Kelancaran Keluwesan
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Pelaksanaan Pembelajaran
a. Deskripsi Pembelajaran Kelas Eksperimen
Penelitian pada kelas eksperimen yaitu pembelajaran yang menggunakan pendekatan open-ended yang dipadukan dengan model
75 pembelajaran learning cycle 7e. Kegiatan pembelajaran setiap pertemuan diamati oleh observer yang kemudian menuliskan deskripsi pembelajaran pada lembar observasi pembelajaran. Hasil pengamatan menunjukkan peneliti telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang menggunakan pendekatan open-ended yang dipadukan dengan model pembelajaran learning cycle 7e. Hal ini berdasarkan hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran yang menunjukkan pembelajaran 94,9% telah berhasil terlaksana. Berikut tabel keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen.
Tabel 10. Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen
Pertemuan Topik Keterlaksanaan Pembelajaran Kegiatan Guru Kegiatan Siswa 1 Sifat-siafat Segitiga I 95,8% 95,8% 2 Sifat-siafat Segitiga II 100% 100%
3 Sifat-sifat Segi Empat 87,5% 87,5%
4 Luas dan Keliling I 91,7% 87,5%
5 Luas dan Keliling II 91,7% 95,8%
6 Melukis Segitiga 100% 100%
7 Melukis Garis Segitiga 95,8% 100%
Rata-rata 94,6% 95,2%
Rata-rata Keseluruhan 94,9%
Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan perangkat pembelajaran berupa LKS. LKS berisi kegiatan siswa dengan masalah terbuka sebagai bahan untuk belajar siswa. Secara lebih lengkap RPP, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan LKS dapat dilihat pada lampiran.
76 Pembelajaran diawali dengan pretest ketercapaian Kompetensi Dasar (KD) dan kemampuan berpikir kreatif sebagai tolok ukur sejauh mana siswa paham dengan materi yang akan diberikan serta seberapa sejauh apa kemampuan awal berpikir kreatif siswa. Materi yang akan diberikan yaitu segitiga dan segi empat. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan pembelajaran, pada kegiatan pendahuluan siswa diuji pemahaman awal siswa mengenai topik yang akan dibahas baik mengenai materi yang pernah siswa dapatkan atau pengalaman siswa mengenai topik yang akan dibahas. Kegaiatan tersebut adalah tahapan eliciting dalam model learning cycle 7e. kemudian, tahap kedua adalah engagement atau kegiatan yang dilakukan guru untuk membangkitkan minat siswa yaitu dilakukan pemberian motivasi kepada siswa dengan mengaitkan topik pada permaslahan sehari-hari dan memberikan masalah terbuka seperti yang ada pada LKS.
Pada kegiatan inti dimulai dengan pembagian kelompok menjadi 8 kelompok dengan setiap kelompok beranggotakan 4 orang siswa. Selanjutnya LKS dibagikan kepada setiap siswa sehingga setiap siswa dalam satu kelompok mendapatkan LKS. Kegiatan ini adalah kegiatan eksplorasi dimana siswa secara aktif berdiskusi menyelesaikan masalah- masalah yang disediakan. Pada tahap ini, guru berkeliling dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan. Berikut gambar kegiatan pada tahap eksplorasi siswa.
77 Gambar 3. Siswa Melakukan
Eksplorasi dengan mengerjakan LKS
Gambar 4. Guru Membimbing Siswa yang Mengalami Kesulitan
Selanjutnya setelah siswa mengerjakan LKS, salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Siswa diperbolehkan menjelaskan hasil diskusi secara lisan maupun tertulis. Hasil diskusi yang dipresentasikan kemudian dikomentari oleh siswa dari kelompok lain. Pada tahap ini guru bertugas sebagai penegas materi yang dipelajari . Tahap ini disebut tahap explain.
Berikut adalah gambar suasana presentasi di kelas:
Gambar 5. Siswa Melakukan Presentasi Secara Lisan
Gambar 6. Siswa Melakukan Presentasi Secara Tertulis
78 Pada setiap pertemuan setelah presentasi, siswa diberikan latihan soal untuk mengaplikasikan konsep yang mereka terima. Latihan soal dikerjakan secara berkelompok dan dibimbing oleh guru apabila ada yang merasa kesulitan. Kegiatan ini disebut dengan kegiatan elaborate, setelah selesai 2-3 siswa mengerjakan soal di papan tulis yang kemudian hasilnya dikomentari oleh siswa yang lain.
Setelah kegiatan inti, adalah kegiatan penutup. Pada setiap pertemuan guru memberikan soal evaluasi pada akhir pembelajaran sehingga dari hasil evaluasi guru mengetahui sejauh mana siswa paham terhadap materi yang baru dipelajari. Soal evaluasi dikerjakan secara individu dan dikumpulkan. Hasil evaluasi diberikan kepada siswa pada pertemuan berikutnya. Kegiatan ini adalah kegiatan evaluation.
