• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

Dalam dokumen 0/ 05 ln~ MP'/PF31$//&:# (Halaman 126-200)

BAB VIII KESEHATAN LINGKUNGAN

H. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

Sebagai implementasi dari Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 pasal 23 yang menyatakan bahwa upaya kesehatan kerja sebagai salah satu dari 15 upaya kesehatan yang diselenggarakan untuk mewujudkan produktifitas kerja yang optimal dengan perlindungan tenaga kerja wajib dilakukan setiap tempat kerja yang mencakup pelayanan kesehatan kerja. Maka atas kesadaran masyarakat pekerja terbentuklah Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK). Pos ini sangat diperlukan dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dasar untuk pekerja, mengingat masih banyak angakatan kerja yang bekerja sektor informal.

Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) merupakan pos yang dibentuk untuk memberikan pelayanan Promotif dan preventif serta pelayanan kesehatan dasar kepada para pekerja. Tujuan dari upaya kesehatan kerja adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja atau karyawan sehingga produktivitas kerja menjadi meningkat. Pos ini sangat diperlukan dalam

LINGKUNGAN 375 = 24% PERILAKU 750 = 47% LINGKUNGAN DAN PERILAKU 453= 29%

Profil Kesehatan Tahun 2019...

116 rangka memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dasar untuk pekerja mengingat masih banyak pekerja khususnya pekerja sektor informal.

Sampai dengan tahun 2019 telah dibentuk 20 (dua puluh) Pos UKK yang tersebar di 16 Kelurahan di Kota Dumai sebagaimana yang tertera pada tabel berikut:

Tabel 8.22.DATA POS UKK SE-KOTA DUMAI TAHUN 2019

NO NAMA POS PUSKESMAS KELURAH

AN TINGKAT PERKEMBANG AN TAHUN TERBENTUK JUMLAH PESERTA JENIS PEKERJAAN

1 Tenun Ceria Purnama Bagan Keladi Pratama Desember 2016 orang tenun 15 2 Merawai Purnama Purnama Pratama 20-Apr-11 orang Nelayan 15 3 Pomroy Bukit Timah timah Bukit Pratama 30 Des- 2009 orang 80 Petani & peternak 4 Paramon Jaya Mukti Mukti Jaya Pratama 24 Juni 2011 orang 20 Pekerja pabrik roti 5 Siomay Aswad Jaya Mukti Jaya Mukti Pratama orang 20 siomay 6 Tahu Tempe Jaya mukti Bukit batrem Pratama 9 Jan 2018 orang Tahu tempe 50 7 Nelayan Jaya mukti Tanjung Palas Pratama 17 Des 2018 orang nelayan 15 8 Petani Jaya Mukti Teluk Binjai Pratama 17 Des 2018 orang petani 20 9 Bukit Mekar Bumi Ayu Datuk Bukit Pratama 22 Maret 2012 0rang 18 Petani sayuran 10 Bunga Tanjung Bumi ayu Datuk Bukit Pratama 23 Maret 2012 orang 19 Petani Sayuran 11 Intisari Dumai Barat STDI Pratama 25 Juni 2011 orang 35 Pekerja pabrik kopi 12 Jamu Gendon g Dumai Barat Pangka lan

Sesai Pratama Pekerja Jamu

13 Tani Sawit Guntung

Medang

Kampai Guntung Pratama 18 Juli 2012 orang Petani Sawit 20 14 Tani Nanas Medang Kampai Mundam Pratama 4 Juli 2013 orang Petani Nanas 20 15 Perempuan

Mundam

Medang

Profil Kesehatan Tahun 2019...

