INTERUPSI F-PDIP (MARUARAR SIRAIT, S.IP): Pimpinan,
F- PDIP (OLLY DONDOKAMBEY, S.E.): Terima kasih Pimpinan
Saya juga kadang-kadang heran melihat kita semua, semestinya ini di Banggar sudah dibicarakan semua secara teknis, bahwa Paripurna ini adalah hanya mekanisme pengambilan keputusan. Kalau semua kita mau bicarakan di sini, memang tidak akan ada habis-habisnya, setiap masa era kepresidenan, pasti ada kenaikan BBM. Zaman Pak Harto ada kenaikan BBM, zaman Megawati juga ada kenaikan BBM jangan bilang tidak, zaman SBY ada, zaman Gusdur ada. Kenaikan harga BBM ini sudah diputuskan, mekanismenya sudah ada di dalam Banggar, artinya yang kita minta adalah kedepan, saya sepakat usulan dari teman-teman fraksi lain, ke depan mestinya efisiensi harus betul-betul kita tegakkan, pemasukan pajak untuk rakyat betul-betul ditingkatkan, saya tahu persis bahwa presiden kita dipermalukan karena kita mengabaikan pandangan kita ……. Tolong hargai saya bicara, pemerintah Cina mengatakan berarti ada pendapatan kita yang tidak terdata. Ada pendapatan kita yang tidak tercatat yang tidak masuk pajak dan cukai kita yang berangkat ke China melalui pelabuhan tikus, dan jumlahnya lebih dari 1000 triliun. mestinya Menteri Keuangan mengetatkan ini, jangan sampai ada pemasukan-pemasukan pajak kita yang lolos karena pelabuhan-pelabuhan tikus yang berserakan dari Sabang sampai Merauke.
Itu yang saya minta, terima kasih Pimpinan, saya mohon kita tinggal mengambil keputusan, jangan kita bertele-tele seperti ini karena rakyat sudah menunggu.
KETUA RAPAT:
Baik terakhir dari terakhir, Pak Olly silakan Pak Olly. Saya minta yang lain diam agar rapat ini bisa mencapai mufakat.
F-PDIP (OLLY DONDOKAMBEY, S.E.): Terima kasih Pimpinan.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Salam sejahtera bagi kita semua.
Pimpinan yang saya hormati dan para Anggota,
Mari kita bersama-sama membahas RAPBN-P ini dengan kepala dingin karena sejak awal Pimpinan Badang Anggaran sudah melaporkan di dalam Rapat Paripurna ini. Saya menghargai pendapat seluruh yang disampaikan di dalam Rapat Paripurna ini, tetapi sangat jelas apa yang dilaporkan oleh Pimpinan Badan Anggaran semua fraksi sudah menyetujui pembahasan RAPBN-P 2013. Tetapi ada beberapa fraksi yang belum menyepakati berapa pasal, saya kira Pimpinan bisa mengarahkan pasal-pasal yang mana yang akan kita ambil keputusan ini agar supaya rapat kita pada hari ini tidak berlarut-larut.
Terima kasih Pimpinan.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. KETUA RAPAT:
Baik saya kira sudah waktunya kita untuk mengambil keputusan, saya mengusulkan kita untuk skors sebentar, kita loby. Loby untuk mengambil
formula apa yang akan kita putuskan, apakah disetujui? Baik rapat kita skors sekaligus kita shalat ashar lebih kurang selama 1 jam.
(RAPAT DISKORS PUKUL: 15.35 WIB.) (RAPAT DIBUKA PUKUL: 20.43 WIB.) Saudara-saudara sekalian,
Saya minta untuk segera mengambil tempat, Rapat Paripurna akan kita lanjutkan, sambil menunggu para menteri yang juga harus hadir di dalam Rapat Paripurna ini.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Menteri Keuangan, Menteri Bappenas, Wakil Pimpinan dan Anggota yang muliakan,
Dengan mengucap Bissmillahirahmanirahim, maka Rapat Paripurna kita lanjutkan dan skors saya cabut.
