• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap Pencairan Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)

BAB 6. PELAKSANAAN PROGRAM

6.1 Tahap Pencairan Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)

Dana untuk membiayai kegiatan Pamsimas yang telah dituangkan dalam RKM bersumber dari:

a) Kontribusi masyarakat sebesar minimal 20 % (berbentuk cash minimal 4% dan

in-kind minimal 16%);

b) Dana BLM dari APBD dalam bentuk DDUB (Dana Daerah untuk Program Bersama) minimal 10%; dan

c) Dana BLM dari APBN sebesar 70%.

Penyaluran dana BLM Pamsimas dilakukan berdasarkan SPPB, yang terdiri dari SPPB I dengan sumber dana dari APBD, dan SPPB II dari APBN. Diagram sumber pendanaan kegiatan Pamsimas dapat dilihat pada gambar 6.1.

6.1.1 Tahapan dan Persyaratan Pencairan BLM APBD

Penyaluran dana DUPB APBD dilakukan melalui Kantor Kas Daerah Kabupaten/Kota ke rekening Pamsimas LKM di Bank terdekat. Pencairan dana DUPB dilakukan setelah SPPB I ditandatangani. Dana DUPB APBD dapat dicairkan sebelum pencairan dana APBN Tahap I dan paling lambat sebelum APBN Tahap III.

Tahap pencairan BLM APBD diawali dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) oleh LKM yang dilengkapi dengan:

a) SK Bupati/ Walikota tentang Penetapan Desa/Kelurahan sebagai Lokasi Pamsimas b) Akta/Pencatatan Notaris pendirian LKM

c) Surat perjanjian pemberian bantuan I (SPPB I) d) Berita acara permintaan pencairan dana (BAPPD)

e) Ringkasan RKM, termasuk realisasi kontribusi masyarakat f) Foto copy rekening Pamsimas LKM

g) Kwitansi sesuai jumlah dana BLM APBD

Surat Perintah Membayar (SPM) diterbitkan oleh Pejabat Penerbit SPM setelah dilakukan pengujian terhadap dokumen yang disyaratkan di atas. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) akan diterbitkan setelah diterimanya SPM, dan dana yang diajukan akan ditransfer ke rekening Pamsimas LKM yang bersangkutan.

6.1.2 Tahapan dan Persyaratan Pencairan BLM APBN

Penyaluran dana BLM APBN dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan, Tahap I sebesar 20%, Tahap II sebesar 40%, dan Tahap III sebesar 40%.

Tata cara pencairan dan penyaluran dana BLM APBN program Pamsimas diatur dalam Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Departemen Keuangan No. PER-6/PB/2012 tanggal 24 Januari 2012 sebagai perubahan No. PER-35/PB/2008, tanggal 23 Juli 2008.

Pencairan dana Tahap I sebesar 20% (dua puluh persen) dapat diajukan setelah SPPB II ditandatangani. Diawali dengan pengajuan SPP oleh LKM yang dilengkapi dengan:

l Surat Perjanjian Pemberian Bantuan II (SPPB II)

l Berita Acara Permintaan Pencairan Dana (BAPPD)

l Ringkasan RKM

l Kwitansi sesuai jumlah dana tahap I

SPM diterbitkan oleh pejabat penerbit SPM setelah dilakukan pengujian terhadap dokumen yang disyaratkan di atas. KPPN kemudian akan menerbitkan SP2D setelah menerima SPM dengan melampirkan:

l Ringkasan SPPB II

l Daftar rekening Pamsimas LKM

Pencairan dana Tahap II sebesar 40% (empat puluh persen) dapat diajukan melalui proses Pengajuan SPP oleh LKM yang dilengkapi dengan:

l Berita acara permintaan pencairan dana (BAPPD)

l Berita acara penggunaan dana tahap I yang dibuat berdasarkan Laporan Penggunaan Dana I (LPD I) yang menyatakan 90% dana tahap I telah digunakan

l Berita acara kemajuan pelaksanaan kegiatan, mencapai 20%

l Kwitansi sesuai jumlah dana tahap II

SPM diterbitkan oleh pejabat penerbit SPM setelah dilakukan pengujian terhadap dokumen yang disyaratkan di atas. KPPN kemudian akan menerbitkan SP2D setelah menerima SPM dengan melampirkan:

l Ringkasan SPPB II

l Daftar rekening Pamsimas LKM

l Surat pernyataan tanggung jawab belanja (SPTB)

Pencairan dana Tahap III sebesar 40% (empat puluh persen) dapat diajukan setelah proses pengajuan SPP oleh LKM yang dilengkapi dengan:

l Berita acara permintaan pencairan dana (BAPPD)

l Berita acara penggunaan dana tahap I dan tahap II yang dibuat berdasarkan Laporan Penggunaan Dana II (LPD II) yang menyatakan 90% dana tahap II telah digunakan

l Berita acara kemajuan pelaksanaan kegiatan, mencapai 50%

l Fotocopy SP2D BLM APBD

l Kwitansi sesuai jumlah dana tahap III

l Surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan kegiatan (SPKMK)

l Fotocopy rekening LKM yang menunjukkan incash telah 100% terkumpul

SPM diterbitkan oleh pejabat penerbit SPM setelah dilakukan pengujian terhadap dokumen yang disyaratkan di atas. KPPN kemudian akan menerbitkan SP2D setelah menerima SPM dengan melampirkan:

l Ringkasan SPPB II

l Daftar rekening Pamsimas LKM

l Surat pernyataan tanggung jawab belanja (SPTB) 6.1.3 Mekanisme Penggunaan Dana

Penyaluran BLM Pamsimas kepada masyarakat dibagi ke dalam 2 (dua) tahap utama. Tahap pertama adalah penarikan dana dari (KPPN, Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara dan Masyarakat) ke rekening Pamsimas LKM. Tahap kedua adalah penarikan dana dari rekening LKM untuk dibelanjakan sesuai RKM. Diagram alur pendanaan dan pengadministrasian kegiatan Pamsimas di tingkat masyarakat dapat dilihat pada Gambar 6.2.

Gambar 6.2. Alur Pendanaan dan Administrasi Kegiatan Pamsimas

KETERANGAN :

1. in-cash 4% : kontribusi masyarakat dalam bentuk tunai disetorkan ke Rekening Pamsimas-LKM,

diperbolehkan terkumpul minimal 4% sebelum Pencairan T3. SP3K : Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan

2. SP2D : Surat Perintah Pencairan Dana; SPK : Surat Perintah Kerja; SPM : Surat Perintah Membayar

3. SPPB I : Surat Perjanjian Pemberian Bantuan antara Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM)

dengan Pejabat Pembuat Komitmen - Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK-SKPD)

4. SPPB II : Surat Perjanjian Pemberian Bantuan antara Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM)

dengan Pejabat Pembuat Komitmen Pamsimas (PPK-Pamsimas) - Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Permukiman (Satker PIP); LP2K : Laporan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan 5. SPP : Surat Permintaan Pembayaran; BAPPD : Berita Acara Permintaan Pencairan Dana;

6.1.4 Pembukuan Penggunaan Dana

Pembukuan penggunaan dana Pamsimas dilakukan oleh Unit Pengelola Keuangan (Bendahara) pada Satuan Pelaksana (Satlak) Pamsimas dalam LKM. Catatan dibuat untuk setiap jenis kegiatan dan biaya umum/ operasional. Pada akhir bulan catatan tersebut digunakan untuk menyusun laporan bulanan kemajuan kegiatan dan biaya untuk DPMU. Kwitansi atau bukti pertanggungjawaban keuangan hanya disimpan pada arsip LKM, untuk sewaktu-waktu dapat diperiksa.

Untuk dapat melaksanakan pekerjaan tersebut Satlak Pamsimas didampingi oleh TFM. Sesuai dengan prinsip transparansi pembukuan LKM sewaktu-waktu harus dapat dilihat baik oleh masyarakat maupun pelaksana dan pengelola Pamsimas (TFM, Koordinator Fasilitator, DMAC, dan DPMU), serta pihak-pihak lain yang berwenang.

Pembukuan dana RKM secara lebih rinci diuraikan pada Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Pamsimas Tingkat Masyarakat.

6.1.5 Pertanggungjawaban Pengelolaan Dana

Secara administratif, pertanggungjawaban pengelolaan dana program oleh Satuan Pelaksana Pamsimas dilakukan secara periodik dengan bimbingan dan pendampingan TFM yang mencakup:

1) Laporan pengelolaan keuangan kepada masyarakat dan pengelola program (DPMU) secara periodik.

2) Laporan pembangunan fisik (sarana air minum dan sarana sanitasi di sekolah), kegiatan pelatihan masyarakat, dan kesehatan kepada masyarakat dan pengelola program (DPMU) secara periodik.

Laporan di atas disampaikan melalui suatu pertemuan di tingkat desa/kelurahan yang bertujuan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana RKM untuk kegiatan-kegiatan program, dimana Satlak Pamsimas LKM dengan dibantu oleh TFM menjadi penyelenggara pertemuan ini dan mengundang pemerintah desa/kelurahan, perwakilan seluruh anggota masyarakat, dan DPMU. Pertemuan ini dilakukan setelah penggunaan dana setiap tahap selesai dan akan mengajukan dana tahap berikutnya.

Mekanisme pertanggungjawaban dana ini dilakukan untuk mendukung transparansi pelaksanaan program di masyarakat, dimana penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh seluruh komponen masyarakat. Di samping melalui pertemuan masyarakat, hal tersebut harus didukung pula dengan menyediakan media komunikasi dan informasi yang akurat dan mudah diakses oleh masyarakat, seperti menyediakan Papan Informasi dan Lembar Informasi.

6.2 TAHAP PELAKSANAAN KEGIATAN

Dokumen terkait