• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEKERJAAN PENGECATAN 1 Lingkup Pekerjaan

Dalam dokumen METODE KERJA DISPERINDAG KOMPLIT.pdf (Halaman 53-59)

a. Meliputi penyediaan bahan-bahan, alat-alat bantu dan penyediaan tenaga kerja.

b. Seluruh permukaan dinding telah difinish, plafond telah selesai dikerjakan, kosen-kosen/pintu/jendela telah selesai dipasang.

c. Mengajukan brosur-brosur cat dinding/cat plafond/politur melamik dan bahan-bahan lainnya yang diperlukan.

d. Membuat mock-up pada dinding/plafond untuk dipilih dan disetujui warnanya.

J.2 Pekerjaan Cat Dinding / Tembok Untuk Interior

J.2.1 Bahan

a. Cat Dasar

Cat dasar yang digunakan harus mengikuti ketentuan sbb :

i. Alkali Resisting Primer/Alkali Resistant Sealer untuk cat interior dan eksterior pada bidang permukaan plesteran, beton, Ex Mowilex, setara

ii. Quick-Drying Metal Primer Chromate/Zinc Chromate Primer untuk bidang permukaan besi dan logam lainnya.

b. Cat Akhir

Cat akhir yang digunakan harus mengikuti ketentuan sbb :

i. Acrylic Emulsion Exterior Grade Fungi/Acrylic Resin/Weathershield untuk cat eksterior dan interior pada bidang permukaan plesteran, beton, atau lainnya. Merek Catylac/setara warna ditentukan kemudian

ii. Synthetic Super Gloss/Synthetic Enamel untuk cat pada bidang permukaan besi dan logam lainnya atau seperti ditunjukan pada gambar.

c. Persyaratan lain, Semua material cat, baik cat dasar cat akhir maupun bahan pengencernya, harus merupakan produk asli keluaran satu produsen yang sama. Tidak dibenarkan melakukan pencampuran cat sendiri (mengoplos) atau menggunakan material yang berbeda dengan yang telah ditentukan/disyaratkan oleh produsen.

J.2.2 Syarat Pelaksanaan

a. Kontraktor Pelaksana harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis cat pada lembaran Plywood atau papan Gypsum ukuran 30 x 30 cm2, dan pada bidang- bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna, formula cat, jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar s/d lapisan akhir).

b. Semua bidang contoh tersebut harus diperlihatkan kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana, jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas, selanjutnya Kontraktor Pelaksana dapat membuat mock-up.

c. Permukaan dinding yang akan dicat harus kering minimal telah berusia 28 hari dan bebas dari kotoran, debu, minyak, olie dengan pH max. 7. Apabila permukaan dinding kadar alkalinya masih

54 diatas pH 7 meskipun plesteran telah c ukup lama maka bidang dinding tersebut harus dicuci terlebih dahulu menggunakan larutan Asam HCL dengan kadar 10% kemudian bilas dengan air bersih dan biarkan dinding mengering.

d. Selanjutnya dinding diampelas permukaannya selanjutnya dibersihkan dengan air dan biarkan dinding mengering, jika terdapat pengkristalan/pengapuran bidang dinding tersebut harus dicuci dengan larutan washing compound kemudian bilas dengan air bersih sampai larutan tersebut tidak tersisa dan biarkan mengering.

e. Aplikasikan Under Coat Tembok/Alkali Resisting Primer dengan pengencer air bersih sebanyak 10 – 20 %, aplikasikan 1 lapis sampai merata dengan kuas atau rol dan biarkan mengering, apabila sampai tahap ini bidang dinding masih timbul pengkristalan/pengapuran maka bidang dinding tersebut harus di coating 1 lapis dengan Wall Sealer dan biarkan mengering. Cat Dasar ini diaplikasikan 2 kali dengan ketebalan masing-masing ± 40 μ

f. Setelah benar-benar kering, baru ditutup dengat cat akhir sebanyak 2 kali pengecatan dengan ketebalan masing-masing ± 35 μ