(SKORS DICABUT)
Sidang Dewan yang terhormat,
Setelah melalui proses panjang dalam forum loby, dan disdiskusikan lintas fraksi ada 9 (sembilan) fraksi yang hadir lengkap, dengan berbagai argumentasi semuanya dan semuanya pada dasarnya bercita-cita, berharap dan bermimpi, menginginkan rakyat kita hidup lebih baik dan kemiskinan semakin dapat dikurangai, pengangguran semakin dapat dikurangi, semuanya bercita-cita baik. Namun tentu ada sudut pandang-sudut pandang yang berbeda di dalam menyikapi tujuan tersebut, akhirnya forum loby tersebut menyepakati untuk di bawa ke Paripurna, akan dilakukan pemungutan suara melalui mekanisme voting, dengan hanya satu opsi, yaitu menerima RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang APBN Tahun 2013, atau yang kedua, menolak RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang APBN Tahun 2013 karena beberapa pasal yang diusulkan tidak diterima. Jadi artinya hanya ada satu opsi menerima atau menolak, nah bagi yang menolak sesuai kesepakatan dan diberikan kepada semua fraksi untuk memberikan penjelasan. Artinya intinya menerima atau menolak tetapi alasan untuk menolak diberikan ataupun alasan untuk menerima juga diberikan kepada fraksi untuk menjelaskan, apakah ini dapat disetujui?
(RAPAT: SETUJU)
Baik terima kasih. F-PDIP (ARIA BIMA):
Interupsi Pimpinan,
Aria Bima Pimpinan dari Fraksi PDI Perjuangan. KETUA RAPAT:
Begini Mas Aria nanti saya berikan kesempatan kepada Fraksi PDI Perjuangan.
F-PDIP (ARIA BIMA):
Jangan diketok dulu Pimpinan. KETUA RAPAT:
Tadi sudah diketok semuanya sudah setuju. F-PDIP (ARIA BIMA):
Pak Ketua saya hari ini menghormati Pak Ketua, hari ini telah memimpin rapat dengan bijak, tapi kali ini saya harap pak Ketua Marzuki Alie sahabat saya tolong hasil dari loby itu disetujui di dalam Rapat Paripurna kasih kesempatan saya ngomong dulu dong Pak.
KETUA RAPAT:
Sebentar jangan semua berbicara, oke saya berikan sulu kepada sahabat saya mas Aria Bima untuk menyampaikan pandangannya ya saya kasihkan waktu, tetapi tadi mayoritas, mayoritas ya sudah sepakat untuk voting dengan 1 opsi nanti, sebentar jangan semuanya bicara, nanti malah tidak sesuai dengan apa yang kita sepakati diforum loby justru. Tadi dijelaskan kepada fraksi-fraksi diberikan waktu untuk menjelaskan kenapa menolak, itu saja opsinya. Ya diberikan waktu kepada fraksi-fraksi untuk menjelaskan kenapa menolak? Saya kira sepakat kan? baik kita lanjutkan. Saya berikan saja waktu kepada Pak Priyo, saya minta semuanya tenang, tolong dihormati forum ini, forum ini adalah forum yang sanga terhormat. Jadi semua bicara harus mengikuti aturan sebagai orang yang terhormat, kita sudah sepakat tadi, bahwa hanya ada satu opsi, ya hanya ada satu opsi menerima atau menolak. Tetapi kepada yang menolak diberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk menjelaskan kenapa menolak, oh ya yang tulisannya nanti dirubah, nanti formulasinya dirubah. Jadi kepada fraksi, tulis kepada fraksi yang menolak diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk menjelaskan itu catatannya. Sebentar tadi bagi fraksi yang setuju juga minta agar diberikan kesempatan juga untuk menjelaskan, sebentar-sebentar dulu kalau kita mau bicara semua ini tidak akan ada ujungnya.
Baik saya jelaskan, kalau formulasinya ada yang keliru, tadi kan saya tanya dulu, sebenarnya intinya itu jelas, menerima atau menolak, ya kan intinya jelas. Di bawahnya dibuat tulisan kepada yang menolak diberikan kesempatan untuk menyampaikan, ya ini dirubah saya minta kepada Sekjen dirubah. Ya silakan, sudah diputuskan kita akan voting, sudah kita sepakati mekanisme pengambilan keputusan dengan voting, kita sudah sepakati. Lalu opsi itu apa yang divoting saya sudah sampaikan tadi, dan kepada fraksi yang menolak diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menjelaskan karena apa tidak ketemu antara yang menolak dan menerima, sudah tidak ketemu lagi. kalau kita dengarkan sampai satu minggu, dua minggu kedepan tidak akan selesai karena masalah prinsip yang tidak ketemu. Jadi kita berikan waktu saja penjelasan untuk menjelaskan kita berikan waktu untuk menjelaskan menerima kenapa, dan menolak kenapa? Biar masyarakat Indonesia yang menilai itu intinya.
