Pemilihan Umum 2014 dilaksanakan pada 9 April 2014 di Indonesia untuk memilih 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, serta 2.112 anggota DPRD Provinsi, dan 16.895 anggota DPRD Kabupaten/Kota Periode 2014-2019. Peserta Pemilu 2014 diikuti 12 partai politik nasional dan 3 partai lokal di Aceh. Daerah pemilihan Pemilihan Umum Anggota DPR adalah provinsi atau gabungan kabupaten/kota dalam 1 provinsi, dengan total 77 daerah pemilihan. Jumlah kursi untuk setiap daerah pemilihan berkisar antara 3-10 kursi.
Penentuan besarnya daerah pemilihan disesuaikan dengan jumlah penduduk di daerah tersebut.78
Provinsi Sumatera Utara dibagi menjadi 3 Daerah Pemilihan dan diikuti 353 calon anggota legislatif yang berasal dari 12 partai politik. Berikut daftar daerah pemilihan, jumlah calon anggota legislatif, dan anggota legislatif.
Tabel 2.3.
Daerah Pemilihan, Jumlah Calon Anggota Legislatif, dan Anggota Legislatif DPR dari Provinsi Sumatera Utara
No. Daerah Pemilihan Kabupaten/Kota Jumlah
Caleg
Jumlah Kursi 1. Sumatera Utara 1 Medan, Deli Serdang, Serdang
Bedagai, Tebing Tinggi
119 10
2. Sumatera Utara 2 Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Gunung Sitoli, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir
118 10
3. Sumatera Utara 2 Asahan, Tanjung Balai,
Pematang Siantar,
Simalungun, Pak-Pak Bharat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat, Batubara
116 10
Jumlah 353 30
Sumber: Data KPU, 2014.
Daerah Pemilihan Sumut 1 untuk Dewan Pemilihan Rakyat (DPR) menampilkan 119 calon anggota legislatif dari 12 partai politik peserta Pemilu 2014. Para calon anggota legislatif itu akan berkompetisi meraih suara terbanyak di masing-masing partai politik dengan menggunakan sistem proporsional daftar terbuka. Sistem pemilu tersebut menjadikan
78
setiap calon anggota legislatif berupaya meraih suara terbanyak sehingga arena kompetisi tidak hanya terjadi antar partai politik, tetapi justru persaingan yang ketat akan terjadi di antara calon dalam satu partai politik. Oleh karena itu, kesulitan yang terjadi adalah membuat kesepaktan untuk mengawasi dari setiap kegiatan para calon sesama partai politik dari tujuannya masing-masing.
Kompetisi sesama calon anggota partai politik membuat para pemilih di daerah pemilihan akan ditawarkan atau dijanjikan berbagai program kegiatan. Sulit untuk menciptakan area atau wilayah tertentu yang akan dijadikan basis perolehan suara masing-masing calon anggota legislatif. Selain itu, para pemilih yang terkelompok dalam organisasi masyarakat juga akan memiliki kesempatan untuk dijadikan sebagai objek kampanye secara bergantian oleh seluruh calon anggota legislatif. Merujuk pada jumlah calon anggota legislatif DPR dari Dapil Sumut 1, maka akan ada 119 calon yang akan bertemu dengan kelompok masyarakat dari bermacam karakteristiknya.
Tahapan Pemilu 2014 yang sangat panjang bermula dari proses pencalonan di partai politik, kampanye, pemilihan, perhitungan suara, penetapan hasil pemilihan, dan menunggu sidang gugatan hasil pemilu harus dilalui oleh setiap calon anggota legislatif. Pada setiap tahapan pemilu, kegiatan yang terus menerus dilakukan calon anggota legislatif adalah membentuk tim sukses, mencari, bertemu, menyampaikan program, dan memastikan para pemilih ikut memilih dirinya pada 9 April 2014 di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pada semua tahapan pemilu itu, seluruh potensi yang dimiliki para calon anggota legislatif digunakan untuk meraih simpati, disuka, dan kemudian dipercaya oleh pemilih.
