lagi untuk web server Nginx di laptop yang berbeda. Dalam melakukan installasi ini menggunakan aplikasi Putty untuk me-remote web server melalui client dan menggunakan aplikasi WinSCP untuk melakukan transfer file kedalam web server. Berikut pada gambar 4.5 adalah langkah awal untuk menginstall web server Nginx.

Gambar 4.5 Remote web server Nginx dengan Putty

Setelah melakukan remote dengan client, pada gambar 4.6 adalah langkah installasi web server Nginx yang kita remote dari client dengan menggunakan aplikasi Putty.

Gambar 4.6 Install web server Nginx

MySQL adalah database management system yang menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language) sebagai bahasa penghubung antara perangkat lunak aplikasi dengan database server. Install Mysql-server pada web server Nginx bisa dilihat pada gambar 4.7.

Gambar 4.7 Install MYSQL-server di Nginx

PHP merupakan bahasa pemrograman server-side, maka script dari PHP nantinya akan diproses di server. Untuk menginstall PHP pada Nginx web server bisa dilihat pada gambar 4.8

Gambar 4.8 Install PHP di Nginx

Untuk web server Nginx kita perlu mengkonfigurasi default site agar php dapat berjalan. Kita dapat mengkonfigurasi dengan masuk ke direktori

“/etc/nginx/sites-available/default” dan menambahkan index.php dan menghapus tanda pagar di kalimat tertentu agar php dapat berjalan. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan dan lihat gambar 4.9 dibawah ini.

Gambar 4.9 Konfigurasi PHP di web server Nginx

4.3 Installasi Web Server Openlitespeed

Setelah selesai installasi web server Nginx dan aplikasi pendukung seperti mysql-server dan PHP. Selanjutnya dilakukan installasi lagi untuk web server Openlitespeed di laptop yang berbeda. Dalam melakukan instalasi ini menggunakan aplikasi Putty untuk me-remote web server melalui client dan menggunakan aplikasi WinSCP untuk melakukan transfer file kedalam web server. Berikut pada gambar 4.10 adalah langkah awal untuk menginstall web server Openlitespeed.

Gambar 4.10 Remote web server Openlitespeed dengan Putty

Setelah melakukan remote dengan client, pada gambar 4.11 dilakukan penambahan repositori didalam web server Openlitespeed dengan perintah “ wget –O - http://rpms.litespeedtech.com/debian/enable_lst_debian_repo.sh | sudo bash

” karena Openlitespeed tersedia dari pihak ketiga dan belum ada didalam repositori default ubuntu server.

Gambar 4.11 Menambahkan repo web server Openlitespeed

setelah selesai menambahkan repositori di web server Openlitespeed lakukan instalasi web server Openlitespeed dan tunggu hingga selesai seperti gambar 4.12.

Gambar 4.12 Install web server Openlitespeed

Untuk Openlitespeed menggunakan MariaDB dalam mengelola database.

MariaDB adalah relational database management system (DBMS) open source yang merupakan drop in yang kompatible untuk pengganti MYSQL. Langkah menginstall MariaDB didalam web server Openlitespeed bisa dilihat pada gambar 4.13.

Gambar 4.13 Install MariaDB-server Openlitespeed

Setelah itu rubah username dan password MariaDB-server seperti pada gambar 4.14 dengan mengetikkan perintah “ mysql_secure_installation “ agar dapat diingat dengan mudah.

Gambar 4.14 Seting username dan password mariadb-server

Karena web server Openlitespeed mempunyai web page login admin, maka kita perlu merubah default username dan password seperti pada gambar 4.15 agar mudah mengakses web page login admin tersebut dengan mengetikkan perintah “ /usr/local/lsws/admin/misc/admpass.sh “.

Gambar 4.15 Merubah default username dan password Openlitespeed Setelah masuk ke web page admin web server, rubah port default dari web server Openlitespeed dari 8088 menjadi 80 seperti pada gambar 4.16 agar dapat langsung mengakses halaman web server dengan ip address kita. Seting port yaitu masuk ke menu “ Listener > Default > Edit > Port : 8088 menjadi 80 > Save “.

