• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

5.4 Evaluasi Penyuluhan Pertanian

5.4.3 Pelaksanaan Evaluasi Penyuluhan Pertanian

4. Penyuluhan ditutup dengan pembacaan doa dan ramah tamah pada pukul 20.30 WIB.

5. Menyusun berita acara dan daftar hadir penyuluhan. Berita acara disusun setelah penyuluhan pada tanggal 20 Juni 2020 jam 21.00 WIB. Berita acara ditandatangani ketua dan penyuluh pendamping desa sebagai tanda bukti telah melakukan penyuluhan. Daftar hadir diberikan saat penyuluhan dilaksanakan dan diisi oleh masing-masing anggota kelompok pokdarwis.

Berita acara dan daftar hadir sebagaimana terlampir dalam lampiran 16.

88

awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan evaluasi penyuluhan adalah mentabulasi data dari sasaran dan hasil dari instrument evalusi. Berikut adalah data responden evaluasi penyuluhan tersaji dalam tabel 5.4 :

Tabel 5. 4 Data Responden Penyuluhan

no Nama Jenis kelamin Jabatan

1 Nanang Sugianto S.E L Ketua

2 Naning Tri Rahayu P Sekretaris

3 Joko Mulyono L Bendahara

4 Gilang P L Anggota

5 M. Rehan L Anggota

6 Aldy L Anggota

7 Agis F L Anggota

8 Wisnu S L Anggota

9 M. Ilham L Anggota

10 M Nur I L Anggota

11 Ahmad M L Anggota

12 Bayu Agung W L Anggota

13 Nanda B P Anggota

14 Jeaneti Adelia P Anggota

15 Bali L Anggota

16 Manry P Anggota

17 Rafi A L Anggota

18 Aldi F L Anggota

19 Jafer H.C L Anggota

20 M. Raihan L Anggota

(Sumber : Data Primer yang telah diolah, 2022)

89 BAB VI

PEMBAHASAN/DISKUSI

6.1 Pembahasan Hasil Implementasi dan Evaluasi Penyuluhan

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2020 di agrowisata petik jeruk dan naga listrik di desa Sumbermulyo kecamatan Pesanggaran kabupaten Banyuwangi. Pelaksanaan penyuluhan mengacu pada hasil kajian yang dilaksanakan pada tanggal 25 mei sampai 25 juni kepada para pengunjung agrowisata. Hasil kajian tersebut yang menjadi dasar dalam menetapkan rancangan penyuluhan. Sebelum dilaksanakan penyuluhan dilakukan penetapan rancangan penyuluhan dari hasil identifikasi potensi wilayah dan menganalisis sesuai kebutuhan sasaran, karakteristik sasaran, keadaan wilayah dan rencana kedepan untuk sasaran atau penerima manfaat penyuluhan. Persiapan lainnya seperti pembuatan LPM (lembar persiapan menyuluh), sinopsis dan berita acara sebagai adminitrasi tertulis dipersiapkan agar saat pelaksanaan penyuluhan dapat berjalan sesuai rencana. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk merubah prilaku pengelola dan pokdarwis dalam pengoptimalan instagram sebagai sosial media marketing agrowisata.

Penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan lancer dan dihadiri oleh pengelola dan pokdarwis Sekar Naga Arum sebanyak 20 orang. Dari data pokdarwis dikatahui bahwa pada karakteristik pokdarwis didominasi dengan rentang usia 20 sampai 30 tahun dengan presentase 75%, yang mana pada rentang usia tersebut masih dalam kategori produktif dalam mengembangkan potensi desa dan menerima manfaat dari hasil penyuluhan. Sedangkan dari segi jenjang pendidikan, mayoritas pendidikan sasaran adalah SMA dengan presentase 70%, yang artinya dari segi pendidkan cukup mengenyam bangku pendidikan dan akan lebih mudah menerima suatu informasi serta inovasi yang diberikan.

90

6.2 Hasil Evaluasi Penyuluhan Pertanian 6.2.1 Data Identitas Responden

Berdasarkan hasil tabulasi data identitas responden evaluasi penyuluhan, maka didapatkan data identitas sasaran yang dibagi berdasarkan umur dan pendidikan. Untuk data responden berdasarkan umur pada tabel berikut :

Tabel 6. 1Jumlah Responden Evaluasi Penyuluhan Berdasarkan Umur.

no Usia (Tahun) Frekuensi Presentase

1 2 3

< 20

>20-30

>31– 40

0 15

0 % 75 %

5 25%

4 >41 - 65

> 65

0 0 %

5 0 0 %

Jumlah 20 100 %

(sumber : Analisis Data Responden Penyuluhan, 2021)

Dari tabel 6.4 dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa jumlah responden evaluasi penyuluhan berdasarkan umur memiliki jumlah paling dominan pada rentan umur 20 – 30 tahun yakni masuk pada kategori dewasa, sehingga dapat dikatakan bahwa umur sasaran evaluasi masih dalam kategori usia produktif.

