• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paten Krim Antiselulit Berbasis Herbal dan Proses Pembuatannya

3. VALUASI PATEN LIPI

3.4 Paten Krim Antiselulit Berbasis Herbal dan Proses Pembuatannya

Teknologi pembuatan sediaan nanoemulsi dari ekstrak pegagan dan jahe telah berhasil dilakukan oleh Pusat Penelitian Kimia sebagai sediaan anti selulit baik secara oral maupun topikal. Pengembangan sediaan nano emulsi kombinasi ekstrak pegagan dan ekstrak jahe diarahkan untuk pengembangan obat herbal terstandar (OHT). Hasil uji yang telah berhasil di lakukan adalah karakterisasi produk sediaan, uji stabilitas, uji iritasi, uji toksisitas, uji preklinis, uji klinis serta uji efikasi dari sediaan produk yang di hasilkan. Dari hasil uji manfaat secara klinis menunjukkan bahwa sediaan pegagan dan jahe dapat menurunkan selulit secara signifikan. Hasil produk pada sediaan topikal Nanokrim dapat di lihat pada gambar 15 berikut dan untuk produk sediaan oral Nanoenkapsulasi dapat di lihat pada gambar 16.

35

Gambar 15. Prototype Produk sediaan topikal ‘Nanokrim’

Gambar 16. Prototype Produk sediaan oral ‘Nanoenkapsulasi’

a. Spesifikasi Produk

 Ukuran nano (± 100 nm)

 Terbuat dari ekstrak terstandar daun pegagan dan jahe

b. Keunggulan

 Produk berukuran nano sehingga mudah di serap

 Aman dan terbukti berkhasiat mengurangi selulit

 Penggunaan holistik (sediaan topikal dan oral)

 Bahan aktif terlindungi khasiatnya (enkapsulasi)

36

c. Aplikasi dan Manfaat

Mengurangi selulit pada tubuh

Sedangkan proses pembuatan dari krim antiselulit berbasis herbal ini yaitu:

 Mengekstrasi pegagan

 Menfraksinasi ekstrak pegagan dengan cara partisi

 Mengekstrasi jahe dimana pelarut yang digunakan adalah campuran air

dan etanol

 Melakukan homogenisasi fase minyak dan fase air hingga sempurna

 Mencampurkan fase minyak dan fase iar yang telah dipreparasi

b. Gambaran Umum Industri

Industri skin care termasuk industri yang menjanjikan saat ini. Industri ini tidak luput dari kecantikan dan kosmetik. Karena sudah bisa dipastikan bawah orang yang datang ke skin care ingin melakukan perawatan agar terlihat lebih menarik. Seperti berita yang dikutip dari website Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (www.kemenperin.go.id).

Industri kosmetik di Indonesia berkembang pesat dan baik. Berdasarkan data kementerian perindustrian, nilai ekspor kosmetik Indonesia pada tahun 2010 mencapai US$700 Juta. Menurut kementerian Perindustrian, penjualan produk kosmetik nasional diprediksi mencapai Rp. 9,76 triliun atau tumbuh 14,8% dibandingkan dengan realisasi tahun 2009 yaitu Rp.8.5 Triliun. Pada tahun 2009, industri kosmetik nasional mencatatkan kinerja yang cukup tinggi, baik dari segi omzet, ekspor, maupun penyerapan tenaga kerja. Omzet pada tahun lalu mencapai Rp10,4 triliun atau tumbuh 16,9% dibandingkan dengan 2010 sebesar Rp8,9 triliun.

Indonesia adalah pasar di industri skin care dan kosmetika yang sangat menjanjikan, sebagai contoh dan bukti nyata, Indonesia dipilih sebagai lokasi pabrik skin care terbesar di Se-Asia oleh perusahaan yang sangat besar yaitu PT.Unilever Indonesia. Dikutip dari Website resmi PT. Unilever, Indonesia dipilih sebagai lokasi pabrik terbesar ini dengan mempertimbangkan daya saing iklim investasi di Indonesia. Dengan dibangunnya pabrik skin care terbesar Se-Asia ini, menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi tempat investasi yang berpotensial dan menarik.

