• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN LANSKAP PERMUKIMAN PADJADJARAN REGENCY BOGOR RAYA

HASIL DAN PEMBAHASAN

PELAKSANAAN LANSKAP PERMUKIMAN PADJADJARAN REGENCY BOGOR RAYA

Pelaksanaan Administrasi

Departemen Estate bertanggung jawab dalam Pelaksanaan proyek lanskap di kawasan permukiman Padjadjaran Regency. Pelaksanaan proyek lanskap diawali dengan pelaksanaan administrasi, yang terdiri dari pengajuan SPB (Surat Permintaan Pembelian/Barang) beserta lampiran RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan gambar yang akan diajukan; DPPH (Daftar Perbandingan Penawaran Harga); SPK (Surat Perintah Kerja); BAST (Berita Acara Serah Terima). Bagan pelaksanaan administrasi dapat dilihat pada Gambar 26.

Gambar 26. Proses Pelaksanaan Administrasi RAB ( Rancangan Anggaran Biaya)

RAB berisikan jenis pekerjaan yaitu jenis tanaman yang akan digunakan beserta spek yang telah ditetapkan perusahaan, volume, sampai dengan harga satuan dan harga total. Tiap SPK mencantumkan keterangan masa pemeliharaan selama tiga bulan menjadi tanggungan kontraktor yang terdiri dari penyiraman, pendangiran, pemberantasan hama dan penyakit, pemangkasan, pemupukan, penggantian tanaman mati dan penyerahan tanaman dalam kondisi yang baik.

RAB ( Rancangan Anggaran Biaya) Perancangan

SPB ( Surat Permintaan Pembelian/ Barang)

SPK ( Surat Perintah Kerja)

DPPH ( Daftar Perbandingan Penawaran Harga)

Pelaksanaan Fisik BAST (Berita Acara Serah Terima)

RAB ini dibuat oleh Supervisor Lanskap untuk mendapatkan persetujuan pelaksanaan lanskap dari General Manager Residential melalui SPB ( Surat Permintaan Pembelian/ Barang). Contoh Rancangan Anggaran Biaya yang telah dibuat Departemen Estate dapat dilihat pada Lampiran 3.

SPB ( Surat Permintaan Pembelian / Barang)

Setelah desain gambar dan RAB telah dibuat maka Supervisor Lanskap membuat SPB yang berfungsi sebagai surat persetujuan untuk pelaksanaan lanskap. SPB berisikan pengelola permukiman yaitu PT. Griya Bogor Raya yang merupakan anak perusahan dari PT. Bogor Raya Development, No SPP/B, Tanggal, dan kepada siapa surat ini ditujukan (Lampiran 4).

Surat Permintaan Pembelian/ Barang ini mencantumkan nama dan spesifikasi barang dalam hal ini adalah jenis penanaman beserta spek, masa pemeliharaan selama tiga bulan. Untuk jenis pohon dicantumkan pula keterangan bahwa pohon tersebut sudah termasuk dengan pupuk kandang sebesar 10 Kg/ pohon, steger bambu 4 (empat) titik dan pengaman tanaman dari bambu.

Surat Permintaan Pembelian/ Barang disetujui dan ditandatangani oleh

supervisor lanskap, manager estate, general manager residensial dan direksi.

Persetujuan sampai direksi apabila nilai proyek lebih dari 10 juta. Proses Tender

Segera setelah pembuatan gambar selesai maka dibuatlah RAB (Rencana Anggaran Biaya), setelah RAB dan gambar selesai maka dibuatlah SPB (Surat Permintaan Pembelian/ Barang). SPB yang berisikan nama dan spesifikasi barang serta lokasi akan disetujui oleh beberapa pimpinan. SPB yang mempunyai anggaran dibawah 10 juta disetujui hanya sampai General Manager sedangkan SPB dengan anggaran lebih dari 10 juta disetujui sampai Direksi.

