Deliverables
No Tujuan
1 Inisiatif Penguatan Framework Bauran Kebijakan Moneter dan Makroprudensial
2 Penguatan Peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Dalam Negeri (KPwDN) dalam mendukung kebijakan KP (SM, SK, dan SP) dan pengembangan ekonomi daerah
3 Pemantapan Crisis Management Protokol (CMP)
4 Akselerasi Pendalaman Pasar Keuangan
Mendorong penguatan implementasi kerangka kerja kebijakan stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran yang terintegrasi dan didukung penguatan operasi moneter.
Refokusing fungsi KPw di daerah pasca pengalihan fungsi Pengawasan Bank ke OJK dan meningkatkan alignment terhadap perumusan dan pelaksanaan bauran kebijakan.
Meningkatkan efektifitas pencegahan dan penanganan krisis secara menyeluruh melalui penguatan Crisis Management Protokol (CMP) Nasional dan CMP di Bank Indonesia.
Mempercepat proses pendalaman pasar keuangan domestik untuk terwujudnya pasar keuangan domestik yang likuid dan efisien.
1) Penyelesaian pematangan Kebijakan Moneter, Makroprudensial, Sistem Pembayaran dan Internasional, serta pembahasan kerangka kebijakan ekonomi dan keuangan daerah;
2) Penyempurnaan kajian/review mengenai eksistensi BI rate sebagai persiapan bahan diskusi dengan ekonom dan analis pasar keuangan, serta pelaksanaan focus group discussion dengan beberapa ekonom dan analis pasar; 3) Finalisasi draf Peraturan Dewan Gubernur (PDG) kerangka kerja dan proses
perumusan kebijakan utama BI;
4) Finalisasi penulisan joint research sektor moneter, SSK dan SP; (v) finalisasi kajian review policy rate masih dalam proses.
1) Penyempurnaan ketentuan dan implementasi Sisstem Informasi Ekonomi Regional (SIER);
2) Memperkuat koordinasi Bank Indonesia di tingkat pusat dan di di KPwDN dalam rangka penyusunan model makro ekonomi daerah, serta memperkuat kerjasama dan komunikasi dengan kementerian/lembaga dan stakeholders daerah dalam rangka pengembangan ekonomi daerah;
3) Penyelenggaraan Rakornas TPI; 4) pengembangan situs web TPI dan TPID;
5) Pilot project Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di DKI Jakarta; 6) Pengembangan blue print PIHPS Nasional.
1) Pada CMP nasional telah diselesaikan penandatanganan pembaruan SKB antara Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan RI, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) No. 14/GBI/DKM/ SKB tentang Sekretariat Forum Koordinasi SSK tanggal 7 Juni 2012. Setelah pembaruan, secara keseluruhan keanggotaan Sekretariat FKKSK berubah menjadi satu Koordinator Sekretariat dan 28 Anggota dengan komposisi 7 dari Kementerian Keuangan, 5 dari Bank Indonesia, 10 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan 6 dari LPS;
2) Telah disusun draft Crisis Binder Nasional serta pelaksanaan Crisis Simulation
Excercise FKSSK;
3) Telah diselesaikan draf final kajian opsi kebijakan pencegahan dan penanganan krisis (policy toolkit);
4) Telah diselesaikan kajian rekalibrasi indikator surveillance (analytical toolkit) berupa (1) Aplikasi Principal Component Analysis (PCA) dalam Pembentukan Indeks Tekanan Pasar Keuangan; (2) Indeks Kerentanan Nilai Tukar (IKNT); dan (3) Identifikasi dan Asesmen Likelihood and Impact.
1) Penyusunan strategi pendalaman pasar keuangan;
2) Penyesuaian ketentuan tentang Valas, draft Repo pasar uang syariah, kajian MTN dan CP, evaluasi penggunaan JIBOR, serta kajian SMF;
3) Koordinasi lintas otoritas lain seperti Kementerian Keuangan RI dan Otoritas Jasa Keuangan, serta asosiasi pelaku pasar dan pengamat pasar keuangan, 4) Pelatihan financial programming and policy.
