• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.2 Dasar Teori

2.2.9 Pengujian Kinerja

Web Performance Test adalah serangkaian proses pengujian untuk mengukur kinerja perangkat lunak aplikasi web server Guntoro et al., (2015).

Dalam rekayasa perangkat lunak web performance testing adalah suatu pengujian yang dilakukan untuk menentukan bagaimana sistem melakukan respon dan stabilitas dibawah beban kerja tertentu (degradasi kerja), sehingga dengan melakukan pengujian akan dihasilkan data yang dapat dipakai untuk menyelidiki, mengukur, memvalidasi atau memverifikasi dari atribut kualitas sistem tersebut.

Dengan web performance testing dapat dengan mudah membangun sebuah kerangka kerja test untuk dilakukan secara berulang yang dapat membantu dalam menganalisis kerja aplikasi website dan mengidentifikasi hambatan potensial. Ada beberapa parameter yang diukur dalam sebuah pengujian kinerja web server yaitu : 1. Throughput, adalah jumlah bit atau data yang diterima dengan sukses perdetik melalui sebuah sistem atau media komunikasi dalam selang waktu pengamatan tertentu. Aspek utama throughput yaitu berkisar pada ketersediaan bandwidth yang cukup untuk menjalankan aplikasi. Hal ini menentukan besarnya trafik yang dapat diperoleh suatu aplikasi saat melewati jaringan, oleh sebab itu semakin besar throughput yg dihasilkan akan semakin baik. Adnan, (2017).

2. CPU Usage, adalah grafik yang menunjukkan angka sumber daya yang dibutuhkan sebuah Prosessor dalam Central Processing Unit (CPU) dalam bekerja menangani proses. Semakin kecil CPU usage semakin kecil juga kemungkinan sebuah server untuk overload task, server yang tidak

mengalami overload berarti dalam kondisi yang optimal dan baik. Satuan CPU usage ditampilkan dalam persen. Adnan, (2017).

3. RAM Usage, adalah grafik yang menunjukkan angka sumber daya yang dibutuhkan sebuah Random Access Memory (RAM) dalam bekerja menangani proses. Semakin kecil RAM usage semakin kecil juga kemungkinan sebuah server untuk overload task, server yang tidak mengalami overload berarti dalam kondisi yang optimal dan baik Satuan RAM usage ditampilkan dalam persen. Adnan, (2017).

4. Connection, adalah hubungan antara server ke client dan client ke server.

Jika semakin kecil connection yang ditujukan maka sebakin bagus kinerja dari suatu server.

5. Sent, adalah jumlah data yang dikirim dari server menuju client selama pengujian kinerja.

6. Received, adalah jumlah data yang diterima dari client ke server selama pengujian kinerja berlangsung.

7. Error, adalah kesalahan saat client mengakses halaman web ataupun saat server mengirimkan reply ke client.

8. Log, adalah suatu file yang berisi data atau pun informasi mengenai daftar tindakan, kejadian, dan aktifitas yang telah terjadi di dalam suatu sistem.

9. Web Security, adalah keamanan untuk sebuah web atau tata cara mengamankan aplikasi web yang dikelola, biasanya yang bertanggung jawab adalah pengelola aplikasi web tersebut.

22

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian adalah tata cara atau perancangan perencanaan dengan bantuan teknik, alat (tools), dan beberapa metode serta didokumentasikan dengan maksud dan tujuan untuk membantu peneliti dalam meminimalisir resiko kegagalan dalam penelitian tersebut untuk menekankan pada proses saat penelitian tersebut berlangsung.

3.1 Definisi Masalah dan Analisis

Pada penelitian ini terdapat beberapa masalah mengenai layanan web server yaitu :

1. Kurangnya infomasi web server yang tahan dengan beban permintaan yang besar meliputi banyaknya jumlah users yang mengakses web server tersebut.

2. Adanya kekurangan kinerja pada setiap web server sehingga dilakukan perbandingan kinerja web server Apache, Nginx, dan Openlitespeed dengan metode stress test dengan menggunakan aplikasi Apache JMeter.

3. Adanya kelemahan pada setiap web server maka dilakukan pengujian keamanan enkripsi data yang terjadi antara client dan server dari web server Apache, Nginx, dan Litespeed dengan menggunakan aplikasi Wireshark.

Dari beberapa permasalahan diatas akan dilakukan pengujian pada tiap-tiap web server. Untuk parameter yang akan diuji ada beberapa parameter, yaitu response time, throughtput, RAM Usage, CPU Usage, Sent, Received, Error, Log, dan Web Security.