Setelah SPB (Surat Permintaan Pembelian/ Barang) disetujui sejumlah pimpinan maka SPB tersebut diajukan ke bagian Purchasing. Purchasing melakukan seleksi kontraktor melalui proses Tender, dimana bagian Purchasing sendiri yang menentukan pemenang tender tersebut. Purchasing menghubungi para kontraktor dan memberi keterangan nama dan spesifikasi barang beserta

volume, selanjutnya tiap kontraktor mengajukan nama dan spesifikasi beserta harga yang ditawarkan. Minimal terdapat tiga kontraktor yang mengikuti proses tender. Selanjutnya terpilihlah kontraktor atau pemenang tender dengan anggaran yang mendekati nilai anggaran biaya yang telah dibuat perusahaan dalam hal ini yang dibuat oleh Departemen Estate, dengan memperhatikan spesifikasi barang yang akan digunakan dan kredibilitas kontraktor secara cermat.

Nama dan spesifikasi barang yang diajukan dari para kontraktor terdapat dalam DPPH (Daftar Perbandingan Penawaran Harga), sehingga purchasing dapat lebih mudah menentukan pemenang tender karena dapat terlihat dari tiga perbandingan harga yang diajukan (Lampiran 5). Kontraktor yang mengikuti proyek ini merupakan kontraktor perorangan / pribadi sehingga kontraktor tidak berasal dari PT atau CV manapun. Kontraktor yang mengikuti tender proyek pelaksanaan lanskap Permukiman Padjadjaran Regency Bogor Raya di antaranya adalah: (1) K.M. Suherman (2) Heidy (3) Luqman.

Setelah pemenang tender dipilih melalui DPPH (Surat Perbandingan Penawaran Harga) yang disetujui oleh Purchasing Manager, maka bagian

purchasing menghubungi Departemen Estate dan mengumumkan pemenang

tender beserta harga yang telah disepakati. SPK (Surat Perintah Kerja)

Setelah dihubungi bagian purchasing dengan segera Departemen Estate

membuat SPK (Surat Perintah Kerja). SPK berisikan PT yang mengelola atau yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan lanskap permukiman PRBR, nomor Surat Perintah Kerja, nama proyek, lokasi, nama kontraktor beserta alamat, jumlah kontrak, macam pekerjaan, dan persetujuan dari kedua belah pihak (Lampiran 6). Macam pekerjaan yaitu berisikan pekerjaan/material yang digunakan, volume, harga satuan dan total biaya. Sesuai dengan anggaran yang telah disampaikan sebelumnya maka untuk SPK berlaku sama, yaitu apabila proyek mempunyai anggaran dibawah 10 juta maka disetujui hanya sampai

General Manager dan apabila anggaran proyek diatas 10 juta maka disetujui

sampai Direksi. Sehingga di dalam SPK ini berisikan tandatangan dari Kontraktor dan Pimpinan yang menyetujui.

BAST (Berita Acara Serah Terima)

Setelah pelaksanaan fisik yang dilakukan kontraktor selesai maka dibuatlah BAST (Berita Acara Serah Terima). BAST berisikan tandatangan dari PIHAK KESATU yaitu pimpinan perusahaan dan PIHAK KEDUA yaitu kontraktor yang bersangkutan, dimana pelaksanaan pekerjaan penanaman sudah 100% selesai. Contoh dari Berita Acara Serah Terima yang dibuat oleh Departemen Estate dapat dilihat pada Lampiran 7.

Opname Lapang

Desainer dengan bantuan quanty surveyor akan memeriksa dan menandai kelengkapan laporan dari kontraktor, agar kontraktor dapat menerima pembayaran yang sesuai dan meyakinkan bahwa klien tidak mendapatkan tagihan atas pekerjaan yang tidak dilaksanakan (Hill, 1995). Opname lapang merupakan kegiatan owner dan penting untuk dilakukan karena merupakan kegiatan untuk memeriksa dan mengukur pekerjaan lanskap yang telah dilakukan kontraktor.

Kegiatan Opname lapang dilakukan ketika atau sedang pelaksanaan sampai pada saat pekerjaan sudah 100 % selesai. Kegiatan ini memang tidak secara terus menerus dilakukan, hanya saja apabila terdapat kekurangan maka developer bisa menegursehingga kontraktor dapat memperbaiki secepatnya. Sistem Pembayaran

Menurut Hill (1995), penagihan akan diajukan pada rentang waktu yang telah disepakati berdasarkan kontak. Pembayaran dilakukan berdasarkan kontrak yang telah ditentukan perusahaan.