Tolong-tolong dirubah dulu bu Sekjen, baik kita tunggu, baik saya jelaskan ulang, menerima Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang APBN Tahun 2013. Tahun 2012 Undang-Undangnya tapi APBN tahun 2013. Kemudian yang kedua, alternatifnya menolak RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang APBN Tahun 2013, kepada fraksi-fraksi yang menolak diberikan ya nanti saya tambahi ini sudah terlanjur, kepada fraksi-fraksi yang menolak diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan argumentasinya. Demikian juga
kepada fraksi-fraksi yang menerima diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan argumentasinya. Saya kira demikian setuju?
(RAPAT: SETUJU)
Sudah dua kali diketok saya kira sudah jelas. F-PKS (H. ANSORY SIREGAR, Lc.):
Interupsi sebentar saja, tidak mengenai voting tidak, sedikit saja tolong saya ingin komentar saja tidak mengenai voting tidak, sedikit saja saya minta kepada Pimpinan untuk berbela sungkawa kepada 16 orang yang korban, tolong berkomentar di depan, agar Polri, Keamanan jangan teragasi dilapangan, sudah ada di Jambi yang kena tembak dimatanya. Sekarang ini dilapangan mereka terus agresif.
KETUA RAPAT:
Baik saya jelaskan mengenai demo, mengenai adanya korban-korban tadi diluar saya sudah menyampaikan apa yang diharapkan oleh teman-teman di dalam ruangan ini. Tadi sudah secara resmi saya menyampaikan, jadi sekali lagi saya melanjutkan saja, melanjutkan apa yang sudah menjadi agenda kita pada hari ini.
Baik, kita mulai dengan yang pertama, yang menolak kami berikan pandangan, kami berikan kesempatan sebentar, makanya saya bilang siapa yang menolak saya minta angkat tangan untuk memberikan penjelasan. Silakan di ruangan ini yang menolak fraksinya, saya minta semuanya dengar dulu, semuanya mendengar dulu, baik ya yang menolak saya belum bisa sebutkan, saya tidak tahu siapa yang menolak, iya kan? oleh karenanya saya berikan kepada fraksi yang menolak untuk memberikan penjelasan. Jelas saya kira.
Silakan di depan Pak. (………..):
Ini soal mekanisme Pak Ketua, dalam loby sudah disepakati, bahwa akan terjadi voting dengan hanya satu opsi, ini clear dulu. tetapi mekanismenya harus diclearkan dulu Pak Ketua. Jadi mekanismenya seperti apa, tahap satu misalnya yang menolak berdiri dulu, atau yang menerima berdiri dulu, baru berikutnya satu persatu penjelasan begitu Pak Ketua. Oleh karena itu biarkan argumentasi biar tersusun.
Terima kasih Ketua. KETUA RAPAT:
Baik kalau itu mau diinginkan yang dimaksud saya, nanti waktu voting baru akan ketahuan yang menolak yang menerima. Tetapi sekarang saya berikan pandangan fraksi, tetapi kalau ada usulan, kalau ada usulan bahwa yang menolak dan menerima harus jelas dulu, saya akan berikan. Saya akan laksanakan, permintaan tersebut untuk pertama kita memutuskan dulu melihat dulu, siapa yang menolak dan menerima kemudian baru kita minta pandangannya. Setuju?
Baik setuju ya. (RAPAT : SETUJU)
Baik kepada yang menolak RAPBN-P tidak menolak dulu lah, kita tidak menghitung, kita tidak menghitung, kepada yang menolak kami persilakan
berdiri! yang menolak RAPBN-P 2013 dengan catatan bla-bla-bla kami minta untuk berdiri. Ini belum voting, kita belum voting, kita hanya melihat belum voting, oke silakan duduk, silakan duduk. Baik sudah selesai, ini saya mengikuti permintaan fraksi yang menolak, itu permintaan saya penuhi, sekarang baik, karena sudah jelas yang menolak, karena sudah jelas yang menolak kami silakan kepada kelihatannya yang menolak, sebentar-sebentar saya minta diberi kesempatan dulu untuk melanjutkan ini dengan baik, kita minta kan ini sudah sepakat untuk voting, nah sekarang kita minta penjelasan dulu silakan pertama dari F-PDI Perjuangan. Yang lain tolong, saya minta yang lain tenang, pertama yang menolak akan menjelaskan kenapa menolak, fraksi PDI Perjuangan yang berikan kesempatan pertama. Tolong yang lain diam, sudah diam-diam kita mintakan penjelasan dulu.
