• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 9. PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN

9.4 Pelaporan

Pelaporan tentang hasil pelaksanaan pekerjaan adalah bagian penting dari pemantauan dan pertanggungjawaban program. Penyiapan laporan mengenai kemajuan pelaksanaan program harus dibuat secara sederhana dan seringkas mungkin.

Pelaporan dalam program Pamsimas merupakan proses penyampaian data dan atau informasi mengenai perkembangan atau kemajuan setiap tahapan dari pelaksanaan program, kendala atau permasalahan yang terjadi, penerapan dan pencapaian dari sasaran atau tujuan Pamsimas. Mekanisme pelaporan dan pelaksanaan Pamsimas dilakukan melalui jalur struktural.

Semua pelaku program Pamsimas bertanggungjawab untuk membuat pelaporan atas pelaksanaan program pada tingkat desa/kelurahan, kabupaten/kota, propinsi dan tingkat pusat. Hal ini untuk membantu dalam evaluasi kinerja pelaku program Pamsimas.

Untuk aparat pemerintah yang terlibat dalam program Pamsimas, format laporan mengikuti kebijaksanaan dari masing-masing instansi. Sedangkan pelaporan untuk konsultan mengikuti format yang diatur dalam Petunjuk Teknis Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan.

LAMPIRAN

PERAN, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PELAKU

PROGRAM PAMSIMAS

1. TINGKAT KABUPATEN/KOTA

1.1. Bupati/Walikota

Bupati/Walikota bertanggungjawab:

1. Mengkoordinasikan penyelenggaraan Program Pamsimas di wilayah kerjanya. 2. Mewujudkan tata kelola dan tata laksana Program Pamsimas yang baik.

3. Membentuk Tim Koordinasi Kabupaten/Kota (TKK) dan Tim Teknis

Kabupaten/Kota, DPMU, Satker Kabupaten/Kota, dan Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc) serta Tim Teknis Kecamatan.

4. Menetapkan lokasi sasaran Pamsimas di wilayahnya sesuai kriteria program Pamsimas

1.2. Tim Koordinasi Kabupaten/Kota

Tim koordinasi Kabupaten dibentuk berdasarkan SK Bupati/Walikota, yang diketuai oleh Kepala Bappeda Kabupaten/Kota, dan beranggotakan: Dinas Bidang Cipta Karya/dengan sebutan lain, Badan Pemberdayaan Masyarakat/dengan sebutan lain, Dinas Kesehatan, Bapedalda, dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan.

Tim Koordinasi Kabupaten/Kota bertanggungjawab untuk:

1. Mensosialisasikan program Pamsimas kepada masyarakat di tingkat kabupaten. 2. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program di

Kabupaten/Kota.

3. Menetapkan desa sasaran program, membuat rangking desa/kelurahan yang bersangkutan untuk dapat menentukan prioritas desa, dan membuat SK penetapan lokasi desa proyek Pamsimas.

4. Membentuk Tim Evaluasi RKM, dengan anggota terdiri dari staf Bappeda, sudin PU, Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Diknas.

5. Menyetujui Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dengan membuat surat persetujuan, sehingga dapat dibuat SPPB antara Satker Kabupaten dan LKM. 6. Menindak lanjuti musyawarah yang dihadiri oleh LKM, TFM, DPMU untuk

membahas RKM I sehingga bisa dikirimkan ke Bupati/Walikota.

8. Melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan program di wilayahnya.

9. Menanggulangi berbagai ragam masalah antar sektor yang timbul dalam pelaksanaan.

10. Memonitor kemajuan Program dan melaporkan kepada Bupati/Walikota dan pemerintah Provinsi,

11. Memonitor kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan program.

1.3. Tim Teknis Kabupaten/Kota

Tim Teknis Pamsimas Kabupaten/kota adalah Pokja AMPL (bagi yang sudah terbentuk). Bagi Kabupaten/kota yang belum terbentuk Pokja AMPL, Tim Teknis Kabupaten/kota Pamsimas menjadi embrio terbentuknya Pokja AMPL Kabupaten/kota. Tim Teknis Kabupaten/kota beranggotakan inter-instansi dari:

§ Badan perencanaan pembangunan kabupaten/kota, § Dinas bidang Cipta Karya/dengan sebutan lain

§ Badan pemberdayaan masyarakat dan desa/dengan sebutan lain, § Dinas kesehatan

§ Dinas pendidikan

§ Bapedalda/ Dinas Lingkungan Hidup.