Sistem pembayaran pelaksanaan lanskap yang terdapat di perusahaan ini dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Nilai nominal pembayaran diatas 10 juta, maka DP 30 %, setelah penanaman selesai pembayaran dibayar sebesar 55%, sisanya sebesar 15 % digunakan untuk pemeliharaan setelah tanam selama tiga bulan.

2. Nilai nominal pembayaran dibawah 10 juta, maka ketika penanaman selesai dibayar 85 % sisanya sebesar 15 % digunakan untuk masa pemeliharaan setelah tanam selama tiga bulan.

Kontraktor dapat menerima bayaran sepenuhnya ketika pekerjaan telah selesai 100 % dan setelah mentandatangani BAST (Berita Acara Serah Terima) bersama pimpinan perusahaan. Pekerjaan administrasi berjalan seiring dengan pekerjaan fisik yang sedang berlangsung.

Pelaksanaan Fisik

Pelaksanaan fisik dimulai setelah pelaksanaan administrasi dipenuhi dan SPK (Surat Perintah Kerja) dikeluarkan oleh perusahaan. Pekerjaan fisik terdiri dari pekerjaan persiapan, pekerjaan pembersihan lahan, pekerjaan hardscape, penanaman rumput, penanaman pohon. Bagan pelaksanaan pekerjaan lanskap dapat dilihat pada Gambar 27.

Gambar 27. Proses Pekerjaan Lanskap di Permukiman Padjadjaran Regency Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan persiapan mencakup penyediaan bahan dan alat. Penyediaan bahan mencakup tanaman, pupuk dan tenaga kerja. Sedangkan penyediaan alat mencakup peralatan yang digunakan untuk melaksanakan penanaman seperti cangkul, keranjang, steger dan tali atau kawat. Tanaman yang akan disediakan kontraktor harus sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh PT. Bogor Raya Development. Pengawas lapang dari Departemen Estate bertanggung jawab terhadap kualitas atau keadaan tanaman yang disediakan kontraktor. Dengan

Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Pembersihan Lahan

Pekerjaan Penanaman Pekerjaan Hardscape Pekerjaan Penanaman Rumput,

Perdu dan Pohon

Pekerjaan Pemeliharaan − Penyiraman

− Pemangkasan

Pekerjaan Pelaksanaan Pembuatan Jalan Conblock

menggunakan mobil pick up atau truck milik kontraktor sendiri tanaman diangkut. Pengadaan peralatan dan tenaga kerja disediakan sendiri oleh kontraktor.

Pekerjaan Pembentukan Lahan

Pekerjaan pembentukan lahan dilakukan setelah ketika pembersihan lahan selesai. Pembersihan lahan di lakukan di area yang masih terdapat tanaman liar atau semak belukar, sampah, maupun dari sisa-sisa sampah yang terdapat di lokasi proyek yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman yang akan ditanam. Ilustrasi gambar lokasi pekerjaan pembersihan lahan sebelum ditanami bambu dapat dilihat pada Gambar 28. Pada kawasan ini tidak perlu ditambahkan topsoil dikarenakan tanah pada kawasan ini adalah tanah latosol coklat kemerahan yang bersifat gembur. Pembentukan lahan dilaksanakan dengan metode cut and fill, yaitu dengan menggali dan mengguruk tanah hingga sesuai dengan bentuk desain tanah atau kontur yang diinginkan. Cut and fill dilakukan ketika pekerjaan pembersihan lahan telah dilaksanakan. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat yaitu excavator atau back hoe, yaitu kendaraan yang mempunyai penggaruk sehingga dapat menggali dan menggaruk tanah (Gambar 29 a). Sedangkan untuk mendorong tanah dilakukan dengan menggunakan alat

Dozer (Gambar 29 b). Dalam pekerjaan pembentukan lahan harus dilakukan

secara baik dan benar agar bentuk alami kontur dapat terjaga. Tahap cut and fill selesai pada akhir tahun 2007 sesuai dengan hasil rapat persentasi lanskap Padjadjaran Regency (Lampiran 8).