Deliverables
No Tujuan
5 Implementasi komitmen Indonesia terhadap reformasi keuangan global
6 Penguatan Sinergi BI dengan Pihak Terkait Dalam Rangka Pemberdayaan Sektor Riil dan UMKM
7 Financial Inclusion
8 Percepatan Terwujudnya National Payment Gateway (NPG)
9 Pengalihan fungsi pengawasan bank ke OJK
Meningkatkan ketahanan dan efisiensi perbankan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas permodalan perbankan nasional, memitigasi risiko sistemik terhadap stabilitas sistem keuangan, serta mempersiapkan perbankan Indonesia dalam proses integrasi perbankan di ASEAN.
Mengoptimalkan peran Bank Indonesia dalam pemberdayaan sektor riil dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penciptaan klaster dan wirausaha baru.
Meningkatkan akses masayrakat terhadap emapt jenis layanan jasa keuangan yang dianggap vital bagi kehidupan masyarakat, yaitu layanan simpanan dana, kredit/pembiayaan sistem pembayaran serta asuransi.
Meningkatkan efisiensi sistem pembayaran melalui integrasi sistem pembayaran.
Memantapkan pengalihan fungsi pengawasan bank ke OJK sehingga dapat menjaga keyakinan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan bank.
1) QIS Global, monitoring dampak penerapan permodalan dan leverage ratio sesuai basel III, serta penyempurnaan ketentuan permodalan sesuai basel III;
2) Pembahasan penetapan domestic systemically important banks (D-SIB), review ketentuan permodalan terkait D-SIB, penetapan indikator dan sub-indikator D-SIB, serta simulasi penetapan D-SIB;
3) Penyusunan kerangka kerja ASEAN Banking Integration Framework (ABIF), konsep ABIF charter, proses pengadaaan konsultan untuk kajian strategi nasional ABIF.
1) Fasilitasi akses kepada pembiayaan kepada petani klaster;
2) Pendampingan promosi usaha melalui mentoring, coaching dan workshop; 3) Pilot project penguatan ketahanan pangan daerah.
1) Penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa instansi terkait; 2) Penyempurnaan fitur Tabunganku, selaras dengan kegiatan Mobile Payment
Service (MPS), termasuk sarana penerimaan BSM;
3) Komunikasi dan edukasi melalui berbagai jalur, seperti workshop, integrasi pendidikan kebanksentralan, pelatihan kepada kelompok petani, nelayan, pengusahan UMKM, dan lain-lain.
NPG
1) Disepakatinya nota kesepahaman interkoneksi layanan transfer dana antar prinsipal ATM Debet, dan pembahasan interkoneksi prinsipal ATM/Debet domestic;
2) Penyempunaan ketentuan NPG melalui penyusunan konsepkepemilikan dan kelembagaan Jaringan Pembayaran Nasional dengan industry.
E-money
3) Penyusunan pedoman standar uang elektronik berbasis chip; 4) Perluasan penggunaan sektor transportasi;
5) Realisasi kawasan Less Cash Society dengan menggunakan uang elektronik di Kampus UI.
1) Penyusunan dan penyempurnaan ketentuan internal pengawasan bank di OJK dan mekanisme koordinasi;
2) Kajian sistem pengawasan konsolidasi dan terintegrasi; 3) Penyediaan infrastruktur teknologi informasi;
4) Menyusun dan mengimplementasi struktur organisasi Pengawasan bank di kantor pusat dan regional;
5) Identifikasi asset dan fasilitas yang digunakan OJK;
Deliverables
No Tujuan
10 Performance Based Budgeting
11 Penguatan Komunikasi Kebijakan BI
12 Penyempurnaan Sistem-sistem MSDM
13 Penyiapan Organisasi dan Proses Bisnis Bank Indonesia Kedepan
14 Integrasi Sistem Informasi secara bertahap untuk mendukung SSK, Stabilitas Moneter & Sistem Pembayaran
Meningkatkan akuntabilitas Sistem Anggaran BI dengan meningkatkan keterkaitan antara kinerja dan anggaran.
Meningkatkan efektivitas komunikasi,
akuntabilitas, dan koordinasi terkait kebijakan Bank Indonesia.
Mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan sistem manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang terintegrasi, dan melakukan penyesuaian grading sebagai dampak implementasi Struktur Organisasi Level Atas (SOLA) dan pengalihan fungsi perbankan kepada OJK.
