• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4) Pelapisan kedap air

Beton yang digunakan untuk atap pada dasarnya tidak kedap air sehingga diperlukan suatu lapisan guna menutupi permukaan beton tersebut dengan lapisan kedap air (water proofing) agar beton terhindar dari keretakan dan kebocoran. 5) Saluran pengeluaran air

Permukaan atap harus mempunyai kemiringan yang cukup ke arah lubang saluran sehingga air dapat mengalir dengan lancar. Kemiringan untuk roof garden Cukup dibuat 3 persen ke arah saluran drainase.

6) Penjangkaran (pengikatan)

Pohon mungkin perlu diikatkan langsung pada struktur atap beton untuk memastikan kestabilan pohon terutama pada saat angin bertiup kencang dan hujan deras. Spesifikasi dan jumlah jangkar yang diperlukan bergantung pada besarnya pohon yang akan diikat. Jangkar pengikat ini dapat dicor pada saat atap beton dibuat atau dapat pula dibuat kemudian dengan cara mengebor dan mengecor kembali pelat beton yang ada.

Tabel 4 Jenis dan Fungsi Vegetasi

Jenis Vegetasi Nama Lokal Nama Latin Fungsi

Pohon Glirisidia Glirisidia sepium Peneduh dan

pengarah

Flamboyan Delonix regia Peneduh dan estetika

Ekaliptus Eucalyptus deglupta Pembatas dan

estetika

Damar Agathis damara Screening dan

peredam bising

Batai laut Pelthoporum

pterocarpum

Peneduh dan estetika

Ki hujan Samanea saman Peneduh

Cemara sinensis Juniperus chinensis Pengarah, peredam polusi suara, dan penyaring polusi suara

Glodogan tiang Polyalthea longifolia Pengarah

Cemara tretes Cupressus

sempervirens

Screening, pengarah,

estetika

Palem

Palem mini Phoenix robelinii Estetika

Kurma Palem kenari Phoenix dactylifera Phoenix canariensis Estetika, pengarah Estetika, pengarah

Tanaman semak, dan tanaman merambat

Sambang darah Excoecaria

cochinchinensis

Estetika, pengikat partikel debu

Akar dani Quisqualis indica Estetika, tanaman

aromatik, dan

shadowing untuk

atap

Thunbergia Thunbergia sp. Estetika, pengikat

partikel debu, dan

shadowing untuk

atap

Kock’s Bauhinia Bouhinia kockkiana Estetika, pengikat partikel debu, dan

shadowing untuk

atap

Ground cover Rumput

Spathiphyllum

Axonopus compresus

Spathiphyllum sp.

Penyerap panas, estetika, penahan rembesan air pada atap, dan pengikat partikel debu estetika

4.3.4.2 Konsep Penanaman pada Lahan Terbuka

Elemen vegetasi merupakan unsur yang dominan pada lahan terbuka. Lahan terbuka ditanami vegetasi yang berbeda-beda, sesuai dengan fungsinya.

4.3.4.2.1 Vegetasi Peneduh

Vegetasi peneduh merupakan vegetasi dengan tujuan memberi keteduhan untuk meningkatkan kenyamanan beraktivitas dan beribadah dengan karakter berupa vegetasi berbentuk dome. Vegetasi ini ditanam di area parkir outdoor sebelah timur masjid dan pada jalur sirkulasi manusia pada pedestrian walk dan sepanjang Jalan Raya Pajajaran.

4.3.4.2.2 Vegetasi dengan Fungsi Screening

Vegetasi dengan fungsi screening merupakan vegetasi dengan tujuan menutupi bad view dan menyerap polusi udara dan suara, dengan karakter vegetasi berdaun indah, serta arsitektur tajuk (canopy) berbentuk kolumnar atau kerucut. Vegetasi ini ditanam di sebelah utara dan timur masjid, yaitu daerah yang berbatasan dengan Jalan Sambu dan Jalan Raya Pajajaran.

4.3.4.2.3 Vegetasi Pengarah

Vegetasi pengarah merupakan vegetasi dengan tujuan mengarahkan sirkulasi kendaraan dan manusia, dengan arsitektur tajuk berbentuk kerucut atau menyerupai bentuk tiang memanjang seperti palem raja dan glodogan tiang. Vegetasi ini ditanam pada jalur sirkulasi kendaraan di dalam kompleks masjid.

4.3.4.2.4 Vegetasi Pembatas

Vegetasi pembatas merupakan vegetasi dengan tujuan memberi batas tapak sebagai orientasi bagi pengunjung, dengan arsitektur tajuk columnar atau kerucut. Vegetasi ini ditanam pada perbatasan wilayah kompleks masjid terutama di sebelah selatan gedung Markaz Islam Bogor dan sebelah utara masjid yang berbatasan dengan Jalan Sambu.