Gambar 4.16 Merubah port Openlitespeed

Kemudian konfigurasi php agar dapat digunakan di web server Openlitespeed seperti gambar 4.17 dengan cara masuk ke menu “ Virtual Hosts >

Example > Edit > General > Index Files > Edit > Save“.

Didalam edit index files sesuaikan untuk “name : lsphp”, “address : uds://tmp/lshttpd/lsphp.dock”, “max connection : 35”, “initial request timeout : 60”, “retry timeout : 0”, “persistent connection : yes”, “response buffering : no”,

“start by server ; yes (Trough CGI Daemon)”, “command : $server_root/fcgi-bin/lsphp”, “back log : 100”, “instances : 1”, “priority : 0”, “memory soft limit : 2047M”, “memory hard limit : 2047M”, “process soft limit : 1400” dan “process hard limit : 1500”.

Gambar 4.17 Konfigurasi PHP Openlitespeed

Setelah melakukan installasi dan konfigurasi semua aplikasi yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian, langkah selanjutnya yaitu melakukan pengujian dengan aplikasi apache JMeter. Didalam aplikasi apache JMeter ini yang dilakukan pengujian dengan jumlah user 700, 900 dan 1100 user dengan rentan waktu 1 detik dan 5 detik untuk melihat perbedaan hasil dari pengujian yang dilakukan.

4.4 Konfigurasi Apache JMeter

Didalam aplikasi apache JMeter ini kita melakukan metode stress test untuk melihat nilai dari troughput, response time, sent, received, dan error dengan melakukan konfigurasi jumlah user serta waktu yang dibutuhkan user untuk mengakses web server tersebut. Pada gambar 4.18 adalah tampilan aplikasi Apache JMeter untuk pengujian 700 users dengan waktu pengujian yaitu 1 detik.

Gambar 4.18 Konfigurasi Apache JMeter 700 users dalam waktu 1 detik Kemudian dilakukan pengujian kembali dengan jumlah user yang sama yaitu 700 user dengan waktu yang berbeda dimana waktu sebelumnya adalah 1 detik di naikkan menjadi 5 detik seperti pada gambar 4.19.

Gambar 4.19 Konfigurasi Apache JMeter 700 users dalam waktu 5 detik Setelah selesai dengan pengujian 700 user dalam waktu 1 detik dan 5 detik dilanjutkan kembali ke pengujian dengan jumlah 900 user dalam waktu 1 detik seperti gambar 4.20.

Gambar 4.20 Konfigurasi Apache JMeter 900 users dalam waktu 1 detik Kemudian dilakukan pengujian kembali dengan jumlah user yang sama yaitu 900 user dengan waktu yang berbeda dimana waktu sebelumnya adalah 1 detik di naikkan menjadi 5 detik seperti pada gambar 4.21.

Gambar 4.21 Konfigurasi Apache JMeter 900 users dalam waktu 5 detik Setelah selesai dengan pengujian 900 user dalam waktu 1 detik dan 5 detik dilanjutkan kembali ke pengujian dengan jumlah 1100 user dalam waktu 1 detik seperti gambar 4.22.

Gambar 4.22 Konfigurasi Apache JMeter 1100 users dalam waktu 1 detik Kemudian dilakukan pengujian kembali dengan jumlah user yang sama yaitu 1100 user dengan waktu yang berbeda dimana waktu sebelumnya adalah 1 detik di naikkan menjadi 5 detik seperti pada gambar 4.23.

Gambar 4.23 Konfigurasi Apache JMeter 1100 users dalam waktu 5 detik 4.5 Pengujian Kinerja Web Server

Pengujian kinerja web server dilakukan secara bergantian dengan mendahulukan pengujian terhadap web server Apache, Nginx, lalu kemudian pengujian dilakukan terhadap web server Litespeed dengan menggunakan metode stress test didalam aplikasi Apache JMeter.