Mengimplementasikan organisasi dan proses bisnis BI baru sesuai Struktur Organisasi Level Atas (SOLA), dan mengimplementasikan pola pengelolaan organisasi sesuai proses bisnis dan nomenklatur Bank Indonesia.
Membangun sistem informasi yang mampu merespons kebutuhan bisnis dengan cepat di sektor sistem perbankan, moneter, sistem keuangan, dan sistem pembayaran.
1) Implementasi standard costing pada penyusunan Program Kerja, Anggaran, dan Rencana Investasi (PKARI) tahun 2014;
2) Implementasi penyempurnaan pedoman cascading strategi Bank Indonesia, termasuk penggunaan Kertas Kerja Usulan Program Kerja (KKUPK); 3) Penyempurnaan standard costing untuk implementasi tahap berikutnya; 4) Sosialisasi anggaran berbasis kinerja;
5) Implementasi aplikasi PPA hasil pengembangan dalam penyusunan PKARI 2014, dan penyelesaian pengembangan aplikasi EDW;
6) Penyelesaian konsep Peraturan Dewan Gubernur untuk bidang anggaran.
1) Penyiapan draft ketentuan internal fungsi komunikasi dan organisasi komunikasi Bank Indonesia;
2) Desain sistem informasi Kehumasan, repository, dan ketentuan teknis; dan 3) Soft launching implementasi call center Bank Indonesia.
(i) penyempurnaan ketentuan internal Sistem penilaian Kinerja Pegawai (SPKP) dan ketentuan promosi; (ii) penyesuaian ketentuan pegawai tugas belajar (PTB); (iii) penyempurnaan mekanisme penugasan dan pengelolaan SDM penugasan, termasuk penugasan ke OJK; (iv) laporan dampak penerapan sistem grading terhadap remunerasi, dan penyesuaian ketentuan gaji; serta (v) rekrutmen Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) melalui jalur kerja sama dengan universitas maupun jalur massal.
1) Penyempurnaan organisasi di sektor stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, dan satuan kerja mirroring pengawasan bank;
2) Penyempurnaan satuan kerja manajemen intern dan kantor perwakilan Bi di dalam negeri;
3) Pengelolaan komunikasi perubahan.
1) Pendetilan proses bisnis di sektor Stabilitas Sistem Keuangan dan pemetaan proses bisnis pengawasan di sektor Sistem Pembayaran.
2) Pemetaan kebutuhan informasi untuk fungsi pengawasan Sistem Pembayaran;
3) Penyusunan Kamus Data (Data Dictionary) aplikasi LSMK (termasuk Pengawasan Sistem Pembayaran);
4) Penyusunan enterprise data model LSMK (termasuk Pengawasan Sistem Pembayaran).
5) Integrasi aplikasi perolehan data, pemrosesan data terstruktur dan dashboard, serta pemrosesn data tidak terstruktur.
Tanggal Perihal
1. PeRATURAN BANK INDONeSIA
No Nomor PBI
1 15/1/PBI/2013 18 FebruarI-2013 Lembaga Pengelolaan Informasi Perkreditan
2 15/2/PBI/2013 20 MeI-2013 Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Umum
Konvensional
3 15/3/PBI/2013 21 MeI-2013 Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat
4 15/4/PBI/2013 12 Agustus 2013 Laporan Stabilitas Moneter dan Sistem Keuangan Bulanan Bank
Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
5 15/5/PBI/2013 27 Agustus 2013 Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/11/
PBI/2010 Tentang Operasi Moneter
6 15/6/PBI/2013 30 Agustus 2013 Perubahan Ketiga Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/1/
PBI/2005 tentang pinjaman Luar Negeri Bank
7 15/7/PBI/2013 26 September 2013 Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/19/
PBI/2010 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing
8 15/8/PBI/2013 7 Oktober 2013 Transaksi Lindung Nilai Kepada Bank
9 15/9/PBI/2013 10 Oktober 2013 Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/13/PBI/2008
tentang Lelang dan Penatausahaan Surat Berharga Negara
10 15/10/PB/12013 1 November 2013 Jumlah Dan Nominal Uang Rupiah Yang dimusnahkan Tahun 2011
dan Tahun 2012
11 15/11/PBI/2013 22 November 2013 Prinsip Kehati-hatian dalam Kegiatan Penyertaan Modal
12 15/12/PBI/2013 12 Desember 2013 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
