• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES PERADILAN PIDANA ANAK MENURUT UU NO. 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK

B. Proses Peradilan Pidana Anak Pelaku Tindak Pidana Pencabulan Menurut UU No.11 Tahun 2012

2. Pasal 33 UU No.11 Tahun 201

(1) Penahanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 untuk kepentingan penyidikan dilakukan paling lama 7 (tujuh) hari.

(2) Jangka waktu penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atas permintaan penyidik dapat diperpanjang oleh penuntut umum paling lama 8(delapan) hari.

(3) Dalam hal waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah berakhir,anak wajib dikeluarkan demi hukum.

(4) Penahanan terhadap anak dilaksanakan di LPAS.

(5) Dalam hal tidak terdapat LPAS,penahanan dapat dilakukan di LPKS setempat.

Memperhatikan rumusan pasal tersebut di atas diketahui bahwa penahanan yang dapat dilakukan terhadap anak pada tahap penyidikan paling lama 7 (tujuh) hari, yang dapat diperpanjang oleh penuntut umum paling lama

8 (delapan) hari. Jangka waktu penahanan anak pelaku tindak pidana lebih singkat daripada penahanan orang dewasa. Hal ini dilihat dari segi aspek perlindungan hukum terhadap anak, sebab anak tidak perlu terlalu lama berada dalam tahanan, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan anak baik secara fisik, mental, maupun sosial.

Penahanan anak ditempatkan di LPAS, yang tempatnya terpisah dari narapidana dewasa. Ini dilatarbelakangi oleh pertimbangan psikologis, untuk menghindari akibat negatif sebab anak yang ditahan belum tentu terbukti melakukan kenakalan, bergaul dengan narapidana dewasa, dikhawatirkan dapat menularkan pengalaman-pengalamannya kepada anak yang berstatus tahanan, dan mempengaruhi perkembangan mentalnya. Jika tahanan anak digabung dengan orang dewasa sangatlah berbahaya dan tidak mencerminkan perlindungan hukum terhadap anak, narapidana anak dan tahanan anak, terpengaruh dengan sikap dan tindakan tahanan dewasa. Anak bisa saja mengetahui pengalaman-pengalaman melakukan kejahatan yang belum pernah didengar dan dilakukannya, atau bahkan anak dapat menjadi korban pelecehan seksual selama berada dalam tahanan tersebut.

2. Penuntutan

Menurut proses peradilan pidana, tahapan setelah penyidikan yaitu tahapan penuntutan, yang dijalankan oleh penuntut umum. Penuntutan adalah tindakan Penuntut Umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam

KUHAP dengan permintaan supaya diperiksa dan diputus oleh Hakim di sidang pengadilan. Yang dimaksud dengan jaksa atau penuntut umum adalah : a. Jaksa adalah pejabat yang diberi wewenang oleh Undang-Undang

(KUHAP) untuk bertindak sebagai Penuntut Umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

b. Penuntut Umum adalah jaksa yang diberi wewenang oleh Undang-Undang (KUHAP) untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan Hakim.

Penuntutan terhadap perkara anak dilakukan oleh penuntut umum yang ditetapkan berdasarkan keputusan Jaksa Agung atau pejabat lain yang ditunjuk oleh Jaksa Agung111. Adapun syarat untuk dapat ditetapkan sebagai penuntut umum anak meliputi112:

a. Telah berpengalaman sebagai penuntut umum

b. Mempunyai minat,perhatian,dedikasi,dan memahami masalah anak c. Telah mengikuti pelatihan teknis tentang peradilan anak.

