4. Payback Period
4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
4.3.4 Analisis Aspek Finansial
4.3.4.4 Payback Period ( PP )
Menurut Gittinger (1986)Payback Periodadalah jangka waktu kembalinya keseluruhan jumlah investasi modal yang ditanamkan dihitung mulai dari permulaan proyek sampai dengan arus nilai neto produksi tambahan sehingga mencapai jumlah keseluruhan investasi modal yang ditanamkan. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai PP sebagai berikut :
Keterangan :
PP = payback Period
I = jumlah modal investasi
Ab =hasil bersih per tahun/periode atau laba bersih rata-rata per tahun.
4.4 Simulasi Penerapan Kebijakan
Pengukuran tingkat profitability dalam penerapan kebijakan minimum legal size input production dapat dilakukan dengan simulasi model. Penerapan
minimum legal size rajungan berupa pembatasan ukuran rajungan yang boleh diterima oleh pengolah rajungan mini plant sebagai input produksi sehingga dapat
37 mempengaruhi produksi daging kupas rajungan dimana terjadi perubahan ukuran input rajungan. Pada analisis ini diasumsikan batasan minimal ukuran rajungan ditentukan berdasarkan hasil percobaan tingkat efiesiensi pengolahan rajungan berdasarkan klasifikasi ukuran. Beberapa skenario simulasi meliputi :
1. Menghitung hasil percobaan tingkat efisiensi pengolahan rajungan sehingga didapatkanukuran rajungan yang efisien dan menguntungkan untuk diolah. 2. Menggunakan ukuran rajungan delapan sentimeter sebagaiukuran minimal
dalam kebijakan minimum legal size input production.
3. Menghitung tingkat profitability aktual yang diperoleh pada pengolahan daging kupas rajungan kemudian dibandingkan dengan tingkat profitabilitypengolahan daging kupas rajungan jika kebijakan minimum legal size input production
diterapkan.
4. Perubahan nilai produksi diakibatkan dariperubahan jumlah input dan harga input produksi tersebut.
Analisis ini menggunakan software excel, dimana excel dapat mengolah data biaya dan manfaat untuk memprediksi tingkat profitability proyek, efisiensi biaya, jangka waktu pengembalian modal dan tingkat efisiensi tenaga kerja.
Tahapan simulasi model dengan excel :
1. Menentukan biaya tetap dan biaya variabel. 2. Menentukan penerimaan per bulan.
3. Memasukan data biaya dan penerimaan.
4. Membuat formula perhitungan NPV, IRR, Net B/C, dan PP. 5. Run formula untuk mendapatkan nilai kelayakan dibutuhkan.
4.5 Asumsi Penelitian
Penelitian ini mengansumsikan beberapa hal untuk memfokuskan hasil penelitian pada permasalahan yang terjadi. Hal-hal yang diasumsikan pada penelitian ini diantaranya :
1. Perekonomian Indonesia sedang stabil atau tidak terjadi krisis besar-besaran. 2. Keadaan ekosistem rajungan tidak mengalami pencemaran atau bencana. 3. Keadaan stok rajungan di laut telah pulih atau stabil.
38 4. Harga sebelum dan sesudah penerapan kebijakan minimum legal size input
production adalah konstan dari rata-rata yang dikonversi dengan indeks harga konsumen wilayah Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.
5. Biaya sebelum kebijakan dianggap konstan dari biaya rata-rata. 6. Input rajungan di mini plant dianggap konstan.
7. Seluruh modalmini plant merupakan pinjaman.
8. Mini plant tidak mengalami resiko penolakan (reject) suplai daging rajungan oleh pabrik (plant).
39
V.
GAMBARAN UMUM
5.1 Kondisi Geografis Kabupaten Bekasi
Secara geografis letak Kabupaten Bekasi berada pada posisi 6°10’53” - 6° 30’6” Lintang Selatan dan 160°48’28” - 107°27’29” Bujur Timur.Wilayah Kabupaten Bekasi terbagi atas 23 Kecamatan dan 86 Pedesaan serta berbatasan dengan berbagai daerah, yaitu :
• Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa.
• Sebelah barat berbatasan dengan Kota Jakarta Utara dan Kota Bekasi. • Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Karawang.
• Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor.
Topografinya terbagi atas dua bagian, yaitu dataran rendah yang meliputi sebagian wiayah bagian utara dan dataran bergelombang di wilayah bagian selatan. Ketinggian lokasi antara 6 – 115 meter dan suhu udara yang terjadi di Kabupaten Bekasi berkisar antara 28° - 32° C.
Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Luas wilayah Kecamatan Tarumajaya berkisar 4.977.172 ha. Kecamatan Tarumajaya terdiri dari tujuh desa, yaitu : Desa Pahlawan Setia, Pantai Makmur, Pusaka Rakyat, Setia Mulya, Samudra Jaya, Segara Jaya, dan Segara Makmur. Ketinggian tanah dari permukaan laut di Kecamatan Tarumajaya mencapai lima meter di atas permukaan laut dengan topografi dataran rendah atau pantai. Suhu udara rata-rata yang terjadi diantaranya adalah 28-29°C. Kecamatan Tarumajaya berbatasan dengan beberapa daerah, diantaranya :
• Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa.
• Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. • Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi. • Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Cilincing Kodya Jakarta Utara. Peta Kabupaten Bekasi dapat dilihat pada Lampiran 2.
40
5.2 Keadaan Penduduk Kabupaten Bekasi
Pada tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 2.629.551 jiwa, yang terdiri dari 1.345.500 laki-laki dan 1.284.051perempuan. Dari tahun 2008 hingga 2010, Kabupaten Bekasi terus mengalami pertambahan jumlah penduduk, dari 2.076.146 jiwa pada tahun 2008, 2.121.122 jiwa pada tahun 2009, dan pada tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 2.629.551 jiwa. Perkembangan sektor industri yang pesat merupakan pemicu terjadinya pertambahan penduduk di Kabupaten Bekasi dari tahun ke tahun. Banyak tenaga kerja industri yang datang dari luar Kabupaten Bekasi.
Tabel 7. Jumlah Penduduk Kabupaten Bekasi
Tahun 2010 2009 2008
Jumlah Pria (jiwa) 1.345.500 1.059.221 1.037.065
Jumlah Wanita (jiwa) 1.284.051 1.061.901 1.039.081
Total (jiwa) 2.629.551 2.121.122 2.076.146
Pertumbuhan Penduduk (%) 5 2 -
Kepadatan Penduduk (jiwa/Km²) 2.071 - -
Sumber : Jawa Barat dalam Angka, 2010
Keberadaan penduduk menurut kecamatan tidak menyebar secara merata. Penduduk paling banyak berdomisili di Kecamatan Tambun Selatan yaitu 369.233jiwa, diikuti oleh Cikarang Utara sebanyak 173.601 jiwa dan Cikarang Barat sebanyak 168.261 jiwa. Hal tersebut juga selaras dengan kepadatan penduduknya yang ditunjukkan oleh Tabel 8, dimana Kecamatan Tambun Selatan dan Cikarang Utara memiliki kepadatan penduduk yang sangat tinggi dan Cikarang Barat dan Cibitung memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Hal tersebut dipicu oleh berkembangnya sektor industri, dari mulai industri berskala besar hingga mikro pada kecamatan-kecamatan tersebut.
41
Tabel 8. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kecamatan di Kabupaten Bekasi
Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa)/Tahun
2004 2005 2006 2007 2008 Setu 73.888 76.83 77.776 80.476 83.016 Serang Baru 59.943 62.329 63.168 65.353 67.433 Cikarang Pusat 39.712 41.291 41.804 43.25 44.644 Cikarang Selatan 78.155 81.27 82.385 85.26 87.969 Cibarusah 57.921 60.232 61.042 63.188 65.189 Bojongmangu 23.446 24.378 24.691 25.505 26.286 Cikarang Timur 70.955 73.781 74.759 77.348 79.823 Kedungwaringin 49.575 51.551 52.224 54.025 55.737 Cikarang Utara 154.216 160.363 162.546 168.181 173.601 Karangbahagia 73.964 76.908 77.951 80.654 83.232 Cibitung 138.398 143.914 145.85 150.881 155.679 Cikarang Barat 149.594 155.566 157.631 163.079 168.261 Tambun Selatan 328.11 341.175 345.78 357.781 369.233 Tambun Utara 85.609 89.017 90.221 93.347 96.326 Babelan 141.5 147.139 149.132 154.301 159.247 Tarumajaya 79.204 82.363 83.492 86.381 89.124 Tambelang 33.374 34.703 35.119 36.294 37.41 Sukawangi 39.879 41.466 41.972 43.418 44.78 Sukatani 61.057 63.487 64.339 66.597 68.743 Sukakarya 42.085 43760 44328 45.859 47.343 Pebayuran 88.349 91.867 93.049 96.316 99.444 Cabangbungin 46.552 48.404 48.998 50.686 52.289 Muaragembong 34.723 36.108 36.538 37.78 38.967 Kabupaten Bekasi 1.950.209 2.027.902 2.054.795 2.125.960 2.193.776
Sumber: BPS Kabupaten Bekasi, 2009
Berdasarkan Data Monografi Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi Semester 1 Tahun 2010, tercatat jumlah penduduk laki-laki sebanyak 58.368 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 55.517 jiwa sehingga total penduduk di Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi mencapai 113.885 jiwa.
5.3 Potensi Sumberdaya Perikanan Kabupaten Bekasi
Berdasarkan data Statistik Perikanan Tangkap Indonesia(2009),potensi Perikanan Tangkap di Jawa Barat terdapat di Perairan Pantai Selatan Jawa dan Perairan Pantai Utara Jawa. Produksi Perikanan Tangkapnya pada Tahun 2009 mencapai 172.747 ton. Produksi rajungan di Perairan pantai Selatan Jawa mencapai lima ton dan pada Perairan Pantai Utara Jawa mencapai 3.928
42 Ton(Departemen Kelautan Dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Jakarta, 2009).