BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

2. Pemahaman Siswa

Ho2 = tidak terdapat perbedaan pemahaman siswa

sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.

Ha2 = terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum

dan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.

b) Pengujian hipotesis penelitian

Untuk menguji hipotesis, digunakan uji beda t-paired test. Uji ini digunakan untuk melihat ada tidaknya perbedaan sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran TGT. Rumus untuk menguji hal tersebut (Sugiyono, 2008 : 122) :

Keterangan: = Rata-rata sampel 1 = Rata-rata sampel 2 = Simpangan baku 1 = Simpangan baku 2 = Varians sampel 1 = Varians sampel 2

= Korelasi antara dua sampel

Kriteria pengujian hipotesis yang digunakan yaitu apabila thitung < ttabel maka Ho diterima, sebaliknya jika thitung> ttabel maka Ho ditolak.

62

BAB IV

GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A. Sejarah SMA Negeri 11 Yogyakarta

Gedung dibangun pada tahun 1897 dan digunakan sebagai gedung Kweekschool (Sekolah Guru Jaman Belanda). Tanggal 3-5 Oktober 1908 dijadikan sebagai ajang Konggres Boedi Utomo yang pertama dan menempati ruang makan Kweekschool (Aula).

Tahun 1927 kompleks gedung ini digunakan sebagai sekolah guru 4 tahun dan 6 tahun (HIK). Selama penjajahan Jepang dipergunakan untuk SGL dan ditutup pada masa Revolusi Kemerdekaan RI. Tahun 1946. Sekolah dibuka kembali dengan nama SGB dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru yang berpendidikan 6 tahun pada bulan November 1947. Pemerintah membuka Sekolah Guru A (SGA) sehingga kompleks gedung menjadi SGA/SGB dipimpin oleh bapak Sikun Pribadi. Sekolah terpaksa ditutup dan dibuka kembali ketika Yogyakarta kembali ke Pemerintah RI (Juni 1949). SGA/B dibuka kembali dengan menempati ruang-ruang STM Negeri karena kompleks SGA dipakai sebagai asrama tentara.

Tahun 1950 dengan bantuan Sri Sultan HB IX, SGA/B kembali menempati kampus Jln. AM Sangaji dan diadakan pemisahan yaitu SGB di Jln. AM Sangaji 38 dan SGA di Jln. AM Sangaji 42. Tahun 1959, SGA kembali menempati kampus Jln. AM Sangaji 38, karena SGB tidak menerima siswa baru lagi dan berubah fungsi menjadi SMP 6 Yogyakarta

menempati Jln. Cemoro Jajar No.1. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga guru pada tahun 1953/1954 dibuka SGA II menempati lokasi yang sama dengan SGA I tetapi masuk sore hari. Tahun 1959/1960 kedua SGA digabung menjadi SGA I.

Tahun 1967 diadakan integrasi SGA dan SGTK. SGA menjadi SPG I dan SGTK menjadi SPG II. Tahun 1970 SPG Negeri 1 Yogyakarta ditetapkan sebagai pusat latihan guru SD dan pada tahun 1971 dijadikan sebagai home base I di DIY. Pada tahun 1979 di kompleks sekolah didirikan Perpustakaan Perintis. Pada tahun 1989 Pemerintah mengalih fungsikan SPG menjadi SMA, SPG Negeri 1 menjadi SMA Negeri 11 Yogyakarta.

Kepemimpinan sekolah Sejak 1947 sampai dengan sekarang adalah :

1. 1947-1948 (SGA) : Bapak Sikun Pribadi 2. Yogya Kembali : Bapak Ali Murni

3. 1952 : Bapak Supoyo

4. 1956-1959 : Bapak Slamet Warsito 5. 1959-1963 : Bapak R Sunaryo 6. 1963-1975 (SPG) : Bapak R Suharman 7. 1975-1980 : Bapak Drs. Lasmadi S 8. 1980-1987 : Bapak Drs. Soemarjono 9. 1987-1989 : Bapak Drs. Soejono

10. 1989-1992 : Bapak Drs. Slamet Suwidyo

11. 1993-1995 (SMA 11) : Bapak Drs. Gatut Sugiono 12. 1995-1999 (SMU 11) : Bapak Eddy Sugiarto