117 Bersatu

16 Selasih Medang Kampai Mundam Pratama orang Petani Nenas 12 17 Sukabumi 2 Sungai Sembilan Gaung Lubuk Pratama 8 Januari 2013 orang 23 Coconut Oil

18 Matahari Bukit Kayu Kapur Bukit Kayu Kapur Pratama 5 Desembe r 2013 10

orang Petani Cabe 19 Sahabat Bukit Kapur Nenas Bukit Pratama 12 Mei 2014 orang 10 Petani buah dan sayuran 20 Garuda Bukit Kapur Bagan Besar Pratama 29 Agustus

2015

20

orang Buruh Angkut Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin berupa penyuluhan kesehatan sesuai dengan jenis pekerjaannya serta pelayanan kesehatan dasar (P3K) yang

dilakukan oleh kader kesehatan kerja. Puskesmas secara berkala melakukan inspeksi terhadap sarana dan kegiatan di Pos UKK.

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pekerja untuk menolong dirinya sendiri sehingga terjadi peningkatan status kesehatan dan akhirnya peningkatan produktifitas kerja melalui Upaya Kesehatan Kerja maka oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan Pos UKK.

Dengan adanya Pos UKK ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh keluarga dan anggota Pos UKK tersebut demi terwujudnya Visi Kota Dumai.

Seluruh Puskesmas di Kota Dumai telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan kerja dasar. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dasar meliputi penyakit umum pada pekerja, pekerja sakit yang dilayani, kasus diduga penyakit akibat kerja, Penyakit akibat kerja dan kasus kecelakaan kerja. Proporsi pekerja sakit dilayani menurut jenis kelamin dapat dilihat pada grafik berikut

Profil Kesehatan Tahun 2019...

118 Grafik 8.59.PROPORSI PEKERJA SAKIT DILAYANI

MENURUT JENIS KELAMIN KOTA DUMAI TAHUN 2019

Grafik 8.60.PEKERJA SAKIT DILAYANI MENURUT KASUS DI KOTA DUMAI TAHUN 2019

Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dasar harus didukung dengan kompetensi dokter dalam mendiagnosis kasus penyakit pada pekerja. Tingginya mobilitas dokter, maka mengakibatkan tingginya mutasi dokter sehingga puskesmas yang awalnya memiliki dokter yang dilatih dapat kosong akibat proses mutasi tersebut.

40275=43% 53469=57% Laki-laki Perempuan 0 20000 40000 60000 80000 70939 40292 162 73 0

Pekerja Sakit Dilayani Penyakit Umum pada pekerja Kasus diduga penyakit akibat pekerja Kasus Penyakit Akibat Kerja Kasus Kecelakaan Kerja pada Pekerja

Profil Kesehatan Tahun 2019...

119

BAB IX KESIMPULAN

Pada tahun 2019, Dinas Kesehatan Kota Dumai cukup berhasil melaksakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diwujudkan dalam keberhasilan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya Angka Harapan Hidup Waktu Lahir, menurunnya Angka Kematian neonatal. Akan tetapi, terjadi sedikit peningkatan pada pencapaian angka kematian atau mortalitas seperti Angka Kematian Ibu.

Ada beberapa program kegiatan yang tidak mencapai target diantaranya indikator morbiditas, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya dengan signifikan angka kesakitan DBD, tidak tercapainya angka kesembuhan TB Paru, meningkatnya prevalensi HIV, dan belum tercapainya cakupan pelayanan penyakit tidak menular yang merupakan indikator Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan.

Selain itu, sampai dengan tahun 2019 ada beberapa prestasi/penghargaan yang telah di terima Kota Dumai pada bidang kesehatan baik tingkat nasional maupun tingkat propinsi, seperti terlihat pada tabel berikut ini :

Tabel 9.23. Daftar Nama Penghargaan Pada Bidang Kesehatan Yang Diterima Kota Dumai dari Tahun 2006 sampai dengan 2019

No Tahun Nama Penghargaan Tingkat 1 2006 Tenaga kesehatan teladan puskesmas (kesling)

tingkat nasional Nasional 2 2007 Juara harapan kedua cerdas cermat posyandu

jambore kader tingkat propinsi Riau (posyandu Nuri)

Propinsi 3 2007 Juara harapan kedua penimbangan dan

pengisian KMS Jambore kader tingkat Propinsi Riau (Posyandu Nuri)

Propinsi 4 2007 Juara harapan kedua penyuluhan kesehatan

jambore kader tingkat Propinsi Riau ( Posyandu Nuri)

Propinsi 5 2008 Tenaga kesehatan teladan (dokter) tingkat

nasional (Kepala Puskesmas Dumai Timur) Nasional 6 2008 Puskesmas berprestasi II Propinsi Riau Propinsi 7 2008 Manggala Karya Bakti Husada (kelurahan siaga Nasional

Profil Kesehatan Tahun 2019...