3.2 Alat dan Bahan Penelitian

Adapun spesifikasi perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk melakukan pengujian dan spesifikasi perangkat lunak (software) yang dibutuhkan untuk sistem yang akan dibangun adalah sebagai berikut :

3.2.1 Perangkat Keras (Hardware)

Spesifikasi perangkat keras (hardware) yang dibutuhkan sebagai server atau pc yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. PC Server / Client

a. Processor Intel Pentium Inside

b. RAM (Random Access Memory) 3 GB (GigaByte) c. Harddisk dengan kapasitas 500 GB (GigaByte) d. Type Operating System 64-Bit

2. Perangkat Jaringan (Network)

a. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) 4 buah untuk menghubungkan antar PC (Personal Computer) client dan PC (Personal Computer) server.

b. 1 buah switch untuk menghubungan antara client dengan server.

3.2.2 Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak (Software) yang digunakan dalam pembuatan pengujian kinerja ini sebagai berikut :

1. Ubuntu Server versi 16.04 2. Windows 8.1 x64 bit 3. Apache Jmeter

4. Wireshark

5. Web Server Apache 6. Web Server Nginx 7. Web Server Litespeed 3.3 Prosedur Penelitian

Pada gambar 3.1 digambarkan Dalam proses pengumpulan data untuk mendapatkan data yang benar dan meyakinkan agar hasil dari penelitian tidak menyimpang dari tujuan yang sudah diterapkan sebelumnya, penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

Gambar 3.1 Skema Prosedur Penelitian 1. Analisis

Didalam tahapan ini akan dirancang sebuah proses pengiriman data atau halaman website dari server menuju client, sehingga dapat diketahui parameter-parameter antara lain : response time, throughput, RAM usage,

Analisis Parameter

Perancangan

Pengujian

Dokumentasi

CPU usage, Sent, Received, Error, Log, dan Web Security sehingga kesimpulan akan diambil dari hasil perbandingan yang sudah diperoleh.

2. Perancangan

Dalam tahap ini akan dirancang analisa spesifikasi kebutuhan yang telah di dapat kedalam bentuk arsitektural perangkat lunak, untuk diimplementasikan kepada aplikasi yang akan dibuat.

3. Pengujian

Dalam tahap ini dilakukan pengujian kinerja web server Apache, Nginx dan Litespeed dengan menggunakan aplikasi Apache JMeter serta dengan menambahkan metode stress testing untuk mendapatkan hasil dari pengujian yang sedang berjalan. Dan untuk melakukan pengujian keamanan web penulis menggunakan tools Wireshark Network Monitoring untuk melihat dan membandingkan tingkat keamanan dari ketiga web server tersebut.

4. Dokumentasi

Pada proses dokumentasi, penulis juga melakukan studi pustaka, membaca dan mempelajari dokumen-dokumen, buku-buku acuan, serta sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian untuk dijadikan referensi.

3.4 Pengembangan dan Perancangan Sistem

Proses pengujian kinerja ini akan menggunakan jaringan LAN (Local Area Network) sederhana dengan memakai 1 switch berjumlah 5 port untuk mensimulasikan komunikasi antara server dengan client dimana server dan client terhubung pada satu jaringan yang sama. Pada gambar 3.2 adalah topologi yang akan digunakan pada saat pengujian.

Gambar 3.2 Topologi Jaringan 3.5 Skenario Pengujian

Analisa perbandingan kinerja web server Apache, Nginx, dan Litespeed menggunakan software Apache JMeter dengan menggunakan metode stress test.

Pengujian kinerja ini melalui beberapa tahapan-tahapan yang akan dijadikan sebagai prosedur penelitian penulis. Adapun tahapan-tahapan prosedur penelitian yang akan digambarkan dapat dilihat dibawah ini :

1. Skema Rancangan Tahapan Pengujian

Pada gambar 3.3 Pengukuran dilakukan dengan mengambil nilai rata-rata dari masing-masing pengujian yang dilakukan pada halaman web statis, gambar, dan wordpress beserta dengan beban yang diberikan yaitu 700, 900, dan 1100 request berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Chandra, (2019).

Gambar 3.3 Skema Tahap Penelitian 2. Skema Rancangan Alur Pengujian Web Server

Gambar 3.4 dibawah ini telah dijelaskan alur skema pengujian web server.