13 15/13/PBI/2013 24 Desember 2013 Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009
Tentang Bank Umum Syariah
14 15/14/PBI/2013 24 Desember 2013 Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11 /10/PBI/2009
Tentang Unit Usaha Syariah
15 15/15/PBI/2013 24 Desember 2013 Giro Wajib Minimum Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing
bagi Bank Umum Konvensional
16 15/16/PBI/2013 24 Desember 2013 Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank
Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
Tanggal Perihal
2. PeRATURAN DeWAN GUBeRNUR
No Nomor PDG
1 15/1/PDG/2013 25 JanuarI-2013 Remunerasi Asisten Gubernur Bank Indonesia
2 15/2/PDG/2013 15 JanuarI-2013 Perubahan Ketiga Atas PDG No. 10/11/PDG/2008 tentang Remunerasi
Pegawai Bank Indonesia
3 15/3/PDG/2013 26 FebruarI-2013 Penilaian Kinerja Pegawai Bank Indonesia
4 15/4/PDG/2013 15 Maret 2013 Perubahan Keempat atas PDG No. 10/11/PDG/2008 tentang Remunerasi
Pegawai Bank Indonesia
5 15/5/PDG/2013 15 Maret 2013 Remunerasi Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia
6 15/6/PDG/2013 29 April 2013 Pinjaman Multiguna dan Pembiayaan bagi Pegawai Bank Indonesia
7 15/7/PDG/2013 29 April 2013 Pinjaman Multiguna dan Pembiayaan bagi Pegawai Bank Indonesia
8 15/8/PDG/2013 30 April 2013 Organisasi Bank Indonesia
9 15/9/PDG/2013 21 MeI-2013 Kode Etik Anggota Dewan Gubernur
10 15/10/PDG/2013 31 JulI-2013 Organisasi Bank Indonesia
11 15/11/PDG/2013 6 September 2013 Perubahan Atas Nomor 9/1/PDG/2007 Tentang Kejelasan
TanggungJawab Pelaksanaan Tugas (Single Point Of Responsibility) Anggota Dewan Gubernur Bank
12 15/12/PDG/2013 6 September 2013 Perubahan Atas Peraturan Dewan Gubernur Nomor 12/4/ PDG/2010
Tentang Komite di Bank Indonesia
Harga barang/jasa yang diatur oleh Pemerintah, misalnya harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik.
Rasio efisiensi bank yang mengukur beban operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin tinggi nilai BOPO maka semakin tidak efisien operasi bank.
Suku bunga kebijakan yang mencerminkan stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. Bank Indonesia Real-Time Gross Settlement, merupakansistem transfer dana secara elektronik antar peserta Sistem BI-RTGS dalam mata uang rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi secara individual.
Bank Indonesia – Scripless Securites Settlement System, merupakan sarana transaksi dengan Bank Indonesia termasuk penatausahaannya dan penatausahaan Surat Berharga secara elektronik dan terhubung langsung antara Peserta, Penyelenggara dan Sistem BI-RTGS.
Cadangan devisa negara yang dikuasai oleh Bank Indonesia yang tercatat pada sisi aktiva neraca Bank Indonesia, yang antara lain berupa emas, uang kertas asing, dan tagihan dalam bentuk giro, deposito berjangka, wesel, surat berharga luar negeri dan lainnya dalam valuta asing kepada pihak luar negeri yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran luar negeri.
Rasio kecukupan modal bank yang diukur berdasarkan perbandingan antara jumlah modal dengan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). Penempatan dana rupiah oleh Bank di Bank Indonesia dalam rangka operasi moneter.
Sistem Peringatan Dini
Suatu kegiatan menyeluruh yang bertujuan untuk meniadakan segala bentuk hambatan baik yang bersifat harga maupun non harga, terhadap akses masyarakat dalam menggunakan dan/atau memanfaatkan layanan jasa keuangan.
Indikator kinerja stabilitas sistem keuangan Indonesia secara keseluruhan yang mencakup perbankan, pasar saham dan pasar obligasi, dan membantu megidentifikasi potensi tekanan di sistem keuangan.
Rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga yang diterima oleh bank. FDR digunakan untuk bank syariah, sedangkan LDR untuk bank umum.