Sedangkan data responden berdasarkan pendidikan adalah sebagai berikut : Tabel 6. 2 Jumlah Responden Evaluasi Penyuluhan Berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Frekuensi

(orang) Persentase (%)

1 SD 0 0%

2 SMP 0 0%

3 SMA/SMK 14 70%

4 Perguruan Tinggi 6 30%

Jumlah 20 100%

(Sumber: Analisis Data Responden Penyuluhan, 2022)

Berdasarkan tabel 6.4 dapat diketahui bahwa jumlah responden evaluasi penyuluhan berdasarkan tingkat pendidikan didominasi dengan responden dengan lulusan SMA/SMK dengan jumlah 14 orang atau 70% dari jumlah responden evaluasi penyuluhan. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa sumber daya manusianya dalam kategori baik, sehingga diharapkan penyerapan informasi yang diberikan dapat diterima secara maksimal.

6.2.2 Aspek Pengetahuan (kognitif)

Dalam aspek pengetahuan anggota (pokdarwis) Kelompok sadar wisata Sekar Naga Arum dan pengelola agrowisata Petik Jeruk dan Naga Listrik dengan analisis skoring pada jawaban kuesioner. Jumlah pertanyaan pada kuesioner yang berkaitan dengan pengetahuan sasaran mengenai pengoptimalan media sosial Instagram sebagai media sosial media marketing. Hasil evaluasi tingkat pengetahuan yang dikatakan dari 20 responden, diperoleh skor 882 (lampiran 19), perhitungan data berdasarkan garis kontinum pada aspek pengetahuan adalah sebagai berikut :

 Skor maksimum = Skor jawaban tertinggi x responden x pertanyaan

= 2 x 20 x 23 = 920

 Skor minimum = skor jawaban terendah x responden x pertanyaan

= 1 x 20 x 23 = 460

 Skor yang didapat = 882

 Median = (nilai maksimal – nilai minimal) / 2 + nilai minimal

= (920 – 460) / 2 + 460 = 690

 Kuadran 1 = (nilai minimal + median) /2 = (460 + 690) / 2

= 575

 Kuadran 2 = (nilai maksimal + median) /2 = (920 + 690) / 2

= 805

92

Dalam menginterprestasikan data hasil evaluasi penyuluhan aspek pengetahuan disajikan pada garis kontinum dengan distribusi dimensi aspek pengetahuan (taksonomi bloom). Skor yang diperoleh dalam penilaian aspek pengetahuan yaitu 816. Berikut adalah aspek tingkat pengetahuan pada sasaran penyuluhan yang didistribusikan pada garis kontimun dapat dilihat sebagai berikut :

882

460 575 690 805 920 Keterangan :

Untuk melihat tabel nilai presentase dari aspek pengetahuan dapat diperoleh dengan rumus :

Presentase pengetahuan = total skor yang diperoleh / skor maksimum x 100%

= 882 / 920 x 100%

= 95,8 %

95,8 %

0% 20% 40% 60% 80% 100%

SR R C T ST Keterangan :

SR : Sangat rendah = 0% - 20% ST : Sangat Tinggi = 80 - 100%

R : Rendah = 20% - 40%

C : Cukup = 40% - 60%

T : Tinggi = 60% - 80%

Jika diinterprestasikan dalam aspek pengetahuan menurut (taksonomi bloom, 2001) adalah sebagai berikut :

95,8 %

0% 20% 40% 60% 80% 100%

Tahu Memahami Aplikasi Analsiis Evaluasi Mencipta 1. C1 = Mengetahui = 0% - 16%

2. C2 = Memahami = 17% - 34%

3. C3 = Aplikasi = 35% - 52%

4. C4 = Analisis = 53% - 70%

5. C5 = Evaluasi = 71% - 88%

6. C6 = Mencipta = 89 - 100%

Jumlah skor yang didapat dari 20 responden berjumlah 882 atau 95,8%, sehingga jika diinterprestasikan ke dalam 6 dimensi bertingkat taksonomi bloom, maka tingkat pengetahuan responden tentang pengoptimalan media sosial Instagram sebagai sosial media marketing agrowisata pada kategori “mencipta”.

Dengan kata lain mencipta adalah kemampuan memadukan unsur yang baru menjadi suatu yang dapat dikembangkan.