Setelah booting dari sistem operasi, tahapan selanjutnya adalah instalasi web server dan perangkat lunak pendukungnya. Kemudian tahapan selanjutnya adalah tahapan instalasi aplikasi Apache JMeter pada client serta menjalakan metode stress test. Setelah itu tahapan selanjutnya adalah pengujian web statis, pengujian gambar, pengujian wordpress dan pengujian keamanan dari masing-masing web server. Tahapan terakhir yaitu mengambil kesimpulan dari semua hasil pengujian untuk mendapatkan perbandingan dari masing-masing web server.

Jalankan Aplikasi Apache JMeter Pada Client

Jalankan Metode Stress Test

Request 700

Request 900

Pengukuran dan Analisa Hasil Pengujian

Finish Request 1100

Gambar 3.4 Skema Pengujian Web Server 3. Skema Pengujian Keamanan

Pada gambar 3.5 dijelaskan bahwa untuk menguji keamanan dari ketiga web server tersebut dimulai dari start running web server Apache, Nginx dan Litespeed kemudian jalankan aplikasi Wireshark di client untuk melakukan pengujian agar hasil yang didapat bisa dijadikan referensi untuk pemilihan web server yang sesuai dengan kebutuhan.

Start

Booting Ubuntu 16.04 Server

Instalasi W eb Server Apache Nginx dan Litespeed

Apache Nginx Litespeed

Jalankan Apache JMeter

Jalankan Metode Stress Test

Pengujian W eb Statis

Pengujian PHP

Pengujian Gambar

Pengujian W ordpress

Pengujian Keamanan

Finish Kesimpulan

Gambar 3.5 Skema Pengujian Keamanan 3.5.1 Dokumen Pengujian

Adapun beberapa dokumen pengujian yang digunakan pada penelitian ini sebagai bahan perbandingan untuk mendapatkan hasil antara lain sebagai berikut :

A. Web Statis

Pengujian pada web statis dilakukan untuk mengetahui kinerja web server terhadap halaman yang berisikan tulisan atau teks, gambar, hingga halaman yang lebih kompleks.

B. Pengujian PHP

Pengujian file PHP dilakukan untuk mengetahui kinerja web server dalam menangani halaman web yang dibuat menggunakan PHP.

C. Pengujian Gambar

Pengujian terhadap file berbentuk gambar dilakukan untuk melihat kinerja web server terhadap permintaan file gambar.

D. Pengujian Wordpress

Start

Apache Nginx Litespeed

Jalankan Aplikasi Wireshark

Pengumpulan Hasil

Finish

Pengujian ini dilakukan untuk melihat kinerja web server terhadap halaman web yang kompleks.

3.6 Parameter Kinerja

Parameter kinerja adalah proses penilaian terhadap pengukuran suatu pekerjaan tentang tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hasil dari kegiatan ini dibandingkan dengan maksud yang diinginkan, dan efektivitas tindakan dalam mencapai suatu tujuan. Parameter yang digunakan dalam pengujian ini meliputi : response time, throughtput, RAM Usage, CPU Usage, Sent, Received, Error, Log, dan Web Security. Berikut penjelasan dari parameter yang sudah disebutkan diatas adalah :

1. Response Time adalah waktu tanggap yg diberikan oleh antar muka / interface ketika user me-request / mengirim permintaaan ke komputer. Atau perbedaan antara waktu ketika permintaan dikirim dan waktu ketika respon telah diterima sepenuhnya.

2. Throughput adalah kecepatan (rute) transfer data efektif yang diukur dalam bps. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses dan diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.

3. RAM Usage adalah adalah penggunan tempat penyimpanan sementara pada server. Semakin besar RAM maka maka website semakin cepat diakses dan memproses banyak request dari pengunjung dan juga bisa menerima traffic yang tinggi.

4. CPU Usage adalah core utama untuk menerima instruksi dan melakukan tindakan berdasarkan perintah dari pengguna website (client). Semakin besar core pada server maka semakin cepat pula instruksi dikerjakan.

5. Sent adalah jumlah data yang dikirim dari server menuju client saat pengujian berlangsung. Semakin kecil nilainya maka hasilnya akan semakin baik.

6. Received adalah jumlah data yang diterima dari client menuju server saat pengujian berlangsung. Semakin kecil semakin baik nilai nya.

7. Error adalah kesalahan saat client mengakses halaman web atau pun saat server mengirimkan reply ke client, jika semakin besar error pada sebuah server maka semakin buruk pula kinerja suatu web server.