Vegetasi-vegetasi yang telah dijelaskan di atas memiliki jenis, jarak tanam, dan jumlah vegetasi yang berbeda-beda. Jenis, jarak tanam, dan jumlah vegetasi dari masing-masing vegetasi di atas terdapat pada Tabel 5.

Tabel 5 Jenis, Jarak Tanam, dan Jumlah Vegetasi untuk Lahan Terbuka

Jenis Vegetasi Nama Lokal Nama Latin Jarak Tanam antar Pohon (m)

Jumlah

Pohon Glirisidia Glirisidia sepium 12 11 Phn

Flamboyan Delonix regia - 1 Phn

Ekaliptus Eucalyptus

deglupta

5 31 Phn

Damar Agathis damara 5 10 Phn

Batai laut Pelthoporum

pterocarpum

10 13 Phn

Ki hujan Samanea saman - 1 Phn

Cemara sinensis Juniperus chinensis

3 40 Phn

Glodogan tiang Polyalthea longifolia 8 8 Phn Cemara tretes Palem mini Cupressus sempervirens Phoenix robelinii 3 - 26 Phn 7 Phn

Palem Palem kenari Phoenix

canariensis 5 5 Phn Kurma Phoenix dactylifera - 2 Phn Tanaman merambat berbunga

Sambang darah Excoecaria cochinchinensis

0,5 70 Pl

Akar dani Quisqualis indica 0,5 70 Pl

Thunbergia Thunbergia sp. 0,5 212 Pl

Kock’s Bauhinia Bouhinia

kockkiana

0,5 212 Pl

Ground cover Rumput

Spathiphyllum Axonopus compresus Spathiphyllum sp. - 600 m2 260 m2 Keterangan Phn : pohon Pl : polibag 4.3.5 Konsep Irigasi

Irigasi adalah sesuatu yang penting untuk menjaga kondisi lanskap agar fungsi lanskap tetap optimal dan terjaga kualitas estetikanya. Walaupun Kota Bogor memiliki intensitas hujan yang tinggi, namun penerapan sistem irigasi tetap

diperlukan untuk mencegah kondisi tanaman menjadi layu atau kering karena terik matahari, terutama pada area atap bertanaman karena ketebalan lapisan tanah yang digunakan pada atap bertanaman lebih dangkal jika dibandingkan dengan tanah asli dan tidak adanya tanah permukaan (top soil) sehingga jumlah air yang disimpan oleh tanaman juga menjadi terbatas.

Penyaluran air pada atap bertanaman sangat penting. Setinggi lapisan penyaluran air (5-10 cm), air dapat dibendung sebagai cadangan bagi tanaman. Penggunaan sistem irigasi tetes (drip irigation) adalah sistem yang sesuai untuk atap bertanaman. Tanaman semak dan perdu menggunakan drip irigation dengan sistem emitter berupa tabung berbentuk menyerupai paku yang dibenamkan (tubing stake) (Gambar 24), sedangkan pohon pada atap bertanaman menggunakan sistem tetes berupa tabung melingkar yang mengelilingi batang pohon (Gambar 25). Untuk irigasi pohon-pohon yang ditanam di tanah, cukup dengan memanfaatkan curah hujan atau dengan penyiraman manual jika diperlukan.

Gambar 24 Irigasi Tetes Pancang Benam

Gambar 25 Sistem Irigasi Tetes Melingkar pada Pohon

4.3.6 Konsep Tempat Parkir

Untuk memenuhi kebutuhan ruang parkir yang tinggi, perlu adanya penambahan ruang parkir di Kompleks Masjid Raya Bogor. Penambahan ruang parkir khusus untuk mobil akan ditempatkan di sebelah timur masjid, menggantikan posisi toilet umum yang ada saat ini. Tempat parkir dibuat memanjang, untuk masing-masing mobil diberi space area 2,5 x 4,3 m dengan total luas area parkir 321 m2, dan posisi tempat parkir mengapit jalan sirkulasi dengan lebar 3,4 m.

4.3.7 Konsep Penerangan Malam

Penerangan harus senantiasa dilihat dari sisi kualitas dan kuantitasnya. Pencahayaan yang akan dibuat bukanlah sekedar menyediakan lampu dan terangnya, tetapi lebih kepada pembentuk suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung. Jadi, pencahayaan bukan hanya sekedar masalah praktis untuk kebutuhan keamanan dan kenyamanan, tetapi juga estetis. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan bentuk, jenis, dan warna lampu serta peletakan yang sesuai. Konsep pencahayaan untuk lanskap dibedakan menurut peletakannya, yaitu sebagai berikut.

Dokumen terkait