J.2.3 Pelaksanaan

a. Dinding yang akan dicat sudah diplester dan diaci dengan baik, dan telah mengering dengan sempurna.

b. Warna cat telah disetujui Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana. c. Permukaan dinding diamplas sampai halus, abu-abu yang melekat dibersihkan.

d. Setelah dibersihkan, lalu diberi lapisan cat Dasar Dulux sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata.

e. Setelah lapisan alkali resisting primer mengering, lalu diamplas halus.

f. Setelah seluruh permukaan dinding diamplas halus, lalu diberi lapisan cat sampai benar-benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas/Perencana.

g. Cara pengecatan mengikuti technical data dari Produsen.

h. Pengecatan halus menggunakan roller, sedangkan kwas hanya pada tempat-tempat tertentu saja.

i. Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik cat. j. Aplikasi pengecatan, dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan

rekomendasi dari

k. Manajemen Konstruksi/Pengawas atau dari produksi cat.

l. memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari cat dasar dan cat akhir adalah benar dari produksi yang sama.

J.3 Pekerjaan Cat Dinding / Tembok Untuk Exterior

J.3.1 Bahan

d. Cat Dasar

55 i. Alkali Resisting Primer/Alkali Resistant Sealer untuk cat interior dan eksterior

pada bidang permukaan plesteran, beton, Ex Mowilex, setara

ii. Quick-Drying Metal Primer Chromate/Zinc Chromate Primer untuk bidang permukaan besi dan logam lainnya.

e. Cat Akhir

Cat akhir yang digunakan harus mengikuti ketentuan sbb :

i. Acrylic Emulsion Exterior Grade Fungi/Acrylic Resin/Weathershield untuk cat eksterior dan interior pada bidang permukaan plesteran, beton, atau lainnya. Merek Catylac/setara warna ditentukan kemudian

ii. Synthetic Super Gloss/Synthetic Enamel untuk cat pada bidang permukaan besi dan logam lainnya atau seperti ditunjukan pada gambar.

f. Persyaratan lain, Semua material cat, baik cat dasar cat akhir maupun bahan pengencernya, harus merupakan produk asli keluaran satu produsen yang sama. Tidak dibenarkan melakukan pencampuran cat sendiri (mengoplos) atau menggunakan material yang berbeda dengan yang telah ditentukan/disyaratkan oleh produsen.

J.3.2 Syarat Pelaksanaan

g. Kontraktor Pelaksana harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis cat pada lembaran Plywood atau papan Gypsum ukuran 30 x 30 cm2, dan pada bidang- bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna, formula cat, jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar s/d lapisan akhir).

h. Semua bidang contoh tersebut harus diperlihatkan kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana, jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas, selanjutnya Kontraktor Pelaksana dapat membuat mock-up.

i. Permukaan dinding yang akan dicat harus kering minimal telah berusia 28 hari dan bebas dari kotoran, debu, minyak, olie dengan pH max. 7. Apabila permukaan dinding kadar alkalinya masih diatas pH 7 meskipun plesteran telah c ukup lama maka bidang dinding tersebut harus dicuci terlebih dahulu menggunakan larutan Asam HCL dengan kadar 10% kemudian bilas dengan air bersih dan biarkan dinding mengering.

j. Selanjutnya dinding diampelas permukaannya selanjutnya dibersihkan dengan air dan biarkan dinding mengering, jika terdapat pengkristalan/pengapuran bidang dinding tersebut harus dicuci dengan larutan washing compound kemudian bilas dengan air bersih sampai larutan tersebut tidak tersisa dan biarkan mengering.