4.5.1 Pengujian Web Statis

Pengujian web statis dilakukan dengan mengakses file web yang bernama

“File.php” dengan ukuran 653 bytes berisikan tulisan “Hello, World. Please enter your name” yang sudah di modifikasi dengan css dan json. File ini berada didalam direktori “/var/www/html” dari web server Apache dan Nginx. Sedangkan untuk web server Openlitespeed berada didalam direktori

“/usr/local/lsws/Example/html”. Gambar 4.24 adalah tampilan halaman testing dari web statis yang telah dibuat.

Gambar 4.24 Tampilan halaman pengujian web statis

Hasil dari pengujian web statis untuk web server Apache disajikan dalam tabel 4.1 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.1 Hasil pengujian web statis di Apache Jumlah

Untuk hasil dari web server Nginx juga disajikan didalam tabel 4.2 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.2 Hasil pengujian web statis di Nginx Jumlah

Kemudian hasil dari web server Openlitespeed juga disajikan didalam tabel 4.3 dengan meliputi paratemer error, troughput, sent dan received.

Tabel 4.3 Hasil pengujian web statis di Openlitespeed Jumlah

Setelah mendapatkan hasil dari pengujian semua parameter yang di sajikan didalam tabel, didalam aplikasi Apache JMeter juga sudah tersedia fitur menu untuk menampilkan response time graph yaitu grafik untuk melihat hasil dari waktu respon web server tersebut. Untuk lebih jelasnya Grafik response time graph bisa dilihat pada gambar 4.25.

Gambar 4.25 Grafik hasil response time web statis

Dari gambar 4.25 dapat diambil kesimpulan bahwa web server Openlitespeed mendapatkan nilai response time yang baik dari web server Apache dan Nginx karena di pengujian dengan beban users 700 dan 900 Openlitespeed lebih responsif dalam menanggapi interaksi yang terjadi antara server dengan client.

4.5.2 Pengujian File PHP

Pengujian file PHP dilakukan dengan mengakses file informasi php dari web server dengan nama “info.php” berukuran 22 bytes. Untuk web server Apache dan

0

Nginx file ini berada didalam direktori “/var/www/html”. Sedangkan untuk web server Openlitespeed berada di direktori “/usr/local/lsws/Example/html”. Gambar 4.26 adalah tampilan halaman info php.

Gambar 4.26 Tampilan halaman pengujian info PHP

Hasil dari pengujian info PHP untuk web server Apache disajikan dalam tabel 4.4 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.4 Hasil pengujian info PHP di Apache Jumlah

Untuk hasil dari web server Nginx juga disajikan didalam tabel 4.5 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.5 Hasil pengujian info PHP di Nginx Jumlah

Kemudian hasil dari web server Openlitespeed juga disajikan didalam tabel 4.6 dengan meliputi paratemer error, troughput, sent dan received.

Tabel 4.6 Hasil pengujian info PHP di Openlitespeed Jumlah

Setelah mendapatkan hasil dari pengujian semua parameter yang di sajikan didalam tabel, didalam aplikasi Apache JMeter juga sudah tersedia fitur menu untuk menampilkan response time graph yaitu grafik untuk melihat hasil dari waktu respon web server tersebut. Untuk lebih jelasnya Grafik response time graph bisa dilihat pada gambar 4.27.

Gambar 4.27 Grafik hasil response time info PHP

Dari gambar 4.27 dapat diambil kesimpulan bahwa web server Openlitespeed mendapatkan nilai response time yang baik dari web server Apache dan Nginx karena di pengujian dengan beban users 700 dan 900 Openlitespeed lebih responsif dalam menanggapi interaksi yang terjadi antara server dengan client.

4.5.3 Pengujian File Gambar

Pengujian file gambar dilakukan dengan mengakses file gambar dengan nama file “mural_covid.jpg” berukuran 84100 bytes dari web server. File ini berada didalam direktori “/var/www/html” dari web server Apache dan Nginx, sedangkan

0

untuk web server Openlitespeed berada di direktori

“/usr/local/lsws/Example/html”. Gambar 4.28 adalah tampilan gambar dari file yang akan diuji.