120

32 kelurahan se Kota Dumai)

8 2008 Perilaku Hidup Bersih Sehat (Kelurahan Lubuk

Gaung Kecamatan Sungai Sembilan) Nasional 9 2008 Upaya Peningkatan Gizi Keluarga (UPGK) terbaik

I tingkat Propinsi Riau (Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur)

Propinsi 10 2009 Bincang – bintang bersama Bu Menkes (B4M)

dalam program P4K Nasional 11 2009 Posyandu terbaik I tingkat propinsi (Posyandu

Perkutut) Propinsi

12 2009 Juara III Tenaga Kesehatan Puskesmas Teladan (tenaga gizi) tingkat Propinsi Riau

Propinsi 13 2010 Juara I Lomba Cerdas Cermat Kader Tk Propinsi

di adakan PKK Propinsi

14 2010 Juara II Paramedis Teladan (Bidan Teladan) Tk

Propinsi (bidan PTT Poskeskel Bagan Besar) Propinsi 15 2011 Juara Tenaga Paramedis Teladan I Tk Propinsi

(Bidan PTT Poskeskel Guntung)

Propinsi 16 2011 Juara Tenaga Gizi Teladan I Tk Propinsi Propinsi 17 2012 Juara Tenaga Kesmas Teladan II Tk Propinsi Propinsi 18 2012 Juara Tenaga Medis Teladan III Tk Propinsi Propinsi 19 2012 Penghargaan atas keberhasilan dalam

penemuan dan pengobatan TB Paru dengan strategi DOTS

Propinsi 20 2013 Juara 1 Posyandu Teladan Kembang Sepatu

(Kelurahan Bagan Keladi) Tk. Propinsi

Propinsi 21 2013 Juara Tenaga Gizi Teladan II Tk. Propinsi Propinsi 22 2014 Juara Tenaga Paramedis Teladan II Tk. Propinsi

(Bidan PTT Poskel Gurun Panjang) Propinsi 23 2014 Juara Tenaga Gizi Teladan III Tk. Propinsi Propinsi 24 2014 Juara I Lomba Penyuluhan Jambore Kader PKK

Tk.Propinsi Propinsi

25 2015 Terbaik II Puskesmas Berpretasi Tingkat

Propinsi Riau (Puskesmas Bumi Ayu) Propinsi 26 2015 Terbaik III Tenaga Kesehatan Teladan Kategori

Tenaga Gizi Tingkat Propinsi Riau (Tenaga Gizi Puskesmas Sungai Sembilan)

Propinsi 27 2015 Terbaik II Penilaian Kinerja Posyandu Tingkat

Kota se Propinsi Riau (Posyandu Cempaka Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur)

Propinsi 28 2016 Terbaik I penilaian kinerja Posyandu tingkat

Kota se Provinsi Riau ( Posyandu Cemara Kel. Bukit Timah Kec. Dumai Selatan)

Provinsi

29 2016 Juara I Penilaian Puskesmas berprestasi kategori Perkotaan Tingkat Provinsi Riau (Puskesmas Jaya Mukti)

Provinsi

30 2016 Penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Kategori Dokter Tingkat Nasional Tahun 2016 ( dr. Lydia Fasha)

Profil Kesehatan Tahun 2019...