Tim Teknis Kabupaten/Kota bertanggungjawab untuk membantu TKK dalam:

1. Memberikan pembinaan teknis terkait dengan kebijakan operasional dalam pelaksanaan di desa/kelurahan yang dikoordinasikan oleh BPMD

2. Memberikan pembinaan teknis dalam implementasi pedoman untuk pelaksanaan seperti pedoman teknis, pedoman pelaksanaan, pedoman pendanaan, pedoman pemantauan, dan lain sebagainya yang dikoordinasikan oleh Dinas PU

3. Mengevaluasi kelayakan calon desa sasaran sesuai kriteria yang sudah ditetapkan yang dikoordinasikan oleh BPMD

4. Memberi masukan kepada DPMU tentang perkembangan pelaksanaan program serta mengambil langkah yang diperlukan khususnya dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pendayagunaan dana bantuan luar negeri yang dikoordinasikan oleh Dinas PU

5. Memberikan masukan tentang aspek yang berkaitan dengan kebijakan umum kepada TKK yang dikoordinasikan oleh Bappeda

6. Membantu menyelaraskan kegiatan Pamsimas agar sesuai dengan rencana pembangunan kabupaten bersangkutan sehingga tidak tumpang tindih dengan kegiatan pembangunan lain yang sejenis yang dikoordinasikan oleh Bappeda 7. Memberikan masukan kepada DPMU, khususnya mengenai masalah yang

berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan Program yang dikoordinasikan oleh Dinas PU bersama dengan Dinas Kesehatan

9. Menyusun laporan hasil pemantauan pelaksanaan RAD AMPL Kabupaten/Kota untuk dukungan Program PAMSIMAS, yang dikoordinasikan oleh Bappeda.

10. Memantau kegiatan dan mengevaluasi kinerja penyelenggaraan PAMSIMAS berdasarkan laporan DPMU yang dikoordinasikan oleh Dinas PU

11. Menfasilitasi sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan RAD AMPL, PJM Proaksi, Rencana Kerja BP-SPAMS, dan Rencana Kerja Asosiasi BP-SPAMS yang dikoordinasikan oleh Bappeda bersama dengan BPMD.

12. Memantau kinerja BP-SPAMS secara berjenjang dari desa/kelurahan, dan kecamatan yang dikoordinasikan oleh BPMD.

1.4. Unit Pengelola Program Kabupaten/kota (DPMU) Tugas dari DPMU adalah:

1. Melaksanakan sosialisasi Pamsimas di kabupaten/kota dalam rangka mencari desa/kelurahan sasaran program, dan mengikuti sosialisasi Pamsimas yang dilakukan di desa.

2. Mengumumkan daftar desa/kelurahan yang ditetapkan untuk ikut serta dalam program Pamsimas.

3. Menjadi narasumber pertemuan pleno desa/kelurahan untuk membahas hasil identifikasi masalah dan analisis situasi.

4. Mendampingi tindaklanjut berita acara pembentukan LKM ke Notaris untuk mendapatkan legitimasi dan kekuatan hukum sebagai representasi masyarakat dalam mengelola dan melaksanakan proyek

5. Menindaklanjuti pengajuan RKM yang telah dievaluasi Tim Evaluasi RKM untuk diverifikasi oleh TKK melalui forum presentasi RKM oleh LKM untuk mendapat persetujuan dari TKK, dan selanjutnya ditindaklanjuti dengan pembuatan SPPB antara Satker/PPK Pamsimas kabupaten/kota dengan LKM.

6. Memfasilitasi kelembagaan lintas desa/kelurahan yang dapat berupa aliansi kerja dari beberapa Badan Pengelola di tingkat kabupaten/kota,

7. Memfasilitasi Badan Pengelola agar memperoleh akses terhadap berbagai pihak untuk mendukung programnya meskipun Pamsimas sudah selesai

8. Melakukan koordinasi dan penyebarluasan informasi mengenai kemajuan Program termasuk laporan keuangan dan lainnya.

9. Memonitor dan mengevaluasi kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan di kabupaten/kota.

10. Memonitor dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan operasional teknis dan administrasi Program.

11. Melakukan evaluasi kinerja konsultan dan FM

12. Mencatat, memantau dan menindaklanjuti keluhan yang diterima.

13. Mendorong pembentukan jaring kerja Badan Pengelola dengan pihak-pihak lain di proyek.

14. Mencatat dan memantau keluhan yang sudah ditangani UPM-LKM dan meneruskan kepada UPM-PPMU

15. Melakukan upaya tindak-lanjut keluhan dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi (keluhan yang tidak dapat ditangani oleh UPM-LKM/Lurah/Kades) serta melakukan upaya penanganan dan melaporkan kepada UPM-PPMU.

16. Menyusun laporan keuangan Pamsimas Kabupaten/Kota

17. Menyusun Laporan Kemajuan Bulanan Progress fifik dan keuangan Kewenangan DPMU:

1. Meminta kepada LKM untuk memperbaiki RKM bila tidak memenuhi persyaratan setelah dievaluasi oleh Tim Evaluasi RKM

2. Memfasilitasi SPPB antara Satker Pamsimas dengan LKM

3. Memberikan peringatan kepada LKM (Satlak Pamsimas) dan TFM apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur.

4. Melakukan upaya penanganan keluhan yang tidak dapat diputuskan di UPM-LKM, berfungsi sebagai UPM-DPMU.

1.5. Satker Kabupaten/Kota

a. Kepala Satuan Kerja di Kabupaten/Kota Tugas dari Satker Kabupaten/Kota adalah:

1. Melakukan kontrak dengan LKM yang difasilitasi oleh DPMU 2. Membuat SPM (Surat Perintah Membayar)

3. Secara rutin setiap bulan melaporkan daftar penerbitan SPM-LS kepada DPMU sebagai bahan penyusunan laporan keuangan Pamsimas Kabupaten/Kota

4. Memberikan data keuangan yang diperlukan DPMU dalam menyusun kemajuan bulanan.

Kewenangan Satker Kab/Kota adalah:

Meminta rekomendasi dari DPMU mengenai penerbitan SPM-LS dan pencairan dana BLM tahap berikutnya.

b. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tugas dari PPK adalah:

1. Melakukan supervisi terhadap Tim Evaluasi RKM.

2. Melakukan pengendalian pelaksanaan kegiatan evaluasi dalam rangka monitoring dan evaluasi.

Kewenangan PPK adalah:

Menandatangani kontrak/SPK yang bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari kontrak/SPK tersebut dan bertanggungjawab kepada

1.6 Konsultan Kabupaten/Kota (DMAC) 1.6.1 Konsultan DMAC Pemberdayaan

Tugas rinci Konsultan DMAC Pemberdayaan adalah:

1. Membantu proses kajian, analisis, dan rencana kegiatan kelompok masyarakat melalui langkah-langkah MPA/PHAST, hingga penyiapan RKM dan membantu masyarakat setempat, terutama LKM dalam melaksanakan dan monitoring program, baik perbaikan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan sanitasi di tingkat masyarakat.

2. Menjamin adanya perhatian dari seluruh stakeholder terkait, termasuk aspirasi golongan yang terpinggirkan agar terwakili dalam pembangunan, public review dan finalisasi RKM. Memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan TFM dan LKM dalam penyiapan RKM.

3. Memberikan masukan teknis dan administratif serta bekerjasama dengan TFM dalam pembentukan LKM dan memperkuat kelembagaan desa untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.

4. Bekerja sama dengan TFM dengan memberikan dukungan strategis kepada TFM untuk: pengerahan sumber daya selama proses pelaksanaan kegiatan (termasuk perencaaan, konstruksi, operasional dan perawatan); pelatihan aspek non teknis seperti operasional dan perawatan dan manajemen keuangan serta menjaga keseimbangan gender dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan dan manajemen penyediaan air minum dan pelayanan kesehatan.

5. Menjamin kegiatan dan pelaksanaan yang diusulkan dalam RKM sesuai dengan kriteria kegiatan Pamsimas.

6. Mengkaji efektifitas pelaksanaan kegiatan proyek dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan kepada DPMU, PPMU dan CPMU.

7. Review dan mengevaluasi laporan fasilitator dan mengkonsolidasikannya di level kabupaten/kota.

8. Mendukung fasilitator dan masyarakat untuk membuat system operasional dan pemeliharaan sarana air dan sanitasi dan melaksanakan review penjaminan mutu (quality assurance) melalui kunjungan periodik.

9. Melakukan upaya-upaya penjaminan mutu kegiatan proyek mulai dari roadshow dan seleksi desa melalui persiapan dan implementasi RKM. Melalui proses ini, Koordinator Fasilitator mengindenfikasi dan mencari solusi untuk masalah-masalah yang muncul dalam pelaksanaan proyek.

10. Mengumpulkan dan menganalisa indikator kesinambungan proyek dalam RKM sebagai bagian dari proses review RKM.

11. Bekerja sama dengan Konsultan Kabupaten dan Fasilitator dalam pelaksanaan Training Fasilitator dan peningkatan capacity building.

12. Melakukan proses monitoring untuk menjamin partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan proyek sejak dari perencanaan hingga implementasi serta operasi dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi.

13. Bersama dengan Fasilitator dan Konsultan kabupaten/kota melakukan review harga perkiraaan dan proses pengadaan, termasuk review dokumentasi pencairan dana, biaya untuk pengadaan dan material serta perlengkapan lain, dan evaluasi kontribusi masyarakat.

14. Bersama dengan DPMU dan Konsultan kabupaten/kota dalam menyiapkan IFR tingkat kabupaten/kota dengan menggunakan masukan.

15. Melakukan koordinasi di wilayah kerjanya secara rutin kepada DPMU, TKK, satker serta dengan dinas terkait lainnya.

1.6.2 Konsultan DMAC Teknik Air Minum dan Sanitasi Tugas rinci Konsultan DMAC Teknik adalah:

1. Melakukan perencanaan strategis, koordinasi dan fasilitasi aktivitas proyek, terutama untuk sarana dan pelayanan air minum dan sanitasi, bekerja sama dengan Dinas PU, Dinkes, dan institusi pemerintah lainnya.

2. Memberikan input teknis dan bekerja sama dengan fasilitator teknis untuk melaksanakan RTA (rapid technical assessment) air minum, membangun opsi-opsi teknologi yang mungkin, dan membantu Unit Pelaksana Pamsimas LKM memilih opsi terbaik sesuai dengan kondisi lingkungan desa.

3. Melaksanakan review jaminan kualitas untuk menjamin kesesuaian dengan pedoman proyek untuk desain awal fasilitas air minum dan sanitasi, evaluasi lingkungan tahap awal, perkiraan biaya, analisis ekonomi dan finansial, perkiraan biaya awal, manajemen keuangan, dan proses pengadaan.

4. Memberikan input teknis dan bekerja sama dengan Fasilitator Teknik untuk mempresentasikan hasil RTA dan RRK kepada masyarakat.

5. Melaksanakan review jaminan kualitas RKM, termasuk RRK, sebelum diserahkan kepada DPMU, serta memfasilitasi masyarakat untuk mengubahnya (jika perlu). 6. Memberikan dukungan teknis kepada Fasilitator Teknik dalam pelaksanaan

supervisi konstruksi dan memverifikasi kualitas dan kuantitas pekerjaan.

7. Mendukung Fasilitator Teknik bekerja sama dengan tenaga kerja lokal dan membimbing pembuatan jamban keluarga.

8. Mendukung Fasilitator membuat sistem operasi dan pemeliharaan yang efektif dan melaksanakan review jaminan kualiats melalui kunjungan periodik ke sistem yang sudah terbentuk.

9. Melakukan review dan mengevaluasi laporan fasilitasi dan mengonsolidasikannya di tingkat kabupaten/kota, bersama dengan konsultan Kesehatan dan Koordinator Fasilitator.

10. Memonitor pelaksanaan monitoring berkelanjutan dan menjamin akurasi dana dalam field book.

1. Melakukan perencanaan strategis, koordinasi, dan fasilitasi aktivitas proyek untuk sekolah dan masyarakat bersama dengan Dinkes, Dinas PU, Dinas Pendidikan, dan institusi pemerintah di daerah lainnya.

2. Memberikan dukungan dan petunjuk kepada TFM dan Unit Pelaksana Pamsimas LKM dalam pelaksanaan pemicuan dengan CLTS, termasuk orientasi CLTS di kabupaten/kota kepada stakeholder, dan aktivitas yang terkait monitoring progress.

3. Memberikan dukungan dan petunjuk kepada Fasilitator Kesehatan dan Puskesmas dalam pelaksanaan CLTS, CTPS dan Promosi Kesehatan, hygiene dan sanitasi, berperan penting dalam proses pemicuan (triggering), membantu masyarakat memonitor kemajuan.

4. Menggunakan teknis partipatoris untuk menjamin kesadaran, pengetahuan, dan persepsi promosi kesehatan, pencegahan penyakit, perilaku higienis dan sanitasi pemimpin masyarakat.

5. Menjamin aktivitas yang diusulkan dan dilaksanakan sebagai bagian dari RKM, untuk mendukung kesehatan dan sanitasi, sesuai dengan kriteria proyek dan bertujuan mengurangi kejadian penyakit terkait air, melalui review aktivitas RKM yang berkaitan dengan promosi keshatan, pencegahan penyakit, dan sanitasi. 6. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan promosi kesehatan

di sekolah untuk meningkatkan kualitas kesehatan sekolah.

7. Bekerja sama dengan Dinkes dan dinas terkait dalam pelaksanaan promosi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas masyarakat.

8. Mendampingi Fasilitator Kesehatan untuk memfasilitasi masyarakat dalam pemilihan opsi perubahan perilaku tidak higienis. Memonitor pelaksanaan monitoring berkelanjutan dan menjamin akurasi data dalam field book.

9. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap data SIM. 10. Melaksanakan uji petik di wilayah kerjanya.

11. Mendukung Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan program air minum dan sanitasi.

1.6.4 Konsultan DMAC Financial Management

Tugas rinci Konsultan DMAC Financial Management adalah:

1. Meningkatkan kapasitas LKM, Satlak Pamsimas, secara formal maupun informal dalam pengelolaan keuangan program.

2. Memfasilitasi LKM, Satlak Pamsimas, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam mereview hasil LPD, aturan , pengadministrasian keuangan, dan lain-lain.

3. Meningkatkan kapasitas LKM, Satlak Pamsimas, dalam penyusunan laporan dan pembukuan keuangan.

4. Meningkatkan kapasitas Pemerintah Desa dan LKM dalam melakukan pemantauan terhadap sistem keuangan Satlak Pamsimas.

5. Memfasilitasi LKM, Satlak Pamsimas, untuk meningkatkan tata kelola dan mekanisme kerja lembaga dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di bidang keuangan.

6. Bersama dengan DMAC dan TFM melakukan pengukuran kinerja pembukuan LKM, untuk selanjutnya dimasukkan dalam aplikasi SIM.

7. Bersama dengan DMAC dan TFM melakukan pemantauan pengelolaan keuangan masyarakat dalam sistem monitoring dan evaluasi Pamsimas.

8. Menyerahkan laporan bulanan kepada FMS PMAC tiap akhir bulan.

9. Bertanggungjawab terhadap penggunaan Pedoman, Juknis, dan POB Pamsimas yang terkait dengan system pengelolaan keuangan di tingkat masyarakat dan pengelolaan data, serta laporang yang dipublikasikan di SIM dan website

2. TINGKAT KECAMATAN

2.1. Tim Koordinasi Kecamatan (TKKc)

Fungsi dan tugas Tim Koordinasi Kecamatan adalah :

1. Merupakan mitra kerja TFM sebagai pendamping masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan dan mengelola kegiatan Pamsimas..

2. Menyebarluaskan informasi mengenai Pamsimas hasil sosialisasi di tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh DPMU dan Tim Koordinasi Kabupaten/kota (TKK).

3. Memfasilitasi sosialisasi Pamsimas di tingkat desa/kelurahan bersama DPMU. 4. Kepala Kecamatan menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan

Pamsimas (SPMKP) berdasarkan BA Acara Pertemuan di desa/kelurahan.

5. Membantu dalam menyebarluaskan informasi tentang program Pamsimas (tujuan, hasil yang diharapkan, persyaratan dan kriteria pemilihan) ke seluruh desa/kelurahan di wilayahnya.

6. Memonitor pelaksanaan kegiatan termasuk pelatihan yang diberikan kepada masyarakat dan melaporkannya kepada TKK.

7. Bersama-sama DPMU melakukan road show ke seluruh desa yang masuk dalam daftar panjang desa (eligible villages long list)

2.2. Tim Teknis Kecamatan (TTKc)

Fungsi dan tugas Tim Teknis Kecamatan secara khusus adalah :

1. Memantau pengelolaan sarana air minum dan sanitasi sebagai bagian tugas pembinaan dari TTKc.

2. Mencatat, memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima.

3. Merekam informasi dan data monitoring pelaksanaan kegiatan termasuk pelatihan yang diberikan kepada masyarakat dan melaporkannya kepada TKKc.

melaksanakan kegiatan promosi kesehatan dan sanitasi/ CLTS kepada masyarakat dan sekolah.

5. Kepala Puskesmas Bertangungjawab terhadap pelaksanaan Stop BABs (sertifikasi Proses CLTS dan ODF/SBS), CTPS dan Promosi Hygiene dan sanitasi dan sanitarien melakukan monitoring evaluasi hasil kegiatan serta verifikasi data.

6. Khusus untuk Kasi PMD Kecamatan membantu pembinaan partisipasi masyarakat.

3. TINGKAT DESA/KELURAHAN

3.1 Pemerintah Desa/Kelurahan

Pemerintah Desa/Kelurahan, dalam hal ini Kepala Desa/Lurah, bertugas untuk:

1. Menyelenggarakan sosialisasi di desa/kelurahan dan memfasilitasi pembentukan LKM dan musyawarah desa/kelurahan selanjutnya, dan menandatangani daftar hadir sosialisasi di tingkat desa/kelurahan.

2. Memfasilitasi musyawarah desa dan menandatangani BA Hasil Musyawarah Desa/kelurahan bersama Ketua BPD.

3. Menandatangani Surat Pernyataan Minat Keikutsertaan Pamsimas (SPMKP) bersama Wakil Masyarakat kemudian mengirimkannya kepada Tim Koordinasi Kabupaten dan tembusan ke DPMU.

4. Memfasilitasi terbentuknya LKM melalui forum musyawarah tingkat desa.

5. Membantu kelancaran proses persiapan usulan kegiatan sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah desa.

6. Mengetahui dan menyetujui hasil perencanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan Pamsimas di desa.

7. Menandatangani Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K) yang dibuat oleh Koordinator LKM.

8. Memfasilitasi komponen masyarakat dalam pengawasan pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan hasil sarana dan prasarana yang terbangun.

9. Memfasilitasi serah terima pengelolaan aset Pamsimas kepada Badan Pengelola. 10. Mencatat, memantau dan menindak-lanjuti keluhan yang diterima.

3.2. Tim Fasilitator Masyarakat 3.2.1 Fasilitator Masyarakat Reguler

a. Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat

Tugas dari Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat adalah:

1. Memfasilitasi dan membantu masyarakat setempat untuk membentuk LKM berdasarkan pedoman proyek, sebagai alat untuk merencanakan dan melaksanakan RKM.

perempuan dalam masyarakat, memberikan perhatian khusus untuk memastikan partipasi aktif dari golongan miskin, golongan kurang beruntung, dan kelompok yang tak tersuarakan di masyarakat.

3. Bersama dengan tim (dengan 2 fasilitator lainnya) membantu masyarakat membangun kerangka kerja institusi, kapasitas dan kemampuannya untuk mensukseskan persiapan dan pelaksanaan RKM (termasuk perencanaan dan pelaksanaan sistem penyediaan air minum, baik program kesehatan masyarakat dan sekolah).

4. Memastikan keterlibatan seluruh stakeholder, termasuk hak mengemukakan pendapat bagi kelompok yang terpinggirkan (fringe group) terwakili dalam proses pembangunan, public review dan finalisasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Menyediakan dukungan dan bimbingan yang diperlukan LKM dalam proses penyusunan RKM.