Dalam kondisi yang sekarang dialami oleh Kelompok Sadar Wisata Sekar Naga Arum berdasarkan fakta di lapangan untuk setiap unsur pengurus dan anggota setelah dilakukannya penyuluhan terkait pengoptimalan media sosial sebagai bentuk sosial media marketing Agrowisata dari hasil yang mengacu pada indikator dari taksonomi bloom (mencipta) sebesar 95,8% sasaran dapat merakit dan merancang sebuah materi kedalam sebuah informasiyang akan disebarkan melalui media sosial untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada.

Pengelola dan tim humas dapat merancang, mengembang dan mendesain dalam sebuah karya yang dapat disebarkan melalui media sosial yang akan mengakses menjadi lebih tertarik. Hasil penyuluhan terkait tingkat pengetahuan tersebut adalah

94

1. Dalam proses diskusi penyuluhan berlangsung pengelola agrowisata mengetahui akan merancang, menggambarkan dan mendiskripsikan sebuah materi yang ada di lapangan/agrowisata menjadi sebuah materi yang disusun dan dikemas secara menarik dalam sebuah konten media sosial Instagram.

2. Anggota pokdarwis Sekar Naga Arum daalam setiap unsur anggotanya dapat membangun dan membentuk serta melengkapi sebuah materi (konten) atau keadaan yang sedang terjadi di Agrowisata menjadi sebuah informasi dan konten di media sosial Instagram.

6.2.3 Aspek Sikap (Afektif)

Pada aspek sikap anggota pokdarwis dan pengelola agrowisata petik jeruk dan naga listrik dihitung dengan analisa skoring pada jawaban kuesioner. Jumlah pertanyaan pada kuesioner yang berkaitan dengan sikap sasaran mengenai pengoptimalan media sosial Instagram sebagai media sosial media marketing.

Hasil evaluasi tingkat sikap yang dilakukan dari 20 responden, diperoleh skor 1092 (terdapat pada lampiran 20). Perhitungan data dengan garis kontinum pada aspek sikap adalah sebagai berikut :

Skor maksimum = Skor jawaban tertingi x Responden x Pertanyaan

= 5 x 20 x 12

= 1200

Skor minimum = Skor jawaban terrendah x Responden x Pertanyaan

= 1 x 20 x 12

= 240

Median = (nilai maksimal – nilai minimal) / 2 + nilai minimal = (1200 – 240) / 2 + 240

= 720

Kuadran 1 = (nilai minimal + median) /2 = (240 + 720) / 2 = 480

Kuadran 2 = (nilai maksimal + median) /2 = (1200 + 720) / 2 = 960

Skor yang diperoleh = 1092 Jarak kelas =

=

= 320

Tabel 6. 3 Kelas Interval Sikap

No Dimensi Rata – Rata Skor

1. Keyakinan prilaku 240 – 398

2. Keyakinan normatif 399 – 575

3. Keyakinan kontrol 576 – 1200

(Sumber : Data pribadi yang diolah, 2021)

Dalam interprestasi data hasil evaluasi aspek sikap disajikan dalam garis kontinum dengan distribusi dimensi aspek sikap. Skor yang diperoleh dalam penilaian aspek sikap yaitu 1092 yang berarti termasuk dalam dimensi keyakinan kontrol. Berikut adalah posisi aspek sikap jika didistribusikan pada garis kontinum dapat dilihat sebagai berikut : 1092

240 C1 C2 C3 1200

Keyakinan prilaku keyakinan normatif keyakinan kontrol Keterangan :

C1 = Keyakinan prilaku C2 = Keyakinan normatif C3 = Keyakinan kontrol

96

Untuk melihat nilai presentase dari aspek sikap dapat diperoleh dengan rumus :

Presentase sikap = Total skor yang diperoleh / skor maksimum x 100%

= 1092 / 1200 x 100%

= 91%

Jumlah skor yang diperoleh dari 20 responden berjumlah 1092 atau 91%

sehingga jika di intrepetasikan ke dalam 3 indikator maka tingkat responden tentang pengoptimalan media sosial Instagram sebagai sosial media marketing agrowisata berada pada kategori “keyakinan kontrol”. Keyakinan kontrol adalah dimana anggota dan pengelola agrowisata memiliki motivasi untuk mengikuti pandangan seseorang untuk melakukan tindakan terhadap prilakunya.

Dalam kondisi yang sekarang dialami oleh Kelompok Sadar Wisata Sekar Naga Arum berdasarkan fakta di lapangan dan hasil analisis dan mendapati indikator “keyakinan kontrol” sebesar 91% dengan kata lain untuk setiap unsur pengurus dan anggota kelompok sadar wisata setelah dilakukannya penyuluhan terkait pengoptimalan media sosial sebagai bentuk sosial media marketing Agrowisata dan dilakukan evaluasi mereka dapat memberikan dorongan baik kepada diri sendiri ataupun kepada anggota yang lain untuk dapat memotivasi untuk menjadikan media sosial instagram sebagai sosial media marketing agrowisata,

Dari fakta di lapangan dalam hal ini ketua sekaligus pengelola agrowisata (Pak Nanang S.E) dapat merubah sikap dan kontrol untuk mengoptimalkan peran media sosial dan menjadi motivasi pada setiap unsur pengelola dan anggota Pokdarwis akan tanggung jawabnya dalam mengoptimalkan peran media sosial agrowisata, munculnya kesadaran dari ketua akan memicu anggota pokdarwis yang lain dalam melakukan suatu tindakan yang dilakukan.