(a). Excavator atau Back hoe (b). Dozer

Gambar 29. Pekerjaan pembentukan lahan dengan menggunakan alat berat Sebelum kegiatan magang berlangsung kegiatan pembentukan lahan sebagian telah selesai terutama dibagian area yang akan dibangun perumahan. Ketika kegiatan magang dimulai maka pelaksanaan pembentukan lahan dilaksanakan di area-area perluasan permukiman termasuk area ruko. Dari hasil pengamatan secara langsung pembentukan lahan yang dilaksanakan telah berjalan baik, dan belum adanya keluhan dari perusahaan maupun penghuni tentang kesalahan bentukan lahan. Sesuai dengan konsep permukiman yang telah ditetapkan bentukan lahan setelah cut and fill mengalami perubahan dimana level rumah lebih tinggi dari badan jalan, perbedaan jalan yang dibedakan atas beban jalan yang digunakan, dan kekurangan dari konsep sirkulasi yang ditetapkan adalah tidak adanya jalur pejalan kaki.

Pekerjaan Hardscape

Pelaksanaan pekerjaan hardscape di permukiman Padjadjaran Regency

Bogor Raya meliputi pelaksanaan konstruksi conblock. Dipilihnya konstruksi jalan dengan menggunakan conblock dikarenakan memiliki fungsi secara estetik dan fungsional. Fungsi estetik terlihat dari penampakan tekstur, bentuk, warna yang dimiliki conblock. Sedangkan secara fungsional conblock ini memiliki sifat yang dapat mengurangi silau dari sinar matahari sehingga pengguna jalan dapat lebih aman dan nyaman ketika melintasinya. Pola peletakan conblock mengikuti

pola jalan permukiman dan ditambahkan pola-pola lengkung dan bulat (Gambar 30). Di intersection jalan lebih menggunakan pola-pola lengkung dan bulat serta memunculkan warna-warna yang menarik. Kelebihan conblock selain untuk mengurangi silau, juga dapat menghindari genangan air karena penyerapan diserap dengan baik.

Gambar 30. Pola conblock yang digunakan di permukiman Padjadjaran Regency Tahapan pelaksanaan konstruksi conblock di Padjadjaran Regency Bogor Raya adalah sebagai berikut :

a. Pengerasaan tanah dengan menggunakan alat Vibro; b. Tahap Linstone berupa karang putih setebal 40 cm; c. Tahap Sirtu yaitu berupa pasir Batu setebal 20 cm;

d. Tahap Base Course yaitu berupa abu batu kasar setebal 5-7 cm; e. Tahap peletakan paving conblock;

f. Rongga-rongga yang kosong diisi dengan Base Sand berupa abu.

Pelaksanaan conblock dilaksanakan pada waktu suhu relatif panas, dan

dilakukan setelah pelaksanaan cut and fill selesai dilaksanakan. Keseluruhan jalan untuk jalan utama maupun jalan lokal menggunakan konstruksi conblock. dan untuk lebih memperjelas teknik penyusunannya material conblock dapat dilihat pada Gambar 31. teknik penyusunan conblock di permukiman PRBR mendekati teknik penyusunan berdasarkan Harris dan Dines (1988), yaitu pada tahap linstone diperkirakan sebesar 6” =15,24 cm, tahap Sirtu diperkirakan sebesar 4”-6” = 10,16-15,24 cm, dan tahap base course sebesar 5”-7” = 12,7-17,78 cm.

Gambar 31. Konstruksi Jalan Menggunakan Material Conblock

Bentuk dan warna yang berbeda-beda serta bentukan jalan yang tidak sama sehingga conblock harus dipotong sesuai bentuk jalan dengan menggunakan alat cutter paving. Alat cutter paving dapat dilihat pada Gambar 32.