F-PD (Drs. Ir. H. SUTAN BHATOEGANA, M.M):
Beri saya kesempatan Pak supaya kita tahu mekanismenya pak, Pak siapa yang menolak siapa yang menerima bapak tahu siapa kan? kan tidak tahu yang diri siapa? oleh sebab itu saya mau katakan pak mekanisme ini, sekarang sampaikan dulu sekarang hitung dulu. Voting dulu siapa yang menolak, siapa yang menerima?
KETUA RAPAT:
Baik sebentar-sebentar, baik sebentar-sebentar saya minta ruangan ini tenang dulu, ya saya minta ruangan ini tenang dulu, sebetulnya di dalam forum loby sudah jelas ya, siapa yang menolak? Siapa yang menerima, sebetulnya sudah jelas, tidak perlu dipersoalkan di dalam ruang Paripurna ini, sebetulnya. Tetapi hasil itu tetap saya sampaikan di ruang Paripurna ini untuk kita sahkan merupakan Keputusan Paripurna, begitukan? Nah sekarang saatnya kita mendengarkan penjelasan dari fraksi-fraksi yang menolak, fraksi yang menolak sesuai dengan rapat forum loby itu sudah jelas, itu sudah jelas jadi tidak perlu di persoalkan di forum rapat Paripurna ini, sudah saya kira cukup.
Baik saya berikan kesempatan kepada Fraksi PDI Perjuangan, silakan PDI Perjuangan.
F-PDIP (Ir. BAMBANG WURYANTO, M.B.A):
Ketua dan Wakil Pimpinan DPR yang kami hormati,
Juga seluruh Anggota DPR yang saya hormati dalam forum sidang Paripurna yang terhormat ini, Fraksi PDI Perjuangan akan menyampaikan pendapatnya tentang RUU APBN 2013 yang diajukan Pemerintah pada tanggal 17 Mei 2013. Forum yang kami hormati, Fraksi PDI Perjuangan tidak sekalipun mangkir di dalam sidang-sidang pembahasan RUU APBN. Kami mengikuti pembahasan dengan cermat, dengan tertib tidak pernah bolos, ini supaya clear, tidak pernah bolos. Oleh karenanya di dalam pembahasan ini kita ikuti step by step, waktu demi waktu, tahapan-demi tahapan, pasal demi pasal dan itu berakhir pada posisi kita ragu terhadap kebijakan fiskal Pemerintah, dimana kebijakan fiskal pemeritah khususnya di pasal 8 ayat (1) tentang subsidi BBM, itu menunjukkan bahwa RUU APBN yang diajukan, RUU APBN-P yang diajukan oleh Pemerintah mengandung sebuah substansi yaitu menaikkan harga BBM. Itu substansi yang terkandung di dalamnya dari substansi itu ditambahkan lagi di dalam RUU itu adalah ada tindakan-tindakan charity untuk memberikan kepada rakyat sebuah hadiah-hadiah yang barangkali itu akan mempunyai dampak positif katanya bagi pengentasan kemiskinan. Tapi fraksi kami meragukan itu, kalau alasannya adalah untuk kebijakan fiskal maka Fraksi PDI Perjuangan itu bisa membuat APBN-P yang tanpa menaikkan BBM tapi kebijakan fiskal kita
selamat. Oleh karena itu Fraksi PDI Perjuangan mengajukan postur yang berupa, fostur dimana RAPBN 2013 merupakan APBN yang tetap memperhatikan rakyat, pada saat yang bersamaan juga tidak menaikkan BBM. Kenapa Fraksi PDI Perjuangan konsen terhadap kenaikan BBM, karena Fraksi PDI Perjuangan konsisten bahwa kenaikkan BBM itu sangat berpengaruh kepada inflasi. Akibat inflasi ini, Ketua, saya kira Ketua sudah memberikan waktu sebanyak-banyaknya kepada kita, tapi kami sedang bicara kita akan membatasi diri kami, tapi izinkan dalam Sidang Paripurna yang tertinggi ini, Ketua.