6.2 Renaca Tindak Lanjut (RTL)

Rekomendasi yang dapat diberikan setelah pelaksanaan penyuluhan dan evaluasi penyuluhan tentang pengoptimalan media sosial Instagram sebagai sosial media marketing agrowisata kepada pengelola dan anggota Pokdarwis desa Sumbermulyo, perlu di lakukan sebagai upaya rencana tindak lanjut yang sesuai dengan yang dijelaskan pada kondisi yang diharapkan adalah sebagai berikut:

1. Dilakukan penyuluhan lanjutan dan pendampingan ulang dalam mengoptimalkan peran akun @wisata_nagalistrik agrowisata petik jeruk dan naga listrik di desa sumbermulyo

2. Admin agrowisata akun @wisata_nagalistrik berkordiasi dengan akun-akun instagram lain untuk memperluas area promosi dengan @bwi24jam atau

@pesanggaran24jam

3. Membuat konten yang diperuntukkan untuk followers akun

@wisata_nagalistrik seperti callens dan akan mendapat reward dari pihak pengelola agrowisata sebagai wujud penarikan minat pengunjung.

98 BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

Penelitian inI bertujuan untuk mengptimalkan peran media sosial Instagram dalam sosial media marketing di Agrowisata Petik jeruk dan Naga listrik di desa Sumbermulyo kecamatan Pesanggaran kabupaten Banyuwangi.

Dimana karakteristik pengunjung dan konten media sosial mendai variabel penelitian, sedangkan sosial media marketing menjadi variabel dependennya., berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut :

1. Karakteristik pengunjung yang datang ke Agrowisata Petik Jeruk Dan Naga Listrik sangat beragam, berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lama mereka bergabung di media sosial, pengunjung agrowisata petik jeruk dan naga listrik cenderung berjenis kelamin laki-laki dengan rentang umur 17-25 tahun yang masuk pada kategori produktif.

Sedangkan dilihat dari tingkat pendidikan pengunjung yang datang cenderung memiliki tingkat pendidikan yakni lulusan SMA sehingga didominasi oleh pengunjung yang mayoritas masih belum menikah.

Sedangkan tingkat pekerjaan rata-rata pengunjung agrowisata di dominasi oleh pegawai swasta yang sedang melakukan liburan. Dikarenakan didominasi oleh pengunjung dengan rentang umur 17-25 tahun yang tergolong anak Millenial dan tidak asing dengan media sosial Instagram, maka lama bergabung di media sosial (instagram) dari responden lebih cenderung bergabung dengan kurun waktu ± 3 tahun mengakses Instagram.

2. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Karakteristik pengunjung(jenis kelamin) tidak berpengaruh secara parsial terhadap sosial

Media marketing agrowisata dikarenakan persepsi individu berbeda-beda dalam memaknai sebuah informasi yang diberikan di instagram. Sedangkan konten instagram berpengaruh terhadap sosial media marketing agrowisata dikarenakan fitur-fitur yang ada di instagram seperti (postingan, live/siaran langsung, instastori dan hastag) dapat membantu peran marketing dalam menyebarkan informasi agrowisata.

3. Rancangan penyuluhan pertanian yang sudah disusun didapatkan tujuan dari hasil identifikasi potensi wilayah dan hasil kajian sosial yang dilakukan didapat pengoptimalan peran instagram sebagai sosial media marketing agrowisata dengan sasaran penyuluhan pengelola dan pokdarwis Sekar naga arum yang berjumlah 20 orang, dengan materi fungsi peran media sosial sebagai sosial media marketing agrowisata. Metode yang ditetapkan mengunakan diskusi dan demonstrasi cara dan media penyuluhan benda sesungguhnya (instagram). Persiapan penyuluhan yang dilakukan seperi membuat lpm, sinopsis, berita acara, menyebar undangan dan menyiapkan tempat penyuluhan. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada tanggal 20 juni 2022 dan dilaksanakan evaluasi hasil penyuluhan. Evaluasi mengukur tingkat pengetahuan dan sikap. Hasil evaluasi pengetahuan mencapai tahap mencipta pada indikator bloom dan evaluasi sikap memenuhi 3 aspek dari teori adjzen (2005:118).