Kemudian dilanjutkan tahap extend yaitu siswa diberikan pekerjaan rumah dengan soal yang berkaitan dengan materi untuk pertemuan selanjutnya.
Secara keseluruhan, kegiatan pembelajaran dengan pendekatan open-ended dalam setting learning cycle 7e berjalan dengan baik. Siswa antusias dalam pembelajaran terutaman ketika berdiskusi dalam satu kelompok. Hal ini ditunjukkan dalam suasana diskusi yang lancar dan sebagian besar siswa fokus terhadap materi. Setiap kelompok aktif bertanya apabila ada materi yang mereka rasa sulit.
Pembelajaran segitiga dan segi empat pada kelas eksperimen terlaksana dalam 7 kali pertemuan. Pembelajaran kelas eksperimen sering
79 tertunda dikarenakan adanya try out dan ujian akhir sekolah untuk kelas IX sehingga terganggu oleh libur. Jadwal pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini
Tabel 11. Jadwal Kegiatan Pembelajaran Kelas VII A
Hari/ Tanggal Kegiatan
Selasa/ 29 Maret 2016 Pretest Kemampuan Berpikir Kreatif Rabu/ 30 Maret 2016 Pretest Ketercapaian KD
Selasa/ 12 April 2016 SifatSegitiga dan Ketaksamaan Segitiga) –Sifat Segitiga I (Jenis – Jenis
Selasa/ 19 April 2016 Sifat–Sifat Segitiga II (Sudut Dalam dan Sudut Luar Segitiga)
Sabtu/ 23 April 2016 Sifat – Sifat Segi Empat Selasa/ 26 April 2016 Luas dan Keliling I Kamis/ 28 April 2016 Luas dan Keliling II
Sabtu/ 30 April 2016 Melukis Segitiga
Selasa/ 03 Mei 2016 Melukis Garis pada Segitiga
Sabtu/ 14 Mei 2016 Posttest Kemampuan Berpikir Kreatif Selasa/ 17 Mei 2016 Posttest Ketercapaian KD
b. Deskripsi Pembelajaran Kelas Kontrol
Pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran ekspositori. Kegiatan pembelajaran setiap pertemuan diamati oleh observer yang kemudian menuliskan deskripsi pembelajaran pada lembar observasi pembelajaran. Hasil pengamatan menunjukkan peneliti telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang menggunakan pembelajaran ekspositori. Hal ini berdasarkan hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran yang menunjukkan pembelajaran 92% telah terlaksana. Berikut adalah tabel keterlaksanaan pembelajaran pada kelas kontrol.
80 Tabel 12. Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol
Pertemuan Topik Keterlaksanaan Pembelajaran Kegiatan Guru Kegiatan Siswa 1 Sifat-siafat Segitiga I 100% 100% 2 Sifat-siafat Segitiga II 81,3% 81,3%
3 Sifat-sifat Segi Empat 87,5% 93,8%
4 Luas dan Keliling I 93,8% 93,8%
5 Luas dan Keliling II 87,5% 81,3%
6 Melukis Segitiga 93,8% 93,8%
7 Melukis Garis Segitiga 100% 100%
Rata-rata 92% 92%
Rata-rata Keseluruhan 92%
Pembelajaran ekspositori merupakan pembelajaran individual dengan sumber belajar buku siswa yang dipinjamkan oleh sekolah. Secara lebih lengkap RPP dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada lampiran. Pembelajaran diawali dengan pretest seperti yang dilakukan pada kelas eksperimen sebagai tolok ukur sejauh mana siswa paham dengan materi yang akan diberikan serta kemampuan awal berpikir kreatif siswa. Materi yang akan diberikan yaitu segitiga dan segi empat. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan pembelajaran, pada kegiatan pendahuluan siswa diberikan apersepsi yaitu materi pelajaran sebelumnya. Apersepsi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pada siswa terkait materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu guru memberikan motivasi pada siswa dengan memberikan contoh penerapan topik dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi yaitu bab segitiga dan segi empat. Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, tanya
81 jawab dan latihan. Setelah itu siswa diberikan contoh soal dan cara penyelesaiannya, siswa diminta memahami bagaimana mengerjakan soal semacam yang dicontohkan. Kegiatan yang dilakukan siswa adalah mencatat apa yang guru tuliskan kemudian memahami kembali apa yang mereka catat. Tahap berikutnya adalah latihan soal yang ada di buku pegangan siswa. Siswa mengerjakan latihan secara individu tetapi boleh berdiskusi dengan teman sebangku masing-masing. Kegiatan yang dilakukan guru adalah berkeliling dan membimbing siswa yang kesulitan mengerjakan soal. Pada tahap ini, beberapa siswa aktif bertanya pada guru saat mengerjakan latihan soal. Berikut gambar kegiatan yang dilakukan guru dan siswa:
Gambar 7. Siswa Mencatat Materi yang Dijelaskan oleh Guru
Gambar 8. Guru Membimbing Siswa yang Kesulitan Mengerjakan Latihan Soal
Soal yang telah dikerjakan dituliskan di papan tulis oleh 2-3 siswa yang kemudian diberi komentar oleh guru dan siswa lain. Siswa menanggapi apabila jawaban yang dituliskan berbeda dengan miliknya, sedangkan guru memberikan tanggapan diakhir atau menengaskan
82 jawaban mana yang benar. Pada tahap ini siswa kurang begitu aktif, siswa yang maju ke depan harus terlebih dulu ditunjuk oleh guru begitu pula siswa yang memberikan tanggapan. Namun, secara keseluruhan walaupun ditunjuk oleh guru siswa mau memberikan penjelasannya mengenai jawaban soal.