Pelaksanaan Pekerjaan Penanaman

Pelaksanaan lanskap pada pekerjaan penanaman mulai dilakukan pada tanggal 7 Maret 2008 dengan melaksanakan penanaman Kelapa Gading. Jadwal pelaksanaan pekerjaan penanaman di Padjadjaran regency Bogor Raya dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Penanaman di PRBR.

No Waktu Jenis penanaman Lokasi

1. 7 -17 Maret Penanaman Kelapa Gading (Cocos nucifera) Area Penerimaan 2. 24-30 April Penanaman Rumput (Axonopus compressus) Median Jalan depan

Blok G

3. 28 April-8 Mei Penanaman Rumput (Axonopus compressus) Taman lingkungan depan blok N,M 4. 2-12 Mei Penanaman Rumput

(Axonopus compressus) Median jalan depan Blok G 5. 2-12 Mei Penanaman Kelapa Sawit (Elaeis

guinensis).

Median jalan depan Blok G

6. 5-10 Mei Penanaman Pohon Bintaro (Cerbera

Manghas)

Pinggir Housing I s/d Q 7. 5-15 Mei Penanaman Bambu Jepang (Arundinaria

pumila).

Panel Beton Blok K s/d Q

8. 12 – 18 Mei Penanaman Rumput

(Axonopus compressus) Median Jalan depan Blok J 9. 21-26 Mei Penanaman kelapa Sawit (Elaeis guinensis). Median jalan Blok I

Sumber : Wawancara dan Pengamatan Langsung di Lapang Pekerjaan Penanaman Rumput

PT. Bogor Raya Development memberi spesifikasi tanaman yang digunakan oleh kontraktor agar terjamin kualitas tanaman yang akan ditanam. Penanaman rumput yang telah dilakukan adalah di Pintu masuk permukiman, median depan blok I dan blok J, dan taman lingkungan yang berada di depan blok M. Jenis rumput yang digunakan adalah Rumput Gajah (Axonoopus compressus) standar parung (Gambar 33). Sebelum pelaksanaan penanaman rumput terlebih dulu tanah harus bersih dari gulma, lalu tanah diratakan dengan kontur yang ada. Karena tanah di kawasan ini merupakan tanah yang gembur sehingga tidak perlu penambahan tanah merah.

Rumput yang digunakan kontraktor ditanam secara lempengan. Lempengan rumput yang baik adalah lempengan yang baru saja dipotong, diangkut dan ditanam dengan secepatnya (Carpenter et al., 1975). Rumput terkadang tidak langsung ditanam dikarenakan kurangnya tenaga kerja sehingga ketika pelaksanaan penanaman, rumput tidak terlalu segar. Terkadang rumput yang ditanam tidak sesuai dengan spesifikasi perusahaan. Ilustrasi penanaman rumput di kawasan permukiman PRBR dapat dilihat pada Gambar 31. Lempengan rumput dipotong seukuran min 10 cm x 10 cm dengan tebal 2 cm. Jarak tanam antar rumput sebesar 5 – 10 cm serta diberi kompos sebelum penanaman rumput. Setelah ditanam rumput disiram setiap hari, pagi dan sore hari. Tetapi apabila terjadi hujan maka rumput tidak perlu disiram. Sumber air untuk penyiraman berasal dari lokasi yang tidak jauh, yaitu kali Katulampa yang mengalir melintasi permukiman. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan mobil tanki dimana mobil ini dapat menyedot air langsung dari sumber air yang ada.

Gambar 33. Penanaman Rumput Gajah (Axonopus compressus).

Kontraktor tidak terlalu kesulitan dalam pelaksanaan penanaman rumput dikarenakan lahan yang akan ditanami rumput tidak terlalu luas, hanya saja ketika musim kemarau seperti saat ini rumput yang telah ditanam cepat tidak tumbuh dengan baik sehingga dibutuhkan penyiraman yang efektif dan efisien. Penanaman rumput didahulukan pada area yang infrastrukturnya telah rampung, seperti pintu masuk permukiman, median jalan utama, dan taman lingkungan.