13. 2000-2007 : Bapak Drs. H Randi Wijiatno

14. 2007- 2009 : Ibu Dra. Dwi Rini Wulandari, M.M. 15. 2009 -2012 : Bapak Drs. Bambang Supriyono,M.M. 16. 2012-sekarang : Ibu Dra. Baniyah

B. Visi, Misi dan Tujuan SMA Negeri 11 Yogyakarta

1. Visi SMAN 11 Yogyakarta

Terwujudnya Sekolah yang unggul serta memiliki intelektualitas, integritas, santun berwawasan kebangsaan, dan bercakrawala global. 2. Misi SMAN 11 Yogyakarta

a. Menerapkan sistem layanan pendidikan yang bermutu berpedoman pada 8 Standar Nasional Pendidikan

b. Mengembangkan kemampuan akademik bercakrawala global dengan penerapan dan pengembangan kurikulum lokal, nasional maupun internasional

c. Mengembangkan potensi dan kreatifitas peserta didik secara optimal yang berakar pada nilai-nilai agama dan budaya nasional Indonesia sesuai dengan tuntutan globalisasi

d. Menciptakan budaya sekolah yang sportif, kreatif, menyenangkan, dan santun dengan penuh rasa kekeluargaan

e. Membangun kerjasama dengan pihak luar sekolah sesuai dengan tuntutan globalisasi.

3. Tujuan SMAN 11 Yogyakarta

a. Membentuk peserta didik yang memiliki keimanan dan ketaqwaan, akhlak mulia, budi pekerti luhur berdasarkan nilai-nilai agama, dan budaya bangsa

b. Mengoptimalkan potensi dan kreatifitas peserta didik untuk mencapai berbagai keunggulan dan mampu bersaing ditingkat lokal, nasional, dan internasional

c. Membekali peserta didik agar memiliki kemampuan akademik dan non akademik berwawasan global, berbasis teknologi informasi dan komunikasi

d. Mewujudkan profesionalisme dan etos kerja penyelenggara pendidikan

e. Menjadikan warga sekolah bersikap jujur, kreatif, inovatif, dan mandiri serta tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

C. Sistem Pendidikan SMA N 11 Yogyakarta

Sesuai dengan bunyi pasal 15 PP Nomor 29 tahun 1990 lama pendidikan sekolah menengah umum adalah tiga tahun. Seperti itu juga di SMA Negeri 11 Yogyakarta lama pendidikan yang harus ditempuh adalah tiga tahun, yaitu kelas X, XI, dan XII. Saat menginjak kelas XI, para siswa diberikan kesempatan untuk memilih jurusan bidang studi yang sesuai

dengan bakat dan minat mereka. Penjurusan bidang studi yang ditawarkan di SMA Negeri 11 Yogyakarta adalah jurusan ilmu alam (IPA), dan ilmu sosial (IPS). Jurusan yang telah dipilih siswa di kelas XI ini kemudian dilanjutkan saat siswa naik ke kelas XII.

Di SMA Negeri 11 Yogyakarta, sistem semester telah diterapkan kembali pada tahun ajaran 2002/2003 sampai sekarang. Dalam sistem semester ini, satu tahun ajaran terdiri dari dua penggalan, yaitu semester gasal dan semester genap.

D. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA Negeri 11 Yogyakarta

Di dalam penyelenggaraan pendidikan, SMA Negeri 11 Yogyakarta menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dimulai pada tahun pelajaran 2006/2007.

Penerapan KTSP dalam program reguler SMA Negeri 11 Yogyakarta didasarkan pada Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. KTSP merupakan kurikulum yang meberi kewenangan dan tanggung jawab penuh pada sekolah untuk menyusun sendiri pelaksanaan kegiatan pembelajarannya sesuai visi, misi, dan potensinya masing-masing, dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Dengan KTSP, kepala sekolah, para guru,

dan komite sekolah dapat terlibat langsung dalam merumuskan tujuan pembelajaran, materi, serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.

Muatan kurikulum SMA Negeri 11 Yogyakarta meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BNSP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh daerah dan sekolah serta kegiatan pengembangan diri.

1. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum SMA Negeri 11 Yogyakarta memuat kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini :

a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. d. Kelompok mata pelajaran estetika.

e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Penyusunan Struktur Kurikulum didasarkan atas standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan).

2. Muatan Kurikulum

Muatan kurikulum SMA Negeri 11 Yogyakarta meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditetapkan

oleh BNSP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh daerah dan sekolah serta kegiatan pengembangan diri.

a. Mata Pelajaran

Mata pelajaran terdiri dari mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan sebagai berikut :

1) Mata Pelajaran Wajib

Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Seni Budaya, pendidikan jasmani dan kesehatan, dan Teknologi Informasi Komunikasi.

2) Mata Pelajaran Pilihan

Pembelakan terhadap keterampilan siswa pada era globalisasi sekarang ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar. Keterampilan siswa yang berorientasi pada kecakapan hidup sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan hidup masa yang akan datang. Dengan pertimbangan di atas maka SMA N 11 Yogyakarta pada mata pelajaran pilihan menentukan mata pelajaran pilihan keterampilan :

a) Design Grafis dan Tata Boga

Pilihan mata pelajaran ini dimungkinkan dengan adanya sumber daya manusia yang memadai dan kehidupan

masyarakat yang menunjang program pembelajaran tersebut.

b) Muatan Lokal

Letak geografis SMA Negeri 11 Yogyakarta berada di kawasan kota Yogyakarta, oleh karena itu program muatan lokal yang dipilih adalah yang berkaitan dengan kondisi kota pelajar dan kota budaya. Program muatan lokal disusun bekerja sama antara sekolah dengan komite sekolah dan nara sumber. Muatan lokal ini juga merupakan unggulan lokal sesuai dengan ciri khas SMA Negeri 11

Yogyakarta yang “berwawasan seni dan life skill”. Sejak tahun 2007 SMA Negeri 11 merupakan sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai sekolah mandiri.

Tabel 4.1

Struktur Program Kurikulum SMA Negeri 11 Yogyakarta kelas X

Komponen Alokasi Waktu

Mata Pelajaran Semester 1 Semester 2

1. Pendidikan Agama 2 2 2. Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 5. Matematika 5 5 6. Fisika 2 3 7. Kimia 3 2 8. Biologi 3 3 9. Sejarah 1 1 10. Geografi 2 2 11. Ekonomi 3 3 12. Sosiologi 2 2 13. Seni budaya 2 2 14. Penjas,Orkes 2 2

15. TIK 2 2 16.Bhs.Asing/Keterampilan: - Bhs. Jepang - Tata boga 1 1 1 1 17. Mulok:

Wajib: Bahasa Jawa

Pilihan: Kerawitan Gaya Yogyakarta 1 1 1 1 18.Pengembangan Diri 2*) 2*) Jumlah 43 43 Keterangan:

-. 2*): Ekuifalen 2 jam pelajaran

Tabel 4.2

Struktur Program Kurikulum SMA Negeri 11 Yogyakarta Kelas XI dan XII program IPA

Komponen Alokasi Waktu

Mata Pelajaran Kelas XI IPA Kelas XII IPA Sem. 1 Sem. 2 Sem.1 Sem.2

1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 5 5 5 5 5. Matematika 5 5 6 6 6. Fisika 5 5 6 6 7. Kimia 5 4 6 5 8. Biologi 4 5 5 6 9. Sejarah 1 1 1 1 10. Seni budaya 2 2 2 2 11. Penjas,Orkes 2 2 2 2 12. TIK 2 2 2 2 13.Bhs.Asing/Keterampilan: - Bahasa Jepang - Tata boga 1 1 1 1 14. Mulok:

Mulok Wajib: Bhs. Jawa Mulok Pilihan:Pariwisata 1 1 1 1 1 1 15.Pengembangan Diri - BK 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 43 43 43 43 Keterangan:

-. 2*): Ekuifalen 2 jam pelajaran

-. Bhs.Asing/Ketrampilan: Bhs.Asing (Bhs.Jepang)/Ketrampilan (Tata Boga)