8. Log adalah suatu file yang berisi data atau informasi mengenai daftar tindakan, kejadian, dan aktivitas yang telah terjadi di dalam suatu sistem.

Informasi tersebut akan berguna apabila sistem mengalami kegagalan sehingga akan dapat dicari penyebabnya berdasarkan log file yang terdapat pada sistem tersebut.

9. Web Security adalah pegujian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan web server. Pengujian dilakukan untuk masuk ke server dan mengakses server. Juga melakukan monitoring jaringan menggunakan wireshark untuk melihat lalu lintas jaringan pada koneksi server dengan client.

๐ธ๐‘Ÿ๐‘Ÿ๐‘œ๐‘Ÿ ๐‘๐‘œ๐‘›๐‘›๐‘’๐‘๐‘ก๐‘–๐‘œ๐‘› ๐‘๐‘™๐‘–๐‘’๐‘›๐‘ก=๐‘‘๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘‘ ๐‘Ÿ๐‘’๐‘ž๐‘ข๐‘’๐‘ ๐‘กโˆ’๐‘Ÿ๐‘’๐‘๐‘™๐‘–๐‘’๐‘‘ ๐‘Ÿ๐‘’๐‘ž๐‘ข๐‘’๐‘ ๐‘ก

32

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebelum melakukan pengujian dari web server Apache, Nginx dan Openlitespeed, kita harus menginstall web server tersebut ke masing-masing laptop yang akan kita jadikan bahan penelitian beserta aplikasi pendukungnya.

4.1 Installasi Web Server Apache

Langkah awal sebelum melakukan pengujian adalah installasi web server Apache dan aplikasi pendukung seperti mysql-server dan PHP. Dalam melakukan installasi ini menggunakan aplikasi Putty untuk me-remote web server melalui client dan menggunakan aplikasi WinSCP untuk melakukan transfer file kedalam web server. Berikut pada gambar 4.1 adalah langkah awal untuk menginstall web server Apache.

Gambar 4.1 Remote web server Apache dengan Putty

Setelah melakukan remote dengan client, pada gambar 4.2 adalah langkah installasi web server Apache yang kita remote dari client dengan menggunakan aplikasi Putty.

Gambar 4.2 Install web server Apache

MySQL adalah database management system yang menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language) sebagai bahasa penghubung antara perangkat lunak aplikasi dengan database server. Instal Mysql-server pada web server Apache bisa dilihat pada gambar 4.3.

Gambar 4.3 Install MYSQL-server di Apache

PHP merupakan bahasa pemrograman server-side, maka script dari PHP nantinya akan diproses di server. Untuk menginstall PHP pada Apache web server bisa dilihat pada gambar 4.4

Gambar 4.4 Install PHP di Apache 4.2 Installasi Web Server Nginx

Setelah selesai installasi web server Apache dan aplikasi pendukung seperti mysql-server dan PHP. Selanjutnya dilakukan installasi lagi untuk web server Nginx di laptop yang berbeda. Dalam melakukan installasi ini menggunakan aplikasi Putty untuk me-remote web server melalui client dan menggunakan aplikasi WinSCP untuk melakukan transfer file kedalam web server. Berikut pada gambar 4.5 adalah langkah awal untuk menginstall web server Nginx.

Gambar 4.5 Remote web server Nginx dengan Putty

Setelah melakukan remote dengan client, pada gambar 4.6 adalah langkah installasi web server Nginx yang kita remote dari client dengan menggunakan aplikasi Putty.

Gambar 4.6 Install web server Nginx

MySQL adalah database management system yang menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language) sebagai bahasa penghubung antara perangkat lunak aplikasi dengan database server. Install Mysql-server pada web server Nginx bisa dilihat pada gambar 4.7.

Gambar 4.7 Install MYSQL-server di Nginx

PHP merupakan bahasa pemrograman server-side, maka script dari PHP nantinya akan diproses di server. Untuk menginstall PHP pada Nginx web server bisa dilihat pada gambar 4.8

Gambar 4.8 Install PHP di Nginx

Untuk web server Nginx kita perlu mengkonfigurasi default site agar php dapat berjalan. Kita dapat mengkonfigurasi dengan masuk ke direktori

โ€œ/etc/nginx/sites-available/defaultโ€ dan menambahkan index.php dan menghapus tanda pagar di kalimat tertentu agar php dapat berjalan. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan dan lihat gambar 4.9 dibawah ini.