121

31 2016 Juara I Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Riau Kategori Medis ( dr. Lydia Fasha Puskesmas Bumi Ayu)

Provinsi

32 2016 Juara III Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Riau Kategori Gizi ( Waheni, AMG Puskesmas Sungai Sembilan)

Provinsi

33 2017 Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas Tk.Nasional puskesmas Bukit Timah (Girik Br Bangun,SKM) kategori ahli teknologi lab medik

Nasional

34 2017 Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas Tk.Nasional puskesmas Dumai Kota (Shanty Ermyza) kategori Perawat

Nasional

35 2017 Tenaga Medis Teladan Puskesmas Tk.Kota Dumai Puskesmas Dumai Kota (dr.Esra dumatang T) kategori Dokter

Tk.Kota

36 2017 Tenaga Perawat gigi Teladan Puskesmas Tk.Kota Dumai Puskesmas Purnama (Liza Mardhatillah,AMKG)

Tk.Kota

37 2017 Tenaga Apoteker Teladan Puskesmas Tk.Kota Dumai Puskesmas Medang Kampai (Brigitta wiwiek Isyana)

Tk.Kota

38 2017 Puskesmas Berprestasi Tk.Kota Dumai Puskesmas Purnama

Tk.Kota

39 2017 Poskeskel Berseri Bagan Besar Tk.Kota Dumai Puskesmas Bukit Kapur

Tk.Kota

40 2018 Juara II sebagai Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Kategori Dokter Tingkat Propinsi Tahun 2018 ( dr.Siti Zamzamah)

Provinsi

41 2018 Juara II Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Riau Kategori Medis ( drg.Elfiani) Puskesmas Medang Kampai

Provinsi

42 2018 Juara I Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Propinsi Kategori Bidan ( Desi Nefrida) Puskesmas Sungai Sembilan

Provinsi

43 2018 Tenaga Kesehatan Teladan Kategori

Perawat(Erniwati) Puskesmas Medang Kampai

Kota Dumai

44 2018 Juara III Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Riau Kategori Nutrisionis ( Waheni, AMG Puskesmas Sungai Sembilan)

Provinsi

45 2018 Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Riau KategoriKesehatan Masyarakat ( Redho Neta) Puskesmas Sungai Sembilan)

Tk.kota Dumai

46 2018 Juara III Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Riau Kategori Sanitarian (Syahdia Oktra) Puskesmas Jayamukti)

Provinsi

Profil Kesehatan Tahun 2019...

122

Puskesmas Sungai Sembilan

48 2019 Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Nasional Kategori Bidan( Netty Darlina,AMd,Keb) Puskesmas Bukit kapur)

Nasional

49 2019 Peringkat I Tenaga Kesehatan tingkat Propinsi Riau Kategori Bidan( Netty Darlina,AMd,Keb) Puskesmas Bukit kapur)

Propinsi

50 2019 Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Riau Kategori Dokter Gigi( Drg.leyla Marlina)

Puskesmas Jayamukti)

Provinsi

51 2019 Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Riau KategoriTenaga Kesehatan Lingkungan( Leni Marlina,AMKL) Puskesmas Jayamukti)

Provinsi

52 2019 Peringkat III Tenaga Kesehatan tingkat Provinsi Riau Kategori tenaga Kefarmasian ( Desi Arisanti,AMF) Puskesmas Jaya Mukti

Provinsi

53 2019 Peringkat III Tenaga Kefarmasian Berprestasi tingkat Provinsi ( Dian Erwin,S.Farm,Apt)

Provinsi

54 2019 Peringkat III Instalasi Farmasi Terbaik tk.Provinsi Riau tahun 2019 (IFK Kota Dumai)

55 2019 Peringkat I Penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Berprestasi Provinsi Riau tahun 2019 Tingkat Puskesmas kriteria kawasan pedesaan (Puskesmas Sungai Sembilan)

Provinsi

56 2019 Juara I Posyandu Panorama Kel.Teluk Makmur Kec.Medang Kampai Lomba Kinerja Kader Posyandu Tk.Provinsi Riau Tahun 2019 (kategori Kota)

Provinsi

57 2019 Juara II Kel.Bagan keladi Kec.Dumai Barat Lomba Rumah Tangga ber PHBS Tk.provinsi Riau

Provinsi

Secara umum, pencapaian target-target untuk indikator Dumai Sehat dan Standar Pelayanan Minimal belum mencapai target. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari hasil pencapaian program sampai dengan tahun 2019 sebagai berikut:

1. Akses terhadap pelayanan kesehatan belum merata di seluruh Kota Dumai, terutama di wilayah kerja puskesmas yang memiliki daerah sulit dijangkau karena kondisi geografis, terbatasnya transportasi dan infrastruktur (jalan, jembatan dan listrik) seperti wilayah kerja Puskesmas Sungai Sembilan, Bukit Kapur, Bukit Kayu Kapur dan Medang Kampai.

