• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.6. Instrumen Penelitian

3.6.1 Pedoman Wawancara

Wawancara ditujukan kepada beberapa narasumber yaitu Kepala SD N Karangwuni 1, Guru kelas IV dan siswa kelas IV. Wawancara yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis kebutuhan alat peraga IPS dari narasumber tersebut.

3.6.1.1 Wawancara Kepala Sekolah

Pengumpulan data melalui wawancara yang pertama ditujukan kepada Kepala SD N karangwuni 1. Teknik wawancara yang dipilih adalah teknik wawancara terencana-tidak terstruktur sehingga peneliti hanya menyusun rencana wawancara, tetapi tidak menggunakan format dan ururan

yang baku (Yusuf, 2014: 377). Adapun rencana wawancara dengan kepala sekolah dapat dilihat pada tabel 3.2.

Tabel 3.2 Rencana wawancara dengan Kepala Sekolah

No Topik Pertanyaan

1 Informasi berkaitan dengan sekolah 2 Ketersediaan alat peraga di sekolah

a. Alat peraga IPS yang sudah ada di sekolah b. Pengadaan alat peraga IPS di sekolah c. Perawatan alat peraga IPS di sekolah 3 Penggunaan alat peraga IPS dalam pembelajaran

4 Penelitian yang pernah dilakukan di sekolah berkaitan dengan alat peraga

3.6.1.2 Wawancara Guru Kelas IV

Kegiatan wawancara yang kedua ditujukan kepada guru kelas IV. Wawancara yang dilakukan menggunakan teknik wawancara terencana-tidak terstruktur. Adapun rencana wawancara dengan guru kelas IV dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3 Rencana Wawancara dengan Guru Kelas IV

No Topik Pertanyaan

1 Ketersediaan alat peraga di kelas

a. Alat peraga IPS yang dimiliki oleh kelas b. Pengadaan alat peraga IPS oleh guru

2 Penggunaan alat peraga IPS dalam pembelajaran

3 Kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPS 4 Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPS

5 Usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut

3.6.1.3 Wawancara Siswa Kelas IV

Selain kepada Kepala Sekolah dan guru kelas IV, kegiatan wawancara juga ditujukan kepada siswa kelas IV. Wawancara yang dilakukan menggunakan teknik wawancara terencana-tidak terstruktur. Adapun rencana wawancara dengan siswa kelas IV dapat dilihat pada tabel 3.4.

Tabel 3.4 Rencana Wawancara dengan Siswa Kelas IV

No Topik Pertanyaan

1 Tanggapan terhadap pembelajaran IPS yang selama ini terjadi. 2 Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran IPS

Pedoman wawancara tersebut telah divalidasi oleh beberapa ahli yaitu ahli bahasa, pembelajaran IPS, dan guru SD setara. Instrumen tersebut divalidasi agar dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang valid selama penelitian. Uji validitas pada instrumen nontes yang digunakan untuk mengukur sikap adalah validitas konstruk (Sugiyono, 2014: 170). Validitas konstruk berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur untuk mengukur konsep yang diukurnya (Yusuf, 2014: 47). Karena itu, pedoman wawancara tersebut diuji dengan uji validitas konstruk. Melalui validasi konstruk yang dilakukan oleh ahli tersebut, diperoleh hasil rerata skor validasi pedoman wawancara. Hasil validasi pedoman wawancara kepala sekolah dapat dilihat pada tabel 4.4 halaman 59. Hasil validasi pedoman wawancara guru dapat dilihat pada tabel 4.7 halaman 61. Hasil validasi pedoman wawancara siswa dapat dilihat pada tabel 4.10 halaman 63.

3.6.3 Kuesioner

Peneliti menggunakan kuesioner dalam beberapa hal yaitu analisis kebutuhan, validasi produk oleh para ahli, dan validasi produk melalui uji lapangan terbatas.

3.6.3.1 Kuesioner Analisis Kebutuhan

Kuesioner yang digunakan adalah bentuk kuesioner terbuka. Responden dapat menjawab pertanyaan secara bebas pada bentuk kuesioner terbuka. Peneliti menentukan responden dalam analisis kebutuhan yaitu guru dan seluruh siswa kelas IV SD N Karangwuni 1. Hasil kuesioner digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang alat peraga yang dikembangkan. Kisi-kisi kuesioner analisis kebutuhan disajikan dalam tabel 3.5.

Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Indikator Deskriptor Nomor Item Kuesioner Guru Kuesioner siswa Auto-education

1.Penggunaan alat peraga IPS 1 1

2.Membantu pemahaman 4 2

Kontekstual 1.Memanfaatkan benda dari lingkungan

sekitar 2 dan 3 5

Menarik 1.Memiliki warna 7 dan 8 6 dan 7

2.Membuat siswa bersemangat belajar 6 4

Bergradasi

1.Dapat digunakan untuk lebih dari satu

kompetensi 10 9

2.Berat alat peraga 9 8

Auto-correction

1.Membantu menemukan kesalahan sendiri 11 10

2.Membantu menemukan jawaban yang

benar 5 3

Kelima indikator yang terdapat dalam kisi-kisi dikembangkan menjadi 11 pertanyaan untuk guru dan 10 pertanyaan untuk siswa yang disusun dalam kuesioner analisis kebutuhan.