37

Perkembangan industri kosmetik berkembang semakin pesat, maka industri skin care pun dapat berkembang dengan baik di masa yang akan datang. Sejalan dengan meningkatnya kepercayaan diri serta peran perempuan di berbagai bidang, kebutuhan akan produk perawatan kulit (skin care) tumbuh semakin pesat. Situasi ini mendorong berbagai perusahaan yang bergerak di bidang beauty and personal care untuk terus berinovasi menciptakan produk berkualitas yang dicari konsumen untuk dapat memenangkan pasar.

Perkembangan produk kosmetika dan kecantikan dalam beberapa tahun terakhir ini, di Indonesia semakin marak munculnya beragam merek produk kecantikan, terutama produk perawatan kulit dan produk perawatan tubuh (body care) dan produk body spa. Salah satunya adalah Mustika Ratu dan Sari Ayu Martha Tilaar yang mewakili merek dalam negeri dengan harga cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Untuk merek luar negeri, konsumen dihadapkan pada beragam merek dengan harga yang beragam pula.

Tren industri kecantikan berkembang pesat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Negara ini secara umum diakui sebagai salah satu wilayah yang mengalami pertumbuhan paling cepat secara global untuk kategori pasar cosmetic and toiletries. Apalagi, dewasa ini Indonesia merupakan salah satu penyumbang kekuatan perekonomian di Asia.

38

Saat ini industri tanaman obat tradisional telah berkembang pesat di Indonesia. Teknik pengolahan dari beberapa jenis tanaman obat (jahe, temulawak, kunyit, kencur, sambiloto, pegagan) terdiri dari sortasi, pencucian, penjemuran/penirisan,

pengirisan/perajangan, dan pengolahan lebih lanjut menjadi berbagai

produk/diversifikasi produk. Tanaman obat dapat diolah menjadi simplisia, serbuk, minyak atsiri, ekstrak kental/kering, kapsul, tablet dan minuman (sirup, instant, permen) dll. Teknik pengolahan sangat berpengaruh terhadap khasiat dari produk tanaman yang diperoleh. Jika penanganan ataupun pengolahannya tidak benar maka mutu produk yang dihasilkan kurang berkhasiat atau kemungkinan dapat menimbulkan toksik apabila dikonsumsi.

Adapun keterbatasan dan kekurangan produk yang saat ini beredar dipasaran adalah belum menggunakan formulasi nano. Dimana formulasi nano ini akan sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah selulit yang posisinya jauh dibawah permukaan kulit. Untuk menjawab dan memberi solusi terbaik permasalahan di atas, penelitian ini membuat produk nano dispersi dan enkapsulasi ekstrak herbal pegagan dan ekstrak jahe sebagai sediaan anti selulit. Dengan formulasi nano, produk dari penelitian ini memiliki keunggulan yaitu daya jangkau dan penetrasi pada kulit yang lebih efektif serta aman digunakan sehari-hari untuk mengatasi masalah selulit atau kelebihan lemak.

Teknologi ini merupakan salah satu alternatif untuk membuat produk nano dispersi dan enkapsulasi ekstrak herbal pegagan dan ekstrak jahe sebagai sediaan anti selulit sehingga mudah penetrasi pada kulit dan aman digunakan sehari-hari. Formulasi ini berguna untuk mengatasi masalah selulit atau kelebihan lemak. Diharapkan riset yang dilakukan ini dapat menjadi solusi permasalahan yang ada yaitu dengan terbentuknya formulasi yang baru yang lebih efektif dalam mengatasi selulit. Untuk mendapatkan solusi permasalahan yang ada, maka telah dilakukan beberapa tahapan riset yang meliputi pembuatan monografi ekstrak dari pegagan dan jahe, efektifitas formulasi sediaan produk nano dispersi. Karakterisasi produk yang dilakukan meliputi analisa ukuran partikel, evaluasi stabilitas produk, uji toksisitas akut, uji keamanan dan uji manfaat.