Profil Kesehatan Tahun 2019...

123 2. Pada umumnya bangunan fasilitas kesehatan yang ada seperti

puskesmas, pukesmas pembantu dan poskeskel sudah berumur tua sehingga sudah mulai rusak

3. Masih kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan serta pelayanan medis yang bermutu dan merata di setiap puskesmas. Sarana dan prasarana kesehatan yang ada belum memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

4. Permasalahan penduduk pendatang atau illegal merupakan permasalahan terbesar dalam pelaksanaan program kesehatan di Kota Dumai. Apabila permasalahan penduduk pendatang atau illegal ini tidak ditangani secara serius oleh Pemerintah Kota Dumai, maka dapat berdampak pada kegagalan pencapaian pelaksanaan program kesehatan yang diukur melalui indikator Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Balita, Angka Kematian Ibu Melahirkan, angka morbiditas (angka kesakitan) serta persentase balita dengan gizi buruk dan gizi kurang. Pada umumnya permasalahan kesehatan yang ada banyak merupakan kontribusi dari penduduk pendatang (illegal) tersebut. Para penduduk pendatang (illegal) pada umumnya jarang mengakses pelayanan kesehatan dasar karena status mereka yang illegal yang otomatis tidak mempunyai kartu identitas seperti KTP.

5. Meningkatnya Angka Kematian Bayi yang berdampak pada meningkatnya Angka Kematian Balita serta meningkatnya Angka Kematian Ibu dibanding tahun sebelumnya, serta UHH (Umur Harapan Hidup) tidak mencapai target.

6. Permasalahan kesehatan masyarakat di kota Dumai, mencakup tripple burden penyakitakibat adanya transisi epidemiologi penyakit yang signifikan dimana penyakit tidak menular telah menjadi beban utama, seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, Kanker, Gangguan jiwa, belum mencapai target cakupan pelayanan.Beban penyakit menular masih mendominasiseperti Malaria, TB Paru, HIV/AIDS dan peningkatan kasus

Profil Kesehatan Tahun 2019...

124 DBD sangat siqnifikan.Disamping itu, munculnya new emerging diseases seperti COVID 19 dan reemerging disease yang mengancam seperti flu burung, SARS, Mers CoV.

7. Cakupan IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) yang tidak mencapai target, sehingga UCI (Universal Child Imunization) kelurahan hanya 54,5%. Hal ini berdampak pada berpotensi KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

8. Meningkatnya jumlah kasus balita dengan gizi kurang dan gizi buruk dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Permasalahan gizi stunting yang menjadi program prioritas nasional, dengan meningkatkan surveilans gizi, kerjasama lintas program dan lintas sektor yang berkaitan dengan peningkatan risiko stunting, seperti akses sanitasi dan air bersih, akses terhadap bantuan sosial, peningkatan ketahanan pangan dan peningkatan kesehatan remaja.

9. Masih ada penduduk Kota Dumai yang belum memiliki jaminan kesehatan yang mengakibatkan belum tercapainya Universal Health Coverage (UHC).

10. Penggunaan Obat Rasional dan Pengawasan Obat dan Makanan belum optimal.

11. Masih rendahnya peran serta aktif masyarakat (PHBS) dalam pembangunan kesehatan.

12. Masih belum optimalnya kualitas dan kuantitas SDM kesehatan sesuai kompetensi serta ketersediaan SDM Kesehatan belum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

Profil Kesehatan Tahun 2019...