Gambar 4.28 Tampilan halaman pengujian file gambar

Hasil dari pengujian file gambar untuk web server Apache disajikan dalam tabel 4.7 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.7 Hasil pengujian file gambar di Apache Jumlah

Untuk hasil dari web server Nginx juga disajikan didalam tabel 4.8 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.8 Hasil pengujian file gambar di Nginx Jumlah

Kemudian hasil dari web server Openlitespeed juga disajikan didalam tabel 4.9 dengan meliputi paratemer error, troughput, sent dan received.

Tabel 4.9 Hasil pengujian file gambar di Openlitespeed Jumlah

Setelah mendapatkan hasil dari pengujian semua parameter yang di sajikan didalam tabel, didalam aplikasi Apache JMeter juga sudah tersedia fitur menu untuk menampilkan response time graph yaitu grafik untuk melihat hasil dari waktu respon web server tersebut. Untuk lebih jelasnya Grafik response time graph bisa dilihat pada gambar 4.29.

Gambar 4.29 Grafik hasil pengujian file gambar

Dari gambar 4.27 dapat diambil kesimpulan bahwa web server Openlitespeed mendapatkan nilai response time yang baik dari web server Apache dan Nginx karena di pengujian dengan beban users 700, 900 dan 1100 Openlitespeed lebih responsif dalam menanggapi interaksi yang terjadi antara server dengan client.

4.5.4 Pengujian Wordpress

Pengujian ini dilakukan dengan mengakses halaman utama dari sebuah web wordpress yang bernama PT. INDOKOR MITRATAMA SEJAHTERA dari web server. File ini bernama “web-portal.php” berukuran 28100 bytes terletak didalam

0

folder webims dan berada didalam direktori “/var/www/html” web server Apache dan Nginx. Sedangkan untuk web server Openlitespeed berada didalam direktori

“/usr/local/lsws/Example/html”. Gambar 4.30 adalah tampilan dari halaman utama wordpress yang diuji.

Gambar 4.30 Tampilan halaman pengujian wordpress

Hasil dari pengujian wordpress untuk web server Apache disajikan dalam tabel 4.10 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.10 Hasil pengujian wordpress di Apache Jumlah

Untuk hasil dari web server Nginx juga disajikan didalam tabel 4.11 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.11 Hasil pengujian wordpress di Nginx Jumlah

Kemudian hasil dari web server Openlitespeed juga disajikan didalam tabel 4.12 dengan meliputi paratemer error, troughput, sent dan received.

Tabel 4.12 Hasil pengujian wordpress di Openlitespeed Jumlah

Setelah mendapatkan hasil dari pengujian semua parameter yang di sajikan didalam tabel, didalam aplikasi Apache JMeter juga sudah tersedia fitur menu untuk menampilkan response time graph yaitu grafik untuk melihat hasil dari waktu respon web server tersebut. Untuk lebih jelasnya Grafik response time graph bisa dilihat pada gambar 4.31.

Gambar 4.31 Grafik hasil pengujian wordpress

Dari gambar 4.31 dapat diambil kesimpulan bahwa web server Apache mendapatkan nilai response time yang baik dari web server Nginx dan Openliterspeed karena di pengujian dengan beban users 700 dan 1100 Apache lebih responsif dalam menanggapi interaksi yang terjadi antara server dengan client.

4.6 Hasil Pengujian Kinerja Web Server

Hasil pengujian kinerja dari ketiga web server tersebut meliputi beberapa parameter yaitu troughput, response time, error, sent dan received. Adapun hasil dari pengujian kinerja adalah sebagai berikut :

0

1. Troughput

Throughput adalah jumlah permintaan yang diproses per unit waktu (detik, menit, jam) oleh server. Waktu ini dihitung dari awal sampel pertama hingga akhir sampel terakhir. Nilai Throughput adalah nilai yang semakin besar semakin baik.