Penuntut umum wajib mengupayakan diversi paling lama 7 (tujuh) hari setelah menerima berkas perkara dari penyidik, yang mana diversi dilaksanakan paling lama 30 (tiga puluh) hari. Apabila proses diversi berhasil mencapai kesepakatan, penuntut umum menyampaikan berita acara diversi beserta kesepakatan diversi kepada Ketua Pengadilan Negeri untuk dibuat penetapan. Namun, dalam hal diversi gagal, penuntut umum wajib menyampaikan berita acara diversi dan melimpahkan perkara ke pengadilan

111 Pasal 41 ayat 1 UU No.11 Tahun 2012

dengan melampirkan laporan hasil penelitian kemasyarakatan.113 Memperhatikan ketentuan Pasal 7 UU No.11 Tahun 2012, terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencabulan yang diancam dengan Pasal 76E jo Pasal 82 UU No.35 Tahun 2014 tidak dapat dilakukan diversi, sehingga Proses Peradilan Pidana Anak dilanjutkan.

Dalam melaksanakan tahap penuntutan sekalipun, penuntut umum wajib memperhatikan hak-hak anak. Hak-hak anak dalam proses penuntutan, meliputi sebagai berikut :

1. Menetapkan masa tahanan terhadap anak, Cuma pada sudut urgensi pemeriksaan;

2. Membuat dakwaan yang dimengerti anak;

3. Secepatnya melimpahkan perkara ke pengadilan negeri;

4. Melaksanakan penetapan Hakim dengan jiwa dan semangat pembinaan atau mengadakan rehabilitasi;

Hak-hak anak pada saat pemeriksaan di kejaksaan sebagai berikut:

1. Hak untuk mendapat keringanan dari masa/waktu penahanan kejaksaan;

2. Hak untuk mengganti status penahanan dari penahanan RUTAN (Rumah Tahanan Negara) menjadi berada dalam tahanan rumah, atau tahanan kota;

3. Hak untuk mendapat perlindungan dari ancaman, penganiayaan, pemerasan dari pihak yang beracara;

113 Pasal 42 UU No.11 Tahun 2012

4. Hak untuk mendapat fasilitas dalam rangka waktu pemeriksaan dan penuntutan;

5. Hak untuk didampingi oleh penasihat hukum.

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) memuat wewenang penuntut umum untuk menerima dan memeriksa berkas perkara penyidikan dari penyidik atau penyidik pembantu. Setelah menerima dan memeriksa berkas perkara, penuntut umum berkewajiban mengadakan prapenuntutan apabila ada kekurangan pada penyidikan oleh pihak penyidik, dengan memberi petunjuk dan arahan apa saja yang mesti mendapat penyempurnaan berkas penyidikan dari penyidik. Apabila diperlukan untuk proses penyidikan penuntut dapat melakukan perpanjangan penahanan, melakukan penahanan, atau penahanan lanjutan dan atau mengubah status tahanan setelah perkaranya dilimpahkan oleh penyidik.

Penuntut umum dapat melakukan perpanjangan penahanan terhadap anak dalam tahap penyidikan atas permintaan penyidik paling lama 8 (delapan) hari.114 Penahanan dapat pula dilakukan untuk kepentingan penuntutan, yang mana penuntut umum dapat melakukan penahanan terhadap anak paling lama 5 (lima) hari, yang dapat diperpanjang oleh hakim Pengadilan Negeri Paling lama 5 (lima) hari.115

Setelah berkas yang diterima dari penyidik telah sempurna selanjutnya Apabila Penuntut Umum anak berpendapat, bahwa dari hasil penyidikan dapat dilakukan penuntutan maka ia wajib dalam waktu

114

secepatnya membuat surat dakwaan sesuai KUHAP. Waktu secepatnya dimaksud, adalah berkaitan dengan masa penahanan atas diri tersangka/terdakwa.

Surat Dakwaan adalah sebuah akta yang dibuat oleh penuntut umum yang berisi perumusan tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa berdasarkan kesimpulan dari hasil penyidikan. Demi keabsahannya, maka surat dakwaan harus dibuat dengan sebaik-baiknya sehingga memenuhi syarat-syarat sebagai berikut116:

a. Syarat Formil

Diantara syarat formil yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut: