• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM TENTANG PASAR MODAL

A. PASAL 103 AYAT (1) :

Kejahatan Pasar Modal yang diatur dalam Pasal ini pada intinya berupa “melakukan kegiatan di Pasar Modal tanpa izin, persetujuan atau pendaftaran” sebagaimana diatur dalam Pasal 6, Pasal 13, Pasal 18, Pasal

66

M. Budi Ibrahim : Tinjauan Juridis Atas Tindak Pidana Pasar Modal, 2007. USU Repository © 2009

30, Pasal 34, Pasal 43, Pasal 48, Pasal 50 dan Pasal 64. Jadi ada 9 (sembilan) Kejahatan Pasar Modal (KPM) dalam kelompok Pasal 103 ayat (1) ini yang seluruhnya diancam dengan pidana kumulatif berupa pidana penjara maksimum 5 (lima) tahun dan denda Rp 5.000.000.000,- (Lima Miliar Rupiah). Ke-9 (sembilan) Kejahatan Pasar Modal (KPM) itu, ialah : (1) Pasal 6 :

Menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai bursa efek tanpa izin usaha dari Bapepam.

(2) Pasal 13 :

Menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan atau sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian tanpa izin usaha dari Bapepam.

(3) Pasal 18 :

Menjalankan usaha Reksa Dana tanpa izin usaha dari Bapepam. (4) Pasal 30 :

Melakukan kegiatan usaha sebagai Perusahaan Efek tanpa izin usaha dari Bapepam.

(5) Pasal 34 :

Melakukan kegiatan sebagai Penasihat Investasi tanpa izin dari Bapepam.

(6) Pasal 43 :

Menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai kustodian tanpa persetujuan Bapepam.

M. Budi Ibrahim : Tinjauan Juridis Atas Tindak Pidana Pasar Modal, 2007. USU Repository © 2009

(7) Pasal 48 :

Menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Biro Administrasi Efek tanpa izin usaha dari Bapepam.

(8) Pasal 50 :

Menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Wali Amanat yang tidak terdaftar di Bapepam.

(9) Pasal 64 :

Profesi Penunjang Pasar Modal (Akuntan, Konsultan Hukum, Penilai, Notaris, Profesi lain yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah) yang melakukan kegiatan tanpa terlebih dahulu terdaftar di Bapepam.67

Kejahatan Pasar Modal (KPM) dalam Pasal ini diklasifikasikan sebagai pelanggaran oleh “setiap pihak” terhadap 7 (tujuh) Pasal dalam BAB XI tentang “Penipuan, Manipulasi Pasar dan Perdagangan Orang Dalam”. Yaitu diatur didalam Pasal 90, Pasal 92, Pasal 93, Pasal 95, Pasal 96, Pasal 97 ayat (1) dan Pasal 98. Jadi ada 7 (tujuh) Kejahatan Pasar Modal (KPM) Menurut ke-9 (sembilan) Pasal diatas, persyaratan dan tata cara perizinan, persetujuan dan pendaftaran itu diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Pemerintah yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995. Sebab masalah perizinan, persetujuan dan pendaftaran lebih bersifat administratif, maka Kejahatan Pasar Modal (KPM ini merupakan tindak pidana administratif.

B. PASAL 104 :

67

M. Budi Ibrahim : Tinjauan Juridis Atas Tindak Pidana Pasar Modal, 2007. USU Repository © 2009

dalam kelompok Pasal 104 ini yang seluruhnya diancam dengan pidana kumulatif berupa pidana maksimum 10 (sepuluh) tahun dan denda Rp 15.000.000.000,- (Lima belas Miliar Rupiah). Ke-7 (tujuh) Kejahatan Pasar Modal (KPM) itu ialah :

(1) Pasal 90 :

Melanggar ketentuan Pasal 90, yaitu secara langsung atau tidak langsung :

(a) Menipu atau mengelabui Pihak lain dengan menggunakan sarana dan atau cara apapun;

(b) Turut serta menipu atau mengelabui pihak lain;

(c) Membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta yang material atau tidak mengungkapkan fakta yang meteriel agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain dengan tujuan mempenaruhi Pihak lain untuk membeli atau mensual efek itu.

(2) Pasal 92 :

Melanggar ketentuan dari Pasal 92 yaitu :

(a) Melakukan 2 (dua) transaksi efek atau lebih, baik secara langsung maupun tidak langsung;

M. Budi Ibrahim : Tinjauan Juridis Atas Tindak Pidana Pasar Modal, 2007. USU Repository © 2009

(c) Dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli, menjual atau menahan efek.