7.2 Saran

Berdasarkan uraian kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diperoleh dari kajian yang telah dilakukan dari penulis dan diharapkan bermanfaaat bagi pihak terkait sebagai berikut :

100

1. Saran Bagi Pengelola Agrowisata Petik Jeruk Dan Naga Listrik

Agar tingkat intensitas pengunjung naik dan beragam dari berbagai kota di Indonesia, maka dapat dilakukan dengan meningkatkan pengoptimalan media sosial instagram Agrowisata dalam penyebaran pemasaran promosi dan informasi. Dengan memanfaatkan fitur yang tersedia dan selalu meng-improve pengunaan Instagram sebelumnya dengan fitur Instagram versi terbaru sehingga diharapkan penyebaran informasi yang dilakukan dapat diterima oleh pengguna lainnya secara maksimal.

2. Saran Bagi Anggota Pokdarwis

Melihat dari hasil kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa media sosial Instagram memilliki pengaruh yang signifikat pada sosial media marketing di Agrowisata, maka disarankan anggota pokdarwis juga dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan media sosial Instagram yang telah dibuat untuk menyebarkan informasi yang ada di Agrowisata petik jeruk dan naga listrik di desa sumbermulyo.

3. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bisa dikembangkan kembali oleh peneliti selanjutnya dengan menambahkan variabel lain yang belum diteliti pada penelitian ini. Sehingga diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam pengembangan penelitian - penelitian yang akan datang

DAFTAR PUSTAKA

Ajzen, Icek.(2005) Attitudes, personality and behaviour. McGraw-Hill Education (UK),

Andiani, N. D., & Widyastini, N. M. A. (2017). Pengemasan Produk Wisata Oleh Pokdarwis Sebagai Salah Satu Model Pariwisata Alternatif. Jurnal Kewirausahaan Dan Bisnis, 20(11).

Andiani, Nyoman Dini, and Ni Made Ary Widyastini. (2017)."Pengemasan Produk Wisata Oleh Pokdarwis Sebagai Salah Satu Model Pariwisata Alternatif." Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis 20.11

Ardita, A., Sucihatiningsih, D. W. P., & Widjanarko, D. (2017). Kinerja penyuluh pertanian menurut persepsi petani: Studi kasus di Kabupaten Landak. Journal of Vocational and Career Education, 2(1).

Armindiana, B. D., & Pramunarti, A. (2018). Analisis Karakteristik Dan Respon Wisatawan. Domestik Di Objek Wisata Pantai Tebing Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Geography: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 6(1), 8-15

Azmy, Ahmad. (2019): "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Dosen Untuk Mencapai “Career Ready Profesional”." JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) 3.3. 148-155.

Budiaji, W. (2013). Skala Pengukuran Dan Jumlah Respon Skala Likert. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 2(2), 127-133.

Cahyono, Anang Sugeng. "Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Di Indonesia." Jurnal Publiciana 9.1 (2016): 140-157.

Darmadi, M. A., Singh, G., & Darmadi, M. A. (2017). Efektivitas Kortikosteroid Sebagai Terapi Adjuvan Pada Pneumonia Komunitas Berat: Laporan Kasus Berbasis Bukti. Indonesian Journal Chest & Critical Medicine, 4(1).

Effendi, R. (2017). Konsep Revisi Taksonomi Bloom Dan Implementasinya Pada Pelajaran Matematika Smp. Jipmat, 2(1).

Elvetta, O., & Suryabi, A. (2018). Analisa komunikasi pemasaran interaktif melalui instagram restoran madame chang dan hubungannya dengan respon konsumen. Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa, 6(2).

Fishbein, M., & Ajzen, I. (2005). Theory-based behavior change interventions:

Comments on Hobbis and Sutton. Journal of health psychology, 10(1), 27-31.

Fishbein, M., Jaccard, J., Davidson, A. R., Ajzen, I., & Loken, B. (1980).

Predicting and understanding family planning behaviors. In Understanding attitudes and predicting sosial behavior. Prentice Hall.Sujarweni, V.

Wiratna. "Panduan penelitian Kebidanan dengan SPSS." (2019).

102

Gozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Aplikasih SPSS.

Gunawan, A., & Wahyuni, S. F. (2014). Pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perdagangan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 13(1).

Hidayat, Marceilla. (2011) "Strategi perencanaan dan pengembangan objek wisata (studi kasus pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat)." THE Journal: Tourism and Hospitality Essentials Journal 1.1 (2011): 33-44.

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/15/ada-91-juta-pengguna-instagram-di-indonesia-mayoritas-usia-berapa

Indika, Deru R., and Cindy Jovita. (2017) "Media sosial instagram sebagai sarana promosi untuk meningkatkan minat beli konsumen." Jurnal Bisnis Terapan 1.01 (2017): 25-32.