k. Aplikasikan Under Coat Tembok/Alkali Resisting Primer dengan pengencer air bersih sebanyak 10 – 20 %, aplikasikan 1 lapis sampai merata dengan kuas atau rol dan biarkan mengering, apabila sampai tahap ini bidang dinding masih timbul pengkristalan/pengapuran maka bidang dinding tersebut harus di coating 1 lapis dengan Wall Sealer dan biarkan mengering. Cat Dasar ini diaplikasikan 2 kali dengan ketebalan masing-masing ± 40 μ

l. Setelah benar-benar kering, baru ditutup dengat cat akhir sebanyak 2 kali pengecatan dengan ketebalan masing-masing ± 35 μ

56

J.3.3 Pelaksanaan

a. Dinding yang akan dicat sudah diplester dan diaci dengan baik, dan telah mengering dengan sempurna.

b. Warna cat telah disetujui Manajemen Konstruksi /Pengawas/Perencana. c. Permukaan dinding diamplas sampai halus, abu-abu yang melekat dibersihkan.

d. Setelah dibersihkan, lalu diberi lapisan cat Dasar Jenis Weathershield sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata. Setelah lapisan alkali resisting primer mengering, lalu diamplas halus.

e. Setelah seluruh permukaan dinding diamplas halus, lalu diberi lapisan cat Duluxweathershield sampai benar-benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi/Pemberi

f. Tugas/Perencana.

g. Cara pengecatan dan pengecatan cat mengikuti technical data dari Produsen.

h. Pengecatan halus menggunakan roller, sedangkan kwas hanya pada tempat-tempat tertentu saja. i. Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik cat.

j. Aplikasi pengecatan dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan rekomendasi dari Konsultan Pengawas/Pengawas atau dari produksi cat.

k. memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari cat dasar dan cat akhir adalah benar dari produksi yang sama.

J.4 Pekerjaan Cat Langit-langit (Plafond)

J.4.1 Bahan

Synthetic Super Gloss/Synthetic Enamel untuk cat pada bidang permukaan besi dan logam lainnya atau seperti ditunjukan pada gambar

J.4.2 Pengecatan

b. Pengecatan langit-langit meliputi : a. Plafond beton

b. Plafond gypsum, plafond calsiboard c. Dan plafond lainnya sesuai gambar

c. Setelah bahan langit-langit terpasang, permukaan langit-langit (plafond) dibersihkan dari berbagai macam kotoran, lubanglubang paku/skrup telah diisi dan diratakan dan telah diamplas sampai halus,

d. lalu diberi lapisan cat dasar Dulux sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata. Setelah lapisan alkali resisting primer dan telah mengering lalu diamplas halus.

e. Setelah seluruh permukaan plafond diamplas halus, lalu diberi lapisan cat Dulux sampai benar-benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas / Perencana.

f. Cara pengecatan dan pengecatan cat mengikuti technical data dari Dulux.

g. Pengecatan halus menggunakan roiler, sedangkan kwas hanya pada tempat-tempat tertentu saja.

57 i. Aplikasi pengecatan, dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah

mendapatkan rekomendasi/ pengawasan dari produksi cat.

j. memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari meni / cat dasar / cat akhir adalah benar dari produksi Dulux.

J.5 Pekerjaan Cat Finishing Melamik

J.5.1 Bahan

- Bahan untuk finishing kosen, pintu dan jendela bagian dalam memakai finishing melamik ex. Propan raya atau setara.

- Bahan untuk finishing bagian luar memakai finishing melamik Polyurethane agar tahan air dan tahan sinar ultra violet.

J.5.2 Pengerjaan

a. Pekerjaan melamik ini untuk finishing :  Railing kayu

 Dinding lambrisering kayu  Plafond lambris kayu

 Dan pekerjaan lainnya sesuai gambar dan perincian biaya pekerjaan.

b. Sebelum pekerjaan dimulai, mengajukan contoh warna melamik kepada Manajemen Konstruksi /Pengawas/Perencana untuk disetujui dan membuat mock-up di proyek.

c. Pekerjaan finishing melamik dikerjakan oleh Sub Kontraktor Pelaksana yang ahli dalam pengerjaan melamik.

d. Hasil pengerjaan rapih, rata dan sama warnanya.