Kendala yang dihadapi setelah penanaman selesai yaitu kondisi cuaca yang mulai kemarau. Walaupun Bogor terkenal dengan kota hujan tetapi pada saat musim kemarau dan berada pada siang hari, rumput yang ditanam menjadi cepat mengering dan mati. Untuk mencegah kekeringan maka pengawas lapang senantiasa selalu meninjau kondisi rumput yang kritis dan diperlukan tindakan penyiraman secepatnya. Pekerjaan lanskap dilakukan sejalan dengan pembangunan rumah, kavling dan jalan.

Kapasitas kerja penanaman rumput di permukiman Padjadjaran Regency Bogor Raya adalah 15,7 m²/jam. Nilai kapasitas ini didapat dari perhitungan luasan rumput dibagi dengan jumlah jam kerja/hari lalu dibagi dengan jumlah pekerja maka dihasilkan kapasitas kerja penanaman rumput (m²/jam).

Pekerjaan Penanaman Pohon

Pekerjaan penanaman pohon yang ditanam di kawasan permukiman ini dilakukan di pintu masuk permukiman, median jalan utama, dan di berm jalan lokal. Penanaman pohon di wilayah pintu masuk permukiman menggunakan pohon Kelapa Sawit (Elaeis guinensis). Spesifikasi Kelapa Sawit adalah mempunyai batang keras 80 – 100 cm, tajuk daun Ø 2 – 2,5 m, Ø batang 20 -22 cm, tinggi sampai dengan daun 3 - 3,5 m, dan harga telah termasuk pupuk kandang 10 kg/pohon.

Sebelumnya dalam gambar dan RAB berkali-kali berganti jenis pohon yang akan ditanam, tetapi pada akhirnya terpilih Kelapa Sawit sebagai tanaman yang digunakan di wilayah pintu gerbang permukiman. Ilustrasi Pohon Kelapa Sawit setelah penanaman dapat dilihat pada Gambar 34. Sesudah pelaksanaan penanaman dilakukan, keadaan daun masih terikat oleh tali yang mempunyai tujuan untuk mengurangi proses transpirasi, ketika dirasa akar telah tumbuh dengan baik maka tali tersebut dilepas.

Gambar 34. Pohon Kelapa Sawit Setelah Ditanam di Median Jalan

Untuk penanaman yang berada di median jalan utama menggunakan tanaman yang sama dengan kawasan pintu gerbang yaitu Kelapa Sawit. Lalu untuk penanaman pohon di berm jalan lokal digunakan tanaman Sempur (Dillenia

phillipinensis). Spesifikasi Sempur adalah tajuk daun Ø 65 – 75 cm, Ø batang 2-3

cm, tinggi sampai dengan daun 2,5 – 3 m, dan harga telah termasuk pupuk kandang 10 kg/pohon. Ilustrasi Sempur setelah penanaman dapat dilihat pada (Gambar 35).

Gambar 35. Sempur yang Telah Ditanam di Berm Jalan

Tahap awal pelaksanaan penanaman lanskap adalah melakukan galian tanah yang sudah diurug lalu digali kembali, dan tanah yang digali tersebut

dicampur dengan pupuk kandang lalu diaduk rata. Untuk sistem penanaman pohon terlebih dahulu melepas pembungkus akar tanaman secara hati-hati sehingga tidak merusak perakaran pohon lalu dimasukan ke dalam lubang yang telah disediakan. Teknik penanaman pohon ini harus memperhatikan kondisi tanaman sehingga tanaman tetap terlihat baik dan tidak rusak. Setelah pohon dimasukan maka media yang telah dicampurkan tadi lalu diurugkan. Ketika penanaman pohon, kedalaman tanah tidak melebihi kedalaman tanaman ketika masih berada di nursery. Pembuatan lubang tanam yang dilakukan kontraktor sudah sesuai dengan pernyataan Carpenter et al (1975), yaitu pembuatan lubang untuk pohon dilebihkan ± 15 cm dari diameter bola akar pohon yang akan ditanam. Berdasarkan pengamatan langsung lubang tanam untuk pohon sempur 60 x 60 x 60 cm dan lubang tanam untuk pohon kelapa sawit adalah 80 x 80 x 80 cm.