-. Mulok: Mulok wajib Bhs.Jawa, Mulok pilihan Pariwisata

Tabel 4.3

Struktur Kurikulum SMA Negeri 11 Yogyakarta Kelas XI san XII IPS

Komponen Alokasi Waktu

Mata Pelajaran Kelas XI IPS Kelas XII IPS Sem. 1 Sem. 2 Sem.1 Sem.2

1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 5 5 5 5 5. Matematika 5 5 6 6 6. Sejarah 3 3 4 4 7. Geografi 4 4 5 5 8. Ekonomi 5 5 5 5 9. Sosiologi 3 3 4 4 10. Seni budaya 2 2 2 2 11. Penjas,Orkes 2 2 2 2 12. TIK 2 2 2 2 13.Bhs.Asing/Keterampilan: - Bahasa Jepang - Tata boga 1 1 1 1 14. Mulok:

Mulok Wajib: Bhs. Jawa

Mulok Pilihan:Pariwisata 1 1 1 1 1 1 15.Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 43 43 43 43 Keterangan:

-. Bhs.Asing/Ketrampilan: Bhs.Asing (Bhs.Jepang)/Ketrampilan (Tata Boga)

-. Mulok: Mulok wajib Bhs.Jawa, Mulok pilihan Pariwisata

E. Organisasi Sekolah Satuan Pendidikan SMA N 11 Yogyakarta

Untuk memperlancar jalannya pendidikan, SMA Negeri 11 Yogyakarta mengadakan pembagian struktur organisasi sebagai berikut: 1. Kepala Sekolah

Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Yogyakarta dijabat oleh Ibu Dra Baniyah. Kepala Sekolah memiliki tugas sebagai berikut:

a. Kepala Sekolah selaku educator bertugas melaksanakan proses pembelajaran secara efektif dan efisien.

b. Kepala Sekolah selaku manajer

c. Kepala Sekolah selaku administrator yang bertanggung jawab kepada pelaksanaan kurikulum, ketatausahaan, administrasi personalia, pemerintah, dan pelaksana intruksi dari atasannya. 2. Wakil Kepala Sekolah

a. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum dijabat oleh Drs. Budi Basuki, M.Ag. Tugas-tugasnya sebagai berikut :

1) Menyusun program pembelajaran, pembagian tugas guru, tugas pelajaran, jadwal evaluasi belajar, pelaksanaan UAS/UN,

kriteria persyaratan naik kelas atau lulus/tidak laporan pengajaran secara berkala.

2) Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan program pelajaran, menyediakan daftar buku acuan siswa, dan menyusun laporan secara berkala.

b. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan dijabat oleh Hj. Martin Mugiwati, S.pd. Tugas-tugasnya sebagai berikut :

1) Menyusun program pembinaan kesiswaan, OSIS, program, dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan terinci serta laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala.

2) Melaksanakan bimbingan, pengarahan, pengendalian kegiatan siswa, pemilihan calon siswa teladan dan calon penerimaan siswa.

3) Membina dan melaksanakan koordinasi, keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan.

4) Memberikan pengarahan dalam pemilihan pengurus OSIS. 5) Memberikan pembinaan pengurus OSIS dalam organisasi. c. Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat

Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat dijabat oleh Drs. Harjendro ESJ. Tugas-tugasnya sebagai berikut :

1) Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua/wali.

2) Berhubungan dengan instansi lain.

3) Membina hubungan antar sekolah dengan BP3, pengembangan hubungan antara sekolah dengan lembaga sosial lain.

4) Menyusun laporan pelaksanaan hubungan dengan masyarakat secara berkala.

d. Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana Pendidikan. Wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana pendidikan dijabat oleh Drs. H. Bidrun Fathoni. Tugas-tugasnya sebagai berikut :

1) Menginvestasikan barang-barang milik sekolah di sekolah. 2) Mendayagunakan sarana dan prasarana di sekolah.

3) Pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah. 3. Guru

Selaku tenaga pendidik, setiap guru bertanggung jawab dalam tugas pendidikan.

a. Bimbingan dan penyuluhan.