KETUA RAPAT:
Saya minta yang lain diam agar Paripurna ini bisa berjalan lancar, kalau anda mengganggu Rapat Paripurna ini, Pimpinan bisa mengambil sikap untuk mengeluarkan anda dari ruangan ini, silakan.
F-PDIP (Ir. BAMBANG WURYANTO, M.B.A): Terima kasih Pimpinan,
Terima kasih atas kebijakan Pimpinan Fraksi PDI Perjuangan konsen terhadap kenaikan BBM ini kenapa? Karena Pimpinan, hari ini inflasi sudah memukul kita atas kondisi inflasi tertekan oleh kebijakan yang naik turun BBM belum clear, ditambahkan lagi inflasi karena bahan makanan, dan ini nanti menjelang hari raya berikutnya itu nanti kalau kenaikan BBM menurut catatan, saya tidak gubernur BI pun mengatakan bukan 7,2% inflasinya tapi 8,5%. Itu clear mengatakan demikian, itu akibatnya apa? Daya beli rakyat akan turun, dalam kondisi yang seperti ini, maka Fraksi PDI Perjuangan konsisten berdiri bersama barisan rakyat sebagai pesan Ketua Umum kami, kita harus menangis bersama rakyat dan tertawa bersama rakyat. Oleh karena itu Pimpinan, Fraksi PDI Perjuangan menolak RUU APBN ini, khususnya RUU APBN ini mengandung porsi menaikan BBM PDI Perjuangan menyiapkan fostur RAPBN yang tanpa kenaikan BBM, dan itu secara fiskal tertanggungjawabkan.
Terima kasih Pimpinan. KETUA RAPAT:
Baik berikutnya fraksi Partai Keadilan Sejahtera. F-PKS (IR. H. ABDUL HAKIM, M.M):
Baik Ketua, jadi dari PKS akan disampaikan oleh Saudara Fahri Hamzah.
F-PKS (FAHRI HAMZAH):
Terima kasih Pimpinan.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Alhamdulillah setelah 1 hari kita berargumen, malam ini kita akan tiba pada kesimpulan.
Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat,
Hingga malam ini Presiden Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang APBN 2013, bisa saja mengumumkan harga BBM. Tapi sampai malam ini kita mendengar, bahwa Presiden tidak kunjung menaikkan harga BBM. Jika malam ini Dewan menolak RAPBN-P 2013
esok hari Presiden Republik Indonesia tetap bisa menaikkan harga BBM. Karena Undang-Undang Nomor 19 tahun 2012 masih berlaku, tapi kita mendengar bahwa Presiden ragu. Diselah-selah itulah kita mendengar 2 (dua) wartawan tertembak pelipisnya, di Jambi dan Ternate terluka dan para demonstran dihujani gas air mata bahwa gerakan ini adalah gerakan massa. Ada penyampaian aspirasi, dan perasaan publik secara meluas diseluruh Indonesia. kita minta agar seluruh aparat menahan diri, karena demontrasi ini adalah wujud daripada rintihan masyarakat paling bawah. Ini bukan kisah malam ini saja Pimpinan dan teman-teman Anggota Dewan yang terhormat, fraksi kami Fraksi PKS telah mendengar banyak, dari mereka yang tidak terdengar, bahwa kenaikan harga BBM akan memukul masyarakat kita, secara menyakitkan, akan banyak rumah tangga yang menjadi miskin, akan banyak usaha kecil menengah yang gulung tikar, dan akan banyak kesedihan. Inflasi umum akan merongrong neraca rumah tangga Indonesia, oleh sebab itulah Fraksi PKS mengirim pesan cinta kepada Presiden SBY, “Tahanlah tanganmu wahai Presiden, Tahanlah keinginanmu untuk memberikan tambahan beban kepada rakyatmu yang tulang punggungnya masih lemah. Semuan ini telah juga kami sampaikan di dalam rapat-rapat Banggar, secara sungguh-sungguh, segala aspirasi telah kami sampaikan, segala argumen telah kami dikemukakan, dan sebagaimana rekan-rekan dari PDIP fostur alternatif dari RAPBN-P ini juga telah kami sajikan, dengan harapan dari alternatif ini akan diterima dan dipertimbangkan di dalam rumusan RAPBN-P 2013 ini.” Dua diantaranya yang sampai terakhir di dalam forum loby kami ungkapkan, adalah bersepakat dengan teman-teman PDIP Pasal 8 ayat (1) yang merubah menjadi subsidi bahan bakar minyak BBM