• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Penelitian

a. Pertemuan I

Peneliti memulai pertemuan pertama penelitian dengan

memperkenalkan diri terlebih dahulu dengan menyampaikan maksud

dan tujuan mengapa mengisi kelas tersebut. Mengawali pembelajaran

peneliti ingin menggali ketertarikan siswa tentang pelajaran

matematika terutama penjumlahan dan pengurangan.

Pertama peneliti memberikan pertanyaan kepada siswa tentang

ketertarikannya pada pelajaran matematika. Hampir semua siswa

mengangkat tangannya tanda mereka menyukai pelajaran matematika,

tetapi ada 3 siswa yang tidak mengangkat tangannya. Ketika ditanya

kenapa tidak suka pelajaran matematika mereka menjawab karena

susah. Namun ketika peneliti mengajukan pertanyaan lagi mengenai

kemampuan siswa mengerjakan penjumlahan pengurangan, semua

29

Untuk mengujinya peneliti memberikan dua contoh soal

penjumlahan dan pengurangan untuk dikerjakan siswa di depan kelas

kemudian dibahas bersama-sama. Mengakhiri pertemuan, peneliti

memberikan soal pretest kepada siswa untuk dikerjakan (Lampiran 9).

b. Pertemuan II

Pertemuan kedua penelitian, peneliti memulai dengan

mengajarkan siswa tentang materi penjumlahan. Kondisi kelas dibuat

para siswa duduk di bawah menggunakan karpet dan peneliti berada di

depan. Kondisi ini dimaksudkan agar semua siswa dapat melihat

peneliti dan mempunyai posisi yang nyaman ketika belajar.

Peneliti pertama-pertama mengenalkan alat peraga Montessori

yang digunakan yaitu bagaimana meletakkan alat tersebut sehingga

mudah untuk digunakan. Setelah itu peneliti mengenalkan satuan

puluhan ratusan masing-masing dengan warnanya. Kemudian peneliti

menunjukkan lambang hitung penjumlahan dan pengurangan dan

dimana meletakkannya. Sebelum memberikan contoh soal

penjumlahan peneliti meminta siswa mengulangi terlebih dahulu

penjelasan dari peneliti.

Setelah itu peneliti mulai memberikan contoh pengerjaan

penjumlahan dengan menggunakan alat peraga tersebut. Peneliti

memberi contoh dalam menggunakan alat peraga tersebut dengan

langkah-30

langkah yang harus dilakukan. Setelah itu peneliti memberikan

kesempatan dua siswa untuk mencoba menggunakan alat peraga

Montessori tersebut untuk menyelesaikan soal penjumlahan.

Setelah itu peneliti membagi siswa menjadi empat kelompok

dengan cara berhitung. Peneliti menggunakan cara berhitung juga

untuk mengingatkan siswa untuk membilang angka. Kemudian siswa

menyebutkan angka yang sama bergabung menjadi satu kelompok dan

membentuk sebuah lingkaran. Peneliti meminta setiap kelompok

mengambil alat peraga Montessori tersebut dan meletakkannya di

kelompok. Kemudian peneliti mempersilahkan siswa untuk mencoba

menyelesaikan soal yang ada dalam kartu soal dengan memilih secara

bebas.

Ketika siswa mulai mencoba-coba sendiri, peneliti mulai

berkeliling untuk mendampingi kelompok yang masih kesulitan dalam

menyelesaikan penjumlahan. Permasalahan ditemui pada beberapa

siswa yang belum paham bagaimana menyelesaikan penjumlahan

dengan teknik menyimpan. Peneliti kemudian mencoba mengingatkan

siswa kembali apa arti dari puluhan. Setelah mencoba-coba kembali

siswa dapat mengerti cara melakukan penyimpanan. Permasalahan

muncul ketika siswa menggunakan alat peraga karena ada beberapa

siswa yang kemudian menjadi tidak mendapat giliran untuk

menggunakan alat peraga tersebut. Mengatasi masalah tersebut

31

dengan setiap langkah dilakukan oleh seorang siswa dan dilakukan

secara bergilir sesuai putaran jam. Dengan menggunakan cara tersebut

semua siswa dapat merasakan menggunakan alat peraga tersebut dan

setiap siswa dalam kelompok dapat fokus dalam memperhatikan

langkah-langkah penggunaan alat peraga Montessori tersebut.

Siswa mencoba-coba sendiri sampai waktu belajar selesai. Tidak

lupa siswa diberikan tanggungjawab untuk mengembalikan alat-alat

yang mereka gunakan untuk belajar dengan benar dan rapi.

c. Pertemuan III

Pertemuan ketiga penelitian sudah mulai ada siswa yang

meminta untuk tidak melakukan pelajaran matematika lagi, namun

ketika peneliti memberitahu bahwa akan belajar pengurangan para

siswa menjadi bersemangat kembali. Peneliti membuat kondisi kelas

menjadi seperti hari kedua penelitian dan membagi kelompok lagi.

Untuk mengingatkan kembali tentang penjumlahan peneliti

memberikan kesempatan siswa untuk mencoba-coba kembali

menggunakan alat peraga Montessori. Setelah itu peneliti meminta

siswa untuk duduk tidak secara berkelompok dan memberikan 5 soal

penjumlahan yang dikerjakan setiap siswa sendiri tanpa menggunakan

alat peraga Montessori.

Selesai mengerjakan soal peneliti berada di depan siswa

32

kehidupan sehari-hari. Dari pengantar tersebut siswa paham bahwa

pengurangan adalah bisa berarti hilang, diberikan. Setelah itu peneliti

mulai memberikan contoh menyelesaikan pengurangan dengan

menggunakan alat peraga Montessori. Demonstrasi pengurangan lebih

memakan waktu yang lama karena bagian mengurangi para siswa

tidak bisa langsung paham. Akhirnya untuk menguji sampai mana

siswa paham menyelesaikan pengurangan dengan menggunakan alat

peraga, peneliti meminta dua siswa untuk menyelesaikan soal

pengurangan dengan menggunakan alat peraga. Setelah itu

pembelajaran selesai.

d. Pertemuan IV

Pertemuan keempat penelitian dilaksanakan sama seperti

pertemuan-pertemuan sebelumnya yaitu dengan membagi kelas

menjadi empat kelompok. Setelah itu peneliti memberikan

kesempatan siswa untuk mengingat kembali cara menyelesaikan soal

pengurangan dengan menggunakan alat peraga Montessori. Setelah

tidak ada lagi kesulitan pada setiap siswa, siswa merapikan alat peraga

Montessori tersebut dan duduk tidak dalam kelompok lagi.

Kemudian peneliti memberikan 5 soal pengurangan yang harus

dikerjakan siswa secara mandiri tanpa menggunakan alat peraga

33 e. Pertemuan V

Pertemuan terakhir penelitian siswa diberikan kesempatan lagi

untuk mencoba menggunakan alat peraga Montessori untuk

menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan. Setelah para siswa

cukup menggunakan alat peraga, mereka merapikan alat peraga

tersebut dan duduk di tempat masing-masing.

Peneliti pun memberikan soal posttest kepada para siswa untuk

melihat perubahan yang terjadi sebelum menggunakan alat peraga

Montessori dan setelah menggunakannya (Lampiran 10). Setelah

semua siswa selesai pelajaran ditutup.

Dokumen terkait