3.6.3.2. Kuesioner Validasi Produk

Peneliti menyusun kuesioner validasi produk berdasarkan pada lima indikator karasteristik alat peraga yang digunakan dalam pengembangan produk. Karakteristik tersebut adalah menarik, bergradasi, auto-correction,

auto-education, dan kontekstual. Validasi produk dengan kuesioner dilakukan untuk mengetahui kelayakan alat peraga yang dikembangkan.

Kuesioner validasi produk diisi oleh ahli yaitu ahli pembelajaran Montessori dan ahli mata pelajaran IPS. Pengisian kuesioner validasi produk oleh ahli dilakukan sesudah peneliti mempresentasikan alat peraga yang dikembangkan. Selain kuesioner validasi produk oleh ahli, juga terdapat kuesioner tanggapan mengenai alat peraga oleh siswa. Pengisian kuesioner tanggapan mengenai produk oleh siswa dilakukan setelah uji coba terbatas. Kuesioner validasi produk oleh ahli dan kuesioner tanggapan mengenai alat peraga oleh siswa memiliki indikator yang sama. Kisi-kisi kuesioner validasi produk oleh ahli dan tanggapan oleh siswa disajikan dalam tabel 3.6.

Tabel 3.6 Kisi-Kisi Pertanyaan Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli dan Tanggapan Produk oleh Siswa

Indikator

Deskriptor Nomor Item

Ahli Siswa

Auto-education

1. Membantu siswa memahami konsep IPS 1 2

2. Siswa belajar secara mandiri 2 1

Kontekstual 1. Memanfaatkan benda dari lingkungan sekitar 3 10

2. Dapat diproduksi oleh sekolah/guru 4 11

Menarik

1. Memiliki warna yang menarik bagi siswa 5 3

2. Bentuk alat peraga menarik 6 4

3. Cara kerja alat peraga menarik 7 7

Bergradasi 1. Dapat digunakan untuk lebih dari satu kompetensi 8 5

2. Memiliki berat yang sesuai untuk siswa 9 6

Auto-correction

1. Membantu siswa menemukan kesalahan sendiri 10 8

2. Membantu siswa menemukan jawaban yang benar 11 9

Lima indikator yang terdapat dalam kisi-kisi dikembangkan menjadi 11 pernyataan yang disusun dalam kuesioner validasi produk oleh ahli dan oleh siswa. Selain produk berupa alat peraga, produk yang berupa album alat peraga juga diuji kelayakannya. Aspek yang dinilai dalam validasi album disajikan dalam tabel 3.7.

Tabel 3.7 Aspek Penilaian Album Alat Peraga

No Aspek yang Dinilai

1 Kesesuaian bahasa dengan kaidah bahasa Indonesia baku 2 Kejelasan kalimat

3 Pemilihan ukuran huruf 4 Pemilihan jenis huruf

5 Kelengkapan isi album

6 Keruntutan langkah kegiatan

7 Pemilihan ukuran gambar

8 Kejelasan gambar

9 Kesesuaian langkah kegiatan dengan gambar yang dicantumkan

10 Kesesuaian perilaku dalam langkah kegiatan dengan perkembangan siswa

Kuesioner analisis kebutuhan dan kuesioner validasi produk tersebut divalidasi oleh beberapa ahli yaitu ahli bahasa, ahli pembelajaran IPS, dan guru SD setara. Instrumen tersebut divalidasi agar dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang valid selama penelitian. Uji validitas pada instrumen nontes yang digunakan untuk mengukur sikap adalah validitas

konstruk (Sugiyono, 2014: 170). Validitas konstruk berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur untuk mengukur konsep yang diukurnya (Yusuf, 2014: 47). Karena itu, kuesioner tersebut diuji dengan uji validitas konstruk. Melalui validasi konstruk yang dilakukan oleh ahli tersebut, diperoleh hasil rerata skor validasi kuesioner analisis kebutuhan dan rerata skor validasi produk. Hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan guru dapat dilihat pada tabel 4.13 halaman 67, sedangkan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 4.16 halaman 68. Hasil validasi kuesioner validasi produk oleh ahli dapat dilihat pada tabel 4.30 halaman 89, sedangkan hasil validasi kuesioner tanggapan mengenai alat peraga oleh siswa dilihat pada tabel 4.31 halaman 90.

Selain uji validitas konstruk, kuesioner untuk siswa perlu diuji keterbacaannya. Uji keterbacaan dilakukan kepada siswa kelas IV SD setara. Uji keterbacaan dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap kalimat pertanyaan/pernyataan dalam kuesioner. Melalui uji keterbacaan tersebut diperoleh rerata skor uji keterbacaan kuesioner. Hasil uji keterbacaan kuesioner analisis kebutuhan guru dapat dilihat pada tabel 4.14 halaman 67, sedangkan hasil uji keterbacaan kuesioner analisis kebutuhan siswa dapat dilihat pada tabel 4.18 halaman 69. Selain itu, hasil uji keterbacaan kuesioner tanggapan mengenai alat peraga oleh siswa dapat dilihat pada tabel 4.32 halaman 90.

Dokumen terkait