Tahap selanjutnya guru memberikan evaluasi yang dikerjakan secara individu dan dikumpulkan. Hasil pekerjaan siswa akan dibagikan pada pertemuan selanjutnya sehingga siswa mengetahui bagian mana siswa harus lebih ditingkatkan belajarnya.
Kegiatan pembelajaran di kelas kontrol terlaksana 7 kali pertemuan. Sama seperti kelas eksperimen, jadwal belajar kurang kondusif karena banyak libur untuk try out dan ujian akhir sekolah kelas IX. Berikut adalah tabel yang berisi jadwal pemelajaran di kelas kontrol.
Tabel 13. Jadwal Kegiatan Pembelajaran Kelas VII B Hari/ Tanggal Materi yang Diberikan Rabu/ 30 Maret 2016 Pretest
Jumat/ 01 April 2016 Sifat dan ketaksamaan segitiga) – sifat segitiga I (jenis – jenis segitiga Rabu/ 13 April 2016 Sifat – sifat segitiga II (sudut dalam dan
sudut luar segitiga) Jumat/ 15 April 2016 Sifat – sifat segi empat
Rabu/ 20 April 2016 Luas dan Keliling I Jumat/ 22 April 2016 Luas dan Keliling II
Rabu/ 27 April 2016 Melukis Segitiga
Jumat/ 29April 2016 Melukis Garis pada Segitiga Rabu/ 04 Mei 2016 Posttest
Setelah kegiatan pembelajaran selesai, peneliti memberikan soal posttest untuk mengetahui ketercapaian Kompetensi Dasar (KD) dan
83 kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diberikan perlakuan dengan pendekatan open-ended dalam setting learning cycle 7e untuk kelas VII A dan pembelajaran ekspositori untuk kelas VII B.
Berikut adalah deskripsi data pretest dan posttest perolehan ketercapaian Kompetensi Dasar (KD) siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol.
Tabel. 14 Deskripsi Skor Pretest dan Posttest Ketercapaian KD Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Deskripsi Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Pretest Posstest Pretest Posstest
Rata-rata 47,74 80,60 44,26 72,63
Standar Deviasi 12,22 12,55 12,52 16,64
Variansi 149,26 157,56 156,73 142,32
Nilai Tertinggi Teori 80,00 96,00 72,00 96,00 Nilai Terendah Teori 24.00 48,00 24,00 28,00
Berdasarkan tabel 14 di atas, rata-rata pretest ketercapaian KD kelas eksperimen adalah 47,74 dengan nilai tertinggi 80,00 dan nilai terendah 24,00. Pada pretest persentase ketuntasan yang diperoleh adalah 3,2% artinya dari 31 siswa yang mengikuti pretest hanya ada satu siswa yang memperoleh nilai di atas 75. Setelah diberi perlakuan yaitu menggunakan pendekatan open-ended dalam setting pembelajaran learning cycle 7e siswa diberikan posttest. Hasil perolehan skor posttest menunjukkan bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 80,60 dengan nilai tertinggi 96,00 dan nilai terendahnya 48,00. Pada posttest persentase
84 ketuntasan yang diperoleh adalah 80% artinya dari 30 siswa yang mengikuti posttest ada sebanyak 6 siswa yang belum mencapai KKM yaitu 75.
Rata-rata pretest ketercapaian KD kelas kontrol adalah 44,26 dengan nilai tertinggi 72,00 dan nilai terendah 24,00. Pada pretest persentase ketuntasan yang diperoleh adalah 0% artinya dari 31 siswa yang mengikuti pretest tidak ada satupun siswa yang memperoleh nilai di atas 75. Setelah diberi perlakuan yaitu menggunakan pembelajaran ekspositori siswa diberikan posttest. Hasil perolehan skor posttest menunjukkan bahwa rata- rata yang diperoleh adalah 72,63 dengan nilai tertinggi 96,00 dan nilai terendahnya 28,00. Pada posttest persentase ketuntasan yang diperoleh adalah 65,6% artinya dari 32 siswa yang mengikuti posttest ada sebanyak 11 siswa yang belum mencapai KKM yaitu 75.
Kegiatan pembelajaran kedua kelas secara keseluruhan lancar. Kendala yang dihadapi peneliti adalah jadwal pembelajaran yang terpotong beberapa kali libur juga ada beberapa siswa yang terkadang membuat suasana sedikit terganggu.