125

BAB X

P E N U T U P

Pembangunan Kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang akan meningkat secara terus-menerus, sesuai dengan perkembangan pembangunan secara nasional. Untuk itu upaya-upaya di bidang kesehatan akan terus ditingkatkan sesuai dengan Perencanaan Strategis menuju Dumai Sehat 2021, Dinas Kesehatan telah melaksanakan program-program yang merupakan penjabaran dari Visi Misi pembangunan kesehatan Kota Dumai dalam rangka menunjang tercapainya Visi Kota Dumai.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan dapat dilihat dari pencapaian sasaran yang telah ditetapkan beserta uraiannya dievaluasi pencapaian kerja di atas. Terlihat seluruh kegiatan telah dapat tercapai dengan kinerja yang baik. Dengan demikian, secara umum Dinas Kesehatan telah mampu melaksanakan tugasnya yaitu membantu Walikota dalam melaksanakan kewenangan desentralisasi di bidang kesehatan

Buku Profil Kesehatan merupakan dokumen hasil kegiatan pembangunan kesehatan akan terus disusun secara berkala untuk memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang upaya-upaya yang dijalankan dan seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. Penyajian dan analisa data secara rinci dapat dilihat dari laporan hasil kegiatan masing-masing program. Mudah-mudahan profil ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi kesehatan.

L P L + P Satuan I GAMBARAN UMUM

1 Luas Wilayah 2,047 Km2 Tabel 1

2 Jumlah Desa/Kelurahan 0 Desa/Kelurahan Tabel 1

3 Jumlah Penduduk 158,287 150,525 308,812 Jiwa Tabel 2

4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 3.7 Jiwa Tabel 1

5 Kepadatan Penduduk /Km2

150.9 Jiwa/Km2 Tabel 1

6 Rasio Beban Tanggungan 55.5 per 100 penduduk produktif Tabel 2

7 Rasio Jenis Kelamin 105.2 Tabel 2

8 Penduduk 15 tahun ke atas melek huruf 56.4 57.0 56.7 % Tabel 3

9 Penduduk 15 tahun yang memiliki ijazah tertinggi

a. SMP/ MTs 16.2 16.3 16.3 % Tabel 3

b. SMA/ MA 31.9 32.3 32.1 % Tabel 3

c. Sekolah menengah kejuruan 0.0 0.0 0.0 % Tabel 3

d. Diploma I/Diploma II 0.8 0.8 0.8 % Tabel 3

e. Akademi/Diploma III 2.6 2.6 2.6 % Tabel 3

f. S1/Diploma IV 4.7 4.7 4.7 % Tabel 3

g. S2/S3 (Master/Doktor) 0.2 0.2 0.2 % Tabel 3

II SARANA KESEHATAN II.1 Sarana Kesehatan

10 Jumlah Rumah Sakit Umum 3 RS Tabel 4

11 Jumlah Rumah Sakit Khusus 0 RS Tabel 4

12 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 3 Puskesmas Tabel 4

13 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 7 Puskesmas Tabel 4

14 Jumlah Puskesmas Keliling 11 Puskesmas keliling Tabel 4

15 Jumlah Puskesmas pembantu 13 Pustu Tabel 4

16 Jumlah Apotek 42 Apotek Tabel 4

17 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100.0 % Tabel 6

II.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan

18 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 76.2 89.9 82.9 % Tabel 5

19 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 5.1 8.4 7.3 % Tabel 5

20 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS 52.0 26.8 37.3 per 1.000 pasien keluar Tabel 7

21 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS 23.7 14.2 18.2 per 1.000 pasien keluar Tabel 7

NO INDIKATOR

25 Average Length of Stay (ALOS) di RS 4.3 Hari Tabel 8

26 Puskesmas dengan ketersediaan obat vaksin & essensial 1.0 % Tabel 9

II.3 Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)

27 Jumlah Posyandu 196 Posyandu Tabel 10

28 Posyandu Aktif 100.0 % Tabel 10

29 Rasio posyandu per 100 balita 0.5 per 100 balita Tabel 10

30 Posbindu PTM 32 Posbindu PTM Tabel 10

III SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN

31 Jumlah Dokter Spesialis 26 14 40 Orang Tabel 11

32 Jumlah Dokter Umum 53 121 174 Orang Tabel 11

33 Rasio Dokter (spesialis+umum) 13 per 100.000 penduduk Tabel 11

34 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 6 42 48 Orang Tabel 11

35 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 16 per 100.000 penduduk Tabel 11