Tugas bimbingan dan penyuluhan adalah membantu kelancaran sekolah dalam bidang kesiswaan dan urusan sekolah.

b. Urusan Pembinaan Kesiswaan.

Urusan pembinaan kesiswaan memliliki tugas sebagai berikut : 1) Melayani pendaftaran siswa baru.

2) Menangani kegiatan siswa. 3) Usaha-usaha bidang UKS.

4. Guru Bidang Studi.

Guru bidang studi diatur oleh wakil kepala sekolah urusan kurikulum. sesuai dengan kedudukan dan status tertentu. Setiap guru mengajar berdasarkan keahlian bidang studi masing- masing.

5. Wali Kelas.

Wali Kelas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a. pengelolaan kelas

b. penyelenggaraan administrasi kelas yang meliputi: 1) denah tempat duduk siswa,

2) papan absensi siswa, 3) daftar pelajaran kelas, 4) daftar piket kelas, 5) buku absensi kelas,

6) buku kegiatan pembelajaran atau buku kelas dan 7) tata tertib kelas.

c. penyusunan/pembuatan statistik bulanan siswa d. pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger) e. pembuatan catatan khusus tentang siswa f. pencatan mutasi siswa,

g. pengisian buku laporan penilaian hasil belajar, h. pembagian buku laporan penilaian hasil belajar. 6. Kepala Tata Usaha

Kepala tata usaha memiliki tugas-tugas sebagai berikut : a. Menyusun program tata usaha sekolah.

b. Menyusun keuangan sekolah dan kepegawaian

c. Pembinaan dan pengembangan karier pagawai tata usaha sekolah. d. Menyusun perlengkapan sekolah.

e. Menyusun dan menyajikan data statistik sekolah, menilai hasil kerja staf-stafnya.

F. Sumber Daya Manusia SMAN 11 Yogyakarta

Jumlah seluruh personil sekolah ada sebanyak 81 orang, terdiri atas kepala sekolah 1 orang, guru tetap 46 orang, guru tidak tetap 15 orang, pegawai tetap 8 orang dan pegawai tidak tetap 11 orang.

G. Siswa Satuan Pendidikan SMA N 11 Yogyakarta

1. Jumlah peserta didik

Jumlah peserta didik pada tahun ajaran 2012/2013 seluruhnya berjumlah 634 peserta didik. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata.

Tabel 4.4

Jumlah Peserta Didik pada Tahun Ajaran 2012/2013

Kelas Jumlah Keterangan

Siswa Rombel X 288 9 XI IPA 192 6 XI IPS 96 3 XII IPA 192 6 XII IPS 32 2

Total 800 26

2. Input dan Output Nilai

Pencapaian nilai rata-rata Nilai peserta dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan. Jumlah peserta didik yang melanjutkan keperguruan tinggi mencapai 99.16 %. Jumlah calon siswa yang mendaftar dengan jumlah calon siswa yang diterima

Tabel 4.5

Jumlah Siswa Mendaftar Tahun Ajaran 2012/2013 Tahun Jumlah Calon Siswa Jumlah Siswa Diterima Prosentase Siswa Diterima 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 2010/2011 344 474 509 605 892 805 506 471 490 496 160 239 240 24 228 216 216 212 216 272 46.5 50.4 47.2 42.5 37.7 37.2 42.2 45.0 44.0 54.8 Tabel 4.6

Rasio Jumlah Kelulusan Peserta Didik dan yang Melanjutkan Tahun Peserta Ujian Kelulusan Melanjutkan

(%) 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 131 135 150 165 226 235 230 210 100% 100% 100% 98.98% 92.74% 99.15% 99.13% 99.52% 89 90 95 97 98 98 99 99

2010/2011 213 100% 99

H. Kondisi Fisik dan Lingkungan Sekolah SMA Negeri 11 Yogyakarta

1. Lingkungan Sekolah

SMA Negeri 11 Yogyakarta terletak di Kota Yogyakarta, dengan luas tanah seluruhnya 11.344 m2 dengan pagar permanen. Kota Yogyakarta di kenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata. Hal ini sangat mendukung keberadaan SMA Negeri 11 Yogyakarta dalam mengembangkan visi dan misinya.