(3) Pasal 93 :

Melanggar ketentuan dari Pasal 93 yaitu :

(a) Membuat pernyataan atau memberikan keterangan tidak benar atau meyesatkan sehingga mempengaruhi harga di Bursa Efek;

(b) Dan pada saat pernyataan dibuat atau keterangan diberikan pihak yang bersangkutan :

(1) Mengetahui atau sepatutnya mengetahui bahwa pernyataan atau keterangan tersebut secara material tidak benar atau menyesatkan atau;

(2) Tidak cukup berhati-hati dalam menentukan kebenaran materiel dari pernyataan atau keterangan tersebut.

(4) Pasal 95 :

Melanggar ketentuan dari Pasal 95 yaitu :

(a) Orang dalam dari Emiten atau Perusahaan Publik yang mempunyai informasi orang dalam, melakukan pembelian atau penjualan atas efek :

(1) Emiten atau Perusahaan Publik dimaksud; atau

(2) Perusahaan lain yang melakukan transaksi dengan Emiten atau Perusahaan Publik yang bersangkutan.

M. Budi Ibrahim : Tinjauan Juridis Atas Tindak Pidana Pasar Modal, 2007. USU Repository © 2009

(5) Pasal 96 :

Melanggar ketentuan dari Pasal 99 yaitu : Orang dalam sebagaimana dimaksud Pasal 95 :

(a) Mempengaruhi pihak lain untuk melakukan pembelian atau penjualan atas efek dimaksud; atau

(b) Memberi informasi orang dalam kepada pihak manapun yang patut diduganya dapat menggunakan informasi dimaksud untuk melakukan pembelian atau penjualan atas efek.

(6) Pasal 97 ayat (1) :

Melanggar ketentuan dari Pasal 97 ayat (1) yaitu :

Pihak yang memperoleh informasi orang dalam dari orang dalam secara melawan hukum, melanggar larangan dalam Pasal 95 dan Pasal 96.

(7) Pasal 98 :

Melanggar ketentuan dari Pasal 98 yaitu :

Perusahaan efek yang memiliki informasi orang dalam mengenai Emiten atau Perusahaan publik, melakukan transaksi efek atau Emiten atau Perusahaan Publik tersebut.

M. Budi Ibrahim : Tinjauan Juridis Atas Tindak Pidana Pasar Modal, 2007. USU Repository © 2009

C. PASAL 106

Kejahatan Pasar Modal (KPM) menurut ketentuan Pasal 106 ini terdiri dari 2 (dua) tindak pidana, yaitu :

(1) Pelanggaran terhadap Pasal 70 yang diancam pidana maksimum 10 (sepuluh) tahun penjara dan denda Rp 15.000.000.000,- (Lima belas Miliar Rupiah ) [Pasal 106 ayat (1)]. Dimana menurut ketentuan Pasal 70 yang dapat melakukan penawaran umum aníllala Emiten yang telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam untuk menawarkan atau menjual Efek kepada masyarakat dan Pernyataan pendaftaran tersebut telah efektif. Jadi yang merupakan Kejahatan Pasar Modal (KPM) ialah :

(a) Emiten yang melakukan “penawaran umum” (yaitu kegiatan penawaran efek kepada masyarakat sesuai peraturan yang berlaku), padahal :

(1) Emiten itu Belum menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam; dan

(2) Pernyataan Pendaftaran itu Belum aktif.

(2) Pelanggaran terhadap Pasal 73 yang diancam pidana

maksimum 3 (tiga) tahun penjara dan denda Rp 5.000.000.000,- (Lima Miliar Rupiah) [Pasal 106 ayat (2)].

M. Budi Ibrahim : Tinjauan Juridis Atas Tindak Pidana Pasar Modal, 2007. USU Repository © 2009

menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam. Jadi, yang merupakan Kejahatan Pasar Modal (KPM) ialah :

(a) Perusahaan Publik yang tidak menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam.

D. PASAL 107

Kejahatan Pasar Modal (KPM) yang dirumuskan dalam Pasal 107 ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

(1) Menghilangkan, memusnahkan, menghapuskan, mengubah, mengaburkan, menyembunyikan, atau memalsukan catatan dari Pihak (termasuk Emiten dan Perusahaan Publik) yang memperoleh izin, persetujuan, atau pendaftaran;

(2) Perbuatan pada sub a itu dilakukan dengan sengaja bertujuan untuk menipu atau merugikan Pihak lain atau menyesatkan Bapepam.

Kejahatan Pasar Modal (KPM) menurut ketentuan Pasal 107 diancam dengan pidana maksimum 3 (tiga) tahun penjara dan denda Rp 5.000.000.000,- (Lima Miliar Rupiah).

2. Tindak Pidana Pasar Modal (TPPM) yang berupa “Pelanggaran Pasar Modal” (PPM).