36 Jumlah Bidan 496 Orang Tabel 12

37 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 161 per 100.000 penduduk Tabel 12

38 Jumlah Perawat 122 445 567 Orang Tabel 12

39 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 184 per 100.000 penduduk Tabel 12

40 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat 6 32 38 Orang Tabel 13

41 Jumlah Tenaga Sanitasi 1 7 8 Orang Tabel 13

42 Jumlah Tenaga Gizi 1 27 28 Orang Tabel 13

43 Jumlah Tenaga Kefarmasian 8 64 72 Orang Tabel 15

IV PEMBIAYAAN KESEHATAN

44 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 84.5 % Tabel 17

45 Desa yang memanfaatkan dana desa untuk kesehatan #DIV/0! % Tabel 18

46 Total anggaran kesehatan ######### Rp Tabel 19

47 APBD kesehatan terhadap APBD kab/kota 16.9 % Tabel 19

48 Anggaran kesehatan perkapita Rp789,297 Rp Tabel 19

V KESEHATAN KELUARGA V.1 Kesehatan Ibu

49 Jumlah Lahir Hidup 4,112 3,917 8,029 Orang Tabel 20

54 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 96.8 % Tabel 23

55 Ibu hamil dengan imunisasi Td2+ 89.9 % Tabel 24

56 Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah 90 98.3 % Tabel 27

57 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 98.3 % Tabel 23

58 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan di Fasyankes 98.1 % Tabel 23

59 Pelayanan Ibu Nifas KF3 94.8 % Tabel 23

60 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 98.3 % Tabel 23

61 Penanganan komplikasi kebidanan 95.4 % Tabel 30

62 Peserta KB Aktif 98.2 % Tabel 28

63 Peserta KB Pasca Persalinan 72.7 % Tabel 29

V.2 Kesehatan Anak

64 Jumlah Kematian Neonatal 22 15 37 neonatal Tabel 31

65 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 5.4 3.8 4.6 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 31

66 Jumlah Bayi Mati 33 25 58 bayi Tabel 31

67 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 8.0 6.4 7.2 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 31

68 Jumlah Balita Mati 44 30 74 Balita Tabel 31

69 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 10.7 7.7 9.2 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 31

70 Penanganan komplikasi Neonatal 106.5 91.7 99.3 % Tabel 30

71 Bayi baru lahir ditimbang 97.3 100.3 98.8 % Tabel 33

72 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 2.0 1.8 1.9 % Tabel 33

73 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 97.3 100.3 98.8 % Tabel 34

74 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 97.4 99.4 98.4 % Tabel 34

75 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 39.6 % Tabel 35

76 Pelayanan kesehatan bayi 101.2 98.5 99.9 % Tabel 36

77 Desa/Kelurahan UCI 54.5 % Tabel 37

78 Cakupan Imunisasi Campak/MR pada Bayi 96.6 98.0 97.3 % Tabel 39

79 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 90.1 92.2 91.1 % Tabel 39