39

c. Analisa Porter’s 5 forces

Secara garis besar kondisi pasar, resiko dan bisnis kurang mendukung (cenderung negatif) bagi invensi krim antiselulit berbasis herbal untuk masuk (figur 15). Oleh karena itu besaran fee royalti dipatok kecil (2%).

40

d. Perhitungan DCF

Perhitungan Rugi Laba Tahunan

Dari perhitungan ini diketahui prosentase EBIT terhadap pendapatan rata-rata sebesar 15,81%.

Discounted Cash Flow

Dari perhitungan ini diketahui nilai NPV sebesar Rp. 3.973.786.840

TAHUN 0 1 2 3 4 ... 19 Kapasitas 60% 80% 100% 100% 100% 100% Kapasitas produksi 66,000 88,000 110,000 110,000 110,000 110,000 Pendapatan - Pendapatan 60,227 3,974,956,881 5,299,942,508 6,624,928,135 6,624,928,135 6,624,928,135 6,624,928,135 3,974,956,881 5,299,942,508 6,624,928,135 6,624,928,135 6,624,928,135 6,624,928,135 Biaya Produksi Bahan Baku 2,024,639,760 2,699,519,680 3,374,399,600 3,374,399,600 3,374,399,600 3,374,399,600 Utilitas 22,044,000 29,392,000 36,740,000 36,740,000 36,740,000 36,740,000 Tenaga Kerja 134,940,000 179,920,000 224,900,000 224,900,000 224,900,000 224,900,000 Packaging 118,800,000 158,400,000 198,000,000 198,000,000 198,000,000 198,000,000 Maintenance 48,398,275 64,531,034 80,663,792 80,663,792 80,663,792 80,663,792 Technical Supervision 15,600,000 20,800,000 26,000,000 26,000,000 26,000,000 26,000,000 Asuransi - - - - - -Laboratorium 5,709,000 7,612,000 9,515,000 9,515,000 9,515,000 9,515,000 Payroll overhead 5,709,000 7,612,000 9,515,000 9,515,000 9,515,000 9,515,000 Overhead 48,398,275 64,531,034 80,663,792 80,663,792 80,663,792 80,663,792 2,424,238,310 3,232,317,747 4,040,397,184 4,040,397,184 4,040,397,184 4,040,397,184 Biaya Usaha

GSA 20.00% 794,991,376 1,059,988,502 1,324,985,627 1,324,985,627 1,324,985,627 1,324,985,627Royalti Accum Royalty 2.00% 79,499,138 105,998,850 132,498,563 132,498,563 132,498,563 132,498,563 2,437,973,554 Pengiriman 500 33,000,000 44,000,000 55,000,000 55,000,000 55,000,000 55,000,000 907,490,514 1,209,987,352 1,512,484,190 1,512,484,190 1,512,484,190 1,512,484,190 Depresiasi Peralatan Utama 10 42,800,000 42,800,000 42,800,000 42,800,000 42,800,000 Peralatan Bantu - - - - - -Utilitas - - - - - -Bangunan - - - - - - -42,800,000 42,800,000 42,800,000 42,800,000 42,800,000 -TOTAL BIAYA 3,374,528,824 4,485,105,099 5,595,681,374 5,595,681,374 5,595,681,374 5,552,881,374 EBIT 600,428,057 814,837,409 1,029,246,761 1,029,246,761 1,029,246,761 1,072,046,761 EBIT Avr. % EBIT 15.105 15.374 15.536 15.536 15.536 16.182 15.81 Biaya Lainnya Bunga KI 24,165,000 - - - - -Bunga KMK 154,019,898 - - - - -178,184,898 - - - - -EBT 422,243,159 814,837,409 1,029,246,761 1,029,246,761 1,029,246,761 1,072,046,761 Bagi hasil 10.0% 42,224,316 81,483,741 102,924,676 102,924,676 102,924,676 107,204,676 Pajak 1% 4,222,431.59 8,148,374.09 10,292,467.61 10,292,467.61 10,292,467.61 10,720,467.61 Net Profit 375,796,412 725,205,294 916,029,618 916,029,618 916,029,618 954,121,618