SMA Negeri 11 Yogyakarta terletak di antara beberapa Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta antara lain Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Hal ini sangat mendukung dalam menjalin kerja sama dan kemitraan dalam mengembangkan pendidikan menengah untuk melajutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

SMA Negeri 11 Yogyakarta juga memiliki bangunan cagar budaya berupa Aula Budi Utomo. Pada tanggal 20 Mei tahun 1908 aula (dulu sebagai ruang kelas), digunakan untuk rapat berdirinya Budi Utomo di Yogyakarta yang di pimpin oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Ruang tersebut sekarang digunakan sebagai gedung serba guna (aula) dan digunakan untuk segala aktivitas baik kegiatan intrakurkuler maupun ekstrakurikuler bahkan sering digunakan untuk pertemuan-pertemuan dan pameran baik tingkat sekolah, daerah maupun Nasional. Pada

tanggal 20 Mei 2008 di ruang Aula Budi Utomo dijadikan tempat peringatan satu abad Budi Utomo oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional Bapak Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Pada peringatan tersebut SMA Negeri 11 Yogyakarta dicanangkan sebagai sekolah

“Pelopor Pendidikan Kebangsaan” oleh Bapak Menteri Pendidikan. 2. Keadaan Sekolah

a. Sarana dan Prasarana

1) Tanah dan Halaman

Tanah sekolah sepenuhnya Kraton Yogyakarta. Luas areal seluruhnya 11.344 m2. Sekitar sekolah dikelilingi oleh pagar sepanjang 722 m.

Keadaan Tanah Sekolah SMA Negeri 11 Yogyakarta Status : Milik Negara

Luas Tanah : 11.344 m2 Luas bangunan : 6.563 m2 Pagar : 722m

b. Gedung Sekolah

Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar memadai.

Keadaan Gedung SMA Negeri 11 Yogyakarta Luas Bangunan : 6.563 m2 Ruang Kepala Sekolah : 1 Baik Ruang Wakil Kepala Sekolah : 1 Baik

Ruang TU : 1 Baik Ruang Guru : 1 Baik

Ruang Kelas : 23 Baik

Ruang Lab. IPA : 3 Baik Ruang Lab Bahasa : 1 Baik Ruang Perpustakaan : 2 Baik

Ruang Aula : 1 Baik

Masjid : 1 Baik

Ruang Osis : 1 Baik

Lapangan Olah Raga : 2 Baik Ruang Multimedia : 2 Baik

Ruang BK : 1 Baik

Ruang UKS : 1 Baik

Ruang Koperasi : 1 Baik

I. Proses Belajar Mengajar SMA N 11 Yogyakarta

1. Kegiatan Guru Secara Umum.

Kegiatan guru secara umum adalah mengajar di dalam kelas dimulai pada jam pelajaran pertama sampai berakhir jam pelajaran, yaitu pada hari Senin sampai Kamis. Jam pelajaran dimulai pukul 07.15 dan berakhir pukul 14.00. Pada hari Jumat pelajaran dimulai pukul 07.15 dan berakhir pukul 11.30 dan Sabtu pelajaran dimulai pukul 07.15 dan berakhir pukul 13.15. Sedangkan jam pelajaran

selama bulan ramadhan dikurangi 15 menit untuk setiap satu jam pelajarannya dan pelajaran dimulai pukul 07.30. Dari senin sampai dengan sabtu jam pelajaran dimulai pukul 07.30-11.45. Setelah jam pelajaran berakhir pada pukul 11.45-12.30, bagi siswa yang beragama islam melaksanakan sholat dan bagi yang beragama kristen atau beragama lain melaksanakan renungan di ruangan AVA.

Selain mengajar ada beberapa guru yang ditugaskan untuk tugas piket di ruang guru (piket PBM) secara bergantian setiap hari. Kegiatan piket di ruang guru yaitu mengabsen semua guru yang sudah hadir dan mencatat guru yang belum hadir atau tidak dapat hadir setiap pagi. Bila ada gru yang tidak dapat hadir guru piket bertugas mencari informasi mengenai ketidakhadiran guru tersebut. Selain itu bertugas mengecek kelas, menyampaikan tugas dari guru yang tidak hadir.