Setelah tanah diurug selesai, maka pohon dipasang steger sesuai dengan detail penanaman pohon (Lampiran). Steger-steger tersebut terbuat dari bambu kurang lebih mempunyai tinggi 80 cm, lebar 40 cm, dan panjang 40 cm dan ketentuan tersebut ditentukan dari perusahaan. Bambu tersebut dipasang dengan cara ditancapkan ke dalam tanah sepanjang kurang lebih 50 cm dari batang pohon dengan kedalaman kurang lebih 120 cm. Setelah batang bambu tersebut mengapit pohon, bambu penghubung dan bambu tiang diikatkan dengan menggunakan bahan kawat. Apabila terdapat pohon yang mati selama masa pemeliharaan yaitu 3 bulan, maka kontraktor bertanggung jawab untuk mengganti pohon yang baru.

Penanaman tidak berjalan lancar apabila salah satunya terjadi kesalahan kontraktor dalam penyediaan tanaman. Kewajiban kontraktor untuk mengganti tanaman yang tidak sesuai dengan spesifikasi perusahaan. Pengawas lapang dalam hal ini supervisor lanskap bertugas untuk mengecek tanaman yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan sebelum penanaman dilakukan.

Kapasitas kerja penanaman pohon di permukiman Padjadjaran Regency Bogor Raya adalah 1,4 pohon/jam. Nilai kapasitas ini didapat dari perhitungan penanaman pohon dibagi dengan jumlah jam kerja/hari lalu dibagi dengan jumlah pekerja maka dihasilkan kapasitas kerja penanaman pohon (pohon/jam).

Pelaksanaan Pemeliharaan

Pemeliharaan lanskap dilaksanakan oleh kontraktor. Masa pemeliharaan selama 3 bulan dilaksanakan setelah pelaksanaan penanaman selesai sesuai dengan ketentuan yang dibuat developer.

Kegiatan pemeliharaan sangat penting untuk menjaga lanskap agar tetap indah dan asri. Kegiatan yang termasuk pemeliharaan selama 3 bulan ialah penyiraman, penyiangan, pendagiran, pemberantasan hama dan penyakit tanaman, pemangkasan, pemupukan, dan penggantian tanaman yang mati.

Penyiraman

Pada saat kegiatan magang berlangsung pelaksanaan pemeliharaan hanya sampai tahap penyiraman, dikarenakan tahap pelaksanaan penanaman baru dimulai. Dalam pelaksanaan penyiraman, kontraktor dibantu perusahaan dengan menyediakan mobil tangki yang berkapasitas 4000 L (Gambar 36). Air yang digunakan untuk penyiraman didapat dari anak kali Katulampa yang mengalir di permukiman Padjadjaran Regency.

Penyiraman tanaman sangat diperlukan untuk memudahkan perakaran tanaman menyerap larutan hara yang tersedia dalam tanah ( Arifin dan Arifin, 2005). Penyiraman di Permukiman Padjadjaran Regency dilakukan dua kali sehari, terkecuali jika terjadi hujan. Menurut Arifin dan Arifin (2005), penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Penyiraman di PR pada pagi hari dilakukan pada pukul 07.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan sore hari pukul 15.00 WIB sampai dengan 16.30 WIB. Kegiatan penyiraman yang dilaksanakan dinilai cukup karena terdapatnya jadwal penyiraman.

Penggantian steiger

Pemasangan steiger bertujuan untuk menahan berat tanaman karena

perakaran belum kuat untuk menahan beban tanaman itu sendiri., selain itu dapat menahan kecepatan angin yang tinggi. Steiger berperan sangat penting sehingga dalam pemasangannya harus memperhatikan letak dan bobot tanaman dengan baik. Pada saat pelaksanaan penanaman pohon khususnya pohon Sempur (Dillenia phillipinensis) steiger yang dipasang tidak begitu kuat untuk menahan angin (Gambar 37). Karena terjadi kerusakan dalam dalam waktu 3 bulan masa pemeliharaan, maka kontraktor bertanggung jawab untuk memperbaiki steiger yang rusak tersebut.