• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Imunisasi

Dalam dokumen 0/ 05 ln~ MP'/PF31$//&:# (Halaman 108-114)

BAB VII PENGENDALIAN PENYAKIT

E. Pelayanan Imunisasi

Program Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk melindungi penduduk terhadap penyakit tertentu. Karena imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan/ meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Beberapa penyakit menular yang termasuk ke dalam Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) antara lain : TBC,Difteri,Tetanus,Hepatitis B, Pertusis, Campak, Rubella, Polio,radang selaput otak, dan radang paru – paru. Anak – anak yang telah diberi Imunisasi akan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya tersebut, yang dapat menimbulkan kecacatan dan kematian.

a. Imunisasi dasar pada bayi

Bayi dan anak-anak memiliki risiko yang lebih tinggi terserang penyakit menular yang dapat mematikan, seperti Difteria, Tetanus, Hepatitis B,

Profil Kesehatan Tahun 2019...

98 Typhus, Polio,Campak, Rubella, radang selaput otak, radang paru-paru, dan masih banyak penyakit lainnya. Untuk itu salah satu pencegahan yang terbaik dan sangat vital agar kelompok berisiko ini terlindungi adalah melalui imunisasi.

Program imunisasi dasar lengkap (LIL/Lima Imunisasi Dasar Lengkap) pada bayi meliputi: 1 dosis BCG, 3 dosis DPTHbHib (Pentabio), 5 dosis Polio, 4 dosis Hepatitis B, dan 1 dosis Campak Rubella. Diantara penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi adalah campak. Campak merupakan penyebab utama kematian pada balita. Oleh karena itu pencegahan campak merupakan faktor penting dalam mengurangi angka kematian balita.

Pada tahun 2019, jumlah bayi yang mendapatkan imunisasi Campak sebanyak 7.810 bayi (97,3%) dari 8.029 sasaran bayi yang ada. Sedangkan persentase bayi yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap di Kota Dumai sebanyak 7.314 bayi (91,1%). Bila dibandingkan dengan target Kota Dumai tahun 2019 yakni sebesar 93%, maka angka imunisasi dasar lengkap tidak mencapai target. Puskesmas yang tidak mencapai target IDL ada 6 (enam) Puskesmas dari 10 Puskesmas antara lain Puskesmas Bumi Ayu (91,7%), Puskesmas Bukit Timah (84,3%), Puskesmas Dumai Barat (78,9%), Puskesmas Purnama (87,2%), Pukesmas Bukit Kayu Kapur (89,7%), Puskesmas Sungai Sembilan (85,2)%. Cakupan (UCI) Universal Child Imunization kota Dumai hanya 54,55%.Dari 33 kelurahan yang ada di kota Dumai hanya 18 kelurahan yang mencapai UCI. Puskesmas yang mencapai UCI antara lain puskesmas Jaya Mukti, Bukit Kapur, Dumai Kota, Medang Kampai.

Profil Kesehatan Tahun 2019...

99 Grafik 7.51. Cakupan Pencapaian Imunisasi Dasar Pada Bayi

Di Kota Dumai dari Tahun 2010 s/d 2019

Persentase desa/kelurahan UCI

Indikator kinerja program imunisasi bayi diukur dengan pencapaian desa/kelurahan UCI (Universal Child Imunization) atau jumlah bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkap yang diukur dengan tercapainya indikator setiap antigen,dengan target kelurahan UCI 100%. Sasaran imunisasi di Kota Dumai pada tahun 2019tercatat sebanyak 8.029 bayi.

Desa/kelurahan UCI merupakan gambaran desa/kelurahan dengan > 93% jumlah bayi yang ada di desa/kelurahan tersebut sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap dalam waktu 1 tahun. Dari pencapaian tersebut di atas terlihat pencapaian program imunisasi di Kota Dumai pada Tahun 2019tidak mencapai target UCI 100% dengan persentase desa yang mencapai “Universal Child Immunization” (UCI) sebesar 54,55%. Hanya 18 kelurahan dari 33 kelurahan di kota Dumai yang mencapai UCI.

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

BCG 101.57 97.82 97.8 98.5 103.37 102.2 97.32 100.28 101.8 100.6

DPTHBHib3 96.1 99.76 95.82 100.5 99.77 103.7 99.00 99 99.1 97.8

Polio IV 97.8 99.38 97.25 101.3 99.96 103.8 93.55 98.67 99 97.7

Campak/MR 100 92.12 95.63 99.5 96.41 95.79 97.38 98.42 95.9 97.3

Imunisasi Dasar Lengkap 100 92.12 95.63 99.5 95.58 94.64 94.21 97.71 92.2 91.1

Target UCI 90 100 100 100 100 100 100 100 100 100 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 P ersen tas e

Profil Kesehatan Tahun 2019...

100 b. Imunisasi pada ibu hamil

Apabila proses persalinan dan perawatan tali pusar tidak dalam kondisi steril (aman dan bersih), maka bayi baru lahir dan sang ibu bisa beresiko terkena Tetanus. Tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut Clostridium tetani.

Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) merupakan program eliminasi tetanus pada neonatal dan wanita usia subur termasuk ibu hamil. Strategi yang dilakukan untuk mengeliminasi tetanus neonatorum dan maternal adalah 1) pertolongan persalinan yang aman dan bersih; 2) cakupan imunisasi rutin TT yang tinggi dan merata; dan 3) penyelenggaraan surveilans.

Pada tahun 2019, cakupan imunisasi Td2+ pada ibu hamil di Kota Dumai sebesar 89,9% (7.944 ibu hamil) dari perkiraan 8.832 jumlah ibu hamil yang ada. Beberapa permasalahan imunisasi Td pada Wanita Usia Subur (WUS) yaitu pelaksanaan skrining yang belum optimal, pencatatan yang dimulai dari kohort WUS (baik kohort ibu maupun WUS tidak hamil) belum seragam, dan cakupan imunisasi Td2 bumil jauh lebih rendah dari cakupan K4. Beberapa langkah yang perlu segera dilakukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi Td2 bumil adalah sosialisasi ke seluruh petugas lapangan agar mengacu pada kriteria Antenatal Care (ANC) berkualitas, yang salah

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 87.5 78.79 100 100 100 96.97 100 100 100 54.55 P e rs e nt a s e Tahun

Grafik 7.52. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) dari Tahun 2010 s/d 2019

Profil Kesehatan Tahun 2019...

101 satunya dengan imunisasi Td, dan semua sistem pencatatan dalam pelaksanaan imunisasi Td WUS termasuk ibu hamil memakai sistem pencatatan yang sama, yaitu T1-T5.

Cakupan imunisasi Td5 pada wanita usia subur tidak hamil (Td5) pada tahun 2019 hanya 1,3% (1030 WUS dari 77.635 WUS), hal ini disebabkan karena imunisasi Td sebagian besar telah diperoleh mulai dari bayi sampai dengan usia sekolah melalui program imunisasi dasar pada bayi dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah sebanyak 5 (lima kali) dengan status T5.

c. Imunisasi pada Anak Sekolah

Di negara berkembang termasuk Indonesia penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) masih tinggi. Di Kota Dumai, Penyakit Campak yang merupakan salah satu penyakit PD31 masih merupakan masalah kesehatan di masyarakat terutama pada anak sekolah. Oleh sebab itu vaksinasi penyakit PD3I harus diberikan sedini mungkin dan diberikan booster pada usia 24 bulan untuk mencapai tingkat kekebalan yang lebih optimal. Pada tahun 2018 dilaksanakan PIN MR Measles Rubella Campak Rubella di kota Dumai dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan anak usia 15 tahun sebanyak 85.125 anak, anak yang diimunisasi hanya 4.403 anak dengan cakupan 5,17%.

Program BIAS Campak dilakukan pada anak sekolah SD sederajat kelas I. Pada tahun 2019 imunisasi campak dilakukan pada 5.459 murid kelas 1 SD dari total 6.670 murid kelas 1 SD atau sebesar 81,84% telah berhasil diberikan imunisasi Campak (target program 98%). Tahun 2019 kasus campak klinis di kota Dumai sebanyak 77 kasus dengan insident rate (angka kesakitan 2,49/10.000 penduduk), target Kota Dumai Tahun 2019 sebesar 7 per 10.000 penduduk.

Pada tahun 2019, pelaksanaan BIAS Bulan Imunisasi Anak Sekolah dilaksanakan setiap awal Agustus hingga pertengahan September di 114 SD sederajat dan 5 sekolah kelas jauh. setiap tahunnya dengan sasaran

Profil Kesehatan Tahun 2019...

102 anak sekolah dasar (114 SD/MI) sederajat dengan sasaran kelas 1 – kelas 3 sebanyak 13.059 siswa. Anak kelas 1 diberikan imunisasi campak dengan cakupan 81,84%, sebanyak 5.459 yang mendapat imunisasi campak dari sasaran 6.670 siswa SD kelas I sederajat.

Tahun 2019 BIAS DT (Diphteri Tetanus) dilaksanakan pada kelas I dengan cakupan 91,73%, BIAS Td kelas II dengan cakupan 91,65%, BIAS Td pada kelas V dengan cakupan 94,35%. Cakupan BIAS campak pada kelas 1 sederajat selama 10 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini:

Grafik 7.53. Cakupan Pencapaian Imunisasi Campak (Catch Up Campak) Anak Sekolah Dasar di Kota Dumai Tahun 2010 s/d 2019

Dari grafik diatas cakupan imunisasi BIAS campak, tahun 2019 hanya mencapai 81,84%, mengalami peningkatan dari tahun 2018 yang disebabkan karena polemik label kehalalan vaksin.

90 95 95 95 95 98 98 98 98 98 96.54 99.56 96.78 98.16 98.32 99.12 97.38 98.91 7.44 81.84 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 P erse n tas e Tahun Target Pencapaian

Profil Kesehatan Tahun 2019...

103

Dalam dokumen 0/ 05 ln~ MP'/PF31$//&:# (Halaman 108-114)

Dokumen terkait