Janie, Dyah Nirmala Arum. (2012). "Statistik deskriptif & regresi linier berganda dengan SPSS." Jurnal, April

Jogiyanto, H.M. (2007). Teori Portfolio dan Analisa Investasi, Edisi 2 Yogyakarta:

BPFE

Jolly, A. D., & Reynolds, A. K. (2005). Consumer Demand For Agricultural And On-Farm Nature Tourism. Uc Small Farm Center Research Brief.

Retrieved from http://sfp.ucdavis.edu/files/143466.pdf

Kacen, Jacqueline J., and Julie Anne Lee. (2022) "The influence of culture on consumer impulsive buying behavior." Journal of consumer psychology 12. (2022): 163-176.

Kriyantono, R. (2006). Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Laksmi, A. A., & Oktafani, F. (2016). Pengaruh Electronic Word Of Mouth (Ewom) Terhadap Minat Beli Followers Instagram Pada Warunk Upnormal. Jurnal Computech & Bisnis, 10(2), 78-88.

Lontoh, J. K., Tumbel, A. L., & Kawet, R. C. (2020). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Strategi Promosi Bagi Pengembangan Pemasaran Wisata Danau Linow Di Kota Tomohon. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 8(4).

Mahdi, Ikramullah.( 2018) “Pengaruh iklan Instagram terhadap minat pengunjung Komunikafe di Makassar”. Diss. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,

Mardikanto, T. (2011). Metoda penelitian dan evaluasi Agribisnis.

Mariati T. (2018). Dukungan Suami Dengan Pemilihan Penggunaan Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD). Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan R.S.

Dr. Soetomo, ISSN: 2581-219X, Vol.4, No.2, Oktober 2018: 98-109.

Mariati, E. Y., Syeilendra, S., & Kadir, T. H. (2018). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Vii. 6 Dalam Praktek Vokal Melalui Metode Tutor Sebaya Di Smp Negeri 1 Padang Gelugur. Jurnal Sendratasik, 7(4), 74-80.

Muljono, Pudji. (2007). "Learning society, penyuluhan dan pembangunan bangsa." Jurnal Penyuluhan 3.1 (2007).

Mulyanto, R. (2019). Analisis Pengaruh Electronic Word Of Mouth (E-Wom) Terhadap Minat Beli Konsumen Yang Mengikuti Akun Kuliner Di Media Sosial Instagram (Studi Di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unika Soegijpranata (Doctoral Dissertation, Unika Soegijapranata Semarang).

Mulyawati, H., Sihabudin, A., & Nurjuman, H. (2018). New Media Dalam Gerakan Sosial (Studi Kasus Pada Pemanfaatan Instagram Dan Website Dalam Gerakan Sosial Memberi Dengan Membeli Oleh Komunitas Regional Ketimbang Ngemis Jakarta (Knj)) (Doctoral Dissertation, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa).

Nashrulloh, F. A., & Jumhur, H. M. (2021). Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Brand Equity Tokopedia Di Pulau Jawa. eProceedings of Management, 8(5).

Nasrullah, Rulli. (2015). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nasution, L. M. (2017). Statistik Deskriptif. Hikmah, 14(1), 49-55.

Notoatmodjo, S. (2010). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta..

2012. Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan.

Nuraeni, I. (2015). Pengertian Media Penyuluhan Pertanian.

Pakpahan, Erika Yohana, Muhammad Ali Adriansyah, and Elda Trialisa Putri.

"Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Fanatisme Terhadap Perilaku Konsumtif." Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi 9.4 (2021): 727-743.

Palit, Ireine Gratia, and Grace AJ Rumagit. (2017) "Strategi Pengembangan Kawasan Agrowisata Rurukan." Agri-Sosioekonomi 13.2A: 21-34.

Purnomo, A., & Ahmad Muhibbin, M. (2018). Pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pariwisata di kabupaten karanganyar (studi analisis

deskriptif kualitatif pada akun instagram@

explorekabkaranganyar) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Ramdhani, N. (2011). Penyusunan alat pengukur berbasis theory of planned behavior. Buletin Psikologi, 19(2).

Rasyid, E., Pakpahan, N. Y. T., & Hutajulu, F. M. (2017). Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Studi kasus pada

104

perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015. Fundamental Management Journal, 2(1), 5-13.

Rosyad, U. N. (2011). Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terhadap Perluasan Pangsa Pasar. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 27(2), 209-220.

Rosyad, Udung Noor. "Pengaruh Sosial media marketing Terhadap Perluasan Pangsa Pasar." Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan 27.2 (2011):

209-220.

Rotter, J. B. (1975). Some Problems And Misconceptions Related To The Construct Of Internal Versus External Control Of Reinforcement. Journal Of Consulting And Clinical Psychology, 43(1), 56.