5. Menggunakan teknik parcipatory untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pembangunan masyarakat, perlunya kontribusi untuk aktifitas proyek, dan pengerahan kontribusi masyarakat baik cash maupun material setempat. Secara rutin mengingatkan masyarakat, bahwa dana BLM belum dapat disalurkan dan konstruksi belum dapat dimulai sampai dengan termobilisasinya kontribusi masyarakat, dan hanya jika LKM melanjutkan pekerjaannya dengan memperhatikan kesetaraan peran laki-laki dan perempuan serta kaum miskin dan kaya.

6. Pada awal masa kegiatan konstruksi, terlabih dahulu membantu masyarakat dalam mengorganisasikan dan memobilisasi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan konstruksi dengan cara paling efektif dan tepat waktu. 7. Bekerja bersama CF-Teknik untuk membantu masyarakat untuk

mengorgani-sasikan tenaga dan material mereka selama proses konstruksi, dan menye-lenggarakan pelatihan non teknis seperti operation and maintenance (O & M) dan menejemen keuangan (termasuk pengaturan dan pengumpulan tarif air, pembukuan, identifikasi kebutuhan pelatihan selanjutnya, keputusan dengan metode participatory terkait rencana ke depan dalam pengembangan fasilitas penyediaan air minum dan pentingnya menegakkan kesetaraan gender dan keadilan dalam pengambilan keputusan dan manajemen penyediaan air minum serta layanan sanitasi).

8. Bersama dengan LKM membuat kebijakan dan prosedur pemilihan anggota baru, O & M, manajemen keuangan, rencana perluasan, penyelesaian perdebatan, dan mengupdate rencana secara periodik dalam rangka penggunaan dana BLM berikutnya.

9. Membantu Konsultan Kabupaten/kota untuk mendapatkan pembelajaran dari proses pembangunan masyarakat dan membuat rekomendasi untuk pengembangan kebijakan proyek, prosedur dan regulasi terkait dengan pembentukan dan pemberdayaan institusi berbasis masyarakat berdasarkan asas keadilan dan kesetaraan gender, sehingga seluruh warga masyarakat mempunyai hak suara dan hak memilih dalam penyediaan layanan, dan

10. Membantu LKM melaksanakan CLTS, berpartisipasi dalam mengadakan

“ignition process” untuk memicu upaya masyarakat untuk mencapai 100%

bebas BAB, mambantu masyarakat memonitor proses mereka dan melakukan usaha perbaikan bila diperlukan.

11. Melakukan kajian kebutuhan pelatihan secara periodik dan menyediakan

technical capacity bulding yang dibutuhkan dan mendukung hal-hal yang

disyaratkan bagi LKM dan grup masyarakat lainnya serta individu untuk mengelola dan memonitor keberlanjutan peningkatan penyediaan air minum selama pelaksanaan dan setelah Pamsimas berakhir.

12. Bersama dengan Fasilitator lainnya, memfasilitasi monitoring keberlanjutan (Sustainability Monitoring) dan menyajikan hasilnya di Field Book untuk dimasukkan ke data base, seperti yang tercantum dalam Juknis Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM).

13. Melakukan pendampingan dan bimbingan (coaching) pelaksanaan administrasi keuangan LKM, terutama pembukuan, pengarsipan dan pelaporan keuangan, minimal 2 kali dalam periode 1 bulan.

14. Melakukan penilaian kinerja manajemen keuangan LKM setiap bulan dan menyampaikan hasilnya kepada LKM serta melaporkan ke DMAC Pemberdayaan.

b. Fasilitator Kesehatan

Tugas dari Fasilitator Kesehatan adalah:

1. Membantu/memfasilitasi masyarakat setempat, terutama LKM dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan monitoring program untuk meningkatkan promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan sanitasi bagi masyarakat.

2. Menyelenggarakan pembahasan PHAST, bersama kelompok pria dan wanita di masyarakat, bekerja sama dengan guru sekolah setempat, petugas kesehatan, sanitarian, bidan desa, dan orang lain yang dipandang sebagai

Dokumen terkait