“….. semua tahapan pemilu menjadi titik-titik penting kegiatan. Makanya harus direncanakan dengan baik agar semua yang dilakukan bisa bermanfaat. Memang, saya harus pinter-pinter memilih orang-orang yang membantu saya, syaratnya harus
percaya. Trus, harus bisa yakin siapa yang akan dijumpai, apa yang mau dibawa sampe segala sesuatunya clear. Jadi biar orang percaya sama kita sebagai calon.”79
Kompetisi yang ketat untuk mendapatkan suara maksimal mengharuskan setiap calon anggota legislatif melakukan aktivitas sosialisasi dan kempanye yang tepat, efisien, dan terukur. Persaingan tersebut dalam pelaksanaannya cenderung melakukan segala cara karena mayoritas pemilih menginginkan pemberian langsung berupa uang atau sesuatu barang dari para calon anggota legislatif. Bahkan hubungan yang telah terjalin antara calon anggota legislatif dengan konstituennya masih harus disertakan dengan pemberian “sesuatu” tersebut. Bantuan berupa materi dan nonmateri yang diberikan oleh calon anggota legislatif kepada konstituennya bukan menjadi pertimbangan satu-satunya bagi pemilih untuk kembali memilihnya pada saat pelaksanaan pemberian suara di TPS.80
Hasil akhir dari pelaksanaan Pemilu 2014 pada 9 April 2014 telah terpilih 10 orang dari 119 calon anggota legislatif di Dapil Sumut 1. Hanya empat orang (Irmadi Lubis, Meutya Hafid, Hasrul Azwar, dan Nurdin Tampubolon) yang terpilih kembali menjadi anggota DPR Periode 2014-2019. Tifatul Sembiring dan Ruhut Poltak Sitompul terpilih kembali sebagai anggota DPR, tetapi pada Periode 2009-2014 bukan berasal dari Dapil Sumut 1. Sedangkan Mulfachri Harahap yang berhasil meraih suara terbanyak di PAN pernah terpilih sebagai anggota DPR Periode 2004-2009 dari Dapil Sumut 3, tetapi tidak terpilih pada Pemilu 2009. Dua orang disebut sebagai “wajah baru” yang mewakili Dapil Sumut 1 yaitu Prananda Surya Paloh dan dr. Sofyan Tan.
79 Wawancara dengan PSP, 6 Agustus 2014, pukul 16.30 di Medan. 80
Keterangan mengenai pemberian “sesuatu” dari calon anggota legislatif dengan konstituennya diperoleh dari hampir seluruh calon, sebut saja seperti Hasrul Azwar (anggota DPRRI Periode 2009- 2014) dari Dapil Sumut 1, Ramadhan Pohan (anggota DPRRI Periode 2009-2014) dari Dapil Jatim 2.
Tabel 2.4.
Daftar Jumlah Calon Anggota Legislatif dari Partai Politik di Dapil Sumut 1 DPR RI
No. Partai Politik Jumlah Caleg Caleg Terpilih Suara
1. Nasional Demokrat 10 1 Prananda Surya Paloh 46.233
2. PKB 10 - - -
3. PKS 9 1 Tifatul Sembiring 74.510
4. PDIP 10 1 H. Irmadi Lubis 46.039
2 dr. Sofyan Tan 113.716
5. Golkar 10 1 Meutya Hafid 45.232
6. Gerindra 10 1 H.R. M. Syafii, SH 46.438
7. Demokrat 10 1 Ruhut Poltak S., SH 34.685
8. PAN 10 1 Mulfachri Harahap, SH 47.280
9. PPP 10 1 Drs. H. Hasrul Azwar 43.908
10. Hanura 10 1 Ir. Nurdin Tampubolon 49.859
11. PBB 10 - -
12. PKPI 10 - -
Jumlah 119 10 501.667
Sumber: Data KPU, 2014.
Para calon anggota legislatif dari Dapil Sumut 1 memiliki latar belakang aktivitas kemasyarakatan yang beragam, tetapi hampir dipastikan mereka sebelumnya memiliki pengalaman sebagai anggota organisasi masyarakat. Tidak terkecuali bahwa sebagian dari para calon anggota legislatif pernah aktif di organisasi kemahasiswaan atau pemuda di Indonesia. Anggota DPR yang terpilih pada Pemilu 2014 dari Dapil Sumut 1 (lihat Tabel 5.4.) adalah politisi yang memiliki latar belakang aktivis organisasi yang kuat, kecuali Prananda Surya Paloh yang tidak begitu dikenal latar belakang aktivis organisasinya.
BAB III
RELASI ORGANISASI PEMUDA DENGAN CALON ANGGOTA