Ruyadi, I., Winoto, Y., & Komariah, N. (2017). Media komunikasi dan informasi dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. Jurnal Kajian Informasi

& Perpustakaan, 5(1), 37-50.

Sadono, Dwi. (2008). "Pemberdayaan petani: paradigma baru penyuluhan pertanian di Indonesia." Jurnal penyuluhan 4.1 (2008).

Sari, A. Anditha. (2017) Dasar-Dasar Public Relations Teori dan Praktik.

Deepublish, 2017.

Sarwono, Jonathan, and Cara Penghitungan MSI. "Mengubah data ordinal ke data interval dengan metode suksesif interval (MSI)." (2019).

Siagian, N., & Siregar, T. H. (2013). Evaluasi Produktivitas Tanaman Karet Dengan Sistem Tanam Ganda Pada Skala Komersial. Warta Perkaretan, 32(1), 16-24.

Sipayung, E., & PRIYANTO, S. H. (2019). Analisis Komunikasi Pemasaran Dalam Menarik Pengunjung (Studi Pada Kampoeng Kopi Banaran, Pt.

Perkebunan Nusantara Ix Kabupaten Semarang). Jurnal Ilmiah Agrineca, 19(2), 55-65

Solis, B. (2010). Engage: The Complete Guide For Brands And Business To Build, Cultivate, And Measure Success In The New Web. New Jersey:

John Wiley & Sonc Inc.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi penelitian keperawatan

Sulaiman, B., Bambang, A. N., Purnaweni, H., Lutfi, M., & Mohammed, E. M. A.

(2019). Coastal community perception of mangroves in Suli subdistrict, Luwu. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8(4), 561-569.

Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Nomor: 204/KPTS/30HK/050/4/1989 dan Nomor KM.

47/PW.DOW/MPPT/89

Suryantini, Heryati. (2004) "Pemanfaatan informasi teknologi pertanian oleh penyuluh pertanian: Kasus di kabupaten Bogor, Jawa Barat." Jurnal Perpustakaan Pertanian 13.1: 17-23.

Sutrisno, Sutrisno. (2016) "Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Memberdayakan Petani." Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK 12.1 (2016): 69-80.

Undang-Undang No 16 Tahun 2006

Utami, B. N. (2018). Praktik Evaluasi Penyuluhan Pertanian.

Utami, T. N., Jatmiko, A., & Suherman, S. (2018). Pengembangan modul matematika dengan pendekatan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) pada materi segiempat. Desimal: Jurnal Matematika, 1(2), 165-172.

Wahyuningtyas, R. (2018). Pengaruh Electronic Word Of Mouth (Ewom) Di Media Sosial Instagram Bujang Flowershop Terhadap Minat Beli Konsumen (Doctoral Dissertation, Universitas Brawijaya).

Wen, T. H., Gasic, M., Mrksic, N., Su, P. H., Vandyke, D., & Young, S. (2015).

Semantically conditioned lstm-based natural language generation for spoken dialogue systems. arXiv preprint arXiv:1508.01745.

Widiastuti, D. Z., & Astuti, K. (2008). Hubungan antara kepribadian hardiness dengan burnout pada guru sekolah dasar. Jurnal InSight, 6(2), 142-154.

Yatmaja, Panji Try. (2019) "Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dalam Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan." Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan 10.1:

27-36.

Zaen, M. T. A., & Mardiani, B. S. (2018). Sistem Informasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Al-Hasanain Beraim berbasis PHP dan MySQL. Jurnal Manajemen Informatika dan Sistem Informasi, 1(2), 62-68.

106

Lampiran 1 Pembeda penelitian sebelumnya

Nama penulis/tahun

Judul Metode Penelitian

Hasil Pembeda kajian

Riska

wahyuningtyas, (2018)

Pengaruh electronic word of mouth (ewom) di media sosial instagram bujang flowershop terhadap minat beli konsumen

kuantitatif deskriptif

Lama bergabung di instagram mempengarungi seseorang dalam menerima suatu informasi.

Pengguna

instagram melebihi 3 tahun dapat menyerap dan up to date dalam sebuah informasi di instagram, terhitung < 1 tahun, > 1-2 tahun,

> 2 tahun

 Lokasi dan waktu

 dilakukan oleh penulis untuk mengetahui dimana keefektivan dari media sosial sebagai sosial media marketing untuk meningkatkan hasil produktifitas agrowisata petik jeruk dan buah naga.

Adanya penambahan variabel independen X2 yaitu tentang konten

yang ada pada

instagram seperti live atau siaran langsung, instastori atau cerita yang dapat dibagikan dan berdurasi 24 jam serta feed atau postingan yang dapat di respon seperti like, komen dan share kepada pengikut di instagram

Eunike Sipayung, Sony Heru Priyanto, (2019)

Analisis Sosial media marketing Dalam Menarik Pengunjung (Studi Pada Kampoeng Kopi

Banaran, PT.