TOTAL BIAYA USAHA

TOTAL DEPRESIASI TOTAL BIAYA PRODUKSI

TOTAL PENERIMAAN

TOTAL BIAYA LAIN

TAHUN 0 1 2 3 4 ... 19

Peneri ma a n Penjua l a n - 3,974,956,881 5,299,942,508 6,624,928,135 6,624,928,135 6,624,928,135 6,624,928,135 Moda l Inves tas i (1,342,500,000)

Moda l Kerja (1,540,198,976) Total modal (1,342,500,000) (1,540,198,976) - - - - -Biaya-Biaya - Bi a ya Produks i - 2,424,238,310 3,232,317,747 4,040,397,184 4,040,397,184 4,040,397,184 4,040,397,184 - Bi a ya Us a ha - 756,242,095 1,134,363,142 1,512,484,190 1,512,484,190 1,512,484,190 1,512,484,190 - Bi a ya Keua nga n - 385,877,121 422,720,046 441,744,482 439,327,982 436,911,482 0 Total biaya 3,566,357,527 4,789,400,936 5,994,625,855 5,992,209,355 5,989,792,855 5,552,881,374 Net Cashflow (1,342,500,000) (1,131,599,622) 510,541,572 630,302,280 632,718,780 635,135,280 1,072,046,761

Net Cashflow Accumulated (1,342,500,000) (2,474,099,622) (1,963,558,049) (1,333,255,769) (700,536,989) (65,401,710) 12,794,943,043

IRR 23.44%

41

Resume

e. Perhitungan Nilai Teknologi

Perhitungan Lisensi

Rule of 25% dari prosentase rata-rata EBIT terhadap pendapatan : 25% x 15,81% = 3.95%.

3.95% x NPV : 3.95% x Rp. 3.973.786.840 = Rp. 156.964.580 Pembulatan = Rp. 157.000.000

Perhitungan Akumulasi Royalti

Analisis menunjukkan kondisi pasar, persaingan dan resiko bisnis ini kurang kondusif bagi invensi untuk masuk pasar, sehingga nilai royalti dapat dipatok pada rendah (2%) dari penjualan. Secara akumulatif perkiraan nilai royalti teknologi ini selama 19 tahun adalah Rp 2.437.973.554

Total Nilai Paten

Total nilai paten krim antiselulit berbasis herbal adalah : Nilai fee lisensi + Nilai perkiraan royalti akumulatif :

Rp. 157.000.000+ Rp. 2.437.973.554 = Rp. 2.594.973.554

INVESTASI SDM

Peralatan Utama Rp 428,000,000 Jumlah Tenaga Kerja 11 orang

Utilitas Rp - Biaya bulanan Rp 17,300,000

Shipping equipment Rp 2,000,000 Biaya tahunan Rp 224,900,000

Tanah dan Bangunan Rp 912,500,000 Biaya pra-operasional Rp

-1,342,500,000 Rp

PRODUKSI PER BULAN KAPASITAS PRODUKSI

Bahan Baku Rp 306,763,600

Utilitas Rp 3,340,000 perhari 0 tube/hari

Labor Rp 17,300,000 perhari 400 tube/hari

Packing Rp 39,250,000 perbulan 10,000 tube/bulan

Maintc., As., Lab, o.head, dll Rp 7,333,072 pertahun 110,000 tube/tahun

373,986,672 Rp

BREAK EVEN POINT ANALYSIS PENDAPATAN

BEP 24.61% Harga Pokok Produksi Rp 38,504.97 /bibit

ROI 44.86% Harga jual Rp 60,226.62 Rupiah/tube

SDP 22.36% Pendapatan Rp 602,266,194 /bulan

PAY BACK PERIOD IRR & NPV

Total investasi modal kerja Rp 1,342,500,000 IRR 23.44%

POT 17.17 bulan NPV Rp 3,973,786,840

1.4

42

3.5 Paten Minuman Serbuk Instan Berenergi Berbahan Baku Tepung Pisang dan Proses