• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. UPACARA MANGAN AHAI FALLO

3.8. Pelaksanaan Upacara Mangan Ahai Fallo

Dalam proses pelaksanaan upacara mangan ahai fallo ini biasanya dihadiri oleh seluruh masyarakat warga tani, anggota masyarakat yang hadir diacara ini harus turut berpartisipasi dalam penyelenggaraannya. Karena orang yang datang diacara mempunyai hak dan kewajiban yaitu dalam hal memeriahkan dengan penampilkan tarian-tarian, dan gambus yang dibawakan oleh ibu-ibu dari desa setempat.

Adapun susunan acara mangan ahai fallo yaitu:

Protokol adalah orang yang memandu acara dari awal sampai selesai. Protokol ini sangat berperan penting dalam acara ini, karena tanpa adanya seseorang yang memandu dalam acara, maka upacara mangan ahai fallo tidak bisa berjalan dengan semestinya. Karena semua berada ditangannya baik dalam susunan acara maupun yang lainnya, seperti menampilkan

6

orang yang akan membacakan ayat suci Al-Quran oleh tilawah sampai penutupan acara yaitu pembacaan doa oleh alim ulama.

b. Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh tilawah.

Pembacaan ayat suci Al-Quran merupakan hal yang paling penting ini dilakukan pada awal pembukaan acara, karena adanya pembacaan suci Al-Quran para undangan dan masyarakat setempat dapat mendengarkan dan memahami apa yang dibaca oleh tilawah tersebut, dapat membuka hati. Agar dalam hidup selalu bersyukur dan mengingat Allah. Dengan bunyi Surat Ali-imran ayat 102-108, alasan kenapa ayat ini yang dibacakan karena, menurut kepercayaan masyarakat ayat inilah yang lebih bermakna yang terkait dengan syukur nikmat atas hasil panen padi. Jadi ayat ini tidak boleh digantikan dengan membacakan ayat yang lain. Sebab pengertian ayat ini memiliki arti tersendiri.

c. Kata-kata sambutan oleh ketua kelompok tani atau disebut sebagai Keujeurun blang atau keucik blang.

Kata-kata sambutan oleh Pak keujeurun blang yang menyampaikan kata-kata selamat datang ke pada para peserta undangan dan aparat Desa. kemudian mengucapkan kata-kata penghormatan, yang saya hormati pak Radian sebagai kepala Desa Tanjug Raya, penghormatan saya kepada bapak mukeum Tala Bano beserta aparatnya, penghormatan saya kepada pak Camat Teluk Dalam yang telah bersedia hadir dalam acara mangan ahai fallo, perhormatan saya kepada Pak imam beserta stafnya. Yang saya hormati para undang dari dinas pertanian, penghormatan saya kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang berturut hadir dalam mangan ahai fallo. supaya dengan adanya acara ini muda-mudahan bagi yang mengikutinya mendapat pengetahuan dari apa yang disampaikan, baik dari saya sebagai keujeurun blang maupun dari yang lainnya. dan sekaligus meminta maaf selama memimpin blang (sawah), mungkin banyak kesalahan yang membuat perasaan anggota menjadi tidak enak oleh karena itu kejeurun blang memintah maaf dengan setulusnya kepada anggota tani. Serta menyampaikan masalah upah blang yang akan kenakan satu kepala keluarga senyak 6 (enam) bambu.

Gbr.1.1

Keujeurun Blang, yang menyampaikan kata-kata sambutan. d. Kata-kata arahan dan bimbingan yang disampaikan oleh salah satu dari dinas

pertanian.

Kata-kata arahan dan bimbingan dari dinas pertanian, yang disampaikan bahwa dalam mengerjakan sawah agar selalu giat dan jangan bermalas-malasan. Kata bapak dari dinas pertanian saya dan para anggota saya, kami bersedia membantu desa ini, terutama memberikan traktor, pestisida, dan pupuk. Oleh karena itu kami harapkan kepada para warga tani di Desa Tanjung Raya, dalam hal keperluan pertanian segera diusulkan kepada kami. Kami dari dinas pertanian berharap supaya di desa ini menjadi desa penghasil beras yang banyak. ( Teks dapat dilihat pada lampiran ).

e. Kata-kata nasehat dan pandangan oleh kepala desa (keucik)

Kata-kata nasehat dan pandangan oleh kepala desa, yang disampikan kepada masyarakat warga tani agar tetap semangat dalam mengolah sawahnya dengan

baik, dan jangan menyerah sebelum berusaha. (Teks dapat dilihat pada lampiran )

f. Tampilan selingan dari ibu-ibu

Selingan dari ibu-ibu, dengan menyayikan lagu daerah yang diiringi dengan gendang (gambus). Tampak seperti gambar dibawah ini:

Gbr.1.2

Penyayi Gambus pada upacara Tari-tarian dari anak-anak

Gbr.1.3

Anak-anak Yang ikut berpartisipasi menyemarakan upacara mangan ahai fallo

g. Doa sesuai dengan agama Islam

Doa yang dibacakan disini tercantum dalam surat Ali-imran ayat 191-194. Dan surat Ibrahim ayat 37-41. Arti dari pembacaan doa tersebut berisi, dijauhkan dari marabahaya, serta diberikan kesehatan, dimudakan rizeki. Doa, kegiatan berdoa ini dipimpin oleh seorang ulama yang hadir dalam upacara tersebut. berdoa ini bertujuan untuk memohon dan ucapan terimakasih kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Tanjung Raya yang berupa hasil panen yang melimpah yang dapat membantu kebutuhan hidup mereka, serta diminta agar diberikan kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat karena setelah acara mangan ahai fallo nantinya mereka akan bersama-sama turun ke sawah kembali.

Setelah berdoa, dilanjutkan dengan acara yang terakhir yaitu makan bersama yang diikuti oleh seluruh masyarakat dan para undangan dari desa tetangga maupun para undangan dari pertanian. Makan bersama ini mengandung makna persatuan dalam masyarakat. Makanan yang dihidangkan dalam acara ini berupa nasi dengan lauk pauknya, serta pulut, yang dimakan bersama oleh para tamu dan masyarakat yang hadir dalam upacara tersebut. setelah makan bersama masyarakat saling bersalam-salaman antar sesama dan saling memintak maaf atas semua khilafan yang pernah dilakukan sebelumnya.

h. Makan bersama. Makan bersama ini biasanya diikuti oleh semua hadirin yang datang pada saat upacara berlangsung. Makanan tersebut dibawa oleh masing-masing warga desa dan aparat desa. Aparat desa menyediakan sebagian kecil

saja, dan makanan tambahan yang dibawa oleh warga tani yang lainnya.. Tujuan makan bersama ini adalah sebagai syarat untuk menyatukan kekompakan masyarakat sesama warga tani yang akan melangsungkan turun sawah.

Gambar 1.4 tampak kesibukan warga yang sedang makan bersama

Dokumen terkait