Gambar 4.9 Konfigurasi PHP di web server Nginx

4.3 Installasi Web Server Openlitespeed

Setelah selesai installasi web server Nginx dan aplikasi pendukung seperti mysql-server dan PHP. Selanjutnya dilakukan installasi lagi untuk web server Openlitespeed di laptop yang berbeda. Dalam melakukan instalasi ini menggunakan aplikasi Putty untuk me-remote web server melalui client dan menggunakan aplikasi WinSCP untuk melakukan transfer file kedalam web server. Berikut pada gambar 4.10 adalah langkah awal untuk menginstall web server Openlitespeed.

Gambar 4.10 Remote web server Openlitespeed dengan Putty

Setelah melakukan remote dengan client, pada gambar 4.11 dilakukan penambahan repositori didalam web server Openlitespeed dengan perintah โ€œ wget โ€“O - http://rpms.litespeedtech.com/debian/enable_lst_debian_repo.sh | sudo bash

โ€ karena Openlitespeed tersedia dari pihak ketiga dan belum ada didalam repositori default ubuntu server.

Gambar 4.11 Menambahkan repo web server Openlitespeed

setelah selesai menambahkan repositori di web server Openlitespeed lakukan instalasi web server Openlitespeed dan tunggu hingga selesai seperti gambar 4.12.

Gambar 4.12 Install web server Openlitespeed

Untuk Openlitespeed menggunakan MariaDB dalam mengelola database.

MariaDB adalah relational database management system (DBMS) open source yang merupakan drop in yang kompatible untuk pengganti MYSQL. Langkah menginstall MariaDB didalam web server Openlitespeed bisa dilihat pada gambar 4.13.

Gambar 4.13 Install MariaDB-server Openlitespeed

Setelah itu rubah username dan password MariaDB-server seperti pada gambar 4.14 dengan mengetikkan perintah โ€œ mysql_secure_installation โ€œ agar dapat diingat dengan mudah.

Gambar 4.14 Seting username dan password mariadb-server

Karena web server Openlitespeed mempunyai web page login admin, maka kita perlu merubah default username dan password seperti pada gambar 4.15 agar mudah mengakses web page login admin tersebut dengan mengetikkan perintah โ€œ /usr/local/lsws/admin/misc/admpass.sh โ€œ.

Gambar 4.15 Merubah default username dan password Openlitespeed Setelah masuk ke web page admin web server, rubah port default dari web server Openlitespeed dari 8088 menjadi 80 seperti pada gambar 4.16 agar dapat langsung mengakses halaman web server dengan ip address kita. Seting port yaitu masuk ke menu โ€œ Listener > Default > Edit > Port : 8088 menjadi 80 > Save โ€œ.

Gambar 4.16 Merubah port Openlitespeed

Kemudian konfigurasi php agar dapat digunakan di web server Openlitespeed seperti gambar 4.17 dengan cara masuk ke menu โ€œ Virtual Hosts >

Example > Edit > General > Index Files > Edit > Saveโ€œ.

Didalam edit index files sesuaikan untuk โ€œname : lsphpโ€, โ€œaddress : uds://tmp/lshttpd/lsphp.dockโ€, โ€œmax connection : 35โ€, โ€œinitial request timeout : 60โ€, โ€œretry timeout : 0โ€, โ€œpersistent connection : yesโ€, โ€œresponse buffering : noโ€,

โ€œstart by server ; yes (Trough CGI Daemon)โ€, โ€œcommand : $server_root/fcgi-bin/lsphpโ€, โ€œback log : 100โ€, โ€œinstances : 1โ€, โ€œpriority : 0โ€, โ€œmemory soft limit : 2047Mโ€, โ€œmemory hard limit : 2047Mโ€, โ€œprocess soft limit : 1400โ€ dan โ€œprocess hard limit : 1500โ€.

Gambar 4.17 Konfigurasi PHP Openlitespeed

Setelah melakukan installasi dan konfigurasi semua aplikasi yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian, langkah selanjutnya yaitu melakukan pengujian dengan aplikasi apache JMeter. Didalam aplikasi apache JMeter ini yang dilakukan pengujian dengan jumlah user 700, 900 dan 1100 user dengan rentan waktu 1 detik dan 5 detik untuk melihat perbedaan hasil dari pengujian yang dilakukan.

4.4 Konfigurasi Apache JMeter

Didalam aplikasi apache JMeter ini kita melakukan metode stress test untuk melihat nilai dari troughput, response time, sent, received, dan error dengan melakukan konfigurasi jumlah user serta waktu yang dibutuhkan user untuk mengakses web server tersebut. Pada gambar 4.18 adalah tampilan aplikasi Apache JMeter untuk pengujian 700 users dengan waktu pengujian yaitu 1 detik.