80 Bayi Mendapat Vitamin A 0.0 % Tabel 41

81 Anak Balita Mendapat Vitamin A 0.0 % Tabel 41

82 Pelayanan kesehatan balita 0.0 0.0 0.0 % Tabel 42

83 Balita ditimbang (D/S) 0.0 0.0 0.0 % Tabel 43

84 Balita gizi kurang (BB/umur) 0.0 % Tabel 44

85 Balita pendek (TB/umur) 0.0 % Tabel 44

89 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 10 SMA/MA

0.0 %

Tabel 45

90 Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar 0.0 % Tabel 45

V.3 Kesehatan Usia Produktif dan Usia Lanjut

91 Pelayanan Kesehatan Usia Produktif 0.0 0.0 0.0 % Tabel 48

92 Pelayanan Kesehatan Usila (60+ tahun) 0.0 0.0 0.0 % Tabel 49

VI PENGENDALIAN PENYAKIT

VI.1 Pengendalian Penyakit Menular Langsung

93 Persentase orang terduga TBC mendapatkan pelayanan

kesehatan sesuai standar 0.00 % Tabel 51

94 CNR seluruh kasus TBC 0 per 100.000 penduduk Tabel 51

95 Case detection rate TBC 0.00 % Tabel 51

96 Cakupan penemuan kasus TBC anak 0.00 % Tabel 51

97 Angka kesembuhan BTA+ 0.0 0.0 0.0 % Tabel 52

98 Angka pengobatan lengkap semua kasus TBC 0.0 0.0 0.0 % Tabel 52

99 Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) semua

kasus TBC 0.0 0.0 0.0 % Tabel 52

100 Jumlah kematian selama pengobatan tuberkulosis 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 52

101 Penemuan penderita pneumonia pada balita 0.0 % Tabel 53

102 Puskesmas yang melakukan tatalaksana standar

pneumonia min 60% 0.0 % Tabel 53

103 Jumlah Kasus HIV 0 0 0 Kasus Tabel 54

104 Jumlah Kasus Baru AIDS 0 0 0 Kasus Tabel 55

105 Jumlah Kematian akibat AIDS 0 0 0 Jiwa Tabel 55

106 Persentase Diare ditemukan dan ditangani pada balita 0.0 % Tabel 56

107 Persentase Diare ditemukan dan ditangani pada semua umur 0.0 % Tabel 56

108 Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 0 0 0 Kasus Tabel 57

109 Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 0 0 0 per 100.000 penduduk Tabel 57

110 Persentase Kasus Baru Kusta anak 0-14 Tahun 0.0 % Tabel 58

111 Persentase Cacat Tingkat 0 Penderita Kusta 0.0 % Tabel 58

112 Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0.0 % Tabel 58

113 Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 58

VI.2 Pengendalian Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

117 AFP Rate (non polio) < 15 tahun 0.0per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 61

118 Jumlah kasus difteri 0 0 0 Kasus Tabel 62

119 Case fatality rate difteri 0.0 % Tabel 62

120 Jumlah kasus pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 62

121 Jumlah kasus tetanus neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 62

122 Case fatality rate tetanus neonatorum 0.0 % Tabel 62

123 Jumlah kasus hepatitis B 0 0 0 Kasus Tabel 62

124 Jumlah kasus suspek campak 0 0 0 Kasus Tabel 62

125 Insiden rate suspek campak 0.0 0.0 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 62

126 KLB ditangani < 24 jam 0.0 % Tabel 63

VI.3 Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik

127 Angka kesakitan (incidence rate) DBD 0.0 0.0 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 65

128 Angka kematian (case fatality rate) DBD 0.0 0.0 0.0 % Tabel 65

129 Angka kesakitan malaria (annual parasit incidence ) 0.0 0.0 0.0 per 1.000 penduduk Tabel 66

130 Konfirmasi laboratorium pada suspek malaria 0.0 % Tabel 66

131 Pengobatan standar kasus malaria positif 0.0 % Tabel 66

132 Case fatality rate malaria 0.0 0.0 0.0 % Tabel 66

133 Penderita kronis filariasis 0 0 0 Kasus Tabel 67

VI.4 Pengendalian Penyakit Tidak Menular

135 Penderita Hipertensi Mendapat Pelayanan Kesehatan 0.0 0.0 0.0 % Tabel 68

136 Penyandang DM mendapatkan pelayanan kesehatan

sesuai standar 0.0 % Tabel 69

138 Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara 0.0 % perempuan usia 30-50 tahun Tabel 70

139 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 0.0 % Tabel 70

140 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 0.0 % Tabel 70

141 Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa Berat 0.0 % Tabel 71

VII KESEHATAN LINGKUNGAN

142 Sarana air minum dengan risiko rendah dan sedang 0.0 % Tabel 72

146 Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan 0.0 % Tabel 75

Dalam dokumen 0/ 05 ln~ MP'/PF31$//&:# (Halaman 126-200)

Dokumen terkait