jenis tertentu dan bahan bakar gas cair, LPG tabung 3 kg, dan LGV Tahun Anggaran 2013 ini direncanakan sebesar 247 triliun sekian-sekian. Bahwa kami juga mengusulkan perubahan pada Pasal 8 ayat (10), karena kami juga mengetahui bahwa Presiden juga tidak pernah menggunakan pasal ini, bahwa akhirnya penyesuaian harga BBM bersubsidi harus mendapatkan kembali persetujuan Dewan. Hal ini dalam rangka dimasa-masa yang akan datang Pemerintah tidak dengan semena-mena semena-menaikkan harga BBM. Dalam konstruksi ini Pimpinan, kitalah yang mendengar suara rakyat, eksekutif tidak memiliki kesempatan untuk mendengar. Tetapi karena hal itu, tetapi etikat kami untuk mengajukan alternatif ditolak, maka fraksi kami Fraksi PKS DPR RI menolak RAPBNP 2013, karena kami tidak, karena kami menganggap RAPBN ini tidak sanggup atau tidak akan memberikan kekuasaan kepada Presiden untuk menaikkan harga BBM. Sementara kami hanya ada satu kata tolak kenaikkan harga BBM.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. KETUA RAPAT:
Terima kasih.
Berikutnya saya yang jelas-jelas menolak atau tidak Partai Hanura. Silakan.
F-HANURA (H. SYARIFUDDIN SUDDING, S.H., M.H.): Baik Saudara Pimpinan.
Anggota Dewan yang saya hormati,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua.
Saudara Pimpinan, kalau kita mencermati Rancangan Undang-Undang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2013,
memang ada ruang fiskal bagi Pemerintah untuk menaikkan harga BBM, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan juga ruang itu semakin jelas di Pasal 8 ayat (10). Yang jelas-jelas ini akan menambah beban penderitaan rakyat, ketika pasal ini masih tetap diberlakukan dan ini sangat berimplikasi terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat, kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat apalagi menjelang hari raya Idul Fitri dan juga menjelang tahun ajaran baru dalam kehidupan sehari-hari. Lalu kemudian Rancangan Undang-Undang Perubahan APBN Tahun 2013 juga mengakomodasi penurunan target penerimaan negara, yang justru menjadi salah satu sebab beratnya beban APBN tahun 2013. Kemudian begitu pula di dalam Pasal 9 sebenarnya, dalam Pasal 9 masih mengakomodir tentang penyelamatan perekonomian dan kehidupan sosial kemasyarakatan disekitar, Tanggul Lumpur Sidoarjo atau Lapindo, yang menganggarkan 155 miliar rupiah. Sehingga bagi kami fraksi Hanura, dengan mengedepankan hati nurani rakyat, dan selalu melihat penderitaan-penderitaan rakyat beratnya beban yang dihadapi masyarakat saat ini Fraksi Hanura menolak RUU Perubahan APBN tahun 2013.
Terima kasih.
Assalamu’alaikum warahmataullahi wabarakaatuh. KETUA RAPAT:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh. Terima kasih.
Berikutnya saya berikan kesempatannya kepada Fraksi Gerindra yang mempunyai usulan berbeda sebetulnya, kami persilakan.
F-GERINDRA (H. AHMAD MUZANI): Saudara Ketua, Wakil Ketua,
Para Anggota Dewan yang kami hormati,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Rencana kenaikan BBM bersubsidi yang akan segera diumumkan oleh Pemerintah, sebentar lagi akan menciptakan orang miskin baru empat juta orang dengan inflansi 7,2 persen. Empat juta orang yang akan menjadi orang miskin baru akibat kenaikan, akibat inflansi ini Pemerintah menanganinya dengan cara bagi-bagi duit. Dengan cara pembagian-pembagian yang sesungguhnya itu tidak mengatasi kemiskinan dan tidak mengatasi masalah-masalah yang didera oleh mereka tetapi masalah-masalah yang lebih produktif yang lebih mendidik bahkan menghilangkan kemiskinan secara permanen tidak dilakukan oleh Pemerintah.
Hal itu terbukti misalnya dalam postur RAPBN-P yang sekarang kita