Gambar 4.18 Konfigurasi Apache JMeter 700 users dalam waktu 1 detik Kemudian dilakukan pengujian kembali dengan jumlah user yang sama yaitu 700 user dengan waktu yang berbeda dimana waktu sebelumnya adalah 1 detik di naikkan menjadi 5 detik seperti pada gambar 4.19.

Gambar 4.19 Konfigurasi Apache JMeter 700 users dalam waktu 5 detik Setelah selesai dengan pengujian 700 user dalam waktu 1 detik dan 5 detik dilanjutkan kembali ke pengujian dengan jumlah 900 user dalam waktu 1 detik seperti gambar 4.20.

Gambar 4.20 Konfigurasi Apache JMeter 900 users dalam waktu 1 detik Kemudian dilakukan pengujian kembali dengan jumlah user yang sama yaitu 900 user dengan waktu yang berbeda dimana waktu sebelumnya adalah 1 detik di naikkan menjadi 5 detik seperti pada gambar 4.21.

Gambar 4.21 Konfigurasi Apache JMeter 900 users dalam waktu 5 detik Setelah selesai dengan pengujian 900 user dalam waktu 1 detik dan 5 detik dilanjutkan kembali ke pengujian dengan jumlah 1100 user dalam waktu 1 detik seperti gambar 4.22.

Gambar 4.22 Konfigurasi Apache JMeter 1100 users dalam waktu 1 detik Kemudian dilakukan pengujian kembali dengan jumlah user yang sama yaitu 1100 user dengan waktu yang berbeda dimana waktu sebelumnya adalah 1 detik di naikkan menjadi 5 detik seperti pada gambar 4.23.

Gambar 4.23 Konfigurasi Apache JMeter 1100 users dalam waktu 5 detik 4.5 Pengujian Kinerja Web Server

Pengujian kinerja web server dilakukan secara bergantian dengan mendahulukan pengujian terhadap web server Apache, Nginx, lalu kemudian pengujian dilakukan terhadap web server Litespeed dengan menggunakan metode stress test didalam aplikasi Apache JMeter.

4.5.1 Pengujian Web Statis

Pengujian web statis dilakukan dengan mengakses file web yang bernama

โ€œFile.phpโ€ dengan ukuran 653 bytes berisikan tulisan โ€œHello, World. Please enter your nameโ€ yang sudah di modifikasi dengan css dan json. File ini berada didalam direktori โ€œ/var/www/htmlโ€ dari web server Apache dan Nginx. Sedangkan untuk web server Openlitespeed berada didalam direktori

โ€œ/usr/local/lsws/Example/htmlโ€. Gambar 4.24 adalah tampilan halaman testing dari web statis yang telah dibuat.

Gambar 4.24 Tampilan halaman pengujian web statis

Hasil dari pengujian web statis untuk web server Apache disajikan dalam tabel 4.1 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.1 Hasil pengujian web statis di Apache Jumlah

Untuk hasil dari web server Nginx juga disajikan didalam tabel 4.2 meliputi parameter error, troughput, sent, dan received.

Tabel 4.2 Hasil pengujian web statis di Nginx Jumlah

Kemudian hasil dari web server Openlitespeed juga disajikan didalam tabel 4.3 dengan meliputi paratemer error, troughput, sent dan received.

Tabel 4.3 Hasil pengujian web statis di Openlitespeed Jumlah

Setelah mendapatkan hasil dari pengujian semua parameter yang di sajikan didalam tabel, didalam aplikasi Apache JMeter juga sudah tersedia fitur menu untuk menampilkan response time graph yaitu grafik untuk melihat hasil dari waktu respon web server tersebut. Untuk lebih jelasnya Grafik response time graph bisa dilihat pada gambar 4.25.

Gambar 4.25 Grafik hasil response time web statis

Dari gambar 4.25 dapat diambil kesimpulan bahwa web server Openlitespeed mendapatkan nilai response time yang baik dari web server Apache dan Nginx karena di pengujian dengan beban users 700 dan 900 Openlitespeed

Dari gambar 4.25 dapat diambil kesimpulan bahwa web server Openlitespeed mendapatkan nilai response time yang baik dari web server Apache dan Nginx karena di pengujian dengan beban users 700 dan 900 Openlitespeed

Dokumen terkait