J.6 Pekerjaan Cat Listplank Atap

J.6.1 Bahan

Bahan untuk finishing listplank atap memakai finishing cat minyak ex. Glotek / setara.

J.6.2 Pengerjaan

a. Sebelum pekerjaan dimulai, mengajukan contoh warna kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana untuk disetujui dan membuat mock-up di proyek.

b. Pekerjaan finishing listplank atap dikerjakan oleh Sub yang ahli dalam pengerjaan melamik. c. Hasil pengerjaan rapih, rata dan sama warnanya.

J.7 Pekerjaan Waterproofing

Sebelum pekerjaan lapisan waterproofing dilakukan, harus mengajukan contoh bahan dan brosur. Lantai atau dinding yang akan diberi lapisan waterproofing tidak akan dibobok akibat adanya pekerjaan lain terutama pekerjaan M & E.

58

J.7.1 Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan waterproofing ini meliputi penyediaan bahan, pemasangan, penyediaan alat-alat bantu dan pembersihan. Waterproofing dipasang pada :

• Lantai KM/WC lantai tingkat • Plat dan atap beton dan bak bunga • Atap konsol/kantilever

• Balkon (jika ada) • Roof garden (jika ada)

• Ground reservoir/ground watertank (jika diijinkan oleh DireksiPekerjaan) • Dan daerah basah lainnya

J.7.2 Bahan

a. Bahan untuk lantai KM/WC lantai tingkat, memakai coating ex Sika.

b. Untuk balkon, plat dak atap memakai jenis membrane ex Bithutene tebal 1,5 mm.

J.7.3 Pelaksanaan

a. Permukaan beton yang akan dilapis waterproofing dibersihkan dari kotoran puing-puing dan sampah lainnya.

b. Pekerjaan waterproofing dilakukan oleh pekerja yang ditunjuk oleh pabrik pembuatnya. c. Sparing-sparing pipa air kotor, roof drain/floor drain di grouting memakai bahan yang sama. d. Pertemuan dengan dinding dinaikkan setinggi 20 cm dan lantai untuk di KM/WC dan plat dak atap

dinaikkan setinggi 40 cm.

e. Setelah waterproofing dikerjakan, lalu diadakan pengetesan dimana permukaan plat beton yang telah dilapis waterproofing direndam air selama 14 hari setinggi 5 – 10 cm.

f. Bila ternyata hasil test rendam menunjukkan tidak ada kebocoran, maka membuat Berita Acara Pemeriksaan dengan Manajemen Konstruksi , bahwa pemasangan waterproofing tersebut telah di test dan telah dilaksanakan dengan baik tanpa ada kebocoran.

g. Melakukan proteksi/perlindungan dengan lapisan plesteran (discreed) memakai adukan 1pc:3pasir + lapisan kawat ayam dan dihaluskan, kecuali untuk lantai KM/WC, balkon, selesai diplester kasar. Kemiringan screed dibuat kearah roof drain/floor drain.

h. Kontraktor Pelaksanamelakukan perlindungan terhadap pekerjaan waterproofing yang telah dikerjakan terhadap kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh pekerjaan yang dilakukan oleh lainnya.

J.7.4 Jaminan

Memberikan jaminan kedap air secara cuma-cuma selama 5 tahun terhadap kebocoran, dengan sertifikat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Sertifikat jaminan tersebut diserahkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi pada saat penyerahan pertama. Sebelum pekerjaan lapisan waterproofing dilakukan, harus mengajukan contoh bahan dan brosur. Lanta1 atau d1nd1ng yang akan diberi lapisan waterproofing tidak akan dibobok akibat adanya pekerjaan lain, terutama pekerjaan M&E.

59

Dalam dokumen METODE KERJA DISPERINDAG KOMPLIT.pdf (Halaman 53-59)