Guru piket juga bertugas mengawasi ketertiban siswa (piket kesiswaan). Bila ada siswa yang terlambat masuk sekolah maka harus melapor kepada guru piket sebelum diizinkan masuk kelas oleh guru yang saat itu mengajar di kelas. Selain itu apabila ada siswa yang izin pulang atau keluar dari lingkungan sekolah untuk suatu keperluan maka harus melapor pada guru piket dan menulis surat izin dan ditandatangani oleh guru piket.

2. Kegiatan Guru Mata Pelajaran

Kegiatan guru mata pelajaran adalah mengajar mata pelajaran masing- masing.

3. Kegiatan Siswa

Kegiatan siswa secara umum adalah mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah setiap harinya. Sebelum pelajaran pertama dimulai selalu diawali dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di kelas masing-masing dan setelah berakhir jam pelajaran juga selalu ditutup dengan doa, dan menyanyikan lagu wajib Padamu Negeri. Pada hari Senin sampai Kamis jam pelajaran dimulai pukul 07.15 dan berakhir pukul 14.00, pada hari Jumat pelajaran dimulai pukul 07.15 dan berakhir pukul 11.30. Untuk masing-masing siswa yang terlambat harus melapor ke guru piket sebelum diizinkan masuk kelas.

Ada beberapa pilihan kegiatan ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh siswa kelas X dan XI, yaitu :

a. Pleton Inti

Pleton inti yaitu salah satu pilihan ekstrakulikuler dengan kegiatan latihan baris berbaris dan diadakan seminggu dua kali.

b. Pecinta Alam

Pecinta Alam di SMA Negeri 11 Yogyakarta memiliki nama

“Arwacala” dan memiliki kegiatan seperti latihan climbing dan melakukan pendakian.

c. Cheers Leader

Cheers leader SMA Negeri 11 Yogyakarta juga merupakan pilihan ekstrakulikuler. Kegiatan ini memiliki jadwal latihan satu minggu

sekali dan selalu mengikuti perlombaan cheers leader yang dilakukan.

d. Karya Ilmiah Remaja (KIR)

Karya Ilmiah Remaja (KIR) Di SMA Negeri 11 Yogyakarta adalah kegiatan ekstrakulikuler untuk mengembangkan bakat siswa bereksperimen di mata pelajaran MIPA. Bila siswa masuk menjadi anggota KIR ini maka secara otomatis akan menjadi anggota Jaringan Penelitian Siswa (JPS) yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kota. Contoh kegiatan KIR adalah mengikuti kemah ilmiah bersama sekolah lain.

e. Olah Raga

Ekstrakulikuler olah raga ini meliputi olahraga basket, futsal, dan Tae Kwon Do. Latihan- latihan diadakan seminggu sekali.

f. Teater

Ekstrakulikuler teater mengembangkan bakat seni dan kreativitas siswa. Latihan-latihannya diadakan seminggu sekali.

g. Eleven English Club (EEC)

Eleven English Club (EEC) ini adalah kegiatan yang menggunakan kemampuan berbahasa inggris dan selalu melatih diri berbahasa inggris.

Selain kegiatan-kegiatan siswa juga memiliki organisasi siswa, seperti:

Tugas-tugas MPK adalah memantau kerja OSIS dan memiih calon- calon pengurus OSIS baru.

b. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

Tugas-tugas OSIS adalah menyelenggarakan suatu kegiatan sekolah, dan setiap minggunya diadakan rapat rutin.

J. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

Untuk menunjang proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, fasilitas yang disediakan SMA N 11 Yogyakarta antara lain :

1. Laboraturium Fisika, Laboraturium Biologi, Laboraturium Kimia, dan Laboraturium Bahasa.

Laboraturium berfungsi sebagai tempat untuk memperoleh pengalaman konkret mengenai ilmu yang dipelajari. Dari laboraturium ini, siswa bisa lebih hidup dengan pengetahuan yang telah diperoleh sehingga dapat membantu siswa dalam perkembangan intelektualnya.

Dalam dokumen Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas XII IPS pada materi jurnal khusus perusahaan dagang. (Halaman 82-166)