Perkebunan Nusantara IX Kabupaten Semarang)

Kualitatif dengan desain diskriptif

bentuk-bentuk sosial media yang salah satunya dapat dioptimalkan dalam sebuah promosi marketing adalah instagram.

Dengan berbagai fitur yang tersedia memberika

dampak yang signifikasn dalam menarik

pengunjung. Fitur tersebut seperti like, comment, tag, dan share.

 lokasi dan waktu

 Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan instrumen

kuesioner yang di kuantitaitfkan. Variabel penelitian yang

mengandung elemen 4C (hotler dan keller (2012)

Faisal Azmi Nashrulloh, Helni Mutiarsih Jumhur (2021)

Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Brand Equity Tokopedia di Pulau Jawa

deskriptif kuantitatif

Dari hasil analisis

deskriptif

didapatkan hasil bahwa media sosial memilki nilai skor sebesar 72,2%

dengan urutan indikator dari media sosial dengan nilai skor paling tinggi adalah context sebesar 83,27%,

communication sebesar 74,6%, connection sebesar 69,4%, dan paling rendah adalah collaboration sebesar 61,8%.

Pada brand equity

didapatkan indikator dari nilai skor yang paling tinggi adalah brand awareness sebesar 92,1%, perceived

quality sebesar 83,2%, brand association sebesar

79,75%, dan paling rendah adalah indikator brand loyalty sebesar

76,45%.

 lokasi dan waktu

 Pembeda dalam penelitian ini adalah pada jenis karakteristik pengunjung pada agrowisata, karekteriktik pada penelitian

sebelumnya

mengguakan tingkat pendapatan dalam kajian ini menggunakan lama bergabung di sosial media. Metode yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif

108

Herdita mulyawati, 2018

Studi Kasus Pada

Pemanfaatan Instagram Dan Website Dalam Gerakan Sosial Memberi Dengan Memberi Oleh Komunitas Regional Ketimbang Ngemis Jakarta (KNJ)

Diskriptif kuantitaif

Fitur-fitur yang disediakan

instagram seperti live siaran langsung,

postingan, hastag dan instastori memberikan dampak yang efektif adalam gerakan sosial memberi oleh komunitas regional ketimbng ngemis Jakarta. Dengan memaksimalkan fitur yang ada pada instagram akan

memperbanyak tampilan website dan menarik pengakses.

 lokasi dan waktu

 Media sosial yang digunakan dalam peneliti sebelumnya adlah (Instagram, Facebook, Youtube dan Wikipedia/Google)seba gai media pemasaran di agrowisata, sedangkan dalam kajian ini media sosial yang digunakan adalah media sosial Instagram

Olivia Elvetta, dkk, 2018

Analisa Sosial media marketing Interaktif Melalui Instagram Restoran Madame Chang Dan Hubungannya Dengan Respon Konsumen

kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya persepsi yang baik dari followers Instagram

@madame_chang.

Hasil nilai Customer

Response Index sebesar 59.3%.

Terdapat

hubungan antara sosial media marketing interaktif dengan respon konsumen melalui Instagram

@madame_chang.

 lokasi dan waktu

 Pengambilan sampel pada penelitan yang digunakan penulis menggunakan rumus slovis dan tertuju pada pengunjung yang mengakses akun instagram agrowisata

@wisata_nagallistrik.

Lampiran 2 Kisi-kisi Kuesioner Kajian

Sub variabel Indikator Skala Pengukuran Nomor item A. (X.1) Karakteristik pengunjung

1. Jenis kelamin

Responden mampu mengisi

identitas diri

Skala nominal A.1

2. Usia Skala rasio A.2

3. Pendidikan Skala ordinal A.3

4. pekerjaan Skala ordinal A.4

5. Lama

bergabung di media sosial

interval A.5

B. X.2 (instagram) 5-10 Tahun

1. Instastory Pengemasan Instastori dalam IG sebagai bentuk penyebaran informasi

Likert 1,2,3,4,5

2. Feed / Postingan

Respon postingan sebagai profil media.

likert 6.7.8.9.10

3. Live / Siaran Langsung

Apakah live/siaran langsung

likert 11,12,13,14

,15 4. Hastag Bagaimana

pengemasan tagar dan tag dalam media sosial

likert 16,17,18,19

.20

D. Sosial media marketing

1. konteks Bagaimana cara pengemasan informasi dan pesan yang ada dalam Instagram untuk pengakses media soial.

likert 21,22,23,24

,25

2. komunikasi Bagaimana penyampaian dan

likert 26,27,28,29