Gambar 4.32 Grafik hasil pengujian troughput

Berdasarkan gambar 4.32 hasil dari pengujian parameter troughput Openlitespeed mendapatkan nilai lebih baik daripada web server lainnya.

Sedangkan untuk web server Apache mendapatkan nilai terbaiknya hanya pada pengujian php, gambar dan wordpress dengan beban 700 user. Untuk web server Nginx mendapatkan nilai terbaiknya pada pengujian php dengan beban 1100 user.

2. Sent/Received KB/Sec

Received/Sent adalah jumlah data yang dikirim atau diterima dari server selama uji kinerja. Untuk parameter Received/Sent semakin kecil nilainya semakin baik.

700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user

1 detik 1 detik 1 detik 1 detik 5 detik 5 detik 5 detik 5 detik HTML

Gambar 4.33 Grafik hasil pengujian sent

Berdasarkan gambar 4.33 diatas adalah hasil dari pengujian parameter dari Sent. Dimana didapatkan Apache web server mendapatkan hasil lebih baik dari web server lainnya. Sedangkan untuk web server Nginx mendapatkan hasil lebih baik pada saat pengujian html dengan beban pengujian 900 user dengan waktu 1 detik.

Untuk web server Openlitespeed mendapatkan hasil lebih baik pada saat pengujian gambar dengan beban pengujian 700 user dengan waktu 1 detik.

0

700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user

1 detik 1 detik 1 detik 1 detik 5 detik 5 detik 5 detik 5 detik HTML

Gambar 4.34 Grafik hasil pengujian received

Berdasarkan gambar 4.34 diatas adalah hasil dari pengujian parameter dari Received. Dimana didapatkan Apache web server mendapatkan hasil lebih baik dari web server lainnya. Sedangkan untuk web server Nginx mendapatkan hasil lebih baik pada saat pengujian html dengan beban pengujian 900 user dengan waktu 1 detik. Untuk web server Openlitespeed mendapatkan hasil lebih baik pada saat pengujian html dengan beban pengujian 900 user dengan waktu 1 detik.

4.7 Pengujian Log Web Server Apache Nginx dan openLitespeed

Pengujian log disini dengan mengakses file “access.log” didalam web server Apache, Nginx dan Openlitespeed untuk melihat interaksi yang terjadi di dalam web server tersebut.

700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user 700 user 900 user 1100 user

1 detik 1 detik 1 detik 1 detik 5 detik 5 detik 5 detik 5 detik HTML

1. Log Web Server Apache

Untuk melihat log web server Apache, kita bisa mengetikkan sintaks didalam web server Apache yaitu “nano /var/log/apache2/access.log”. maka hasil yang akan ditampilkan seperti gambar 4.35.

Gambar 4.35 Log Web Server Apache

Disini bisa dilihat bahwa log web server Apache bisa menampilkan dengan lengkap apa saja yang telah diakses oleh user maupun web server. Mulai dari ip address, tanggal, sampai diakses menggunakan tipe browsernya.

2. Log Web Server Nginx

Untuk melihat log web server Nginx, kita bisa mengetikkan sintaks didalam web server Nginx yaitu “nano /var/log/nginx/access.log”. maka hasil yang akan ditampilkan seperti gambar 4.36.

Gambar 4.36 Log Web Server Nginx

Disini bisa dilihat bahwa log web server Nginx bisa menampilkan dengan lengkap apa saja yang telah diakses oleh user maupun web server. Mulai dari ip address, tanggal, sampai diakses menggunakan tipe browsernya.

3. Log Web Server Openitespeed

Untuk melihat log web server Openlitespeed, kita bisa mengetikkan sintaks didalam web server Openlitespeed yaitu “nano /usr/local/lsws/logs/access.log”.

Untuk melihat log web server Openlitespeed, kita bisa mengetikkan sintaks didalam web server Openlitespeed yaitu “nano /usr/local/lsws/logs/access.log”.

Dokumen terkait